NovelToon NovelToon
Suami Keduaku Pangeran Jin

Suami Keduaku Pangeran Jin

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Supernatural / Cinta Beda Dunia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:6.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Minaaida

Asmi seorang janda muda yang ditalak suaminya karena di anggap mandul. Tiga tahun berumah tangga namun tak juga di karunia anak membuat Mas Ilham suaminya berselingkuh dan memutuskan menceraikannya. Asmi yang lelah karena terus di teror oleh mertua dan wanita selingkuhan suaminya, memilih merelakan perkawinannya. Dia memilih pisah dan keluar dari kehidupan Mas Ilham. Dia memilih tinggal sebuah rumah kecil peninggalan orang tuanya.

Namun, nasib membawanya berjumpa dengan Pangeran Hasyeem, lelaki rupawan yang bukan berasal dari golongan manusia, melainkan bangsa jin. Pangeran jin yang tampan itu jatuh cinta pada Asmi.

Sejak saat itu berbagai peristiwa aneh terjadi dalam hidup Asmi dan menghadirkan benih benih cinta yang tumbuh bersemi dalam hati wanita itu.

Apakah cinta keduanya yang berbeda alam dapat bersatu. Penasaran.. baca kisah selengkapnya. Salam manis dari Mina 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 31 Teluh

Asmi baru saja selesai mandi ketika Wira datang menjemputnya. Sesuai dengan janjinya beberapa hari yang lalu, hari minggu ini Wira akan mengajak Asmi jalan-jalan ke kota.

" Eh , mas Wira. Tunggu sebentar ya, Mas. Asmi mau pake baju dulu. "

" oke, santai saja, dek. Mas juga nggak buru - buru.! " jawab Wira sambil duduk diteras depan rumah Asmi.

Beberapa tetangga yang kebetulan melintas, menyapa ramah kepada pemuda tampan pemilik kulit sawo matang itu.

" santai, Mas Wira.! " sapa Pak Kardi, Ketua RT mereka.

" Eh, iya nih pak. Lagi iseng nunggu dek Asmi. " jawab Wira malu-malu.

Pak Kardi, manggut - manggut tanda faham.

" Asminya ada? " tanya Pak Kardi lagi.

" Ada, Pak. Ada." jawab Wira.

" kalo begitu, bisa tolong panggilkan, nggak? Saya ada perlu sedikit sama. Asmi. " kata Pak Kardi.

" Oh, begitu. Sebentar, Pak. Saya panggilkan Asmi dulu. " Wira pun pamit dan bergegas masuk ke rumah Asmi.

" Asmi, di luar ada Pak Kardi yang sedang mencari kamu. " lapor Wira.

" Pak Kardi.? maksud kamu Pak Kardi yang Ketua RT! itu? tanya Asmi memastikan.

" Iya, benar. " jawab Wira.

Asmi bergegas menemui Pak RT karena pikirnya pastilah ada hal yang penting.

" Eh, Pak RT. ada apa, ya Pak? " tanya Asmi pada Ketua RT mereka.

" hm, ini. kebetulan tadi ada yang datang ke rumah saya nganterin surat ini.Kayaknya itu surat panggilan sidang dari Pengadilan Agama untuk gugatan perceraian kamu sama si Ilham. " kata Pak Kardi.

Asmi berdehem, sambil melirik pada Wira yang membuang pandangan ke arah lain.

" hm, makasih ya, Pak. "

" iya, Sama-sama. "

Pak Kardi kemudian pamit pada Asmi. Sebelum berlalu, dia sempat menggoda Wira.

" kalo sudah sah bercerai, buruan gas, biar nggak keburu di samber orang. " Wira terkekeh mendengar godaan Pak Kardi.

" gas, sih gas, Pak. Kalo ceweknya kalem aja. Mau gimana? "

Pak Kardi angkat bahu sambil terkekeh, berlalu dari rumah Asmi.

Sementara itu, Asmi yang sudah berpakaian rapi dan siap segera keluar dari rumahnya. Wira yang melihat penampilan Asmi, tertegun sejenak melihat kecantikan wanita itu.

" Mas, jadi nggak perginya? " tanya Asmi pada Wira yang terdiam terpaku.

" eh, iya. Tentu saja. Kamu sudah siap?? " tanya Wira pada Asmi.

" yes, tapi eh tunggu, aku kunci rumahku dulu, Mas. "

Setelah Asmi mengunci pintu rumahnya, mereka pun berangkat pergi dengan mengendarai motor besar milik Wira.

Mereka berjalan - jalan ke kota menghabiskan waktu bersama dari siang hingga sore hari. Menjelang malam hari, Wira mengantarkan Asmi kembali ke rumahnya.

" makasih, Mas. Atas traktiran dan belanjaannya. " kata Asmi.

" Kamu itu seperti orang lain saja sama mas. Justru mas senang karena hari ini Asmi sudah mau jalan sama mas. " balas Wira.

" Asmi masuk dulu, ya Mas. "

" Iya, masuklah. Ini sudah malam. Sebaiknya kamu istirahat, pasti kamu lelah. Mas juga mau istirahat dan mandi, gerah banget. "

" Iya, Asmi juga, Mas. selamat malam, mas. "

" Malam, juga Asmi. Selamat beristirahat. "

Asmi lalu membuka pintu kemudian menutupnya kembali setelah masuk. Asmi meletakkan tas belanjaannya di atas meja dan segera dia mandi dan membersihkan diri.

Tubuh Asmi terasa segar setelah mandi dan membersihkan diri. Dia kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

Iseng - iseng sambil rebahan Asmi memainkan game di handphone miliknya. Setelah cukup lama bermain, Asmi merasa bosan. Dia lalu beranjak ke ruang tamu untuk menonton televisi.

Sambil rebahan, Asmi menonton televisi di ruang tamu. Tak beberapa lama kemudian, wanita cantik itu sudah terlelap di depan televisi yang masih saja setia menampilkan acara demi acara walaupun penontonnya sudah terbang ke alam mimpi.

Sementara itu, jauh di tempat lain. Seorang perempuan tampak sedang duduk di depan sebuah pedupaan. Mulutnya terlihat komat - kamit seperti sedang membaca sebuah mantra.

Di hadapannya duduk dua orang perempuan yang datang dari luar kota. Perempuan yang satu tampak sudah berumur sedangkan yang satu lagi tampak terlihat masih muda.

" Ada maksud apa kalian datang kemari ? " tanya wanita itu ketus sambil menatap kedua orang itu dengan tatapan yang tajam.

" Begini, Nyai. Kami ingin minta tolong pada Nyai untuk.... anu

... eh itu.. " perempuan yang lebih tua dengan terbata - bata berusaha untuk menyampaikan maksud kedatangan mereka.

" maksud kalian mau menyakiti seseorang.? "

" Iya, Nyai. Maksud kami seperti itu. Buat wanita itu menderita secara perlahan-lahan, baru kemudian di habisi. " kata perempuan yang lebih tua itu dengan wajah yang penuh kebencian.

" Apa kamu bersedia memenuhi semua syarat - syaratnya.? "

" Saya bersedia, Nyai. Apapun persyaratannya akan saya penuhi. " jawab perempuan itu lagi.

Wanita itu menatap ke arah perempuan yang lebih muda.

" apakah ini ada hubungannya denganmu ? " tanya lagi.

Perempuan yang lebih muda itu menganggukkan kepalanya.

" Baiklah, aku akan membantu kalian. Datanglah malam jumat ini dengan membawa foto orang yang ingin kau sakiti itu. " kata wanita itu.

Wajah kedua perempuan itu seketika menjadi gembira.

" Baik, Nyai. Kami akan datang malam jum'at ini bersama foto wanita sialan itu.!" jawab perempuan yang lebih tua.

Keduanya lantas mohon diri setelah wanita itu mengatakan apa saja persyaratan yang harus mereka penuhi untuk melaksanakan niat mereka.

...----...

Hari demi hari berlalu tanpa ada hal yang aneh ataupun istimewa dalam hidup Asmi. Hubungannya dengan Hasyeem masih mengambang tanpa ada kepastian lebih lanjut.

Rasa rindunya pada lelaki itu sekuat tenaga dia tahan. Gengsi dia kalau harus memanggil Hasyeem duluan. Walaupun janda, Asmi punya harga diri. Dia nggak mau di cap 'murah' walaupun sudah buka segel. Iiih... amit amit, deh.

Malam ini, adalah malam jum'at. Asmi sengaja tidur lebih awal setelah sholat isya karena besok pagi dia dan mirna akan membagikan sedikit makanan untuk warga yang kurang mampu.

Tadi siang dia dan Mirna sudah memesan seratus bungkus nasi kuning beserta lauknya untuk besok.

Tengah malam, Asmi merasa ada seseorang yang mengguncang - guncang bahunya, memintanya untuk segera bangun.

" Asmi, Asmi. Bangunlah cepat. Asmi.. " Asmi mengucek matanya. Rasa kantuk masih menguasai matanya.

" Asmi, ayo cepat bangun! kamu dalam bahaya.!" kembali bahunya di guncang seseorang karena Asmi yang tak kunjung juga membuka matanya.

Mendengar kata ' bahaya', seketika Asmi terbangun. Masih setengah sadar Asmi melompat turun dari tempat tidur.

" putri Azylla...?! "

" Akhirnya kamu bangun juga, ayo cepat ikut aku, seseorang berniat akan mencelakaimu ! " kata putri Azylla pada Asmi yang masih belum mengerti akan situasinya.

" Siapa? dari mana tuan putri Azylla tahu bahwa ada seseorang yang berniat akan mencelakai aku? " tanya Asmi yang masih terlihat ragu dan tidak percaya dengan perkataan putri Azylla.

" Mengapa kamu meragukan aku. Aku berkata yang sebenarnya. Ada seseorang yang sedang mengirim teluhnya saat ini. Kita tak ada waktu lagi sebelum teluhnya orang itu sampai padamu.! " kata putri Azylla panik.

Selesai berkata seperti itu, dari arah lubang angin jendela kamar Asmi masuk sebuah bola api yang langsung menyambar ke arah tubuh Asmi.

Putri Azylla menarik tangan wanita itu ke samping untuk menghindari namun bola api itu berputar balik dan kembali menyerang Asmi.

Putri Azylla menyambar tangan Asmi dan kemudian membawa tubuh Asmi menghilang dari kamar itu. Meninggalkan bola api yang masih saja berputar putar mencari keberadaan sosok Asmi.

1
Musa Johnathan
👍
Wirda Wati
ngeri ngeri sedap ceritamu thort
Mamah Enung
mungkin keluarga itu asal usul nya keturunan jin
Emi Zulaika
Luar biasa
Wulan Sari
critanya bagus banget walau beda dunia sangat menarik trimakasih Thor semangat 💪 salam sehat selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
tini 06
ko jinnya salam g dijwb deh asmi bukan islam ya jin aja tau ngucap salam
Nana Niez
meski baca sambil ngomel, ngomel penuh emosi krn tokoh utamanya yg g punya kesaktian apa apa,, dan kagum krn othor nya keren abis,, mikir apa ini semua adalah pengalaman pribadi othor yaaa,, g kerasa lha kok sdh tamat aja,, 😁😁😁😁😁
Nana Niez
kenapa nadia hrs di ajak? knp dia g dibawa plg aja,, tinggal Terima beres kan dia manusia biasa jdi bahaya sekali
Nana Niez
mending sm andros aja lah,, lbh kuat dan punya kemampuan melindungi sang tuan putri
Nana Niez
wow Thor,,, km seperti ensiklopedia,, berasa fantasi tapi berasa nyata juga,, jdi ngeri ngeri sedaaappp
Nana Niez
bukannya istana dijaga dg ketat knp bs palasik masuk??????
Nana Niez
dari awal hingga akhir kelebihan asmi sepertinya hanya bs membuat bayi bayi tangguh,, tpi g bs melindungi diri sendiri
Nana Niez
cerai dulu kyk asmi del
Nana Niez
knp yg jdi asmi ga ada kelebihan apa apa sih Thor,, selain cm cantik,, dan punya aura yg unik,, tpi selebihnya menyeeeeeee sekali
Nana Niez
knp aq selalu emosi aja kl liat si asmi ini,,, knp g ada waspadanya sm sekali,,
Nana Niez
allahu akbar,,, ganteng banget mak
Nana Niez
bukan hinaa,, cm merepotkan saja,, krn kebanyakan tingkah km nya asmi,,,
Nana Niez
asmi knp genit banget ya
Nana Niez
asmi asmi,,, kok mau Hasyim sm km,, udah sok cantik,, geleman,, dipegang may di peluk mau,, g bs apa apa,, hadeh,, sakti juga enggak,,, kok bs jdi tokoh utama,, Tho, asmi ganti ajalah,, yg lbh elegan gt kl jdi janda,, atau jdi cewek
Nana Niez
males banget sm asmi,, udh g punya kesaktian apa apa,, banyak gaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!