NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Sang Pelakor

Terjerat Gairah Sang Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Selingkuh / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: R.angela

Rayana Hasianna, tidak pernah menyangka rumah tangga yang sudah dibina selama 2 dua tahun, harus kandas di tangan pelakor yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.
Rayana tidak pernah menyangka kalau sore itu dia akan melihat ranjang yang selama ini menjadi milik pribadinya bersama suami, harus digantikan oleh, Lani, sahabatnya sendiri.

Bertekad ingin membalas dendam atau menyelamatkan rumah tangganya, Ray memilih pura-pura tidak mengetahui perbuatan mesum kedua orang yang sangat dia sayangi itu.

Bagaimana kisah Ray? akankah hati yang sudah hancur berkeping-keping bisa ditata kembali?

Akankah Ray berhasil mendapatkan cinta suaminya lagi, atau memang takdir berkata lain?

"Aku mungkin bisa memaafkanmu, tapi tidak untuk melupakan, rasa sakit ini." - Rayana Hasianna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Kemeja berwarna Navy itu sebenarnya sangat bagus, bahannya lembut, dan Raya juga membelinya di mall paling dekat dengan rumahnya. Dia hanya punya waktu satu jam malam itu sebelum berangkat ke rumah Nani untuk menghadiri pesta ulang tahun itu.

Bagi Raya kemeja seharga 450 ribu itu sudah termasuk mewah. Hanya itu kesanggupannya. Sebenarnya kalau mau jujur, harga segitu justru terlalu mahal untuk sebuah kemeja. Dulu saja, kemeja Dika paling mahal dia beli harga 250 ribu. Karena Raya tahu standar Elrick jauh di atas Dika makanya dia beli yang harga dua kali lipat.

Paginya, Raya memeriksa paper bag yang dia yakini dia lempar di belakang sofa, tapi nyatanya tidak ada. Untuk menanyakan pada orang di rumah itu, dia malu, terlebih pada Oma. Wanita itu pasti mengintrogasi isi paper bag itu. Jadi, Raya memutuskan untuk melupakan saja. Toh, tidak mungkin Elrick mau menerima pemberiannya, pikir Raya menghela napas.

***

"Apa lagi kali ini yang kau borong? tagihan sudah membludak, sampai habis limit!" seru Dika siang itu. Dia sengaja pulang ke rumah menemui istrinya yang saat itu dia dapati sedang maskeran di kamar.

Lani sudah keterlaluan. Hidup boros tanpa memikirkan apapun. Kalau hanya mempekerjakan seorang pelayan, mungkin Dika bisa mentolerir, tapi ini dua orang. Padahal dulu, semua urusan rumah tangga selalu beres di tangan Raya, tanpa adanya bantuan asisten rumah tangga.

"Kasihan kuku aku, Mas kalau harus turun tangan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Lagi pula, kalau aku cantik dan merawat diri begini, kan Mas juga yang bangga," ucapnya tidak mau dipersalahkan.

"Iya, tapi gak sekali dua juga kau pekerjaan. Sekarang jawab, apa lagi yang kau borong kali ini?"

"Gak ada, Mas. Hanya jam tangan, cuma 80 juta aja kok."

Dika ingin sekali menampar wajah Lani. Istri tidak tahu diuntung itu bisa-bisanya menghamburkan uang sementara Dika saat ini dalam keadaan kesusahan.

"Apa yang kalian ributkan? setiap hari kalian bertengkar. Ibu sudah tidak tahan, Dika. Ibu mau pulang saja." Titin yang mendengar suara anaknya keluar dari kamar. Setiap terjadi pertengkaran antara keduanya, Titin hanya bisa menelan amarah. Dia ingin menjambak menantu bi*adab nya itu, tapi dokter sudah berpesan, kalau dia harus mengontrol emosinya. Lagi pula, tidak ada orang yang ditakuti Lani. Merasa di atas awan, siapa pun yang kini ingin menegurnya pasti langsung dilawan. Predikat sebagai istri Dika membuatnya semakin congkak.

"Maaf Ibu, kalau pertengkaran kami buat istirahat ibu terganggu."Dika mendekat, memapah ibunya duduk di sofa.

"Ini adalah karmamu. Dari awal ibu tidak setuju kau menikahi wanita sundal itu, lihat apa yang sudah dia perbuat padamu. Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya!" umpat Titin.

"Ibu kalau ngomong hati-hati! Sebelum berbicara, jilat dulu bibir ibu, biar gak asal ngomong!" ujar Lani bangkit dari duduknya. Membuang masker yang saat itu menutupi wajahnya.

"Kau mau apa? memang benarkan? kau dan ibumu tidak jauh beda. Perayu suami orang. Harusnya kau sadar diri, derajatmu sudah diangkat anakku, tapi kau justru bertingkah kurang ajar dan juga sombong. Ingat dari mana asalmu!"

Kalau bukan orang tua Dika, Lani pasti sudah menampar wajah Titin, merobek bibirnya dan mencekik leher wanita tua itu.

"Kalau ibu tidak suka padaku, itu hak ibu, tapi tolong jangan bawa-bawa ibuku. Aku gak terima. Asal ibu tahu, aku bisa aja minta mas Dika mengusir ibu. Aku ini istrinya!"

"Dasar wanita ******! Dika, kau dengar apa katanya? kalau memang kau tidak bisa mendidik istrimu, biar ibu saja yang lakukan!" Titin berdiri menjambak rambut Lani. Dia sudah tidak peduli jika jantungnya kumat lagi. Yang terpenting dia bisa melampiaskan amarahnya pada Lani.

"Mas Dika, tolong. Ibu kamu sudah gila, Mas. Tolongin aku. Rambut aku sakit, Mas," ucap Lani berusaha melepaskan rambutnya dari tangan ibu mertuanya.

"Ibu... ibu... cepat lepaskan, Bu. Pikirkan kesehatan ibu. Lepaskan Lani, Bu," kata Dika sembari melepas tangan Titin yang kuat menjambak rambut panjang Lani yang baru saja dia smoothing.

Tenaga Titin terkuras, lagi pula Dika sangat kuat menariknya, hingga mau tidak mau Titin melepas rambut Lani. "Dika, usir dia dari sini!"

"Enak aja main usir. Aku ini istri Dika. Sebaiknya ibu yang pergi. Anak itu kalau sudah berumah tangga, jangan suka ikut campur dengan urusannya. Ibu jadi benalu di rumah ini," ucap Lani setengah berteriak.

"Lani!" bentak Dika tidak terima atas penghinaan nya terhadap ibunya.

"Lihat, kau lihat. Wanita ini sudah tidak punya rasa hormat sedikitpun! Dika, sekarang kau pilih, kau usir dia dari rumah ini atau ibu pergi dari sini!" Titin terduduk, jantungnya berdetak kencang, dan terasa sesak. "Lebih baik kau cari Raya, ajak dia rujuk. Kembali padanya. Kalau kau mempertahankan wanita sundal ini, hidupmu akan menderita!"

"Heh, ibu tua. Jaga ucapan ibu, Seenaknya saja membandingkan aku dengan Raya. Asal ibu tahu, kenapa mas Dika memilih aku, karena cuma aku yang bisa memberikan kepuasan padanya, tidak seperti mantan menantu mu yang norak itu!"

"Walau begitu pun, dia adalah wanita terhormat, patuh pada suami dan juga bersih hatinya, tidak seperti kau! Dasar sampah! Kau dan ibumu adalah pelakor yang menjerat suami orang dengan hasrat terlarangnya!"

"Aku bilang jangan bawa-bawa ibuku!" Lani sudah melangkah, ingin menampar wajah Titin.

"Lani!" Bentak Dika hingga menyurutkan niat wanita itu. Wajahnya memerah penuh amarah.

"Ibu akan pergi dari sini! Tidak sudi satu atap dengan ular ini! Besok ibu akan kembali ke desa!"

Mata Dika membulat. Hidupnya sudah seperti di neraka. Bagaimana mana mungkin dia bisa memilih antara istri dan ibunya. "Ibu, jangan begitu. Aku sudah menikah dengan Lani. Baik buruknya, dia adalah istriku."

"Jadi kau lebih memihak padanya? baiklah kalau begitu. Ibu rasa tidak ada lagi yang bisa ibu lakukan untuk menyelamatkan mu dari wanita iblis ini. Ibu yang akan angkat kaki dari sini!" ucap Titin dengan perasaan terpukul.

"Ibu, aku mohon, jangan begitu. Tinggallah di sini," ucap Dika berlutut di depan ibunya.

"Biarkan saja, Mas. Sudah saatnya ibu pulang. Aku juga gak ingin orang lain ikut campur dengan rumah tangga kita!"

"Cukup!" Sebaiknya kau masuk ke kamar!"

Lani terkejut setengah mati. Itu kali pertama dia dibentak Dika dengan penuh amarah. Matanya gelap penuh kemarahan. Sebaik apapun dia nanti meliuk di atas tubuh Dika, tidak akan bisa meredam amarah pria itu saat ini. Lani mengamankan posisinya, memilih mundur untuk menang, mengikuti perintah Dika untuk masuk ke kamar.

"Ibu, jangan pergi," Dika mencium tangan Titin dengan air mata yang menetes. Anak ibu itu saling diam dengan air mata di pipi mereka. Kembali teringat pada satu sosok yang sudah mereka sia-siakan, sudah mereka rendahkan bahkan Titin sudah memaksanya pergi dari rumah ini secepatnya.

"Raya..."

*

*

*

Mau lanjut, komen dulu dan jangan lupa bagi hadiah ya kak 😁

1
falea sezi
laris doyan apa gmna ciuman masih aja di lanjut
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
Surati
bagus
Haerul Anwar
TOLOL LU ANJING SUKA SAMA PEMERKOSA LU DASAR LACUR ANJING
Dessy Arisandy: Goblokkkk siaa
total 1 replies
yuiwnye
wkwkwkkk bener Lani, takut dosa tp berzinah 😎
Nora Asdi
pernah juga kayak gitu di cium spontan leh c doi fish time, berbulan ngak boleh lupa dn jantung mcm mau copot🤣🤣🤣🤣 thooorrrr😂😂
Mamah Kekey
baru baca udah tegang nyesek...
kimiatie
apa nak di takutkan bukan nya raya hamil luar nikah Dan sekarang semuanya sudah berlalu...terus terang sahajalah...yang sifat raya ini pelik sikit
kimiatie
geram sudah saya dengan sikap lembut raya...itu pun harta gak nya sebab emas dia yang digadai untuk memulakan usaha mereka....hisssss
kimiatie
kemana tumpahnya kuah kalau tidak ke nasi🤦🤦
Catur Setyaningsih
Kecewa
pipi gemoy
👍🙏🌹
Mujiyanti
itu jodohnya raya, nanti pasangan ini di karuniai ank 2 yg cakep2 ya thorr
Mujiyanti
setiap novel kok wanitanya yg selalu bego, bego kok di pelihara to ya raya
Kusii Yaati
ya ampun El kamu kira istrimu itu sungokong apa sampai harus manjat lemari segala😂😂❤️
菲菲 Dwi L Arema
Bisa tidak raya jgn klemer klemer nangis tok
Mulyati Wahyuni
jangan crta sprti sinetron buntut buntut nya drama ga penting udh baca serius malah ntn sinetron
Kitashiro Nauko
onde Mande.... keren bener Abang el
Author_Ay: Subscribe + Ulasan

like, vote dan komen

NONA galak & tuan posesif
total 1 replies
Kitashiro Nauko
mantap
Author_Ay: Baca novel ku judulnya Istri Amnesia Tuan Kaisar

Subscribe dan beri ulasan bintang kemudian like vote dan komen
total 1 replies
Kitashiro Nauko
kyak nya seru deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!