Bagaimana rasanya menikahi calon suami dari adik kembar yang tidak pernah bertemu selama 22 tahun?
Mutiara, gadis kampung yang selalu bermimpi untuk pindah ke kota, dan keinginannya akhirnya terpenuhi.
Tapi tidak pernah Muti sangka jika kedatangannya ke kota, menjadi petaka hidupnya. Dirinya dipaksa menikah oleh keluarga yang tidak dikenali.
Kehidupan bebas yang Kristal jalani, membuatnya melarikan diri dari pernikahan dengan pria cacat meskipun dia memiliki kemewahan.
Kesalahan terbesar Kristal melakukan hubungan satu malam dengan pria yang tidak dikenali, dan lebih buruknya lagi dirinya sudah dinyatakan menikah.
Mutiara dan Kristal memiliki wajah yang sama hanya nasib yang berbeda.
Pertemuan keduanya sungguh tidak disangka, demi mendapatkan hak dan warisan, Kris dan Muti hidup dalam satu nama.
Pernikahan yang terpaksa Alhan lakukan demi bisa mendapatkan perusahaan yang sudah dia perjuangkan, dan mengalahkan ibu tirinya. Menikah tanpa cinta, dan hanya demi kekuasaan.
Namun tidak pernah Han bayangkan, jika wanita yang dinikahi. Dua orang yang hidup dalam satu nama, dan keduanya selalu bertukar posisi untuk mendampinginya.
FOLLOW IG @VHIAAZAIRA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DICULIK
Di tengah ketegangan, suara Cherly marah-marah terdengar. Jenny melihat Cherly muncul dengan wajah binggung.
"Kamu ingin membunuh aku sendirian, meminta aku datang ke home heart, tapi kalian pergi ke sini." Cherly meminta Jenny menjelaskan apa yang terjadi karena mereka sudah sepakat tidak saling mengusik.
Mutiara sudah melarikan diri dari hadapan Jenny, Indri dan yang lainnya. Muti masuk ke kamar Bunda Han langsung melakukan panggilan dengan Han, mengatakan jika Jenny datang ingin mengambil barang bukti yang di sembunyikan di rumah.
Alhan yang menerima panggilan langsung panik, meskipun dari suara Muti terlihat tenang juga masih mengomel.
Apri menghubungi pengawal, tapi tidak ada yang menerima panggilan. Han menatap Kristal dan Tirta yang sudah tertidur.
"Hubungi Rayan untuk menjemput seseorang." Han meminta Mutiara tenang tinggalkan rumah, karena tidak ada yang bisa dipercaya.
Muti meminta Han menunggunya di gerbang belakang, biasanya Kris dan Muti gunakan untuk melarikan diri dari penjagaan.
Mutiara langsung lompat dari jendela, berlari kencang melewati taman belakang yang gelap, karena masih subuh.
Langkah Muti terhenti sambil berteriak saat melihat seseorang yang berdiri di depan gerbang, sambil tersenyum.
"Dokter Mila, kenapa ada di sini?"
"Rayan meminta aku datang, karena rumah kita berdekatan."
Muti menarik tangan Mila untuk masuk ke dalam mobil, tapi Muti kebingungan cara membuka mobil yang tidak mempunyai pintu.
"Kampungan banget Kris? suami kamu melakukan KDRT?" Mila membukakan pintu mobil, langsung melaju pergi.
Mila tersenyum, jika dia tahu rumah Kristal dekat sudah lama Mila setiap pulang kerja mampir. Sekarang dia tidak punya teman untuk bersenang-senang.
Kristal menikah, sedangkan Rani sibuk mengejar cinta dokter penikmat nafsu.
"Mila kamu membicarakan apa?" Muti kebingungan dengan istilah yang di sebutkan.
"Kamu kenapa Kris?" Mila merasa Kristal sudah berubah menjadi lebih bodoh.
Mutiara rasanya ingin menangis, dia ketakutan dan nyawanya hampir melayang. Ini pertama kalinya bagi Muti.
Mobil tiba di rumah sakit, Mila tersenyum melihat Rayan yang langsung membukakan pintu untuk Muti.
"Terima kasih Mil, aku akan mentraktir kamu lain kali." Senyuman Rayan terlihat langsung masuk mobil.
"Aku tidak butuh traktiran, tapi kepastian." Mila tersenyum melihat Kristal yang melambaikan tangan.
Mutiara merasa ada yang aneh dari Rayan, mobil yang dia jalankan melewati tempat yang sepi juga gelap gulita.
"Kamu juga jahat dokter Rayan?"
"Aku akan membawa kamu ke tempat Han." Senyuman Rayan terlihat sinis.
Mutiara menghela nafasnya, keluar dari mulut buaya sekarang masuk kandang harimau. Sama-sama antara hidup dan mati.
Sekarang Muti hanya bisa diam, karena tidak ada yang bisa menolongnya. Kemungkinan kehadirannya akan segera dilupakan. Sejak awal Muti memang tidak diakui hadirnya.
Mata Muti tertutup, menenangkan hatinya dengan tidur. Marah dan menangis juga tidak akan mengubah apapun.
***
Mobil Han tiba di rumahnya, melihat kekacauan dari depan sampai dalam rumah. Seluruh penjaga sudah tidak ada, bahkan Jenny juga sudah menghilang.
"Hubungi Rayan, di mana Mutiara?" Han berteriak menatap Apri yang tidak bisa menghubungi Rayan.
Seluruh kamar Alhan buka, Mutiara sudah meninggalkan rumah tapi tidak tahu keadaanya.
"Siapa Mutiara?" Tirta meletakkan Kris yang tidur di atas sofa.
Alhan menghamburkan barang yang ada di meja, menghubungi Rayan juga tidak ada jawaban sama sekali.
"Han, kamu bisa tenang tidak?" Apri meminta Alhan berpikir positif, kemungkinan Rayan sedang meyelamatkan Muti.
"Cek CCTV!" Han menatap tajam Apri yang langsung berlari ke ruangan kontrol.
Kristal juga terbangun, menatap binggung karena melihat Alhan marah-marah. Sampai menghubungi Jenny.
"Ada apa Tirta?"
"Tidak tahu, mereka mencari-cari Mutiara."
Kristal langsung mengambil ponselnya melakukan panggilan, tapi suara ponsel ada di kamar Bunda.
Kris mengambil ponsel, melihat foto kakaknya dilayar langsung berlari ke kamar mereka yang kosong.
"Kak Muti, ini Kristal. Kak, sembunyi di mana?" Kris mencari seisi kamar, bahkan mengecek kamar Alhan.
Suara langkah kaki Kris mendekati Han, menatap mata Han yang memerah karena tidak bisa menghubungi istrinya.
"Apa yang terjadi? di mana semua pengawal?" Kris menggenggam tangan Alhan mempertanyakan keberadaan kakaknya.
"Jenny datang ke sini, dia menyerang Muti. Aku meminta dia keluar, tap Rayan tidak bisa dihubungi." Han merasa khawatir, karena tidak ada satu orangpun yang ada di pihaknya.
Air mata Kristal langsung menetes, terduduk lemas mendengar kabar jika Muti kemungkinan ditahan oleh Jenny.
Tirta memeluk pinggang Kris yang terhentak dilantai, menatap binggung Alhan yang terlihat sangat khawatir.
"Kak Han sudah berjanji akan melindungi kami berdua, temukan kak Muti." Kris menangis memegang kaki Han.
Apri menunjukkan rekaman video, memastikan jika Muti tidak ditahan oleh Jenny, tapi pergi dari rumah.
Tirta yang tidak mengerti apapun hanya bisa terdiam, melihat Han yang khawatir, Kristal yang menangis memanggil Mutiara.
"Han, Muti bersama Rayan."
"Aku tidak akan melepaskan kamu jika sampai menyakiti dia." Han mencengkram kuat tangannya.
Suara ketukan pintu terdengar, Mila masuk ke dalam rumah Alhan dengan tatapan binggung karena Kristal sudah ada di rumah.
"Siapa kamu?" Han menatap tajam.
"Mila." Kris langsung berdiri.
Mila mengaruk kepalanya, dia baru saja lewat ingin pulang ke rumahnya, tapi melihat gerbang rumah terbuka berencana mencari tahu masalah Kristal, tapi Kris ada di dalam rumah.
"Kenapa kamu di sini?" Mila kebingungan.
"Apa maksudnya kamu?" Kris menatap Alhan.
"Kris, kita barusan ke rumah sakit bertemu dokter Rayan, tapi bagaimana bisa kamu di sini." Mila langsung berteriak histeris, tidak mungkin dia berhalusinasi.
Kristal menatap Han yang langsung mencengkram tangan Mila, mempertanyakan ke mana Rayan membawa wanita yang Mila antar.
Mila menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu. Dokter Rayan meminta bantuan, dan hanya mengantarkan saja selebihnya Mila tidak tahu apapun.
Kristal langsung menarik tangan Mila untuk membawanya ke tempat dia mengantar Muti, karena kemungkinan Rayan memiliki niat jahat.
"Kris masuk, kamu boleh pergi." Han meminta Kristal beristirahat.
Apri langsung melangkah pergi, langsung mencari bantuan untuk melacak keberadaan Rayan yang sudah membawa Muti pergi.
Kris menangis dalam pelukan Han, terus-menerus menghubungi Rayan agar mengembalikan kakaknya.
"Kak Han kita hampir berhasil, selesai ini kita akan membuat dia hidup dengan namanya, tapi sekarang kita kehilangan kak Muti." Kris mengusap air matanya berkali-kali.
"Aku akan menemukan dia, aku pastikan Muti akan kembali bersama kita." Han menghapus air mata Kris yang tidak berhenti menangis.
Tirta yang melihat kekacauan masih dalam mode binggung, dia tidak mengerti apa yang sedang dicari Kristal dan Alhan.
"Kenapa kalian mengkhawatirkan orang lain? pedulikan kesehatan kamu dan baby, menangis dan banyak pikiran rentan keguguran." Tirta menatap Han dan Kris yang binggung.
***
follow Ig Vhiaazaira
jangan lupa like coment Dan tambah favorit
vote hadiahnya ya
Sukses bwt
capek ketawa kalian matre kayak mama della.
ketawa ngakak pas sugar daddy🤦♀️🤦♀️ampun
Della pas liat dokter Ilham kan kaget
kristal yang sekarang adalah kristin dan muti adalah kristal bisa jadi begitu tapi entah karena apa ini kristal yang menggunakan identitas itu🤭🤭🤭biasa otak netizen