"Apa aku harus menjadi sugar baby agar bisa membeli tas branded limited edition itu?"
Rosalina Berlianda seorang gadis yang hobby berbelanja namun tidak memiliki banyak uang, sehingga dia memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa membeli barang incarannya.
Sugar baby? Tentu saja dia tidak akan melakukannya, karena dia mempunyai prinsip akan menikah dengan laki-laki yang mencintainya dan tentunya masih perjaka.
Kenzo Alexandre adalah seorang Duda beranak satu yang ternyata masih perjaka dan dia ditinggal mati oleh istrinya.
Bagaimanakah dia bisa merawat dan membesarkan bayi yang ditinggalkan istrinya seorang diri, sedangkan dia tidak mempunyai pengalaman mengurus bayi?
Rosalina melamar menjadi baby sitter bayi Kenzo demi untuk membeli tas incarannya.
Namun, seiring berjalannya waktu mereka saling suka.
Apakah Rosalina akan bersatu dengan Kenzo yang berstatus duda, sedangkan prinsipnya hanya menikah dengan perjaka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon She_Na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Usaha Dino dan Dina
Kenzo kaget tiba-tiba Dina datang dan berlari memeluknya. Dan yang membuatnya canggung ketika Dina mencium pipi kanan dan kiri Kenzo seolah mereka pasangan kekasih yang sudah lama tidak bertemu.
Rosalina merasa salah tingkah. Bukan dirinya yang melakukan itu tapi dirinya lah yang seolah malu melihat tingkah Dina.
Ada rasa sakit hati ketika melihat Dina memeluk dan mencium pipi Kenzo di hadapannya, hanya saja dia tidak bisa melakukan apa-apa. Rosalina lebih memilih bermain dengan baby Chintya seolah-olah dia tidak melihat apapun yang dilakukan Dina pada Kenzo.
"Dina, kamu ke sini sama siapa?" tanya Kenzo yang berusaha melepaskan pelukan Dina padanya.
"Sama Kak Dino. Kak Kenzo kenapa jarang main ke rumah sih? Dina kan kangen banget sama Kakak," ucap Dina dengan suara manjanya sambil merangkul lengan Kenzo dengan erat.
Sejenak Kenzo larut dalam hubungan yang dia bangun dengan Dina sebagai adiknya. Dia memang tidak keberatan jika Dina bermanja-manja padanya. Tapi itu dulu, sebelum dia mempunyai kekasih hatinya, Rosalina.
Tiba-tiba saja baby Chintya menangis. Entah mengapa dia menangis di saat dia bermain bersama dengan Rosalina. Seolah dia tahu perasaan pengasuhnya, seperti seorang anak yang merasakan perasaan ibu kandungnya ataupun sebaliknya.
Sontak saja Kenzo tersadar jika dia sedang bersama dengan Rosalina dan baby Chintya. Dia menoleh ke arah Rosalina dan baby Chintya yang berada di sampingnya.
"Chintya kenapa?" tanya Kenzo pada Rosalina yang sedang berusaha bangun dari duduknya di lantai sambil menggendong baby Chintya.
"Gapapa, sepertinya dia sudah mengantuk. Permisi," ucap Rosalina dengan nada datar dan berlalu dengan berjalan cepat menuju kamar baby Chintya.
"Siapa dia Kak?" tanya Dina pada Kenzo yang matanya masih betah memperhatikan punggung Rosalina berjalan menuju kamar baby Chintya.
"Dia Rosalina," jawab Kenzo yang masih saja memandang Rosalina hingga masuk ke dalam kamar baby Chintya.
"Rosalina? Siapa dia? Kenapa dia bersama anak Kak Kenzo?" tanya Dina sambil ikut memperhatikan Rosalina.
"Dia baby sitter nya bayi itu," tutur Dino yang baru duduk di sofa tidak jauh dari tempat duduk Kenzo.
Kenzo menoleh ke belakang, di mana Dino sedang duduk sekarang. Dia menghela nafasnya berat. Sebenarnya Kenzo tidak mau membahas kesalahpahaman Dino dengan Rosalina. Hanya saja dia kurang nyaman jika Dino, sahabatnya itu nantinya tidak akur dengan Rosalina ketika sudah menjadi istri Kenzo nanti.
"Din, bisa kita bicara sebentar?" tanya Kenzo yang kini sudah berpindah tempat duduk di sebelah Dino.
Dina, dia masih saja mengikuti Kenzo. Dia duduk di sebelah Kenzo dengan tangannya bergelayut manja pada lengan Kenzo.
Berkali-kali Kenzo mencoba melepaskan tangan Dina, tapi tetap saja Dina tidak mau melepaskan tangannya dari lengan Kenzo.
Baru kali ini Kenzo merasa sangat terganggu dengan sikap dan perilaku dari Dina. Dulu Kenzo tidak pernah merasa terganggu sama sekali karena tingkah Dina tidak semanja ini dengannya. Dina hanya meminta uang pada Kenzo dan sekedar bermanja biasa saja, tidak seperti sekarang yang seperti pasangan kekasih.
"Dina, kamu ke sana dulu ya. Kakak mau ngomong sama Kakak kamu," tukas Kenzo sambil berusaha melepaskan tangan Dina yang melingkar di lengannya.
"Gak mau. Aku mau di sini aja," ucap Dina seolah tidak bisa dibantah oleh siapapun.
"Dina, Kakak ada pembicaraan penting dengan Kakak kamu. Jadi tolonglah kasih waktu untuk kami berdua berbicara," tutur Kenzo dengan lembut untuk membujuk Dina dan berusaha melepaskan tangan Dina dari lengannya.
Pada saat yang sama Rosalina keluar dari kamar baby Chintya dengan membawa botol susu milik baby Chintya.
Dino yang melihat Rosalina sedang berjalan menuju dapur, segera beranjak dari duduknya. Kenzo uang sibuk membujuk Dina tidak melihat Rosalina yang berjalan ke dapur, sehingga dia tidak mengetahui jika Rosalina melihatnya seolah Kenzo dan Dina sedang saling bermanja.
Dino tanpa sadar mendekati Rosalina yang sedang membuatkan susu formula untuk baby Chintya.
"Sedang apa?" tanya Dino pada Rosalina yang sedang meracik susu formula pada botol milik baby Chintya.
Tanpa menjawab pertanyaan Dino, Rosalina menunjukkan botol susu tersebut pada Dino. Sungguh hati Rosalina sangat kesal saat ini. Dia tidak tahu mengapa, yang dia tahu hanya hatinya sangat sakit dan kesal sekali melihat Kenzo yang sedang bermesraan dengan perempuan lain.
"Apa kamu masih marah padaku? Aku minta maaf jika kamu tersinggung, hanya saja aku tidak mau jika ada orang lain yang memanfaatkan Kenzo, apalagi jika orang itu perempuan yang akan memanfaatkannya untuk menjadi istrinya. Karena dia adalah sahabat terbaikku. Jadi aku akan menjauhkannya dari orang-orang yang seperti itu," ucap Dino sambil menatap Rosalina yang sedang fokus meracik susu formula baby Chintya.
Tanpa menjawab ataupun berkomentar, Rosalina meninggalkan Dino yang masih setia menunggu jawaban dari permintaan maafnya tadi.
Dino segera mengejar Rosalina yang belum menjawab permintaan maafnya. Dia menghadang jalan Rosalina dan terpaksa Rosalina berhenti.
Dengan muka malasnya Rosalina menatap Dino yang berusaha akrab padanya. Beberapa detik Rosalina berhenti dan Dino tidak berbicara apapun padanya, dia bergeser ke samping dan berjalan kembali menuju kamar baby Chintya.
Namun, langkah Rosalina kembali terhenti ketika Dino memegang tangan Rosalina untuk menghentikan langkah Rosalina.
Kenzo sudah bisa melepaskan tangan Dina karena menyogoknya dengan memberikan uang seratus ribuan sebanyak lima kembar.
Kini dia beranjak dari duduknya berniat untuk mencari Dino, sayangnya dia melihat semua usaha yang dilakukan oleh Dino untuk lebih dekat dan akrab dengan Rosalina.
Dina, dia masih asik menghitung dan menyimpan uangnya dalam dompetnya. Dia juga berniat akan mengikuti Kenzo kembali. Sayangnya, Kenzo berjalan dengan langkah lebarnya untuk segera mendekat ke arah Dino dan Rosalina.
"Tunggu sebentar, apa tidak bisa kamu memaafkan aku dan kita menjadi teman akrab mungkin?" ucap Dino sambil memegang erat tangan Rosalina.
Rosalina menghela nafasnya, terlihat jelas di wajahnya jika dia sangat tidak suka dengan cara Dino meminta maaf padanya. Mungkin juga Rosalina memang tidak suka dengan Dino karena kesan pertama perkenalan mereka. Atau mungkin dia kesal pada Dino karena dia kakak dari Dina, perempuan yang sedang bersama Kenzo saat ini.
Grep!
Tangan Dino dipegang dan dihempaskan oleh Kenzo. Dengan wajah yang terlihat sangat kesal, Kenzo menatap Dino seolah dia menyatakan bahwa dia tidak suka jika Dino memegang tangan Rosalina.
Rosalina enggan melihat drama dari kedua orang yang bersahabat itu. Sungguh dia lelah hati hari ini. Dari awal dia bertemu dengan Dino yang membuatnya kesal, hingga sekarang Dina, adik Dino bermanja-manja pada Kenzo.
Rosalina menghempaskan tangan Kenzo dan dia segera berjalan untuk masuk ke dalam kamar baby Chintya.
Sayangnya langkah Rosalina tidak selebar Kenzo, hingga Kenzo yang dengan cepatnya bisa menangkap tubuh Rosalina dan memeluknya dari belakang.
"Kak Kenzo! Kak Kenzo apa-apaan sih?! Kenapa Kak Kenzo memeluknya? Lepaskan dia Kak, dia gak pantas mendapatkan pelukan dari Kakak!" seru Dina yang berada di belakang Kenzo dan Rosalina.
"Diam!" seru Kenzo membuat semua orang yang berada di situ terdiam.
Nama kenzo kenapa jadi ganti namanya dewa thor
pasti itu suara kenzo yang mau bayarin tasnya
lanjut lagi lah
semoga aja baby chintya gak kenapa2 semoga aja baby chintya di kembali kan sama Rosa gak tega kalo nangis terus menerus kaya gitu 😢😢
maunya bikin surat adopsi untuk baby chintya biar gak jatuh ketangan raihan walaupun dy bapk kandung nya iya bapak kandung yang gak bertanggungjawab
lanjut lagi thor
semoga aja baby chintya gak jatuh ketangan raihan ya thor 🙏🙏
lanjut lagi
lanjut lagi thor