NovelToon NovelToon
Permata Hati Sang Mantan Preman

Permata Hati Sang Mantan Preman

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:148.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Dharris S

cerita ini berkisah tentang perjuangan seorang mantan preman dalam mengubah nasibnya dan mengangkat harga dirinya.

dia yang telah memutuskan pensiun dari dunia premanisme, harus pulang kampung, setelah dua tahun merantau. pulang dengan status jobless, sangat mengganggu pikirannya. apapun dia kerjakan selagi halal dan menghasilkan uang. tak peduli kotoran manusia sampai harus mampir ditubuhnya.

pertemuannya dengan seorang biduan cantik, telah mengembalikan semangatnya. dari biduan itu, dia dapat pekerjaan yang layak. dan dari biduan itu pula, dia mulai merasakan apa itu cinta. cinta yang sebenar-benarnya cinta.

lain sang biduan, lain pula orang tuanya. menghina dan mencaci seolah menjadi ciri khas mereka. selain pula satu hal lain yang sangat khas dari mereka, matre. banyak yang mundur karena dua hal itu.

berhasil memikat hati sang biduan, tak lantas mudah memikat hati orang tuanya.

apakah sang mantan preman ini mampu menaklukkan hati orang tua sang biduan?
ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Dharris S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tak hadir bukannya boleh tak mau tahu

Huwannuru yahdil kha irina dziyau hu...

Tiba – tiba, sebuah panggilan, masuk ke ponsel Budi. Sebuah panggilan video. Budi tersenyum membaca nama yang tertera pada layar. Nama yang sedari tadi dia tunggu, tapi belum juga muncul sampai sekarang.

“Halo, assalamu’alaikum, Bud” sapa orang di seberang telepon.

“Wa’alaikum salam” jawab Budi.

“Loh, udah di rumah, Bud? kapan pulang?”

“Udah, Del. Belum lama” jawab Budi.

“Ya Alloh, maafin aku, Bud. aku nggak bisa cancel jadwal ini. Mana di luar kota lagi. Nggak bisa dadakan”

“Iya, nggak papa. Ada Erika, sama orang – orang kantor tadi, yang nganterin”

“Oh, ya? Alhamdulillah. Syukur, deh kalo gitu”

“Kamu cantik banget dandannya. Yang hajatan, pejabat, ya?” goda Budi.

“Ye, emang biasanya aku nggak cantik, gitu?” tanya Adel dengan gaya merajuk.

“Ini lebih cantik, del. Sumpah deh, ini beda. Cantik banget, suer” jawab Budi.

“Aw, makasih” kata Adel manja.

“Eh, ibu mana?” lanjutnya.

“Oh, ada. Bentar”

Budi masuk ke dalam rumah, dan memberikan ponselnya kepada ibunya. Adel langsung pecah tangisnya begitu melihat senyum bu Ratih. Bu ratih malah bingung, mengapa Adel menangis?

Adel meminta maaf, tidak bisa menjenguk saat bu Ratih akan pulang. Putri membisikkan sesuatu pada ibunya mengenai Adel. Dan langsung ditanggapi Adel dengan tersipu malu.

Bu Ratih manggut – manggut dan tertawa kecil. Gantian Adel yang kebingungan, dengan apa yang dibisikkan Putri. Tapi apapun itu, adel mengatakan kalau sekarang dirinya bisa lega. Mengetahui bu Ratih sudah berada di rumah dengan selamat.

****

Pagi ini, Budi belum masuk kerja. Dia meminta ijin pak Paul untuk mengurusi dagangan ibunya yang kemarin ditinggal begitu saja. Ijin diberikan.

Menjelang siang, Budi baru selesai melakukan perhitungan dagangan dengan juragan penyuplai ikan. Walau sempat berseteru dengan Sugondo, tapi Budi tetap membayarkan apa yang menjadi kewajiban ibunya terhadap juragan ikan yang satu itu.

Pun begitu dengan dengan tanggungan ibunya kepada sepupunya. Saat dia ke rumah sepupunya itu, ternyata mereka malah pergi ke rumahnya, untuk menjenguk ibunya. Tinggallah pak Janto, yang baru pulang dari tulungagung.

Budi menumpang beristirahat sebentar di rumah sepupunya. Saat sedang beristirahat, dia teringat dengan pekerjaannya. Dia berpikir, walau tidak bisa hadir secara fisik, bukan berarti tidak bisa mengetahui perkembangan terkini.

TUUUUT

Dia menelpon Aldo, orang yang memposisikan diri sebagai atasan di PPIC.

“Halo assalamu’alaikum” sapa Aldo

“Wa’alaikum salam”

“Gimana kabar ibu kamu, Bud? udah sembuh kan?”

“Alhamdulillah, udah bisa menikmati makanan. Udah nggak pahit katanya”

“Alhamdulillah”

“Eh, Do. Hari ini ada info apa dari sales?”

“Lah, kamu ngapain mikirin sales? Emang udah kelar urusan di rumah?”

“Belum sih, masih satu lagi. Orang aku samperin, tuan rumahnya malah ke rumahku. Nggak ketemu, deh”

“Loh, ha ha. Kok bisa?”

“Ya, karena nggak janjian, sih”

“Oh, gitu. Ya udah, kelarin aja dulu. Insya Alloh, masih terkendali”

“Terkendali? Wah, delay lagi nih. Kemarin delay berapa lama?”

“Siapa yang bilang delay?” kilah Aldo.

“Halah, kaya baru kenal kemarin aja, Do. Level tertinggimu kan, aman. Kalo terkendali itu, ya ketutup sih, targetnya. Cuman delay. Awal – awal kan gitu”

“Ha ha ha, jeli juga, kamu. Jangan – jangan, sizenya Stevani kamu ngerti, lagi?”

“Ha ha ha, hubungannya apa size Stevani sama delay? Kita produksinya kursi, bukan kutang” kilah Budi.

“Ha ha ha ha. Bisa aja lu ngelesnya. Eh tapi emang, sih. Kemarin agak keteter. Pesanan buat ke mandalika, baru tercover jam delapanan”

“Yang ekspor?”

“Yang ekspor aman. Aku duluin. Ngorbanin yang buat mandalika”

“Terus sekarang?”

“Targetnya masih sama. Kayaknya bakal lempeng deh, selama seminggu ini. Cuman problemnya, ya itu. Finishing” jawab Aldo.

“Semuanya?”

“Ya. Kan segeng. Lagian, mana berani mereka ngelawan perintah Dino”

“Oke. Mengenai mereka, biar aku yang urus. Tapi aku boleh liat progress di frame nggak? Kamu pegang, kan?”

“Oh, iya, ada. Share WA, ya?”

“Sip, aku tunggu ya. Makasih. Assalamu’alaikum”

“Yo, sama sama. Wa’alaikum salam”

Budi memutuskan sambungan telepon. Tak seberapa lama kemudian, ada sebuah pesan masuk. Pesan berisi data tentang progres produksi pagi ini. Menurut perhitungan Budi, kalau kinerjanya konsisten begini terus, akan ada delay yang lebih lama lagi.

Tanpa Budi sadari, ternyata pembicaraan mereka didengarkan oleh banyak orang. Karena ternyata, Aldo sedang dalam acara meeting dengan para division head. Dan tentunya, ada Pak Paul juga, yang bertindak sebagai penyelenggara.

Tindakannya menelepon Aldo, dijadikan contoh oleh pak Paul. Bahwa, berhalangan hadir bukan berarti berhalangan untuk tahu situasi terkini di tempat kerja. Pertanyaannya adalah, seberapa peduli orang itu kepada tugas dan pekerjaannya.

Saat pak Paul asyik menjelaskan, di tempat lain, Budi sedang sibuk menyiapkan bahan untuk berdebat dengan gengnya Dino.

Pertama – tama, dia meminta bantuan pada Ratna, untuk memberikan data keluarga mereka. Untungnya Ratna kooperatif. Jadilah dia punya bahan untuk mendesak Dino dan kawan – kawannya.

*TUUUUUT*

“Halo, berani banget lu nelpon gua. Ada apa?” sapa Dino dengan nada tinggi.

“Wee, langsung diangkat. Pasti lagi mainan handphone, ya?” jawab Budi.

“Apa urusannya sama lu? Urus aja ibu lu noh. Modar, aja, nangis lu” hardik Dino. Budi mulai terpancing emosinya. Tapi masih berusaha kalem.

“Ini juga lagi ngurusin ibu. Cuman tadi dapet kabar kurang enak dari pabrik. Ternyata bener”

“Suka – suka gua lah. Lu aja bisa libur. Kenapa gua nggak bisa rehat?"

“Aku sih nggak mikirin kamu. Tapi bapaknya Salwa, Zidan, Sofia, dan Inka”

“Eh, kenapa lu nyebutin anak – anak kita, ha? lu mau main kotor? Banci, lu” sahut temennya Dino, itu suaranya Pujo.

“Ha ha ha, di loud speaker ya”

“Eh jawab, banci!” teriak Pujo lagi.

“Hem, pantes, mas Pujo ada di urutan teratas”

“Urutan apa?” tanyanya masih sengak.

“Urutan orang yang akan di PHK” jawab Budi. Untuk sesaat, mereka terdiam.

“Eh, siapa yang berani mecat kita, ha?” tanya Dino.

“Ya perusahaan, lah. Perusahaan yang punya duit. Masa aku?’

“Terus, maksud lu apa, ngasih tau kita, ha? lu pikir kita takut? Pecat aja! nggak takut, gua”

“Ya, sih. Aku tahu itu. Perutmu cuman satu. Makan pisang sebiji juga kenyang. Tapi masa sih Salwa, Zidan, Sofia, sama Inka, mau dikasih pisang rebus mulu? Apa nggak nyromet tu, ibunya?” jawab Budi.

“Enggak bakalan, banci” sahut Budi.

“Yah, emang ibu mereka, istri kamu? Kok kamu bisa pede gitu ngomong nggak bakalan?”

“Ya pede lah. Lagian apa alasan perusahaan ini mecat kita, ha? apa alasannya Paul mecat kita?”

“Pendapatan perusahaan turun, gara – gara kalian” jawab Budi.

“Ha ha ha ha. kapan emang si Paul pernah bilang untung?”

“Kemarin”

“Kemarin kapan? Kemarin lu nggak ada juga”

“Itulah bedanya aku sama kamu. Pak Paul sih kalo sama aku, nggak perlu nunggu aku di pabrik. Di rumah juga bisa. Tapi percuma juga sih aku bilangin. Intinya aku mau kasih tahu itu aja. Kalo sama aku aja, pak Paul udah curhat begini, artinya bukan main – main. Delay kemarin, udah bikin seret pemasukan perusahaan. Kalo diitung setahun, nggak bakal ada untungnya" kata Budi. Mereka tidak menjawab.

"Kalo hari ini sama besok delay lagi, perusahaan bisa kena penalty. Besaran penaltynya, sama dengan gaji setengah karyawan. Kalo sampe itu terjadi, lusa akan dimulai pengurangan karyawan bertahap. Dan mas Pujo ada di urutan pertama. Disusul mas Dirman, Sapta, dan Erik" lanjut Budi. Belum ada tanggapan dari mereka. Tapi sudah ada gerakan gelisah.

"Aku harap mas pujo cs mikirin Salwa, Zidan, Sofia, sama Inka. Mereka belum ngerti urusan ego dan harga diri. Mereka tahunya cuman jajan sama main. Jangan sampe mereka nangis cuman gara – gara bapak – bapak nggak bisa beliin jajan apa mainan. Alamat disewotin dari pagi sampe malem. Percaya deh!” lanjut Budi lagi.

“Kenapa Dino nggak kamu sebut? Dia nggak masuk daftar?” tanya Dirman.

“Ha ha. sebenernya dia nomor satu, mas Pujo nomer dua. Tapi karena perutnya cuman satu, jadi nggak aku sebut. Aku sebut mas Pujo duluan, karena perutnya udah tiga. Apalagi mas Erik. Mau empat, kan?”

“Oh, iya” suara Erik terdengar pelan.

“BANG***”

TUUUUT

1
Samsul Rijal
Luar biasa
Ina Yulfiana
ikut seneng dech pda bahgia gitu...


jangan End dlu bnyak²in extra part'a

next semngt sukses selalu
Dharris Tio: mata batin yang terbuka
total 4 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
beneran ini end kk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : sama2 kk
total 4 replies
rinny aphrystanti
masih ada kan extranya...
kan itu koper belum tau isinya..
Dharris Tio: halo kak. aku ada karya baru nih. mampir dong. ada lanjutannya adel sama budi lho
total 2 replies
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
rinny aphrystanti
lanjut lagi kak extra partnya yg banyak
Dharris Tio: lah. nambah chapter dong, kalo banyak 🤔
total 1 replies
Dharris Tio
baru jua nikah kak.
Elisa Damayanti
ayo ditambah lg extra part-nya y kak.,.
Dharris Tio: masih ada kak. beberapa lagi
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
thl end nya aja nieh... hapy hapy... wkwkwk
lnjut kk thor sllu d tgu
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : ok kk thor smgt yah... dan jg kshtn kk
total 2 replies
Ina Yulfiana
aahhh gk sbr nunggu kebahagiaan yang melengkapi keluarga baru adel budi dech semcm adel cpt hamil gitu lebih menakjubkan ...


next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana: heheh biar lengkp gitu kebahgiaan budi adel setlh sekian lma perjuangan untuk bisa bersatu...🤭🤭🤭
total 2 replies
Elisa Damayanti
kpn dpt kbr Adel nya hamil
Ina Yulfiana
setelh ini kebahgiaan yang menghampiri keluarga budi dan adel....
terharu sekali q😭😭


next semngt sukses selalu
Elisa Damayanti
habis MP trs dibikin sedih......
Elisa Damayanti
kecapean malam pertama jadinya g muncul2... .ayo dong kak cepet up lg ....
Ina Yulfiana
q jadi senyum² sendiri nich ngebayangin gimana romantis'a Adel cm budi bkin pra junior biar cpt hadir d perut adel...

next semngt sukses selalu
Dharris Tio: kak ina pengen juga ya? hi hi hi. disegerakan saja kak.
total 1 replies
Elisa Damayanti
lega n plong.....ternyata tata tetep jd permata dihati nya Abram.....
Dharris Tio: bisa tidur nyenyak malam ini ka
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
yu hu... kira2 ntar peresmian pernikahan adel nyanyi lg kyk dlu kk
berasa kyk premen nano2 gtu deh.. mantap kk thor... smgt juang jg 45 bikin karya trus smg suatu saat mkin bnyk d kenal org slm sukses kk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : wkwkwkwk... jstru yg gosong yg enak kk wkwkwkk
total 2 replies
Elisa Damayanti
otw malam pertama nih.....
Dharris Tio: kak elis mau?
total 1 replies
Ina Yulfiana
ach ikut senng pa lg ps kta "Sah" bkin terhru lo ingt bagaimana perjuangan adel ma budi waktu msih pcrn ...


next semngt sukses selalu
Dharris Tio: tapi kak ina tersingkir. gimana dong🤭🤭🤭
total 1 replies
Elisa Damayanti
ayo dong kak, lanjutannya mn nih....
Dharris Tio: halo kak. aku ada karya baru nih. mampir dong. ada lanjutannya adel sama budi lho
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!