NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Tuan Muda "Kakak Ipar Ku, Candu Ku"

Ranjang Panas Tuan Muda "Kakak Ipar Ku, Candu Ku"

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Jessica_226

Dara adalah gadis cantik berusia 22 tahun. Dia harus terjebak dalam situasi yang sangat rumit di mana dia harus menghadapi dua pria yang sama-sama mencintainya. Yang satu sebagai tunangannya, sedangkan yang satu adalah adik dari tunangannya.

Dara selalu dihadapkan dalam sebuah situasi yang sulit dan rumit karena sang calon adik ipar begitu pemaksa dan suka mengambil keuntungan darinya. Namun siapa yang menduga jika akhirnya Dara malah terjebak dalam perasaan tak wajar itu.

Akankah dara bisa lepas dari jerat cinta calon adik iparnya, atau dia tetap menikahi calon tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jessica_226, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puber Kedua

Grepp...

Ken menahan tangan Kai yang hendak memukulnya. Dengan emosi yang menggebu-gebu. Ken melayangkan tinjunya pada wajah Kai dan membuat pria itu terjengkang kebelakang.

"Berhentilah bersikap bodoh, Kai!! Di dunia ini, Wanita bukan hanya Dara saja. Dan sebaiknya terima saja kenyataan jika dia bukanlah jodohmu!!"

"Ken, kau memang brengsek!!" Teriak Kai penuh emosi.

"Dari pada kau sibuk mengganggu istriku, sebaiknya kau bertanggung jawab pada wanita yang telah kau hamili!! Bukankah kau dan Anna sama-sama memiliki otak licik dan gila harta, kalian akan jadi pasangan yang sempurna!!"

Kai kembali menerjang tubuh Ken, tapi kali ini berhasil dihindari oleh pemuda itu. Dia berhasil menghindari pukulan Kai yang berpusat pada ulu hatinya.

Ken menyeringai. Sebuah bogem mentah mendarat mulus pada wajah dan perut Kai, membuat pria itu tersungkur di lantai dengan luka sobek pada sudut bibirnya.

"Jika bukan karena aku masih memandang kau sebagai anak Mama, pasti aku sudah menghabisimu!! Berhenti mencari masalah denganku, apalagi ikut campur urusan rumah tanggaku dan Dara. Atau kau akan menanggung akibatnya!!"

"AARRKKHH...!!"

Kai berteriak marah. Dengan emosi dia menghancurkan apapun yang ada di dekatnya, napasnya naik-turun. Mata hitamnya menatap Ken yang semakin menjauh dengan tatapan membunuh.

Dia bersumpah akan membalas semua yang telah pemuda itu lakukan padanya. "Dasar lemah!!" Kai menoleh dan mendapati Anna berdiri di pintu kamarnya sambil bersidekap dada.

Kai yang masih di kuasai emosi langsung mencekik leher Anna. "Diamlah ******!! Jangan sampai aku menghabisimu detik ini juga!!" Ujar Kai dengan emosi yang berapi-api.

Anna menyentak tangan Kai dari lehernya dan balik mencekiknya. Tubuh pria itu dihimpit ke tembok oleh si wanita.

"Jangan coba-coba mengancam ku!! Ingat Kau Lu, kartu As-mu ada di tanganku. Jika kau tidak ingin sampai membusuk di dalam penjara. Sebaiknya jangan banyak bertingkah!!"

Anna melepaskan cekikanya dan meninggalkan Kai begitu saja. Dan sikap wanita itu membuatnya semakin marah dan emosi. Ken saja sangat sulit dihadapi, dan sekarang malah muncul satu benalu lagi.

"Anna, tunggu dan lihat saja. Aku pasti akan menghabisimu terlebih dulu!!"

-

-

-

Cklek...

Dara baru saja keluar dari kamar mandi saat terdengar suara pintu di buka dari luar dan memenuhi setiap inci penjuru ruangan. Wanita itu membelalakkan matanya ketika melihat sisi wajah Ken yang berlumur darah.

"Ken, kau kenapa?!" Tanya Dara yang entah sejak kapan sudah ada di depan Ken.

Wanita itu mengambil beberapa lembar tisu lalu menekankan pada pelipis Ken yang terus mengeluarkan darah segar. Lalu Dara menuntun suaminya untuk duduk.

Setelah membersihkan darah di wajah dan sekitar lukanya. Terlihatlah sebuah luka menganga di sana. Dan itu masih luka yang sama seperti luka sebelumnya.

"Apa ini perbuatan, Kai? Apa dia yang memukulmu sampai begini? Kenapa kau diam saja dan tidak menghindar?" Tanya Dara sambil mengunci sepasang biner milik suaminya.

"Dia memukulku tiba-tiba dan aku tidak sempat menghindar." Jawabnya.

Dara mendesah berat. Setelah memastikan darahnya benar-benar bersih. Kemudian wanita itu menutup luka tersebut dengan perban dan merekatkan menggunakan plaster.

"Aku akan membuat perhitungan dengan bajingan itu!!"

Ken menahan lengan Dara dan menggeleng."Tidak perlu, dia psycho, aku tidak mau jika dia sampai berbuat yang tidak-tidak padamu. Tetaplah di sini, tunggu sebentar, aku mandi dulu setelah ini kita makan malam bersama-sama." Ucap Ken yang kemudian di balas anggukan oleh Dara.

"Huft, baiklah."

-

-

-

"Pa, apa yang kau lakukan? Kembalikan ponselku!!" Pinta Devan menutut.

Alih-alih menuruti. Tuan Jung malah membawa ponsel milik Devan ke kamar mandi. "Jangan pelit pada orang tua sendiri, atau kau ingin kuburan mu sempit?!" Seru Brian Jung dari dalam kamar mandi.

"Tapi Papa keterlaluan, sudah tau aku baru mendownloadnya pagi ini dan belum melihatnya sama sekali, tapi malah Papa yang melihatnya lebih dulu." Seru Devan melayangkan protesnya.

"Diamlah anak durhaka!! Sebaiknya kau mengalah pada Papamu sendiri, dan satu lagi, biarkan Papa melihatnya agar bisa mempraktekkannya setelah Papa menemukan Mama baru untuk kalian berdua."

"Dasar pria tua tak tau diri. Sudah tua juga masih saja berpikiran seperti anak muda. Ingat umur, Pa!!"

Brian adalah pria normal. Dia juga merasakan kesepian dan merindukan sebuah belaian.

Jika saja Dara dan Devan tidak menghalanginya untuk menikah lagi, pasti Brian sudah menikahi wanita pilihannya. Tapi kedua buah hatinya itu malah tidak mengijinkannya untuk menikah lagi.

Beruntung mereka telah pulang kekediaman keluarga Jung, jika saja masih di kediaman Nyonya Lu, mungkin Devan akan sangat malu dengan tingkah dan kelakuan ayahnya.

"Takdir hidup macam apa ini, punya ayah satu saja tapi anehnya tidak ketulungan!!" Tak ingin semakin pusing, Devan pun memutuskan untuk pergi mencari hiburan diri.

-

-

-

Glukk..

Susah payah Anna menelan salivanya saat melihat Ken yang sedang menuruni tangga. Melihat pemuda itu memakai kemeja lengan terbuka dengan dua kancing teratasnya yang dibiarkan, membuat wanita itu panas dingin tak karuan.

Anna merasakan bagian bawahnya lembab dan basah. Sepertinya wanita itu sudah mulai terangsang. Dan hal itu langsung disadari oleh Dara. Wanita itu menyeringai sinis.

"Heh, sepertinya ada yang baru saja membuka topeng aslinya." Ucap Dara setengah menyindir.

Anna yang merasa tersindir pun langsung menoleh padanya."Kenapa kau bicara begitu sambil melirikku?" Tanya wanita itu meminta penjelasan.

"Memangnya kenapa aku harus membicarakan mu? Ini, aku sedang menonton drama favoritku." Dara menunjukkan sebuah video pada Anna. "Tunggu, kenapa kau malah tersindir?"

"Siapa yang tersindir? Aku tidak tersindir, sebaiknya kau jangan asal tuduh!!"

"Aku tidak menuduh-mu, kau saja yang terlalu sensitive, aku membicarakan drama yang sedang aku tonton. Tapi kau malah tersinggung." Tutur Dara.

Melihat kedatangan Jia, tak lantas disia-siakan oleh Anna. Wanita itu langsung berpura-pura memasang mimik muka sedihnya seolah-olah dia baru saja ditindas oleh Dara.

"Dara, kenapa kau sangat tega padaku? Kenapa kau malah menuduhku sebagai wanita murahan, aku adalah kekasih Kai di masa lalu. Bukankah kau dan dia sudah berpisah dan menikah dengan Ken, tapi kenapa kau masih cemburu dengan kedekatan ku dan Kai?"

Dara memicingkan matanya. Wanita itu hanya menyeringai sinis, sepertinya Anna berusaha untuk menjebaknya, tapi rupanya wanita itu belum tau dengan siapa dia berhadapan.

"Kak Anna, aku tidak tau apa salahku padamu, sampai-sampai kau berusaha memfitnahku. Aku sudah menikah dan memiliki suami, jadi mana mungkin aku cemburu dan marah padamu hanya karena kau dan Kai dekat. Lagipula kau adalah Ibu dari anak Kai, jadi wajar jika kau dan dia bersama." Tuturnya.

Seringai kembali tercetak di bibir ranum Dara. Melihat emosi di mata Anna. "Kau sudah mencari lawan yang salah!! Karena aku bukanlah wanita bodoh yang mudah untuk kau manfaatkan." Ujar Dara membatin.

Dara bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Namun langkahnya di hentikan oleh Jia."Sayang,kau mau kemana?" Tanya Jia.

"Ma, aku tidak lapar. Kalian makan malam duluan saja." Ucap Dara dan pergi begitu saja.

Ken mengurungkan niatnya untuk duduk dan menyusul Dara yang berjalan menuju kamar mereka. Anna yang melihat perhatian Ken untuk wanita itu menjadi kesal sendiri.

"Sial, kenapa wanita itu malah lebih beruntung dari pada diriku!!"

"Anna, ini semua karena dirimu. Kau yang sudah membuat menantuku tidak makan malam. Kau makan malam sendiri saja, aku sudah tidak nafsu lagi!!"

"Aarrkkhh!! Kenapa wanita itu malah membela Dara dan memarahiku?! Lihat saja setelah aku menikah dengan Kai,aku pasti akan menendang kalian semua dari rumah ini!!"

-

Bersambung.

1
Rotua Intan Hutagalung
Luar biasa
Triestya Mayliena
lama2 ini cerita kok jadi sadis yah...bingun...mau nerusin baca, apa istrhat dulu yah hehehe
Triestya Mayliena
thoooor...org2 di crt ini kok kejam2 yah...ini crt percintaan apa pembantaian siiih/Smug/
Triestya Mayliena
knp selena gak di ambil dean,gmn sih thour...membuat aq bingung dgn jln crtnya.
Triestya Mayliena
knp si anna msh di rmh mm.jia sih....buang aja org gila itu,toh sdh ketahuan kejhtan nya.
Triestya Mayliena
krn ada udang di balik bakwan,kai mau menikah dgn dara/Joyful/
Triestya Mayliena
waduuuh...knp ken lngsng pergi aja sih....
Qaisaa Nazarudin
Akhirnya nya End .Bagus thor aku suka Alur novel mu,Singkat padat dan jelas,tidak bertele-tele,Bab juga gak panjang sampai ratusan,Yg hanya bikin para riders jenuh dan berhenti tengah jalan membanca nya kalo babnya sampai ratusan..Semangat berkarya ya thor,Semoga sukses dan sehat selalu..🤲🤲🤲⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺☕☕☕☕☕☕☕🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Doorr..Kan gampang gak oerlu banyak bacot..👏👏👏👍👍😄😄
Qaisaa Nazarudin
Aduuhh Ken tolong mama kamu jangan biarkan dia keluar rumah lagi,Bahaya tuh...
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 Makanya jangan kepo mom..😂😂
Qaisaa Nazarudin
mampos kau Anna,Tapi kenapa Ken melakukan di kamar? Apa gak ada ruangan khusus utk penyiksaan??
Qaisaa Nazarudin
Duh nelom lagi kelar tentang Anna dan Kai yg mengusik hidup Dara dan Ken.. Sekarang tambah lagi BAPAKNYA KAI udah keluar penjara..,🤦🤦🤦🤦😠😠😠
Qaisaa Nazarudin
Hanna??🤔🤔🤔😇😇😇
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku jadi menghawatir Mom Jia,Aku takut Anna akan nekat dan berbuat sesuatu ke Mom Jia,Kalo Dara mah gak ada seujung kuku nya Anna..Anna gak bisa berkutik kalo sama Dara..
Qaisaa Nazarudin
MEMATUT diri thor,Bukan MEMAGUT diri..😂😂🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkk malu gak tuh,Niat nya ingin memalukan Ken, Hujung2 dia yg gak di anggap...,😏😏😏
Qaisaa Nazarudin
Nah kebetulan sekali,Ini namaya suratan takdir,dengan cara begini tuhan mempertemukan anak sama bapaknya,Habis kau anna..
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang kalo Selena itu anaknya Dean secara tak sengaja..
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh Verdas Mom Jia,Dengan cara begitu dia bisa mengusir mak lampir dari sana,Kalo di usir secara paksa pasti dia gak mau.Nah dgn cara begini dia pasti gak sanggup lama2 di sini..🤣🤣🤣👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!