Seorang Pria tua yang di sebut sebagai Manusia Terkuat di dunia Kultivasi, Kekuatan Pria tua itu tidak perlu di tanyakan lagi, Musuh - musuhnya takut hanya mendengar namanya saja. Hal tersebutlah yang membuat dia tidak memiliki satu seorang teman ataupun keluarga.
Hanya kehampaan yang Pria tua rasakannya sekarang, Kerena hal itu Pria tua tersebut meminta kepada Dewa untuk memberikan sebuah dunia menarik untuknya, Dewa mengabulkan dan Mereinkarnasi Pria tua tersebut ke sebuah dunia Baru.
Apakah Pria tua tersebut dapat berdirii puncak dunia di dunia yang baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 31 - Pertandingan.
Pagi hari Arthur dan Clara pergi menuju ke tempat arena bersama keluarga mereka berdua.
Dari kejauhan Clara melihat seseorang yang dia kenal. “Hira...” Ujar Clara dengan kencang.
Arthur dan Clara berkumpul kembali bersama Hira.
Baron berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke pinggir arena, Semua orang terkejut melihat Baron sedang membungkukkan badan dan meminta maaf atas kejadian 3 hari yang lalu.
“Karena ini demi kebaikan anak kami, Senior Baron tidak perlu meminta maaf.”
“Kami juga meminta maaf kepada anda sudah mengatakan hal – hal buruk kepada anda.”
Peserta dan penonton memaafkan Baron dan ada beberapa yang memujinya karena tidak malu untuk mengaku salah.
Jumlah penonton bertambah banyak dari pada 3 hari yang lalu, Mereka ingin melihat pertarungan generasi muda.
Baron menjelaskan bahwa pertandingan ini sebagai babak penyisihan yang bertujuan untuk mencari 4 generasi terhebat, 4 orang terhebat tersebut akan bertarung memperebutkan juara di arena utama milik kota ini.
“Saya di beri tanggung jawab untuk menjadi seorang wasit, Jika ada yang tidak menyetujui silahkan angkat tangan.”
Baron melihat bahwa tidak ada penolakan dari para peserta yang berarti mereka setuju bahwa Baron yang akan memimpin jalannya pertandingan.
“Terimakasih sudah mempercayai saya, Baiklah tanpa basa – basi untuk pertandingan pertama hari ini mohon peserta no 1 dan no 2 naik ke atas arena.”
Dua orang pemuda naik ke atas arena, Arthur melihat salah satu pemuda pengguna pedang dan satunya menggunakan belati sebagai senjatanya.
“Saya ingatkan sekali lagi, Ini merupakan pertandingan Persahabatan jangan mencoba membunuh lawan, Jika ada yang melakukannya jangan harap bisa lepas dengan muda.” Ucap Baron dengan tegas.
Arthur memandangi para peserta yang berdiri di sekelilingnya, Arthur melihat bahwa seluruh peserta yang ikut serta dalam pertandingan ini berumur 7 sampai dengan 8 tahun.
Saat Arthur melihat – lihat Para peserta, Pandangan Arthur bertemu dengan seseorang yang sedang memandang Arthur.
Anson yang dari tadi terus memandang Arthur dari kejauhan, Sejak masalah pertamanya dengan Arthur, Anson menjadi sangat membenci Arthur.
Arthur tidak memikirkan Anson dan mengubah pandangannya ke salah satu anak laki - laki yang berbadan kekar, Kekuatan laki – laki tersebut hampir mendekati Clara.
Pandangan Arthur kembali ke arena yang dimana ada dua pendekar yang sedang bertarung, Arthur melihat salah satu pemuda merupakan anak dari keluarga bangsawan, dan yang satunya merupakan Keluarga biasa saja.
“Sepertinya Pendekar Pengguna pedang yang akan menang.”
Perkataan Arthur benar – benar terjadi, Selang beberapa menit, Pemuda yang berasal dari keluarga bangsawan mulai terpojok, Walaupun anak tersebut berasal dari bangsawan tapi kekuatannya berada di bawah lawannya.
Arthur mengetahui bahwa pemuda bangsawan tersebut menggunakan banyak Pil untuk menambah kekuatannya, Sedangkan lawannya, Jika di perhatikan dengan teliti, Terdapat banyak luka di tangannya, Arthur berasumsi bahwa luka tersebut di dapatnya dari latihan berat yang dia lakukan.
Orang - orang melihat Pendekar yang menggunakan belati mengangkat tangan untuk memberi tanda bahwa dia menyerah.
Sesekali Jue menguap karena melihat pertandingan yang dia rasa membosankan, Jue berharap pertandingan selanjutnya tidak akan membuatnya tertidur.
Dua orang perempuan naik ke atas arena, Salah satu perempuan menggunakan busur dan perempuan lainnya menggunakan sebuah pedang sebagai senjatanya.
“Dia Hue, Anak dari keluarga bangsawan kelas satu.” Salah satu peserta yang berdiri di samping Arthur, Mengenali wajah Perempuan pengguna pedang tersebut.
Perempuan yang menggunakan Busur sebagai senjata juga merupakan anak dari keluarga bangsawan, Namun ia tidak terlalu terkenal karena keluarganya hanya bangsawan kelas 3.
Ketika Baron menyatakan pertandingan di mulai, Perempuan pengguna busur tersebut berlari dengan cepat untuk membuat jarak sebelum mengeluarkan serangan.
“Jika dia di latih oleh guru yang tepat mungkin dia juga akan menjadi salah satu pendekar terkuat.” Ujar Arthur setelah melihat serangan – serangan yang di lakukan perempuan tersebut sangat akurat.
“Sial, Jangan begitu pengecut, Serang juga aku dari dekat.” Perempuan Pengguna pedang menjadi kesal Karena ia tidak bisa mendekati lawannya dengan mudah.
Pengguna busur melihat sebuah pada lawannya.
“Jurus Pertama Busur Kilat.”
Sebuah anak panah melesat dengan sangat cepat, Pengguna pedang berusaha menghindar anak panah tersebut dengan melompat ke samping.
Pengguna Busur tidak menyia-nyiakan kesempatan, Perempuan tersebut melakukan serangan kedua dengan jurus yang sama, Tapi kecepatan anak panahnya menjadi 2 kali lipat.
“Sial, Aku harus menggunakan itu.”
“Bagaimana bisa. ” Pengguna panah terkejut melihat lawannya berubah menjadi asap hitam ketika anak panahnya mengenai dirinya.
“Jurus Langkah bayangan.”
“Kamu sudah kalah.” Pengguna panah mendengar sebuah suara dari belakang dirinya.
Perempuan tersebut menjatuhkan panahnya dan mengangkat kedua tangan. “Aku menyerah.” Ucapnya.
Penonton mulai bersorak, Mereka tidak menyangka bahwa Hue keluar sebagai pemenang, Bukan hanya penonton Jue juga kembali bersemangat dan tidak sabar menyaksikan pertandingan selanjutnya.
“Ini akan menjadi menarik.” Ucap Arthur dalam hati.
BERI LIKE DAN COMMENT