“Ck..!! Kenapa aku bisa lupa!!!” rutuknya sambil melempar sembarangan botol air mineral yang dipegannya dan tanpa sengaja botol air mineral itu menganai kepala salah satu cowok yang sedang berkumpul di depan Elisan.
“Mati aku!” gumam Elisa saat pria yang terkena lemparan homerun nya tadi berjalan ke arah nya.
Dan dari muka pria itu sangat jelas kalau dia sangat marah.”Padahal tidak sengaja kan?” batin Elisa.
“Milik mu?” tanya Pria itu sambil mengarahkan botol yang Elisa lempar tadi ke arah Elisa.
“Sepertinya iya.” Aku Elisa mau tidak mau. Mau bohong juga percuma, jelas banyak saksi yang melihatnya.
Pria itu menatap Elisa dengan tatapan geram sambil membuka botol air mineral itu dan dengan tatapan tajam dan penuh kemarahannya dia menuangkan air itu di atas kepala Elisa. “ini baru sepadan.” Ucap nya tersenyum smirk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#31
"COme on, Zico! Touch me! TOuch me...!" mohon Alexandra sambil menggigit bibir bawahnya sehingga terlihat sangat e rotis di mata Zico.
Jakun Zico kembali naik turun, rasanya hawa na fsu benar-benar telah sampai ke ubun-ubunnya.
“Ayoo Zico! Jangan lakukan hal tercela ini! Bertahan Zico! Bertahan!” Zico mencoba menjauh dari Alexandra.
"Why Zico? Apakah kau tidak ingin bercin ta dengan ku Zico?" Ra cau Alexandra, tepat di depan bi bir Zico sambil sesekali menggigit kecil bi bir itu. Lalu mendaratkan kecu pan nya dengan sangat lembut.
Setelah menge cup bibir Zico, Alexandra telah melepaskan tangan Zico yang masih bertengger di gunung kem bar miliknya yang tanpa Zico sadari kini tengah merem mas gunung kembar itu tanpa Alexandra bimbing.
Tangan Alexandra kemudian membuka kemeja yang Zico kenakan. Lalu turun ke bawah dan membuka ikat pinggang milik Zico.
Ddeg..
Deeg...
Jantung Zico berpacu saat Alexandra menurunkan resleting yang Zico kenakan.
"Zico please!" mohonnya sambil mera ba benda yang telah mengeras di balik resleting yang telah terbuka itu.
Zico yang sudah merasakan panas dingin akibat belaian tangan Alexandra di area sen sitif nya pun akhinya bergeser sedikit seolah memberikan ruang pada Alexandra untuk menurunkan cela na yang ia kenakan.
Alexandra tersenyum dan dengan cepat berjongkok di depan Zico lalu menurunkan cela na itu.
Kini Senjata berurat itu pun tengah menunjuk ke arah wajah Alexandra.
"Kau harus bertanggung jawab untuk memuaskan ku, Tante Sandra!" Ujar Zico, mengarahkan kepala Alexandra ke Senjata berurat nya.
"Sure...". Ucap Alexandra, tersenyum bak seorang ja*lang yang akan memuaskan kliennya.
Alexandra mengelus Senjata berurat Zico dengan kedua tangannya, memberikan sentruman-sentruman kecil di sekitaran Senjata berurat milik Zico.
"Kau menolak ku, tapi senjata mu menantikan belaian ku." ucapnya sambil mengecup senjata berurat milik Zico.
"Uhm!! Shiit! I like it..! Ra cau Zico yang kembali memegang dan mainkan puncak gunung kem bar milik Alexandra yang mengeras.
Alexandra terus menji lati Senjata berurat milik Zico, tidak ada rasa jijik sama sekali. Benar-benar terlihat sangat menikmati aktivitas nya itu.
Namun sebenarnya hal ini wajar saja bila mengingat jam terbang Alexandra memang sudah sangat tinggi!
Sebelum menjadi ibu tiri nya Elisa, Alexandra pernah bekerja sebagai pelayan di bar.
Jadi jika di hubungkan dengan hal tersebut, maka wajar saja jika dia fasih dengan gaya bercin ta o ral seperti ini.
Mungkin saja, ini adalah salah satu gaya bercin ta yang sering ia lakukan dengan para klien nya di bar dahulu.
"Uhm... " Le nguh Alexandra lagi dan lagi.
Alexandra menji lati setiap permukaannya hingga memberikan rasa yang sangat nikmat luar biasa pada Zico.
Semua fantasi terli yar Zico pun terasa terpuaskan, dimana dia selalu membayangkan melakukan hal ini bersama Elisa atau pun dengan Alexandra, namun hingga kemarin belum pernah teralisasikan sama sekali.
Bahkan hingga detik ini keper jakaan Zico masih terjaga, entah di beberapa detik ke depan.😂
"Ouhhg!" Ucap Zico dengan mata sebentar terpejam dan sebentar terbuka, menikmati permainan loli pop yang Alexandra berikan.
"Masukkan ke mulut mu Tante Sandra!" Perintah Zico yang ingin merasakan seperti apa rasa nya milik nya di ku lum seperti di pilem- pilem por no yang ditonton.
"As you wish...." balas Alexandra tersenyum.