NovelToon NovelToon
Hanya Untuk Bella

Hanya Untuk Bella

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: irra

Mengandung yang panas-panas ..


Delan adalah pria pendiam dan dingin. Namun siapa sangka dibalik semua itu Delan tega merampas kehormatan seorang gadis belia yang memujanya yaitu Bella dengan memanfaatkan kepolosan dan perasaan gadis itu. Tidak seperti janjinya yang akan bertanggung jawab namun Delan malah pergi menggapai impiannya dan tidak pernah kembali

Bertahun-tahun Bella menunggu namun Delan tak kunjung kembali sampai akhirnya mereka tak sengaja bertemu dengan keadaan yang tak lagi sama, pria pujaan Bella itu sudah menikah dengan wanita lain


Jadi apa yang harus Bella lakukan??


Peran utama adalah sang pelakor, penasaran? baca selanjutnya ➡


Tinggalkan jejak , like & vote untukku ya 🖐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkenalan

🌹🌹🌹🌹

-

-

" Kukira kau tidur dikamar mandi." gerutu Aulia menepuk pundak Bella yang polos sambil menatap lekat belahan dada Bella yang terlihat sebagian, Aulia mengamati setitik warna merah kecil disana membuat Bella tiba-tiba menutupinya dengan telapak tangan

" Apa yang kau lihat? kau sudah tidak normal ya?" canda Bella berusaha mengecoh Aulia, ia menaikan gaunnya sedikit keatas menutupi kissmark kecil Delan disana

" Tentu saja aku masih normal, kau tahu aku sedang mengamati pria paling tampan disini." Bella tertawa pelan menutup mulutnya

" Itu yang sedang bicara, sayangnya sudah beristri. Pak Delan benar-benar tipeku, sikapnya selalu terlihat tenang namun penuh kharisma!" ucap Aulia. Bella tak menjawab, ia hanya diam lalu mengambil desert dengan toping strawberry diatas meja dimana semua hidangan ada. Ia mendengarkan suara Delan namun tak mau melihat kebelakang, itu membuatnya sakit mendadak

" Kemana pak Milan?"

" Aku tidak tahu." saut Bella dengan mulut mengunyah pelan dessert dengan lelehan coklat itu. Bella memberanikan diri menoleh kebelakang saat tak mendengar lagi suara Delan. Tapi Delan sudah tak ada di panggung membuat pandangan Bella mengedar kesana kemari

" Aku akan mencari pak Milan dulu." Bella hanya mengangguk membiarkan Aulia meninggalkannya seorang diri

Dan tiba-tiba tubuh Bella tersentak saat merasa sebuah jemari menyentuh pinggang rampingnya dari belakang. Bella tahu siapa pemilik tangan itu dari aroma maskulin yang dikenalinya. Bella menggeram kesal dengan Delan, bagaimana jika semua orang melihat tangan nakal itu. Gerutu Bella memasukan lagi sesendok penuh dessert kedalam mulutnya

" Apa kamu selapar itu?" tanya Delan bergerak kesamping Bella

" Aku benar-benar tak nyaman." saut Bella melirik kearah pangkal pahanya. Delan tersenyum lucu karena itu

" Mau bagaimana lagi, aku tadi benar-benar tidak tahan. Maaf aku mengeluarkannya didalam." saut Delan dengan tawa kecil

" Shut up, jangan bicara sembarangan ditempat terbuka seperti ini." gerutu Bella memelototkan kedua matanya

Senyuman kembali terbit dibibir Delan dan itu tak sengaja terlihat oleh Angela yang mencarinya. Wanita itu memperhatikan interaksi Delan dan Bella beberapa saat sebelum mendekati keduanya

Ehem

Deheman itu membuat senyum Delan menyurut. Saat itu Bella berbalik pada seorang wanita cantik yang berjalan dengan tubuh melenggak lenggok bak dipanggung acara peragaan busana, terlihat berkelas dimata Bella" Sayang .. " bahkan suaranya pun sangat merdu ditelinga Bella membuatnya iri dan hatinya memanas

Melihat Angela yang memandangi Bella Delan segera memperkenalkan sosok cantik dan anggun dimatanya itu." Eemh Angela dia Isyabella .. " Delan berhenti sejenak

" Dia sekertaris Milan." tambahnya membuat Angela tersenyum, mengamati wajah Bella yang dimatanya lumayan cantik

" Hay aku Angela, istri Delan. Aku juga mengenal Milan. Kami bersekolah disekolah yang sama." ucap Angela memperkenalkan dirinya dengan ramah sembari mengulurkan tangan

Bella memaksakan senyumnya pada wanita dengan mata biru yang sangat indah itu. Bahkan Bella yang seorang wanita pun terpana melihat mata itu apalagi pria? pikir Bella melirik Delan sebelum menjabat tangan Angela

" Panggil saya Bella." Sementara Delan tampak datar, pria itu mengambil gelas berisi wine diatas nampan yang disodotkan pelayan padanya

" Apa kalian sudah lama saling mengenal?"

" Saya mengenal pak Delan sejak beliau menjalin kerjasama bersama pak Milan." saut Bella tak memudarkan senyuman itu meskipun hatinya memanas, selain cantik Angela juga terlihat baik. Bella pikir wanita itu tampak sempurna tak kekurangan apapun

Bella jadi gugup dengan pandangan Angela padanya. Wanita itu jadi tak tahu apa yang harus dilakukan dan ia merasa terselamatkan saat Milan datang menyapa wanita cantik itu. " Hay cantik." sapa Milan pada Angela

" Milan sekarang kau sudah dewasa ya." saut Angela dengan senyum manis, keduanya bercipika cipiki dihadapan Delan dan Bella membuat Bella merasa heran, apa Delan tak cemburu melihat istrinya bersama Milan? apa orang kaya memang terbiasa seperti itu? pikir Bella melirik sejenak Delan yang menatapnya

" Hey kau pikir aku masih bocah culun yang selalu kau buli?"

" Ya kau terlalu culun saat itu, aku benar-benar tak tahan untuk tidak membulimu." keduanya tertawa dengan tangan Angela yang memukul pelan bahu Milan

" Angela kau sudah berkenalan dengan sekertaris cantikku?" tanya Milan sembari menggandeng pundak Bella yang terbuka dan Delan benar-benar tak menyukai itu. Pandangannya menajam pada tangan Milan, ingin sekali ia mematahkan tangan itu

" Kutebak, dia pasti bukan hanya sekedar sekertaris bukan?" canda Angela dengan tawanya

" Kau tahu aku sudah melamarnya berkali-kali tapi Bella selalu menolakku!" saut Milan dengan wajah pura-pura sedih

Uhuk

Uhuk

Mendengar ucapan Milan Delan terbatuk tiba-tiba, pria itu meletakan gelas dengan cairan merah itu diatas meja." Sayang .. berhentilah minum." gerutu Angela mengusap-usap dada Delan, pria itu menepisnya pelan karena merasa tak enak dengan Bella, entah kenapa ia tak mau melihat wanita itu sedih

" Aku kekamar mandi sebentar!" ucap Delan memutar tubuhnya dan menjauhi semua orang

" Huft .. " suara Angela dengan pandangan pada Delan sembari mengusap perutnya membuat Milan merasa heran, kini keduanya tampak tak semesra dulu

" Jadi sekarang Delan calon ayah?" Angela dibuat tersenyum dengan tebakan Milan

" Dan aku calon ibu." saut Angela tersenyum senang dan seketika itu juga hati Bella terasa patah. Bella juga merasa bersalah terhadap wanita didepannya ini, Bella menatap lekat, rasa tidak tega mendadak muncul apalagi wanita itu sedang mengandung darah daging Delan

" Congratulation .. akhirnya penantian kalian selama dua tahun ini berujung manis."

" Ya aku dan Delan benar-benar bahagia." saut Angela lalu beralih pada Bella yang tampak memaksakan senyumnya

" Bella terimalah Milan, kau tahu dia adalah pria yang baik. Dia sebelas dua belas dengan suamiku. Pendiam, pemalu apalagi ya .. "

" Setia .. " saut Milan dengan tawa

" Ya, kau tidak akan menyesal menikah dengan pria setia seperti Milan." ucap Angela menepuk pundak Bella . Sekali lagi Bella memaksakan senyumnya pada Angela

" Nikmatilah pestanya."

" Hey mau kemana?kita masih belum banyak bercerita."

" Aku harus menemui mertuaku, mereka baru saja datang." tunjuk Angela pada ayah dan ibu Delan bersama putri mereka yang cantik, siimut Pevita kini sudah beranjak dewasa

Bella tersenyum melihat keluarga Delan. Dulu saat masih menjadi pengasuh sikembar, ia cukup dekat dengan mereka. Tapi saat Mammy Bulan melihat kearahnya, Bella memutar tubuh, ia takut wanita itu mengenalinya dan akan membuat Angela curiga padanya dan Delan bila tahu ia mengenali Delan sejak dulu

Kedua jemari Bella saling merema*, sebenarnya ia ingin sekali menyapa ibu Delan tapi keadaan memaksa Bella untuk menyembunyikan dirinya. Hal itu terlihat dimata Delan, pria itu mematung beberapa meter darinya. Delan merasa tak tega melihat Bella, ia tahu dalam hatinya Bella merasa sakit melihatnya dan Angela. Dan Delan merasa menyesal mengundang wanita itu hanya karena kepentingan dirinya yang butuh kehangatan Bella

" Angel, bukankah ini sudah terlalu malam. Sebaiknya kamu pulang duluan. Kasihan bayimu." suara itu lembut ditelinga Bella. Terlihat sekali Bulan sangat menyayangi menantu wanitanya itu

Lalu Delan mendekat, ia ingin sekali memeluk Bella menenangkan wanita itu." Delan, bawa istrimu pulang. Tidak baik ibu hamil tidur terlalu malam." perintah Bulan

" Biar supir yang mengantar Angel, lagupula acaranya belum selesai." saut Delan

" Lebih penting mana acara ini dan Angela. Ada apa denganmu?"

" Baiklah-baiklah aku akan mengantarnya." gerutu Delan membuat Angela tersenyum, Delan tak pernah bisa menolak sang ibu makanya Angela lebih dekat dengan Bulan karena melalui wanita itulah Delan bisa takluk padanya. Didepan sang ibu Delan kembali merubah sikapnya pada Angela seolah tidak ada yang terjadi. Padahal selama seminggu ini keduanya masih perang dingin. Lalu Delan menggandeng wanita itu meninggalkan pesta untuk sesaat dan Bella yang membelakangi mereka

-

-

1
Nia Nara
Karakter bella di cerita ini agak gampangan ya
lisa lisa
astaga msh sangat bocah
Siti Juliana
lanjut kk
Siti Juliana
akhirnya kau kembali thor...
Muslimin Asifah
sama kak aku juga nangis baca novel ini
Nur Haena
lanjuttt kak😊
Wiwin
Luar biasa
Dewi Ansyari
Pevita yg sabar ya😭😭😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Astaga 😱 Kenzi benar2 jahat membunuh anak Pevita dan Milan yg masih seumur jagung 😭😭😭😭😭Bahkan hampir membunuh Eleanor😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Astaga 😱 menakutkan semoga saja Bayi dalam kandungan Pevita baik2 saja dan juga Eleanor😭😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Astaga 😱 kok jadi makin degdegan deh
Dewi Ansyari
Astaga 😱 sedih banget😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Semoga Milan bisa berjuang untuk Pevita dan Eleanor sedih banget😭😭😭
Dewi Ansyari
Astaga 🤦🏻 seharusnya Pevita jujur saja pa Mila kalo Dy punya putri Eleanor
Dewi Ansyari
Kasihan Pevita di marahi Laura 😭😭😭
Dewi Ansyari
Astaga Laura kayaknya akan jadi duri dalam daging deh, dan Dy akan membuat persahabatnnyna dengan Pevita kacau hufff
Dewi Ansyari
Pevita pasti akan menyesal dan menangis lagi atau malah trauma😔
Dewi Ansyari
Astaga 😱 Pevita kebablasan dan Milan kali ini membantu Pevita 😭😭😭😭
Dewi Ansyari
Astaga 😱 kenapa Milan dan Pevita bertemu lagi, ada apa ini thorr?
takutnya Pevita trauma lagi😔
Dewi Ansyari
Semoga Pevita selamat 😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!