NovelToon NovelToon
THE QUEEN'S OF?

THE QUEEN'S OF?

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Identitas Tersembunyi / Teen School/College / Tamat
Popularitas:149.4k
Nilai: 5
Nama Author: PINNKYBUBBLE

Tentang Shaqueena Azzaella Georgie kerap disapa Queen ini, mencari tahu kebenaran yang tersimpan selama ini.

Teka-teki dan teror sudah biasa menghiasi kehidupan Queen. Namun dia harus mencari tau dalang dari kekacauan yang terjadi selama ini.

Pertemunya dengan cowok bernama Arshaka Davendra Bratadikta yang ternyata seorang ketua Ravenska geng yang memiliki sejuta rahasia membuat dirinya dalam masalah yang besar.

Satu persatu masalah datang kedalam hidupnya. Teror demi teror semakin bertambah, dan juga dendam seseorang yang semakin mendarah daging.

***
"Lo itu cuman orang baru yang gak tau apa-apa! Lo juga gak tau kan, siapa dia sebenarnya? Jadi jangan sok tau lo!" ucap Queen.

Gue tau siapa dia sebenarnya Queen! batin Arshaka lagi.

"Kalau Lo tau siapa dia! Gak usah dibela g*blok!" ucap Queen sangat emosi.
***

Mampukah Queen bertahan dan dapat menyelesaikan semua teror serta teka-teki dihidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PINNKYBUBBLE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 31. KECOLONGAN DAN KEMARAHAN

...Hallo guys?...

...Kembali lagi dengan Pinnky disini....

...Gimana kabar kalian? Semoga baik-baik saja ya....

...Dari pada banyak basa-basi mending cus langsung baca aja....

...Jangan lupa like, komen, share, favorit and vote....

...Gak suka skip! No plagiat!...

...Happy reading dan semoga suka....

...*...

...*...

...*...

...Lo boleh ngelindungin mereka tapi inget kondisi lo juga! Kalau lo kenapa-kenapa gimana? Bukan cuma orang tua lo aja yang sedih tapi anggota-anggota lo juga! — Shaqueena Azzaella Georgie....

...Gue tau tindakan gue salah. Gue minta maaf. Gue ngelakuin ini buat lindungi mereka. Gue gak mau gagal jadi ketua mereka. — Arshaka Davendra Bratadikta....

...***...

Dengan langkah tergesa-gesa para anggota Ravenska geng menuju motor masing-masing termasuk Arshaka juga.

Sebenarnya Arshaka sudah dilarang pergi oleh anggota lainnya namun Arshaka harus pergi kesana karena ada hal mendesak.

Mereka dengan secepat kilat melesat dengan kuda besi mereka menuju markas bagian timur yang dimana ada orang itu disana.

“JANGAN SAMPAI KITA KECOLONGAN!” seru Arshaka yang memimpin dibarisan depan.

Sampingnya ada Haidar selaku vice leader-wakil ketua. Dibelakang mereka ada Quelez dan Regan selaku attack strategy-strategi penyerangan dan chemist-ahli kimia dan dibelakangnya lagi ada Zayden dan Byan selaku bagian security-keamanan dan bomb defuser-penjinak bom serta dibarisan belakang ada Ray selaku code breaker-pemecah kode dan anggota-anggota lainnya.

“SIAP KOMANDAN!” seru anggota Ravenska geng lalu mereka menambah kecepatan lagi. Kebetulan sekali Ray sudah mengatur agar lalu lintas tidak ramai dan banyak lampu hijau. Itulah kehebatan lain dari seorang Rayyan Putra Alfarizqi.

...***...

Setelah melewati perjalanan yang menegangkan akhirnya mereka sampai di markas bagian timur. Ternyata disana sangat sepi dan lampu-lampu disana mati bahkan ada kepulan asap didalam sana. Entah apa yang terjadi sebenarnya.

“Asap? Jangan-jangan?” guman Arshaka lalu berlari memasuki markasnya diikuti anggota lainnya.

Api berkobar tepat di depan ruangan dimana orang itu berada. Dengan tergesa-gesa Arshaka memasuki ruangan itu. Sialan! Mereka kecolongan!

“Sialan! Kita kecolongan!” umpat Zayden saat melihat kondisi markas yang porak-poranda serta para anggota baru yang sudah terkapar dilantai.

“B-bang, L-lean mas-” ucap Rehan, salah satu anggota Ravenska geng lalu dia pingsan.

Anggota inti maupun anggota non inti membantu anggota yang terluka keluar dari markas timur sebelum asap semakin pekat. Disaat kondisi seperti ini Arshaka yang tak ingin gagal menjadi ketua mereka pun menerobos masuk ke ruangan orang itu berada.

“ARSHAKA!” seru Haidar yang melihat Arshaka menerobos masuk.

“Susul dia! Bahaya di dalem sana!” ucap Quelez yang sedang membawa keluar salah satu anggota.

“Biar gue yang susul Bang Arshaka,” ucap Kafi lalu dia ikut menerobos masuk dan mencari ketuanya di dalam sana.

“Ayo kita keluar Bang! Bahaya disini!” ucap Kafi yang sudah berhasil menemukan Arshaka.

UHUK! UHUK! UHUK!

Pekatnya asap di ruangan itu membuat Arshaka dan Kafi terbatuk-batuk. Sumber kebakaran bersumber di ruangan itu.

“Gak! Di dalem sana masih ada Lean, Kaf! Mending lo aja sana yang keluar!” tolak Arshaka.

“Bang jangan nekat! Pikirin kondisi lo juga Bang!” ucap Kafi.

“Gak bisa Kaf! Gak bisa!” ucap Arshaka.

“Ya udah gue ikut lo cari Lean Bang!” ucap Kafi lalu dia dan Arshaka masuk menerobos asap yang semakin pekat.

Tepat di samping meja yang terbakar Lean terkapar dengan pelipis yang penuh darah.

“Lean!” seru mereka lalu membawa Lean keluar dari ruangan itu. Namun sialnya atap yang sudah rapuh karena terbakar jatuh dan mengenai Arshaka.

DUG! BRUK!

Dengan sekejap Arshaka tumbang dan pingsan akibat bongkahan atap itu mengenai punggung Arshaka. Api semakin membara di ruangan itu.

“Bang Shaka?!” seru Kafi kencang membuat anggota inti masuk ke dalam ruangan itu.

“Lo bawa Lean keluar dulu biar Arshaka kita yang urus,” ucap Haidar membuat Kafi segera membawa Lean keluar.

Mereka memadamkan api dengan alat pemadam dan air seadaanya. Perlahan api mulai padam namun tidak dengan di ruangan lainnya. Beruntung mereka dan Arshaka segera keluar secepat mungkin sebelum ikut terbakar dengan markas mereka.

Tak lama pemadam kebakaran dan ambulan pun datang membantu mereka memadamkan api serta membawa para anggota yang terluka ke rumah sakit terdekat.

Kini markas Ravenska geng bagian timur hangus terbakar, hanya menyisakan warna hitam akibat kebakaran itu serta beberapa puing-puing bangunan yang sudah tak terbentuk bangunan lagi.

Beruntung hanya sebagian yang terkena api jika semuanya mungkin akan mengalami banyak kerugian serta banyak korban.

...***...

Semua anggota Ravenska geng kini berkumpul di ruang IGD mereka sedang menunggu dokter yang sedang memeriksa Arshaka dan Lean.

Tak lama Dokter keluar dan memberitahu kondisi mereka. Mereka harus dirawat beberapa hari disana karena luka bakar yang mereka alami cukup serius.

“Kita kasih tau Mama Li kagak ya?” tanya Ray.

“Kasih tau aja. Tapi jelasin pelan-pelan biar gak panik,” ucap Quelez.

“Oke, lo aja tapi ya yang bilang. Gue takut salah omong,” ucap Ray.

“Biar gue yang kasih tau Mama Li nanti,” ucap Queen yang tiba-tiba datang dari arah belakang mereka.

“Eh, lo Queen. Kapan datengnya?” tanya Ray basa-basi.

“Barusan.” ucap Queen penuh dengan aura kemarahan dan kekecewaan.

Njir keknya si Queen bakal marah besar nih! Batin Ray.

Eh. Kok auranya ngeri ya?! Batin Byan langsung memalingkan wajahnya ke sembarang arah.

Queen sudah tau tentang berita itu jauh sebelum Arshaka diperiksa Dokter tadi. Dirinya tau jika markas Ravenska geng diserang serta mengalami kebakaran dari Gaga tadi. Waktu dia kembali dan tak menemukan Arshaka di ruang rawatnya.

“Kita pergi dulu ke ruangan sebelah,” pamit Quelez dan anggota lain ke ruangan sebelah Arshaka, yang berisi Lean.

Queen pun memasuki ruang rawat Arshaka dengan tatapan dinginnya serta memandang sekujur tubuh Arshaka dengan tatapan kecewanya.

“Kenapa sih lo harus kaya gini?” tanya Queen sangat kecewa dengan Arshaka.

...***...

Tak terasa hari semakin petang dan Queen masih setia menunggu Arshaka yang masih belum sadar sedari tadi. Entah berapa lama lagi Arshaka akan bangun dari pingsannya.

“Eugh…”

Perlahan-lahan Arshaka membuka matanya. Menatap binggung ruangan serba putih itu, sampai pandangannya tertuju kepada Queen yang tengah menatapnya dingin.

“Mau minum?” tanya Queen datar.

Arshaka mengangguk pelan sebagai jawabannya. Queen pun mengambil segelas air dan membantu Arshaka minum.

“Makasih,” ucap Arshaka.

“Hmm.”

“Lo kenapa?” tanya Arshaka binggung dengan sikap Queen saat ini.

“Gue kenapa? Harusnya gue yang tanya! Lo kenapa lakuin itu?” tanya balik Queen.

“Gue cuma mau selametin mereka. Gue gak mau gagal jadi ketua mereka,” jawab Arshaka menunduk dalam tak berani menatap wajah kecewa Queen.

“Niat lo emang udah bagus. Tapi pikirin diri lo juga! Masih untung cuma kena bagian punggung lo aja! Gimana kalau kena semua? Mau mati lo, hah?” tanya Queen.

“Kalau gue mati berarti tugas gue sebagai ketua mereka udah selesai,” jawab Arshaka.

“Kalau lo mati Mama, Papa lo gimana, hah?” tanya Queen kesal dengan pemikiran Arshaka.

“Lo boleh ngelindungin mereka tapi inget kondisi lo juga! Kalau lo kenapa-kenapa gimana? Bukan cuma orang tua lo aja yang sedih tapi anggota-anggota lo juga!” ucap Queen sangat murka dengan tindakan Arshaka ini.

“Gue bilang gini bukan karena gue gak peduli sama mereka! Gue peduli! Sangat-sangat peduli malah! Tapi bukan kayak gini caranya! Mereka butuh lo sebagai ketuanya! Kalau lo kenapa-kenapa mereka gimana?” tanya Queen.

“Kenapa lo cuma diem aja? Gak bisa jawab lo?” tanya Queen yang hanya melihat Arshaka diam tak berkutik.

“Kayaknya percuma deh ngomong gini sama lo! Ujung-ujungnya juga lo gak bakal peduliin omongan gue!” ucap Queen berjalan keluar namun tangannya ditahan oleh Arshaka.

“Jangan pergi!” pinta Arshaka.

“Gue tau tindakan gue salah. Gue minta maaf. Gue ngelakuin ini buat lindungi mereka. Gue gak mau gagal jadi ketua mereka,” ucap Arshaka.

“Gue tau niat lo baik! Tapi inget kondisi lo juga!” ucap Queen.

“Iya gue salah. Gue minta maaf. Jangan bilang ke Mama ya soal ini,” pinta Arshaka.

“Hmm.” dehem Queen yang masih enggan duduk.

“Ya udah duduk. Lo gak capek berdiri terus?” tanya Arshaka.

“Nggak!” jawab Queen singkat.

“Kalau Mama dateng terus lihat kita lagi berantem gimana? Nanti Mama tanya-tanya lagi. Emangnya lo mau?” tanya Arshaka.

“Enggak!” ucap Queen.

“Assalamualaikum, Shaka, Queen,” ucap Mama Li dengan raut wajah panik serta langsung menghampiri Arshaka.

“Waalaikumsalam, Ma,” jawab mereka.

“Shaka, mana yang sakit? Bilang sama Mama! Biar Mama panggil Dokter!” ucap Mama Li mengecek seluruh tubuh Arshaka.

“Ma, Shaka baik-baik aja kok,” ucap Arshaka mencoba menyakinkan sang Mama namun tanpa dia sadari malah membuat sang Mama tambah khawatir kepadanya.

“Baik-baik aja gimana? Kamu ini habis ke tabrak brankar loh!” ucap Mama Li.

“Ketabrak brankar?” guman Arshaka yang terdengar sang Mama.

“Iya! Kata Queen kan kamu habis ketabrak brankar karena tolongin dia, gimana sih masa gitu aja lupa!” ucap Mama Li.

“Oh, iya Shaka lupa Ma,” ucap Arshaka.

Ternyata Queen gak ngomong soal tadi ke Mama. Makasih Queen. Batin Arshaka.

Gue emang sengaja gak ngomong soal tadi ke Mama Li. Gue takut Mama Li bakal sedih, panik dan khawatir sama lo. Tapi gue juga gak tega bohongin Mama Li gini! Batin Queen.

Ya, Queen lebih memilih menyembunyikan soal tadi dari Mama Li karena dia tak ingin jika Mama Li tau kondisi Arshaka sekarang. Namun dia juga tak tega menyembunyikan semua ini dari Mama Li. Tapi mau bagaimana lagi dia harus melakukannya.

“Kamu ini baru ketabrak brankar aja udah pelupa apalagi ketabrak mobil! Udah pasti gak bakal inget Mama lagi!” ucap Mama Li.

“Gak lah Ma! Shaka gak bakal lupa sama Mama yang udah mengandung, melahirkan dan merawat Shaka sampai sebesar ini,” ucap Arshaka.

“Kamu ini bisa aja deh!” ucap Mama Li menepuk pelan pundak Arshaka yang terkena bongkahan tadi.

“Aww,” ringis pelan Arshaka.

“Kenapa? Ada yang sakit? Perasaan tadi Queen cuma bilang ke Mama kalau kamu ketabrak brankar tapi kok pundak kamu juga sakit Shaka?” tanya Mama Li.

Queen dan Arshaka saling pandang. Sepertinya Mama Li mulai curiga dengan apa yang terjadi sebenarnya.

“Kenapa kalian diem aja? Ada yang disembunyiin dari Mama ya?” tanya Mama Li.

“Ah, enggak kok Ma. Iya kan Queen?” tanya Arshaka.

“Iya Ma, enggak kok. Itu tadi Arshaka gak sengaja kebentur vas waktu ketabrak brankar tadi,” ucap Queen mencoba menyakinkan Mama Li.

“Oh, Mama kira ada yang kalian sembunyiin,” ucap Mama Li.

“Enggak kok Ma,” ucap Queen.

“Syukurlah kalau enggak,” ucap Mama Li lalu duduk.

“Duduk Queen, gak capek berdiri terus?” tanya Mama Li.

“Enggak kok Ma,” jawab Queen.

“Mama udah makan? Kalau belum Queen beliin ya?” tanya Queen.

“Gak usah Queen, Mama belum laper kok,” ucap Mama Li.

“Oh, ya udah kalau gitu nanti kalau Mama laper bilang sama Queen ya?” ucap Queen.

“Iya. Ngomong-ngomong kamu udah makan Queen?” tanya Mama Li.

“Udah tadi Ma sekalian beliin makanan buat Uncle di kantin,” jawab Queen.

“Buat Uncle kamu? Emangnya Uncle kamu ada di rumah sakit juga?” tanya Mama Li.

“Iya Ma, kemarin Uncle kecelakaan,” jawab Queen.

“Ya ampun, Mama turut sedih ya. Semoga Uncle kamu cepet sembuh ya,” ucap Mama Li.

“Iya Ma, makasih doanya,” ucap Queen.

Jadi Uncle nya Queen kecelakaan dan dirawat disini? Kok gue baru tau kabar ini ya? Segitu kurang update nya kah gue? Batin Arshaka.

“Terus sekarang kondisi Uncle kamu gimana?” tanya Mama Li.

“Alhamdulilah, kondisi Uncle udah mulai membaik Ma,” jawab Queen.

“Alhamdulilah kalau gitu. Maaf ya mama gak bisa jenguk Uncle kamu soalnya Mama harus jagain Arshaka. Salam aja ya buat Uncle kamu,” ucap Mama Li.

“Iya Ma gapapa kok,” ucap Queen.

Tak terasa hari sudah semakin larut saja. Queen dan Mama Li pun menyudahi acara curhat-curhat mereka. Sedangkan Arshaka lebih memilih untuk menonton televisi daripada ikut mengobrol dengan mereka.

“Udah malem loh Queen, kamu gak mau pulang?” tanya Mama Li.

“Sebentar lagi Ma. Nanti kalau Queen pulang Mama gak ada temen ngobrol lagi,” ucap Queen.

“Emangnya lo gak mau sekolah besok?” tanya Arshaka ikut menyambung obrolan mereka.

“Besok libur. Guru-guru pada rapat buat menyiapkan ujian kelulusan sama rencana liburan sebelum ujian nanti,” ucap Queen.

“Oh, ada rencana liburan juga sebelum ujian? Liburan kemana emangnya Queen?” tanya Mama Li.

“Kayanya sih bakal ke puncak deh Ma. Soalnya belum di acc sama kepala sekolah jadi belum pasti,” jawab Queen.

“Wah, seru dong tuh main ke puncak, terus petik teh sama camping,” ucap Mama Li.

“Iya, Ma bakal seru pasti. Soalnya bukan cuma kelas 12 aja yang ke puncak tapi semua kelas,” ucap Queen.

“Oh, ya? Dalam rangka apa tuh?” tanya Mama Li.

“Memperingati hari berdirinya SMA Werienst Ma,” jawab Queen.

“Oh iya sebentar lagi kan ulang tahun SMA Werienst ya?” ucap Mama Li.

“Iya, kok Mama tau sih?” tanya Queen penasaran.

“Mama alumni SMA Werienst angkatan pertama dan disana awal Mama dan Papa ketemu,” ucap Arshaka.

“Oh ya? Mama sama Papa Queen juga alumni SMA Werienst angkatan pertama juga loh,” ucap Queen.

“Iya kah? Kalau boleh tau nama Papa sama Mama kamu siapa? Siapa tau Mama kenal sama mereka,” ucap Mama Li.

“Namanya Papa-,” ucap Queen terpotong karena suara telepon dari handphone Mama Li.

“Sebentar ya Queen, Mama angkat telepon dulu,” ucap Mama Li lalu mengangkat panggilan itu.

“Iya, iya besok saya ke butik kok Ran,” ucap Mama Li kepada seseorang diseberang sana.

“Maaf ya Queen jadi terpotong deh acara ngobrol-ngobrol kita,” ucap Mama Li sudah selesai mengangkat panggilan telepon dari karyawannya.

“Iya gapapa kok Ma,” ucap Queen.

“Oh iya tadi sampai mana ya? Oh sampai nama Mama sama Papa kamu ya?” tanya Mama Li.

“Iya Ma. Nama Papa, Rendra dan nama Mama, Rhea,” ucap Queen.

“Rendra? Rhea? Kayaknya Mama kenal deh! Tapi Mama lupa-lupa inget sih. Coba nanti Mama lihat di buku tahunan siapa tau ada nama Papa sama Mama kamu,” ucap Mama Li.

“Udah tua sih makanya Mama jadi pelupa!” ucap Arshaka tiba-tiba menyambung pembicaraan mereka.

“Kamu ini! Ikut-ikut aja deh! Mana pake ngatain Mama udah tua lagi!” ucap Mama Li.

“Mama lupa bukan faktor tua atau muda! Tapi emang udah lama gak ketemu sama mereka semenjak reuni terakhir! Makanya Mama lupa!” sambung Mama Li.

“Udah ah! Capek Mama ngomong sama kamu! Mending Mama ke toilet aja!” ucap Mama Li lalu berdiri namun baru saja berdiri tubuh Mama Li hampir saja ambruk. Beruntung Queen dengan sigap menopang tubuh Mama Li.

“Mama gapapa kan?” tanya Queen dan Arshaka.

“Mama duduk dulu ya? Queen ambil minum dulu,” ucap Queen lalu mengambil minum.

“Mama gapapa kok. Mama cuma pusing sedikit,” ucap Mama Li setelah duduk kembali dan minum.

“Mama pulang aja sana. Shaka gapapa kok disini sendirian. Kan ada Suster juga,” ucap Arshaka.

“Iya, Ma. Lebih baik Mama pulang. Istirahat dirumah. Biar Queen aja yang temenin Arshaka disini,” ucap Queen.

“Mama gapapa kok. Mama disini aja ya temenin Shaka,” ucap Mama Li.

“Ma, Mama jangan gitu dong! Nanti kalau Mama sakit juga siapa yang bakal urus butik sama Shaka Ma?” tanya Arshaka.

“Lebih baik Mama pulang aja ya? Shaka gak mau Mama juga sakit!” ucap Arshaka.

“Tapi…"

“Mama tenang aja. Kan ada Queen disini yang jagain Arshaka,” ucap Queen.

“Ya udah deh, kalau gitu Mama pulang ya?” ucap Mama Li akhirnya setuju untuk pulang.

“Iya, Ma. Hati-hati ya?” ucap Arshaka menyalami tangan Mama nya.

“Ya udah kalau gitu Queen anter Mama sampai parkiran ya?” ucap Queen lalu membantu Mama Li jalan ke parkiran.

Setelah mengantar Mama Li sampai parkiran Queen pun kembali keruangan Arshaka.

“Gimana?” tanya Arshaka.

“Aman, Mama udah masuk mobil kok,” jawab Queen.

“Lebih baik lo tidur sana!” ucap Queen.

“Ya udah gue tidur dulu. Jangan lupa lo tidur juga!” ucap Arshaka lalu memejamkan matanya.

Setelah Arshaka terlelap, Queen pun menghubungi Papanya agar tak perlu menunggunya pulang ke rumah karena malam ini dia akan menemani Arshaka di rumah sakit.

...To be continued....

...Terima kasih telah membaca....

...Siapakah pelaku dari kebakaran markas Ravenska geng itu? Apakah ada hubungannya dengan orang di chapter kemarin?...

...Kalau iya. Siapa sebenarnya orang itu? Kenapa dia bisa masuk kedalam markas Ravenska geng yang dilengkapi dengan alat-alat keamanan yang sangat canggih?...

...Queen mulai peduli dengan Arshaka. Apakah sebentar lagi akan ada yang jadian?...

...Komen pendapat kalian tentang chapter ini....

...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...

...See you di next chapter....

1
Authophille09
mantannya queen atau musuhnya Shaka tuh?
Authophille09
beruntung banget warga yang tinggal di RT nya pak Ari, lah kalo d tempat saya orang jatoh di ramein dulu baru di tolongin.
🌸Triya Rahma🌸
aq mampir, ceritanya bagus kk
mbiel
bagus ceritanya, alurnya juga bagus, tokoh-tokoh nya pada blasteran semua, ada yang badas, ada yang pick me, ada yang bucin, ada yang judes campur aduk deh
gabiel
bagus ceritanya suka deh sama si Queen yang badas gak mudah di tindas, semangat terus nulisnya kak
karany
bagus ceritanya suka sama karakter nya Queen yang strong dan gak mudah ditindas ❤️🤩
sinta
bagus ceritanya semangat terus nulisnya kak Pinnky ❤️
keira
bagus, semangat terus nulisnya kak Pinnky
clara
bagus ceritanya, semangat terus nulisnya kak Pinnky
ziolax
iya lah siapa lagi yang iri selain lo?
ziolax
iri dong Queen masa enggak sih🤭
aurora
seru, suka banget sama Queen dia berani dan gak mudah ditindas! apalagi temen-temennya yang beda-beda sifatnya, semangat terus nulisnya kak Pinnky ❤️
ziolax
emangnya masalah ya buat lo? suka-suka Queen dong mau pake jaket siapa aja bukan urusan lo! gak heran deh gue selalu aja gitu!
ziolax
wah mau ngomong affah tuh? apakah mau menyatakan perasaan atau apa nih🤭
ziolax
gak jadi di warco kah?
ziolax
bisa lah masa gak bisa dong🤭
ziolax
wah si kol goreng udah ngamuk aja nih
calista
minta maaf nya kek gak ikhlas gitu ya, dasar si kol goreng! kesel gue!
calista
astaghfirullah, pikiran ku ternodai 🤧
calista
tuh kan bener dugaan ku pasti Queen yang kecebur dan pasti Kei dengan sengaja kepleset tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!