NovelToon NovelToon
Pelangi Untuk Lily

Pelangi Untuk Lily

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Misteri / Cintamanis / Balas Dendam / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:419.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ocean Na Vinli

Note : Alur novel ini lambat

Mengisahkan seorang bussines woman yang pintar dan tangguh, ialah Lily Marques, janda muda beranak kembar tiga.

Akibat kenangan Lily yang begitu kelam, dia harus berhadapan langsung kepada orang yang pernah menorehkan luka dihatinya.

Mereka tak sedikitpun membiarkan Lily untuk hidup tenang. Mereka merampas kebahagiaan Lily satu-persatu, hingga hati Lily hancur berkeping-keping.

Lily bertekad untuk melawan balik orang di masa lalunya, walaupun harus bertaruh nyawa.

Namun, siapa sangka perjuangan Lily, mempertemukannya pada seorang duda beranak satu yang dingin dan misterius, ialah Leon Andersean.


Apakah ini, Pelangi untuk Lily?


Yuk simak kisah Lily, yang penuh dengan teka-teki dalam mempertahankan kebahagiaannya.


"Kau sudah merebut ciuman pertama ku!" Leon Andersean.


"Hah! ciuman pertama?!" Lily Marques.



***
Masih tahap revisi!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31. Pelakor

Lily menghela napas. Manik mata berwarna biru laut itu menatap lekat pada lelaki yang baru saja dua hari ini menjadi kekasihnya. Lily menuntun Leon untuk duduk di kursi panjang yang berada di dalam ruangan VIP tersebut. Mereka duduk saling berhadapan.

"Dalam beberapa bulan ini perusahaan ayah sedang mengalami kekacauan. Ayah memintaku untuk menemukan dalang di balik kekacauan itu," tutur Lily.

Leon yang mendengarkan penjelasan, reflek memegang tangan Lily yang berada di atas meja.

"Apakah kau sudah menemukan dalangnya honey,?" tanya Leon dengan raut wajah serius.

"Sudah tapi aku harus menemukan bukti yang jelas atas kecurigaanku," jelasnya lagi.

"Apakah pelakunya orang yang kau kenal,?" tanya Leon.

"Iya sangat ku kenal. Bahkan dia yang telah mengoreskan luka di hatiku," ucap Lily dengan raut wajah sedih.

"Arnold"

Leon menatap dalam, dia berakting saja. Tentu saja Leon sudah tahu.

Lily menganggukkan kepala.

Leon menarik Lily ke dalam pelukannya. Dia mengusap perlahan punggung Lily berusaha memberikan kekuatan.

"Selama aku berada di sisimu. Sebisa mungkin aku akan melindungimu. Aku akan menjadi tameng saat orang-orang ingin menyakitimu," ucap Leon pelan.

Lily tersenyum mendengar perkatan Leon. Dia memeluk erat Leon. Dia bersyukur Tuhan mempertemukannya pada Leon walaupun dengan cara yang unik.

Leon melonggarkan sedikit pelukan.

"Honey jika kau perlu bantuan katakan saja pada ku. Aku akan siap membantu."

"Terimakasih Leon, tapi aku ingin berusaha sendiri dulu untuk berhadapan dengan masa laluku," tutur Lily memberi pengertian.

Lily tak ingin merepotkan kekasihnya. Dia tak enak hati baru saja berpacaran dua hari. Sudah ingin meminta bantuan pada Leon. Itu bukanlah tipikal Lily. Dia tak mau terlalu bergantung pada Leon kelak.

Leon memahami maksud perkataan Lily. Dia mengecup perlahan keningnya. Bermaksud menyampaikan perasaannya saat ini melalui sebuah ciuman dikening. Perasaan yang ingin selalu melindungi Lily.

Lily terkesiap mendapatkan perlakuan dari Leon. Entah mengapa rasanya teramat berbeda ketika Leon memberikan perhatian padanya.

Perlahan Leon melepaskan pelukan. Dia menatap serius Lily.

"Honey satu minggu lagi akan ada acara pernikahan mantan suamimu. Aku di undang olehnya, bolehkah aku mengajak mu untuk menjadi pendampingku,?" jelas Leon pelan.

Lily menganggukkan kepala.

Tiba-tiba.

Krucukkkk

Sepasang kekasih itu terkekeh bersama. Lily menundukkan kepala berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.

Leon mengulum senyum. Dia mengangkat perlahan dagu Lily. Mereka saling pandang satu sama lain.

"Sepertinya dari tadi ada yang menahan lapar," ledek Leon.

Lily tak menyahut. Dia segera memalingkan wajahnya. Dia sangat malu!

Leon segera menekan tombol khusus di ruangan itu. Dia meminta untuk di buatkan segera makanan jepang.

15 menit kemudian

Makanan jepang seperti sushi, sashimi, udon dan lain-lainnya sudah tersedia di meja makan. Leon memperhatikan dengan seksama makanan yang berada di depan. Dia tak terlalu suka dengan makanan negeri sakura ini tapi demi Lily, dia akan berusaha untuk memakannya.

Lily yang melihat tingkah Leon mengerutkan dahi. Dia mengusap pelan pundak Leon.

"Apakah kau tak suka,?" tanya Lily.

"Suka honey,!" ucap Leon dengan pelan.

Lily mengangguk kecil.

Sedari tadi perut Lily sudah meronta-ronta untuk di beri makan. Dia segera mengambil sumpit, makanan pertama yang ingin di cicipi adalah sushi. Leon pun melakukan hal yang serupa, dia mengikuti apa yang di lakukan Lily.

Keduanya pun menikmati makanan itu dengan begitu lahap dan tenang. Terlihat Leon sedang mengecap potongan sushi yang terlihat aneh di matanya.

Lily terkekeh pelan saat melihat raut wajah Leon.

Selesai makan siang bersama. Mereka segera kembali menuju ke kantor perusahaan. Namun Leon terlebih dahulu mengantarkan Lily ke perusahaan tempatnya berkerja.

Sepanjang perjalanan Leon sengaja memperlambat laju mobilnya. Dia ingin berlama-lama bersama Lily.

Sesampainya di kantor Lily langsung di cecar Marimar dengan banyak pertanyaan.

"Hei you. Enak ya jelong-jelong! eyke di tinggalin. You udah mendua," ucap Marimar dengan raut wajah pura-pura sedih.

"Jadi siapa namanya? Apa perkerjaannya,?" tanya Marimar seraya mengerakan tubuh dengan gemulai.

Lily menggelengkan kepala.

"Satu persatu Mar,!" Lily menepuk keningnya.

"Ih eyke kan penasaran tahu,!" sungut Marimar.

Brak...

Melisa baru saja datang dari balik pintu. Dia langsung menghempaskan map dokumen besar di atas meja Marimar. Melisa melotot tajam pada Marimar.

Lily dan Marimar tampak terkejut mendengar hentakan map di atas meja. Terlebih lagi dengan kedatangan Melisa dengan raut wajahnya yang tak enak di lihat.

"Kenapa you melemparkan map di atas meja eyke,?" kesal Marimar menatap tajam.

"Kerjakan tugas ini sekarang dan jangan ikut campur urusanku,!" ucap Melisa tersenyum sinis.

Marimar tampak mengernyitkan dahi. Kalimat terakhir Melisa membuatnya terheran.

"Apa maksud you mengatakan jangan ikut campur eyke ngak pernah ikut campur tuh!"

"Tak pernah ikut campur tapi kenapa kau mengatakan pada istri pak Milano jika aku main belakang dengan suaminya.!" Mata Melisa melotot dengan sangat tajam.

Marimar terkekeh pelan seraya tersenyum sinis.

"You pikir di kantor cuma eyke aja yang tahu kalau you pelakor.!" ucap Marimar sambil mengedarkan pandangan ke rekan kerja yang berada di kantor.

Sedari tadi mereka mendengar pembicaraan Marimar dan Melisa. Namun mereka seakan tutup telinga, mereka tak ingin berurusan dengan Melisa. Melisa selalu saja bersikap seperti bos di kantor. Jika salah satu karyawan berbuat kesalahan kecil pasti Melisa langsung melapor kepada pak Milano. Contohnya saja, kejadian 1 bulan yang lalu ada seorang karyawan yang tak sengaja menumpahkan kopi di pakaiannya langsung diberikan SP 1 oleh pak Milano.

Lain halnya dengan Marimar hanya dialah yang berani dengan Melisa. Sebenarnya Marimar adalah senior di kantor, dia sudah hampir 3 tahun mendedikasikan diri di perusahaan.

Beberapa rekan kerja terlihat berbisik-bisik. Tatapan mencemooh tertuju pada Melisa.

Melisa tampak menahan kepalan tangannya. Nafasnya memburu.

Lily yang melihat situasi tak kondusif berusaha menenangkan Marimar dengan menepuk perlahan pundaknya. Namun Marimar memberikan kode untuk membiarkan dia meluapkan kekesalannya pada Melisa.

Lily pasrah dengan kemauan Marimar. Dia menghela napas.

"Kenapa you baru sadar ya,!" Marimar melipat tangan di dada.

"Dasar bencong.!" teriak Melisa dengan lantang.

"Dasar pelakor,!" seru Marimar tak mau kalah. Marimar sengaja menyiram bensin di atas api.

"Apa kau bilang,?" tanyanya dengan raut wajah yang sudah merah seperti kepiting rebus.

"You tuli ya. Pelakor! Perebut laki orang,!" ucap Marimar dengan raut wajah seperti meledek.

"Kauuuuu,!" tunjuk Melisa ke arah Marimar.

Melisa segera mendekat ke arah Marimar dan langsung menarik rambut Marimar. Marimar pun tak mau kalah. Dia juga menarik rambut musuh bebuyutannya itu. Alhasil perkelahian pun terjadi tak ada yang mau mengalah.

Rekan kerja yang semula tak peduli malah mendekat ke arah mereka. Mereka tak melerai atau apa, malah memberikan sorakan pada Marimar.

"Ayo Marimar. Hajar,!" seru rekan kerja pria yang bertubuh jangkung memberikan semangat.

"Jangan mau kalah cyin,!" seru rekan kerja wanita yang juga membenci Melisa.

.

.

.

.

...Hai kakak². Please bacanya jangan diam-diam ya. Tekan like, favorit, dan tinggalkan komentar walaupun hanya satu kata. Karena itu lonceng penyemangat untuk author....

1
iren thezer
bagus ceritanya
yuliati sumantri
Luar biasa
Tatik Wae
jangan kaget ayah nya dlu Sorang mafia yg kejam dan sadis...sifat itu menurun k lily
Surati
.bagus👌👌👍👍👍👍
Mesri Sihaloho
lama banget thor si Pablo itu ketangkap
Alia Natasya Selamat
kata keluarga mafia kok keamanan sgt longar asyik di culik...
Ocean Na Vinli: Kalau gak diculik, ya gak ada konflik dong kakak. Orang kaya aja kadang bisa kena maling rumahnya walau ada CCTV, nikmati saja kak. Kalau ga suka alurnya, nggak usah baca, kakak cari saja novel lain atau kk buat novel sendiri, oke 😉
total 1 replies
Shuhairi Nafsir
lama kelamaan ceritanya jadi hambar dan lembab
linda cr
bagus
EBI
yellow?
EBI
lucu, seru, menarik
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Shiro Yuki
aduh Marco di dor kena ga tuch
Shiro Yuki
kasian manten anyar disalip🤣🤣🤣🤣🤣
Shiro Yuki
wahhh marimar sekalinya jd Marco ganas jg🤣🤣🤣🤣
Shiro Yuki
darla kecil2 genit 🤭🤭🤭
Shiro Yuki
tegang gesss tp maaf Thor agak berbelit-belit 🙏
Shiro Yuki
burungnya Arnold yg pecah ko ikutan ngilu ya🤭🤭🤭
Shiro Yuki
darla Luna imut banget sh
Shiro Yuki
udah lelah disakiti jiwa Lily yg sebenarnya keluar
Shiro Yuki
lagi serius mpe nangis ehh anakku manggil2..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!