NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Menikahi

Bukan Sekedar Menikahi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:20.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: SHy

Berawal dari kebohongan yang Hana ciptakan dengan mengaku-ngaku jika Dika adalah kekasihnya, membuat hidup Dika yang awalnya datar berubah menjadi bewarna.

Kebohongan yang diciptakan Hana pun membuat seorang Dika yang terkenal dingin dan kaku terjebak dalam cinta Hana. Rasa cinta pun mengalir begitu saja di hati mereka dan membuat mereka menjalin hubungan hingga tiga tahun lamanya.

Namun akhirnya hubungan yang mereka jalin pun putus begitu saja setelah Hana membuat kebohongan yang baru dan hilang begitu saja.

Enam tahun kemudian Dika dan Hana pun kembali dipertemukan dalam status yang berbeda dan keadaan yang berbeda. Hingga suatu insiden membuat mereka harus terjebak dalam pernikahan yang kembali mengikat cinta mereka yang belum usai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa diperhatikan

"Dika." ucap Hana menatap Dika yang kini juga menatapnya.

Dari dalam mobilnya Dika hanya diam sambil mengamati wajah Hana dengan intens.

Hana memalingkan wajahnya. Merasa malu dengan tatapan Dika.

"Sedang apa kau di luar? Apa kau tidak lihat cuaca sepertinya akan hujan?" Tanya Dika.

Hana kembali menolehkan kepalanya pada Dika. "Apa kau baru saja berbicara?" Tanya Hana memastikan. Sepertinya indera pendengarannya masih berfungsi dengan baik. Namun mendengar Dika berbicara cukup panjang membuatnya ragu.

Dika diam. Pandangannya kini menatap lurus ke depan. Wajah Dika kesal Dika nampak jelas terlihat oleh Hana.

Ternyata dia benar-benar berbicara padaku. Batin Hana.

Tin

Tin

Suara klakson mobil yang terdengar saling bertautan seakan tidak sabar keluar dari kemacetan membuat Hana segera menancap gas motornya. Baru berapa meter melewati lampu merah, wajah Hana sudah kembali basah oleh rintikan air hujan.

"Bagaimana ini, hujannya semakin lebat." Hana menambah kecepatan motornya. "Agh sial sekali. Aku harus menempuh setengah jam lagi baru bisa sampai di rumah."

Merasakan hujan semakin lebat dan kini sudah membasahi jaketnya, Hana pun menepikan motornya. Pandangannya terus mencari ruko yang bisa ia singgahi untuk berteduh.

"Nah itu dia!" Seru Hana lalu membelokkan motornya menuju sebuah ruko yang bisa ia si ggahi.

"Permisi, saya numpang berteduh sebentar ya, Pak." ucap Hana pada seorang pria paruh baya yang tengah menjaga warung jualannya.

Pria itu mengangguk. "Silahkan, Nona." balasnya sopan.

Hana tersenyum lalu mengucapkan terimakasih. Beberapa motor pun mulai berdatangan ikut berteduh karena hujan semakin deras diikuti angin yang berhembus cukup kencang.

"Dingin sekali." Hana mengeratkan jaket di tubuhnya.

Lima belas menit menunggu, hujan tak kunjung reda. Hana semakin kedinginan. Apa lagi saat ini jaketnya sudah terasa lembab sebab terkena cipratan air hujan.

Beberapa orang yang turut berteduh dengannya mulai meninggalkan teras toko. Melihat kondisi derasnya hujan saat ini, sepertinya hujan akan turun cukup lama.

"Apa aku pergi saja? Menunggu hujan reda bisa-bisa aku sampai tengah malam di rumah." Pikir Hana. Saat larut dalam pemikirannya, Hana dikejutkan oleh kedatangan sebuah mobil yang sangat dikenalinya.

"Mobil Dika?" Gumam Hana menatap mobil Dika. Tak lama sang pemilik mobil pun turun dari dalam mobilnya sambil membawa payung.

"Dika? Mau apa kau di sini? Apa kau ingin belanja?" tanya Hana sambil mengarahkan pandangan pada toko di belakangnya.

"Cepat masuk!" Titah Dika tanpa menjawab ucapan Hana.

"Masuk kemana?" Hana dibuat bingung.

"Masuk ke dalam mobilku." Balas Dika.

"Ke dalam mobilmu?" Hana semakin bingung.

"Apa kau masih mau menatap di sini hingga hujan reda?" Cetus Dika.

"Lalu bagaimana dengan motorku?" Tanya Hana yang sudah paham maksud ucapan Dika.

Dika hanya diam. Namun kakinya melangkah masuk ke dalam toko dan berbicara kepada pemilik toko. Setelah cukup berbicara, Dika kembali keluar.

"Titipkan saja motormu di toko ini lebih dulu. Besok pagi kita akan menjemputnya kembali." Jelas Dika.

Hana mengangguk paham. Apa dia berniat baik ingin mengantarkanku pulang? Hana berucap dalam hati. Entah mengapa ia merasa diperhatikan oleh Dika saat ini.

"Ayo masuk!" Titah Dika setelah memasukkan motor Hana ke dalam garasi yang ditunjuk oleh pemilik toko.

"Tapi—" Hana nampak ragu. Namun setelah mendapatkan tatapan tajam dari Dika, akhirnya Hana pun menuruti perintah Dika.

***

Berikan dukungan untuk karya Shy yuk dengan cara like, komen, vote dan giftnya. Terimakasih🖤

1
Zyfia
Adiknya Cilla udah lahir deh kayaknya
Zyfia
Gregetan deh mreka berdua kan sama2 dokter yaa masa gak nyadar tanda2 hamil 😤
Lanilalaa
klise
Nelly Suheda
,,.,
Emai
ak seneng ceritanya ringan tapi seru
Emai
yang nguping atau tidak sengaja dengar pertengkaran Hana dan Liza saat itu adalah mama nya Dika to. dia dah tau kebenarannya. tapi tidak langsung kasih tahu dika
Emai
jare kembar kok malah Rey Rachel?
Emai
bukannya wisuda bareng?
Emai
goblok
Emai
Liza ya itu yg dorong??
Emai
hahahaha kau terlalu hana
Ulin Garwonipun Erwan
Biasa
Ulin Garwonipun Erwan
Kecewa
Jeissi
aneh banget permintaan hana, sudah melakukan penganiayaan ya harus di hukum dong masa dibiarkan begitu saja.
Anto New
Buruk
Yuli Ana
Luar biasa
Sita Sit
udah dikasih virgin nya Hana tuh dik,jangan dingin2 sama Hana ntar ditinggal lagi kamu
Khoerun Nisa
tor knp belum ada kisah anak Dika ma hana
Khoerun Nisa
ada yg tau celvin ma Bianca di novel mn lupa aku..
filis 12
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!