NovelToon NovelToon
The Second Life

The Second Life

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Time Travel / Mengubah Takdir / Mengubah sejarah / Tamat
Popularitas:909.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nojaelin

Charlotte Mikaela Vanhoiren, yang ditetapkan sebagai Ratu dari Kaisar Vanhoiren ke-XX, dieksekusi gantung oleh Kaisar yang adalah suaminya sendiri dan dicap sebagai pengkhianat.

Saat berpikir tidak ada lagi kesempatan bagi Charlotte untuk membalaskan dendamnya, dia malah kembali ke saat di mana dia belum menjadi seorang Ratu.

Season 2:

Setelah Charlotte berhasil naik takhta menjadi seorang Kaisarina Vanhoiren I, Charlotte pun memulai rencananya untuk menyatukan keempat wilayah, termasuk Vanhoiren.

Selain itu, Charlotte juga harus mencari cara untuk menyatukan hubungannya bersama dengan Lucas. Berhasilkah Charlotte menggapai rencananya? Apakah Charlotte dan Lucas bisa bersama?

Rilis : Dua hari sekali (Sesuai kondisi author)

Cerita original Nojaelin
Cover The Second Life hanyalah visualisasi dan bukan milik Nojaelin

Kata per Chapter (kecuali Prolog dan Epilog) : 1000 - 1

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nojaelin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

XXX - Makan Malam

Aku meletakkan surat Jayden di dalam laci meja rias dan tetap diam selagi Holly dan Chloe mendandaniku. Sebentar lagi kereta Kekaisaran akan menjemputku untuk menemui Idris. Ya, makan malam dengan keluarga Kekaisaran. Dulu itu hal yang menakjubkan. Sekarang aku lebih tertarik dengan fakta bahwa aku akan bertemu Kaisar dibandingkan menikmati makan malam itu.

Dengan dandanan serba perak, aku menjadi terlihat jauh lebih menonjol. Idris pasti akan kaget setengah mati karena aku tidak memakai gaun yang dia berikan.

Aku tidak sabar melihat ekspresi kagetnya.

“Sudah selesai, Nona Winston,” kata Holly.

“Terima kasih, Holly ... dan juga Chloe,” ucapku kepada mereka berdua.

Aku melangkahkan kakiku keluar dari Istana Perunggu dan naik ke dalam kereta Kekaisaran yang sudah terparkir di depan halaman. Awalnya Chloe hendak menemaniku ke istana, tapi aku menolak dan memilih pergi sendirian.

Di perjalanan, aku mulai memikirkan hal-hal apa saja yang telah terjadi belakangan ini. Di mulai dari mana dulu, ya? Perginya Isla ke Istana Perak? Jujur saja semuanya berjalan dengan sangat cepat. Ava sibuk mencari cara memulangkan Isla kembali. Dan Isaac pasti terpukul karena Isla dalam status menghilang.

Lucas sedang berada dalam masa persiapan naik takhta. Kemungkinan besar beberapa saat ke depan, dia tidak akan mengunjungiku lagi. Aku memakluminya dan sedih dalam saat yang bersamaan.

Sehabis latihan bersama Hendery dan menjalin percakapan yang intens dengannya, aku akhirnya membaca surat dari Lucas dan agak terhibur. Jika aku membacanya saat Isla belum menghilang, aku pasti akan sangat tersentuh.

Charlotte, cintaku.

Ugh, kedengarannya terlalu gombal, ya?

Sebenarnya aku ingin mengaku padamu. Ini soal pertemuan kita dahulu di dalam gang yang gelap. Bukankah untuk bertemu seseorang yang spesial, gang gelap bukanlah tempat yang tepat? Ugh, aku minta maaf soal itu.

Aku pernah bilang jika pertemuan kita itu adalah takdir yang diberikan Dewi Kebajikan. Itu benar. Tapi yang paling benar adalah, Dewi Kebajikan sendiri yang memintaku untuk menemuimu dan membawamu ke Avnevous.

Tidak ada yang tahu alasannya. Bahkan Nenek Ava sekali pun. Dewi Kebajikan tidak memberitahukan alasannya dengan jelas kepadaku. Kupikir tidak ada yang spesial darimu, tapi makin lama kulihat makin aku tahu jika kau sangatlah menarik.

Semua yang ada pada dirimu adalah satu hal yang sempurna. Intinya, aku jatuh cinta padamu. Aku tahu aku sudah mengatakannya padamu secara langsung, tapi mengatakan ungkapan rasa sayang seperti ini sebanyak apa pun tidaklah salah, bukan? Aku tahu kau sedang tersenyum sekarang. Karena aku lucu.

Surat ini akan jadi lebih panjang jika aku menumpahkan seluruh perasaanku ke dalam tulisan. Oleh karena itu, di saat kita akan berada dalam suatu hubungan pernikahan, aku pasti akan bercerita banyak padamu.

Jadi, tolong nantikan hal itu. Dan yang terakhir, jangan sampai si brengsek itu menyentuhmu. Oke?

Tertanda, Lucas yang imut.

 

Sebelum membaca surat Lucas, aku sempat membuka kotak pemberian Isla yang kulupakan juga. Di kotak itu terdapat secarik kertas berisikan mantra sihir yang kupakai untuk Hendery. Ya, sihir perintah. Sihir ini menguras mana dan hanya bisa dipakai maksimal tiga kali dalam sehari.

Aku mempelajarinya secara cepat kemarin malam dan berhasil dipraktekkan dalam sekali coba.

Hendery menyetujui segala kesepakatan kami dan mau menjadi sekutuku. Aku memberikan beberapa rencanaku dan informasi tentang pengguna sihir kegelapan kepadanya. Beberapa rencana dikoreksi olehnya karena terlalu berisiko.

Menggulingkan Kaisar bodoh.

*

Aku sampai di Istana Kekaisaran Vanhoiren.

Jack menyambutku seperti biasa. Tidak ada percakapan penting yang terjadi di antara kami. Tanpa mengatakan apa pun, kami tahu jika lebih baik kami tidak berusaha untuk saling akrab.

Para pelayan yang kami lewati menunduk hormat hingga sampai di depan pintu ruang makan. Pintu diketuk dua kali oleh Jack, lalu dibuka oleh prajurit yang berjaga di dalam. Kaisar, Ratu, dan juga Idris sudah duduk manis di depan meja makan panjang.

Aku masuk sendiri tanpa Jack dan langsung menunduk untuk memberi salam. “Semoga Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Ratu, dan Yang Mulia Putra Mahkota diberkati Dewi Kebajikan.”

“Selamat datang Nona Winston. Duduklah di mana saja yang Nona inginkan,” kata Kaisar.

Aku memilih duduk di hadapan Idris dari sekian banyak kursi. Kaisar dan Ratu duduk di ujung meja dengan saling berhadapan juga, sedangkan aku dan Idris berada di tengah di antara kursi lain.

Kaisar memberi kode pada para prajurit dan mereka pun keluar. Berganti dengan beberapa pelayan yang masuk dan mengantarkan makan malam kami di atas meja. Menatanya sedemikian rupa agar terlihat cantik dan menggiurkan.

“Akhirnya kita bisa berkumpul tanpa satu pun orang yang menganggu,” ucap Kaisar. Dia mengangkat minumannya dan berdiri. Kami semua ikut berdiri dan mengangkat minuman kami. “Demi kelangsungan Kekaisaran Vanhoiren!”

“Semoga diberkati Dewi Kebajikan!” seru kami semua lalu meneguk minuman itu dan duduk kembali.

Kami lalu menyantap makan malam yang tersedia sambil membicarakan tentang pertunangan agar statusku sebagai Putri Mahkota resmi.

“Jika kau mau mundur, sekaranglah saatnya, Nona Winston,” kata Ratu sengit. “Menjadi pasangan Kaisar bukanlah hal yang bisa kau anggap remeh.”

“Ibunda, jangan begitu pada calon penerusmu,” tegur Idris.

Ratu mengernyitkan dahi. “Kau serius ingin membuat Nona Winston menjadi Ratu? Apa kau tidak ingin mengangkatnya menjadi Permaisuri saja dan memberikan posisi Ratu pada wanita yang lebih pantas?”

Aku tersenyum. Untuk tata krama, aku menunggu perdebatan mereka mereda dibandingkan harus ikut berargumen dan membuat suasana lebih memanas. Apalagi, aku tidak disukai oleh Ratu karena hanya berasal dari bangsawan setingkat Viscount.

Idris melirikku sekilas. Sepertinya ingin melihat reaksiku karena ucapan Ibunya sendiri. “Charlotte adalah calon istri yang pantas menyandang gelar Ratu. Ibunda tahu kan jika aku menghargai Ibunda? Apakah tidak ada hal lain yang Ibunda pikirkan selain kepantasan dan ketidakpantasan yang hanya dilihat dari latar belakang semata?”

“Lagipula kita di sini ingin membahas tanggal pertunangan Idris dan Nona Winston. Istriku, jangan mengubah topik ini lagi,” tambah Kaisar.

“Sepertinya ucapanku di sini sudah tidak dianggap, ya?” Ratu terkekeh. “Terserah kalian saja. Aku tidak akan berkata apa pun lagi. Makan malam ini pun bukan keinginanku juga.”

“Istriku ....”

Ratu berdiri dari tempat duduknya. “Jangan memanggilku untuk urusan sepele seperti ini jika kalian tidak mau mendengar ucapanku lagi. Aku pergi.”

Blam!

Pintu tertutup bersamaan dengan perginya Ratu yang meninggalkan kami bertiga dalam posisi canggung. Yah, begitulah tabiat Ratu.

“Nona Winston, jangan dipikirkan soal itu,” kata Kaisar. “Aku menghormati seluruh ucapan Anakku Idris dan juga keinginan kalian berdua.”

“Yang Mulia Kaisar tidak perlu khawatir. Di sisi lain saya sedih karena Yang Mulia Ratu tidak suka hubungan ini. Tapi jika Yang Mulia Kaisar mendukung kami seperti ini, saya dan Idris akan baik-baik saja,” kataku pada Kaisar.

Idris tersenyum. “Terima kasih, Ayahanda. Apa yang dikatakan Charlotte benar.”

Kaisar pun tersenyum dan mengangguk paham.

1
@Biru791
yah hiatus
Ni Ketut Patmiari
ceritanya bagus, sayang like nya dikit
Ni Ketut Patmiari
ayok tetap kuat ratu.... singkirkan semua penjahat
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Auriliya Mawadah
semangatku ada di like eps mu Thorrr. mangattt
Auriliya Mawadah
Masya Allahhh
Sulati Cus
oh apakah di king jg di hidupkan kembali
Sulati Cus
ibu Ratu terlalu pede keknya😂tanpa jd ratu dr anakmu, Charlotte udah calon ratu negeri lain
Sulati Cus
oh y ampun narzis nya kambuh
Sulati Cus
pasti si rambut cabe merah😂
Sulati Cus
kyknya rose klan penyihir
Dewi
Masih penasaran siapa yang memberi pengulangan waktu kepada Charlotte, apa mungkin perwujudan dari Hawa, atau mungkin saja Dewi
Dewi
Kayaknya ada yang memberi tuduhan palsu, direkayasa seakan nyata
est
kayaknya rose anak selir tu dech yg punya ilmu hitam utk nguasai kerajaan
est
yg punya ilmu hitam jangan2 rose krn katanya perempuan
est
apa bisa ndak usah menikah ma idris ndak rela
Linda Lie
Sangat ditunggu lanjutannya thor.. Semangat
Linda Lie
kok Idris matinya enak2 aja ya
Linda Lie
Kapan sih Idris dicampakan sm Charlotte,, udh jijik bgt liat raja sialan itu
Linda Lie
Kaisar sialan, jalang trs yg diurusin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!