NovelToon NovelToon
Sebelum 365 Hari

Sebelum 365 Hari

Status: tamat
Genre:Horor / Roh Supernatural / Dunia Lain / Tamat
Popularitas:294.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: sukangarang

Dalam tahap revisi.

like, komentar, dan vote

Bermula dari pertengkaran Mawar dengan kedua orang tuanya, yang tidak memberi restu hubungannya dengan Marsel kekasihnya, Mawar memutuskan untuk pergi meninggalkan rumahnya. Di malam yang tengah turun hujan deras, Mawar mengendarai sepeda motornya tanpa arah dan tujuan. Hingga dia sampai dipertengahan jalan yang kanan-kirinya dikelilingi pohon yang menjulang tinggi. Jalan itu seperti tak berujung, Mawar lalu melihat seorang gadis seumurannya. Mawar berhenti dan bertanya arah jalan keluar. Gadis tersebut memberitahu Mawar untuk terus berjalan lurus, sampai ada jalan yang bercabang, Mawar diperintahkan untuk berbelok kiri. Mawar menuruti semua kata-kata gadis tersebut, lalu Mawar meneruskan perjalanannya. Sangat jauh jalan yang ia tempuh, hingga ia menemui jalan bercabang, ia berbelok kiri dan terjatuh karena menabrak sosok hitam tinggi besar. Seketika Mawar pingsan ditempat.

Sosok apa yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sukangarang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Merasa Bersalah

Ketika Ruman pulang dari kantornya, dan mendapati istrinya yang masih pingsan, Ruman terlihat panik, ia menelpon dokter untuk datang ke rumahnya dan mengecek kondisi istrinya.

Sementara Adam, ia terlihat kelimpungan, karena tidak mendapati Wulan di rumah, bahkan rumahnya juga di kunci. Adam sudah menggedor pintu beberapa kali, namun tidak ada jawaban. Sementara hape Wulan di hubungi tidak mau menjawab.

"Apa, Wulan masih marah denganku? Tapi mana mungkin, dia bukan tipe orang pemarah, lantas, kemana perginya ia? Sudah Maghrib begini belum pulang juga. Di hubungi juga tidak diangkat. Kemana sih kamu, Nduk?" ucap Adam dengan perasan khawatir dan mondar mandir di depan rumahnya yang terkunci.

Perasaan Adam tidak tenang, ia kemudian menghubungi Marsel, untuk meminta pendapat, kira-kira kemana perginya Wulan.

"Hallo, Sel! Aku tidak dapat masuk ke dalam rumah ini," ucap Adam begitu teleponnya diangkat oleh Marsel.

"Kenapa? Apa Wulan masih ngambek denganmu? Artinya, kamu harus tidur di luar, Dam!" jawab Marsel menahan tawanya.

"Bukan begitu, Sel! Aku gedor pintunya, ternyata di kunci, tidak ada jawaban dari dalam. Wulan tidak pernah seperti ini biasanya. Dia pergi juga tidak memberitahuku, aku telpon hapenya tidak diangkat juga. Aku jadi khawatir, Sel, dengan Wulan. Aku takut terjadi sesuatu dengannya,"

"Halah, kamu berpikir positif aja, Wulan itu pasti baik-baik saja. Coba kamu ingat-ingat, Dam! Adakah sesuatu yang Wulan katakan padamu pagi ini, sebelum kamu pergi kerja? Wulan pasti minta izin lah sama kamu, kalo mau pergi. Coba di ingat dulu, Dam," Marsel mencoba memberi pengertian kepada Adam.

Adam mencoba untuk mengingatnya. "Gak ada, Sel! Cuman, dia berencana ingin pergi ke rumahnya Mawar. Tapi katanya nunggu aku balik,"

"Nah, itu bisa jadi, dia sekarang sudah berada di rumahnya Mawar. Kamu coba cari kesana aja,"

"Tapi kalo nanti tidak ada gimana?" tanya Adam dengan raut wajah yang mulai khawatir.

"Ah, belum saja kamu lihat, udah bilang gak ada. Kamu pergi ke rumah Mawar sekarang, aku nyusul dari sini. Kita ketemu di sana. Oke! Aku mau ganti baju dulu,"

"Ya sudah kalo begitu, aku tunggu kamu di sana yah, assalamu'alaikum," Adam menutup teleponnya.

"Wa'alaikum salam," jawab Marsel kemudian melihat hapenya dan menggelengkan kepalanya.

Dengan masih menggunakan seragam pabriknya, Adam menancap gas pergi ke rumah Mawar untuk memastikan keberadaan istrinya. Adam berharap semoga Wulan berada di sana.

***

Ruman mengantar dokter keluar, setelah selesai memeriksa istrinya.

"Istri bapak tidak apa-apa, sebentar lagi pasti akan sadar. Suruh istirahat yang cukup, jangan terlalu banyak pikiran. Istri bapak kayaknya cukup setres."

"Iya, Dok! Terimakasih," ucap Ruman diiringi senyuman.

Dokter kemudian berjalan menuju mobilnya, dan segera pergi dari rumah Ruman.

Ruman kembali ke dalam lagi untuk menemui istrinya.

Wulan masih setia duduk di tepi kamar menemani Saras yang masih memejamkan matanya. Pandangannya tak henti menatap wajah Saras.

"Apa yang terjadi, Nak Wulan? Kenapa istri saya bisa pingsan!" tanya Ruman sambil berdiri memandangi istrinya dengan prihatin.

"Mohon maaf sebelumnya, Om. Tante Saras pingsan karena tidak kuat mendengar berita yang saya sampaikan,"

"Berita apa, Nak!"

"Tentang Mawar, Om!"

"Ada apa dengan, Mawar? Apa Mawar sudah di temukan?" Ruman bertanya dengan raut wajah penasaran.

"Belum, Om! Motor Mawar sudah berhasil di ketahui, tapi ... "

"Dimana, Nak? Kalo motor Mawar saja sudah di temukan, berarti tak lama lagi mawar juga ketemu. Ada dimana lokasi motor Mawar, Nak Wulan?" Ruman terlihat bahagia.

"Pak Kyai, belum memberitahu tempatnya, Om. Pak Kyai hanya memastikan saja,"

"Oh begitu, lalu apalagi yang dikatakan oleh beliau soal, Mawar?"

"Katanya, Mawar masuk ke sarang demit, Om!"

"Hah! Sarang demit! Maksudnya? Apa memang ada hal-hal seperti itu, Nak?" tanya Ruman dengan mata membelalak.

"Pak Kyai yang bilang, Om, masa iya sih beliau bohong. Kita berdo'a saja untuk keselamatan Mawar, Om. Do'a kita tidak boleh putus kata beliau."

Ruman terdiam mendengar kalimat yang diucapkan Wulan. Ia tampak berpikir. Wulan kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke arah Saras.

"Permisi, tuan, di luar ada Mas Adam, sama Mas Marsel," ucap Bi Minah dengan berdiri diambang pintu.

Mendengar suara Bi Minah, Wulan tampak kaget. Ia lupa kalo dirinya belum mengabari suaminya kalo ia sedang di rumah Mawar.

"Iya, suruh masuk saja, Bi. Saya mau membersihkan badan dulu," ucap Ruman.

"Baik, tuan," kata Bi Minah kemudian berlalu, untuk mempersilahkan Adam dan Marsel masuk.

"Om, saya ijin keluar dulu, Om," kata Wulan beranjak dari tempat duduknya.

"Oh, iya silahkan. Terimakasih yah,"

"Iya, Om!" jawab Wulan diiringi senyuman.

Wulan kemudian pergi ke ruang tamu untuk menemui suaminya dan Marsel. Wulan tersenyum ketika melihat Adam dan Marsel memandang ke arahnya.

"Nduk, kamu koq gak ngabarin Mas, kalo pergi ke rumah Mawar!" tanya Adam sambil mengamati gerakan Wulan, yang kemudian duduk di sebelahnya, Marsel menggeser tubuhnya, supaya Wulan bisa duduk di sebelah Adam.

"Maaf, Mas, aku lupa, aku pikir, kalian berdua lembur, maaf yah!" ucap Wulan terus tersenyum sambil memeluk lengan suaminya dengan manja karena merasa bersalah.

"Hah! Lain kali minta ijin dulu yah, jangan lagi-lagi begini, Mas khawatir!" kata Adam sambil mengelus puncak kepala Wulan dengan lembut.

"Iya, Mas! Wulan minta maaf yah,"

"Eghm, eghm," Marsel mengingatkan Adam dan Wulan, bukan hanya ada mereka berdua yang duduk di sofa tersebut.

Wulan dan Adam melirik ke arah Marsel yang membuang wajah, kemudian mereka berdua sama-sama tersenyum.

1
Dara Ra
greget sama mawar lemah,lemot ga kaya miraa
Bulan Hampa
luar biasa
Um Andri
penuh makna d dalam nya
Nadhira💦
rasanya koq aneh ya...manggil istrinya "Nduk "...
nduk itu kan panggilan orgtua ke anak perempuannya
semangat ya thor..
Ning Diyah
bagus alur runtut
🥀🥀Anggita.🥀🥀
iihhh Bambang ngerii bngt lu ah, gadaa takut2 nya ngobrol gitu 😧😧🤣🤣tp mungkin itu adalah Mada kembaran Mawar, mungkin dia baik, tp kematian kakek mereka yg mnjadi misteri, jd penasaran aq tuhh. 🤣
Ricka Monika
kisahnya sangat menyentu hatiku👍💕
🥀🥀Anggita.🥀🥀
waduh peran mawar ko lelet bngt ya, 😞😒bikin greget aj
Ricka Monika
wah bakalan jd budak demit nih sang sopir kalau gak kuat iman
Ricka Monika
waduh jangan di diamin Marsel kamu harus cerita sm pak ustad dan pak ridwan
Ricka Monika
inilah yg i sebut lelaki egois,mentang mentang kepala keluarga gak mau mendengarkan istrinya,tukar pikiran dan mencari solusi itu perlu dan pihak ketiga jg dibutuhkan
Ricka Monika
tamu yg tidak ada malu malunya ya Adam 🤣
🥀🥀Anggita.🥀🥀
ngeri bngt ya, smoga mawar bisa keluar y😢😢
🥀🥀Anggita.🥀🥀
bikin Mawar pura pura nurut aja thor 😅bikin dia selalu ingat Allah.
aq rasa mawar disesatkan didunia lain.
Ricka Monika
keselong artinya apa ya🤔maklum bukan suku Jawa😁
aas
ceritanya bagus thor, haduuh merinding pas bagian yg d rumah 🤭👍
aas
hadeeeh si Pak Ruman harus banget gitu 😩
aas
waduuh ini si Bambang kok malah suka sama si Mada 😩 nti kalo dibawa k alamnya gimanaa
aas
ngeri banget si Bambang malah diladenin 😅
Omar Diba Alkatiri
orang tau agama kok ga tau bedanya musrik sama nggak ... kalo luka fisik berobat ke dokter ,kalo hal gaib ya ada pakar nya sendiri ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!