NovelToon NovelToon
Kembali Cantik Si Gadis Cacat

Kembali Cantik Si Gadis Cacat

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:233.1k
Nilai: 5
Nama Author: "Emy"

Alicesa gadis remaja yang pernah mengalami kecelakaan, sehingha membuat sebagian wajahnya terluka. Semenjak saat itu dia harus menerima cacian dan hinaan dari semua orang. Bahkan sang kekasih pun akhirnya memutuskan hubungan sepihak karena wajah buruknya

Namun diam-diam ada seorang lelaki yang selalu membantunya. Bagaimanakan percintaan Alice salanjutnya? Akankah priaitu menampaka diri dan membantunya mengubah takdirnya?

Akankah Alice bisa kembali cantik seperti dulu ....

Yuk ... simak kelanjutan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Emy", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Pertanyaan Alice

Waktu memang tidak mudah menyembuhkan, tetapi waktu bisa menyadarkan apa yang terjadi dulu bukanlah penyesalan. Akan tetapi semua pembelajaran untuk mengerti, jika semua tidaklah mudah bisa sampai pada titik ini. Dari kesalahan yang terus berusaha di perbaiki, ketiga gagal tetap mencoba lagi. Tidak banyak yang tahu bagaimana diri sensidiri berkali-kali jatuh oleh perkatan, sindiran langsung. Tetap berusaha tenang walau banyaknya rasa, semua kukembalikan pada yang jauh lebih mengerti. Entahlah sesulit apa keadaanya, serumit apa takdir yang bekerja dan hadir. Apa yang hadir itu mungkin yang terbaik, saat pelangi itu datang jangan pernah lupa pada payung yang selalu menemani saat hujan.

''Apa! Bagaimana bisa sampai kehilangan jejaknya. Cari tahu di mana dia tinggal!'' teriak seseorang.

''Baik tuan, akan kami cari lagi dan berusaha menemukanya,'' jawab salah satu anakbuahnya.

''Baiklah kalian boleh pergi!'' perintah seseorang.

''Kerja seperti itu aja tidak bisa. Ingat aku minta dalam satu minggu ini kalian harus audah menemukanya!'' perintahnya kembali.

''Baik kami permisi.''

...*****...

''Kak,'' rengek Alice tangannya menarik baju lengan Angga yang sedikit merah.

''Hemm.'' Angga hanya berdehem menanggapi Alice.

''Masih marah?'' tanya Alice kembali. ''Aku tidak melakukan apapun, tadi juga ada Novita di sini.'' Alice masih berusaha membujuk Angga tunangannya itu, agar tidak mendiamkannya.

Aluce sudah mulai terbiasa dengan perhatian dan cerewetnya Angga saat merawat dirinya, jika di diamkan seperti ini, justru tidak enak hati dan terasa ada yang kurang. Angga tidak tahan melihat raut wajah sedih Alice. ''Lain kali jangan seperti itu, Kakak tidak suka. Jangan terlalu dekat dengan Aska, kamu tidak tahu siapa dia yang sebenarnya.''

Alice menganggukan kepalanya dan langsung memeluk tubuh kekar Angga. ''Kak sudah satu minggu di sini, Alice bosan. Apa boleh telepon Papa via vidio call?'' tanya Alice.

''Tentu saja boleh,'' Angga mengusap kasar pucuk kepalanya, terseyum memandang wajah tunanganya.

''Sebentar Kakak telephone Papa dulu.''

Tring ... tring ... tring ....

Angga menghubungi Papa Alice, selama ini memang hanya Angga yang memberi kabar. Telephone genggam Alice saja di simpan Angga, tujuanya agar Alice fokus dengan kesembuhanya dulu. Panggilan telephon pertama masih belum di anggat oleh Egi. Angga pun mencoba kembali berharap kali ini bisa di angkat, melihat wajah sedih yang penuh kerinduan itu membuat Angga merasa sedih.

"*Hallo ... "

"Hallo Pah ..., Alice kangen Papa."

"Al, wajahmu ...,"

"Pah jangan menangis ..., ini semua berkat do'a Papa. Dan juga dia."

"Kapan sudah bisa di bukan perbannya Sayang?"

"katanya lusa Pah."

"Bagaimana keadaan Papa, obat tetap masih di minum kan, lalu apa Papa sudah makan?"

"Al, Papa bukan anak kecil lagi, di sini juga ada yang membantu Papa.Jangan kawatir."

"Lihatlah Pah anakmu itu begitu cerewet, tapi jika di suruh meminum obat juga sama. Susah nya minta ampun ...,"

"Ya Sudah Papa mau pergi cek up hari ini. Jaga kesehatanmu."

Tut ... tut ... tut* ...

"Ih ... kok buru-buru di matikan?'' Alice kesel karena sangat merindukan Egi. Angga memeluk kekasihnya menggoyangkan tubuhnya ke kanan kiri.

''Sayang, kalau ngambek gitu jelek. Papa ada jadwal cekup, jangan Marah ok. Besok sore sudah boleh pulang'kan? Kakak akan mengajakmu jalan-jalan, apa kamu mau?'' tanya Angga yang menaruh kepalanya di bahu milih Alice.

Tidak lupa juga, Angga pasti selalu melakukan hal kecil yang sering membuat merah merona wajah Alice, serta detak jantung yang semakin berirama. Angga mencium pipi Alice berulang kali, perasaan sayang yang sudah lama di pendam kini bisa meluahkan pada orang yang memang sangat di inginkanya.

''Kakak sudah,'' ucap Alice lembut.

''Kenapa? Tidak ada orang, lalu siapa yang membuatmu malu?'' tanya Angga.

''Siapa lagi kalau bukan Kakak,'' ucap Alice lirih hampir tidak terdengar oleh Angga.

Angga melepaskan pelukanya, ''Memang kenapa dengan Kakak?''

''Ya malu Kak, Alice kan tidak pernah dekat dengan lelaki bahkan sedekat ini.'' Alice menundukan wajahnya.

''Benarkah? Tapi bukanya dulu kamu sama Is--,'' Angga tidak meneruskam ucapanya karena Alice langsung mematapnya begitu tajam.

''Ternyata tunanga kecil Kakak ini bisa berubah jadi singa betina,'' ha ... ha ... ha ... Angga tertawa kecil melihat begitu cepat perubahan wajah emosi Alice.

''Kakak apaan sih,'' Alice memukul-mukul tubuh Angga pelan karena ejekan yang Angga lontarkan.

''Ampun ... ampun ... Sayang, Kakak bercanda kok, Singa betina Kakak tentu paling cantik, baik dan imut.'' Angga terus meminta ampun tidak melawan pukulan Alice.

''Kakak nyebelin, masa Alice di bilang singa betina.'' Alice sedikit kesal melipat kedua tanyan dan memajukan bibirnya. Angga membulatkan mata melihat tingkah menggemaskan Alice yang belum pernah di lihatnya.

''Ya ampun Kakak gemes banget,'' Cup satu kecupan di bibir Alice singkat kembali memeluknya.

''Ahh...,'' Alice berteriak karena tubuhnya melayang di angkat oleh Angga.

''Kakak mau bawa Alice kemana?'' pertanyaan Alice beljm di jawab Angga sudah lebih dulu menjatuhkan diri di sofa dekat jendela ruang rawatnya. Saat ini Alice sudah berpindah duduk di pangkuan Angga. Meresa sangat malu dengan posisi yang berhadapan, Alice menundukan kepalanya.

''Kenapa harus malu dengan Kakak, bahkan sebentar lagi pasti kau akan resmi menjadi istri kakak.'' Angga menaik turunkan alicenya menggoda Alice.

''Kak tapi kan Alice belum lulus kuliah?''

''Tidak perlu sampai lulus bisa, nanti Kakak juga tidak akan melarangmu untuk tetap melanjutkan kuliah.''

''Tapi Kak apa tidak terlalu cepat hubungan kita ini, bahkan Kakak memutuskan tunanganpun tidak membicarakan denganku dulu?'' tanya Alice.

Hi ... hi ... hi ..., Angga tertawa kecil, ''Iya maaf'kan Kakak, tapi jika Kakak tidak dengan cara seperti itu mana mungkin kamu akan mau menerimaku,'' jawab Angga yang memeluk tubuh Alice dengan membawa kepala Alice agar bersandar di dadanya.

Mengusap lembut berulang kali mengecup kepalanya penuh kasih sayang. ''Kakak sayang denganmu dan mulai saat ini, tidak akan pernah Kakak biarkan orang lain menghinamu.''

''Terima kasih banyak Kak, Alice juga sayang Kakak.'' Alice melingkarkan kedua tanganya memaluk tubuh kekar Angga.

''Tapi apa boleh aku bertanya?'' Angga membalas dengan Anggukan.

''Apa tidak ada perempuan yang marah jika ketahuan Kakak bertunangan? Atau seseorang yang mungkin ada di sini.'' Alice merenggangkan pelukanya dan menunjuk ke arah dada Angga.

''Maksudku Kakak memiliki kekasih?'' tanya Alice ragu.

Angga terdia dengan semua pertanyaan yang di lontarkan Alice. Bingun sendiri akan menjawab apa, melamum dalam pemikiran yang tidak tahu kemana. Memandang keluar seperti pandangan kosong dan tidak fokus.

Alice yang melihatnya bingung, berbagai pertanyaan muncul dalam pikirannya. ''Apamu mungkin Kakak memliki kekasih, nanti apa yang akan ku lakukan jika memang itu benar. Sama saja aku menyakiti hatinya?'' Dalam hati Alice.

Alice ingin berdiri karena posisinya saat ini duduk di pangkuan Angga. Akan tetapi Angga tersadar dalam lamunannya dan menarik kembali tubuh Alice. ''Apakah Kakah harus berkata jujur untuk pertanyaamu itu?''

...🌹🌹🌹🌹🌹...

Rekomendasi novel bagus dari temanku, sambil nunggu Up kemabli dari Kembali cantik si gadia cacat

Blurb

Gak ada acara NgaNu🤗🤗

Hanya cerita tentang perjodohan anak Sma. Babnya hanya sedikit.

Kawal sampai End😋😋

1
Pristiwati
ijab kabul nya salah thor
Pristiwati
Novita apa amirah sih. bingung 😕
Ryuza_eka1820
sippp.mantap
Ida Blado
sampai akhir gk ada balasan buat para mantan,,,, huh sgt2 mengecewakan
Ida Blado
mengecewakan,,,, novel mengandung kekerasan tpi gk ada hukuman
Ida Blado
maaf meke tpi gk ada usaha memperbaikinya
Ida Blado
si alice jg tulul mulu bawaannya
Ida Blado
gue bacanya sampai tk skip2 saking sebelnya,bahkan satupun gk aq like,,, knp ? krn sebel sama karakter2 nya
Ida Blado
gk ada yg bener nih para mc utamanya,udah berkali kejadian tpi gk di kasih hukuman fn di biarin aja.dn lihat terulang2 kembali,,, apa otaknya emang ketinggalan,,,,pinternya di mana coba
Ida Blado
kok gk di laporin polisi atau ambil tindakan sih,masa diam aja,,, aneh bgt
Ida Blado
ho'oh loe yg katanya kejam tpi masih cemen sama bocah ingusan
Ida Blado
pengin ngumpat yg lbh kasar buat angga dn yg lainnya
Ida Blado
nah ini yg bodoh siapa,,, tadi yg ngingetin jsuh2 siapa,,,?! kok mlh di biarin pergi sendiri
Ida Blado
ck lama bgt,,, knp gk to the point aja sih
Ida Blado
mestinya setelah panggilan nama atau panggilan pah/nak di beri koma kan,,,,
Ida Blado
paling sebel kalau baca cerita di mana tokoh utamanya miskin cengeng bodoh dn cuma ngandelin perasaan doang tpi otak di tinggal
Ida Blado
sepanjang kubaca isinya kok penindasan mulu ya,bahkan org2 yg katanya baik dn membantu tpi gk berefek sama sekali.minimal laporin kek ke polisi,,,, ini apa ? bikin greget doang
Ida Blado
gedeg jg sama si alice,terlalu lemah
Ida Blado
apa susahnya keluar sbg dosen atau apalah,,, mau nolong kok di tahan2
Ida Blado
apa segitu cintanya sampai bodoh gk ketulungan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!