NovelToon NovelToon
One More Time

One More Time

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romansa / Chicklit
Popularitas:31.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rafa Linda

"Jika diberi kesempatan mengulang waktu. Hal apa yang akan kamu ubah?"

"Mencegah pertemuan ku dengan suami ku!"

Ita diberi kesempatan oleh sang waktu untuk menulis kembali hidupnya. Namun, siapa yang menyangka kesempatan emas itu membuatnya terlempar jauh di masa SMA sebelum semua tragedi dimulai.

Mampukah Ita membelokan takdir yang telah terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafa Linda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Dinding Pembatas

Sesuatu menyentuh di area ‘itu’. Ita menundukan kepala dan melihat ke bawah. Tepatnya ke arah tangan besar Raga menepi.

"ARGHH!!" pekik Ita sembari melepaskan diri.

"Dasar mesum!"

"Ha? Maksud mu?" saut Raga gagal paham.

"Bapak pikir kemana tangan Bapak mendarat tadi?" ucap Ita seraya menutupi dadanya.

Raga yang sadar pun spontan berbalik. Ia tidak bisa mengontrol wajah merahnya.

"Ma-maaf. A-aku nggak bermaksud.... emh... itu.... anu, aku beneran nggak bermaksud mesum. A-aku cuma ingin menolong...." rancau Raga.

Keadaan menjadi hening. Semburat malu itu masih terlihat jelas. Walau disembunyikan masih terlihat telinga Raga tampak memerah.

"Mph...." Ita berusaha tenang. Jangan sampai tawanya terdengar.

Situasi ini adalah hal baru. Melihat Raga blushing adalah hal yang tidak pernah Ita sangka-sangka.

"Ehem.... minta maaf!" ucap Ita setelah menetralkan diri.

"Maaf," saut Raga cepat dengan raut panik.

Tidak bisa! Ini terlalu lucu untuk ditahan!

"Mph.... hahahaha.... aduh.... Bapak.... haha.... muka Bapak aneh banget.... Haha," tawa Ita terpingkal sambil memegangi perut. Sedangkan Raga tidak bergeming dari tempat semula.

"Ka...kamu udah nggak marah?"

"Ha? Hihi... nggak, dari awal aku nggak marah kok. Tadi cuma reflek aja. Aku nggak semarah itu sampai buat muka Bapak panik kayak git... Mph.... Hahaha...."

Raga menaikan satu alisnya. "Baiklah, lebih baik kamu diam dari pada ku buat tidur di luar!" ucap Raga kembali ke mode angkuh.

"Oke... oke.... ah, beruntungnya. Baru kali ini saya liat muka Bapak yang panik campur malu. Hehe."

"Lupakan saja!"

"Kenapa? Ini kan limited edition. Jarang-jarang Bapak blushing kayak tadi."

Raga melengos dan mendaratkan diri ke sofa. "Gimana kamar mu? Nyaman?" ucapnya merubah topik pembicaraan.

"Humm, nyaman kok."

"Kalau takut kamu bisa tidur sama Bu Risa," penjaga rumah ini

"Aku bukan anak kecil ya!"

"Hemm, tapi di samping kamar mu ada pohon mangga. Kalau kamu buka hordennya kamu bisa liat pucuknya."

Ita terlonjak. Maksud ucapan Raga apa sih? Mau menakuti?

"Mau tukaran?" tawar Raga. Detik itu juga Ita dibuat terkejut dengan sikap hangat Raga.

"Nggak usah. Aku berani kok."

"Hemm.... baiklah," Raga bangkit. "Good night," ucapnya saat melewati Ita.

"Anu...." saut Ita. Tanpa sadar tangannya berhasil meraih ujung baju Raga.

"Ma-makasih untuk hari ini."

Selain detak jam mungkin ada detak lain yang menggema di ruang itu. Entahlah! Ita tidak bisa mengontrol detak jantungnya sendiri.

"Wah, udah jam sebelas. Harus tidur! Harus tidur!" ucap Ita sambil berlalu pergi.

Raga mengawasi punggung kecil itu. Tangannya tanpa sadar menepi ke tempat di mana tubuhnya mengalami kejanggalan.

Ya, jantung! Raga menepikan tangan ke dada. Memastikan detaknya yang terlampau cepat tidak seperti biasa. Sejurus kemudian sudit bibirnya tertarik. Menciptakan senyum paling indah yang tidak pernah ia tunjukan kepada siapa pun.

^^^^^^

Ita menatap nanar pada meja kerjanya. Lima hari yang lalu ia masih bisa tersenyum dan menanggapi guyonan Sera yang menggodanya. Namun, ini sudah ke lima kalinya. Ini tidak benar!

Kemarin rutin mengirim setangkai bunga mawar tanpa sepatah kata dan sekarang anonim itu merubahnya jadi boneka kembar. Yang lebih membuat Ita syok adalah inisial di kaos masing-masing boneka.

Tidak tau ini hanya bentuk overthingking atau bagaimana. Tapi, inisial Z di kedua boneka itu benar-benar mengganggunya.

Di masa ini tidak ada yang tau dirinya kembali dari masa depan. Lalu bagaimana bisa ada kebetulan seperti ini?

"Ita?"

"Ta?"

Ita menoleh ketika beberapa kali namanya disebut, "ada masalah?"

"Nggak kok," elak Ita.

Raga sempat menaruh curiga sebelum ditepis oleh ajakan Ita yang menyuruhnya segera berangkat ke tempat tujuan. Setelah hari itu bisa dibilang hubungannya dengan Raga mulai membaik.

Menurut Ita, Raga di masa ini belum sebajingan masa itu. Walau terkesan dingin dan angkuh. Ternyata Ita masih bisa menerimanya. Buktinya ia masih bertahan sampai sekarang.

Atau memang laki-laki di depannya ini yang berusaha berubah? Ita menggeleng-gelengkan kepalanya ketika logika aneh muncul. Tapi, sikapnya itu wajib dipertanyakan! Apa dia juga kembali dari masa depan?

BUGH!

"Aduh!" pekik Ita ketika tidak sengaja menabrak punggung Raga yang berhenti mendadak.

Mata Raga tertuju pada divisi HRD, memantau pekerjaan karyawan dari balik kaca bening. Mereka tidak ada yang tahu sebab sibuk kecuali satu orang.

Manik Ita bertemu tatap dengannya. Seulas senyum tercipta. Ita sengaja melambai untuk menghargai dan diikuti juga oleh laki-laki itu.

"Kamu kenal dia?" tanya Raga tiba-tiba.

"Iya. Kemarin Kak Seno bantu buat narasi moderator.

Spontan Ita menoleh saat mendengar decakan dari bibir Raga. Apa itu halusinasinya saja? Wajahnya masih datar seperti biasa. Mereka melanjutkan jalan kembali tanpa komentar apapun.

^^^^^^

"Kamu dimana?"

"Di kantor. Ini mau siap-siap pulang. Kenapa Sa?"

"Aku jemput."

"Nggak usah Sa. Aku bawa motor."

Riwayat chat itu menggantung begitu saja dengan centang dua. Ita paham watak Hesa, ia pasti sudah jalan kemari. Ia memutuskan ke depan kantor.

Seolah takdir merestui pertemuan itu. Mereka tiba berbarengan tanpa ada salah satu menunggu.

"Pas banget ya," saut Ita setelah Hesa membuka kaca mobil.

"Tumben bawa mobil?" tanya Ita setelah memastikan seatbeltnya terpasang.

"Lagi pingin," jawab Hesa singkat. Hesa yang murah senyum itu agak berbeda hari ini. Ita memastikan kembali dengan mendekati wajah Hesa.

"Kamu sakit?" tanya Ita sembari mendaratkan tangannya ke kening Hesa.

"Nggak kok."

"Banyak tugas?"

"Nggak juga."

"Terus kenapa muka mu bad mood gitu?" tanya Ita to the point.

Tampak Hesa menarik nafas lalu menghadap gadisnya, "kamu baik-baik aja?"

"Of course! Nggak pernah sebaik ini sebelumnya."

"Jadi kamu nggak merasa terancam sama bunga mawar itu?"

DEG! Dari mana Hesa tau?

"Sayang," panggil Hesa sembari menggenggam jemari Ita, "Kalau ada apa-apa cerita ya. Masak aku tau dari orang lain. Aku masih pacar kamu kan?" tanya Hesa agak canggung. Ada keraguan di tatapannya. Seolah takut gadis yang tercetak di bola matanya itu tiba-tiba hilang.

"Tina yang kasih tau?" tebak Ita. Karena hanya Tina saja orang luar yang tau. Tidak ada respon hanya tatapan khawatir yang tertera di sana.

"Bukannya aku nggak mau cerita. Aku nggak mau ribet aja."

"Cuma kasih kabar aja Ta. Lewat chat bisa. Kalau malas ngetik kamu bisa telpon. Apa itu telalu ribet?"

"Bukan teknisnya Sa! Aku cuma males memperpanjang masalah. Maksud ku ini urusan kantor. Nggak usahlah di bawa-bawa keluar. Orangtua ku aj nggak tau!"

"Ini teror Ta! Hal yang menyangkut pribadi dan keselamatan kamu!"

"Apaan sih Sa! Nggak usah parno deh! Anonim itu cuma kirim bunga mawar. Nggak ada yang bahaya dari mawar!"

"Bukan itu intinya!" Hesa mengacak rambutnya kesal. Ia sadar tindakannya ini akan menyulut perdebatan. Tapi, ia tidak bisa mengontrol diri sejak mendengar teror itu.

"Aku mau kita saling komunikasi. Ada masalah ya cerita. Cuma itu aja Ta."

"Gimana aku mau cerita. Kamu pun nggak pernah cerita apapun ke aku. Apa itu yang namanya saling komunikasi? Nggak Sa! Itu namanya komunikasi satu arah!"

"Bukannya aku nggak mau cerita. Aku nggak mau bebani kamu...."

"Tck! Aku ngerasa jauh sama kamu Sa.... Bukan karena kita jarang ngabisin waktu bareng. Aku sadar selama ini ternyata dinding pembatas kita itu cuma sikap tertutup mu!"

DEG!

Tbc

1
Nahda Nabila
luarbiasa
charis@ŕŕa
up lg donk
charis@ŕŕa
selalu terbaik
kpn up lg thor
charis@ŕŕa
kak part satu ny mn?? tahun baru nich bikin greget aj se
Nur Hayati
kasihan raga juga y
charis@ŕŕa
waduh....bingung nich
......

hesa apa raga y...🤔🤔🤔🤔🤔⁉️⁉️⁉️⁉️
charis@ŕŕa
lanjut thor...raga gmn nich
Nur Hayati
sedih.... klo ujungnya ita meninggal juga sm j bohong kehidupan kedua y... padahal ud g sm raga tp msh juga... hehrh
charis@ŕŕa
OMG thor.......
q kehabisan kata".....
lg dong thor part ny
LaDDy KhayNaz
novel kedua yg kubaca dan certanya berakhir sad end galau
charis@ŕŕa
gk ad flash back setelah kecelakaan t???
Linda: Okee. Kalo badan masih sehat. Insha Allah up tiap hari
total 6 replies
Nur Hayati
iy cm yg jd misteri dia meninggal kenapa y? klo ita kan kecelakaan... trs bukannya raga selingkuh sm shasha
Linda: Nanti ada penjelasannya. pantengin terus yaa 😀
total 1 replies
Nuraini Aini Aza
berarti raga ikut kembali kemasa lalu ya Thor???
Linda: Iyes. Nanti bakal ke jawab semua
total 1 replies
Nur Hayati
kayanya sama2 mengulang waktu... ita pas hbs operasi, raga pad kecelakaan n koma
charis@ŕŕa
masih misteri....
iini msih pov ita....
pov raga nya blm....😄😄
Nur Hayati
suka klo lihat dihidupkan kedua. cm klo dikehidupan pertama kenapa cuek y. bahkan g sadar bininya yg ketabrak
Nur Hayati
up lg
Nur Hayati
apa sasa yg dipilih lg?
nuke
semoga fano bisa masuk penjara.
charis@ŕŕa
kok seperti misteri ya....
khidupan sebelum it mninggal raga berkhianat tp stelah kehidupan ke-2 kok raga ud knal ita ....
pusing kn jd ny??? tlong dong buka tabir chaya ny.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!