NovelToon NovelToon
Hello Wife

Hello Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:422.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Sebelumnya ia berpamitan untuk pergi ke toko membeli keperluan kedua putra kembar kami. Tetapi ia tidak kunjung kembali dan aku sangat khawatir.

Berbagai cara aku lakukan untuk mencarinya baik lewat jalur udara maupun laut. Hingga bertahun tahun lamanya.

Aku berpikir sesuatu yang buruk terjadi padanya. Sampai aku melihatnya dengan pria lain di Instagram. Seketika hatiku hancur, kaki ku terasa lumpuh. Istriku tega mengkhianatiku dan meninggalkan kedua putra kembar kami.

Aku menyimpan rahasia ini sendirian tanpa memberitahu kedua putra kembar ku, dan memutuskan untuk merawat dan membesarkannya.

Sampai suatu hari, aku terpaksa menikahi seorang gadis salah satu pasien rumah sakit jiwa.


Hay kakak semua, ada novel baru nih yuk kepoin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada hantu

"Bu!" panggil Galaksi, menatap ke arah Tianyfa berdiri di ambang pintu kamar membawa dua gelas susu di atas nampan.

Tianyfa tersenyum, lalu menghampiri mereka berdua. Nampan di letakkan di atas meja.

"Ibu di sini." Gerhana menepuk nepuk kasur, sementara Galaksi menggeser duduknya ke tepi.

Tianyfa menganggukkan kepalanya, lalu naik ke atas tempat tidur. Duduk ditengah, di antara Galaksi dan Gerhana.

"Kalian sedang apa?" tanya Tianyfa memperhatikan laptop yang di pegang Gerhana.

"Ini bu, lagi nonton film komedi" Kata Gerhana.

"Kalian sudah belajar?" tanya Tianyfa melirik ke arah Galaksi dan Gerhana bergantian.

"Sudah bu!" sahut Galaksi.

"Kalau begitu, ayo nonton lagi." Ajak Tianyfa.

Sementara itu, Ken yang berada di kamar sebelah, menunggu Tianyfa. Sayup sayup terdengar suara gelak tawa dari kamar Galaksi. Ken menautkan kedua alisnya, menajamkan pendengarannya. Tidak biasanya, ia mendengar suara gelak tawa kedua putranya. Tapi malam ini berbeda, Ken bisa mendengar dengan jelas putra kembarnya tertawa bersama Tianyfa.

Ken beranjak turun dari atas tempat tidur, melangkahkan kakinya menuju kamar Galaksi. Ia berdiri di ambang pintu yang terbuka, memperhatikan anak dan istrinya sedang tertawa.

"Ayah?" Sapa Gerhana menoleh ke arah Ken.

"Mau ikut gabung?" tanya Galaksi.

Ken menggelengkan kepalanya.

"Boleh, ayah pinjam ibumu?" tanya Ken.

Gerhana dan Galaksi mengangguk.

"Boleh!" sahut mereka berdua.

"Tian, ayo turun!" perintah Ken.

Tianyfa mengikuti perintah Ken. Ia turun dari atas tempat tidur, berjalan mendekat.

"Anak anak, kalian jangan tidur malam malam ya!" pesan Ken sebelum menutup pintu.

"Iya yah!" sahut mereka berdua.

Ken menutup pintunya, lalu merangkul bahu Tianyfa. Berjalan bersama menuju kamar pribadinya.

Sesampainya di kamar, Ken mengajak Tianyfa berbincang. Tapi sebelumnya, Ken memberikan Tianyfa es cream yang sudah di sediakannya.

"Kau mau?" tanya Ken.

Tianyfa menganggukkan kepalanya. "Iya."

"Duduk di sini." Ken meminta Tianyfa duduk di pangkuannya, lalu ia berikan es cream tersebut.

"Kau suka?" tanya Ken, tangannya terulur menyibakkan rambut Tianyfa yang menghalangi wajahnya.

"Suka!" sahut Tianyfa tersenyum lebar.

Ken ikut tersenyum, lalu mengambil tisu di sampingnya. Menyeka bibir Tianyfa yang belepotan bekas es cream. Perlahan Ken mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir Tianyfa. Namun, tiba tiba saja Tianyfa begidik, membuat Ken menjauhkan bibirnya.

"Kenapa?" tanya Ken.

"Merinding, ada hantu?" mata Tianyfa melebar. "Kata bibi, kalau merinding berarti ada hantu?"

Ken menarik napas dalam dalam, antara kesal dan ingin ketawa mendengar pernyataan istrinya.

"Iya, memang ada hantu." Kata Ken.

Tianyfa langsung memeluk tubuh Ken erat.

"Di mana hantunya?" tanya Tianyfa pelan.

"Aku hantunya!" sahut Ken kesal.

"Kau? hantu? hahahaha!" Tianyfa tertawa terbahak bahak membuat Ken tambah kesal.

"Ck!" decak Ken kesal.

"Aku takut hantu!" Tianyfa turun dari pangkuan Ken, lalu meletakkan kotak es cream di atas meja, setelah itu ia naik ke atas tempat tidur. Menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

Ken beranjak dari kursi, lalu mendekati Tianyfa yang sembunyi di balik selimut.

"Arrgh!" Ken mengulurkan tangan, menakut nakuti Tianyfa.

Namun Tianyfa hanya tertawa cekikikan di balik selimut, seolah olah Ken sedang mengajaknya bercanda.

"Pukk!"

Ken menepuk keningnya sendiri, berdiri tegap memperhatikan Tianyfa yang sembunyi di balik selimut.

"Tian, aku bukan mengajakmu bercanda." Kata Ken.

"Lalu?" Tianyfa membuka separuh selimutnya lalu menatap ke arah Ken.

"Aku mau....?" Ken tidak melanjutkan ucapannya.

"Mau apa?" tanya Tianyfa, menyingkapkan selimut menatap ke arah Ken.

"Aku mau kamu!" seru Ken seraya menghempaskan tubuhnya hendak memeluk Tianyfa.

Namun apa yang terjadi? Tianyfa kaget, lalu turun dari atas tempat tidur dan berlari ke arah pintu.

"Hantuuu!!"

Ken yang cuma bisa memeluk guling, tangannya memukul tempat tidur.

"Ahh gagal lagi!"

***

Ke-esokan paginya. Setiap kali Tianyfa mendekatinya, ia berjalan menjauh. Tianyfa yang tidak mengerti terus mengikuti langkah Ken hingga di ruang makan.

"Minum dulu susunya." Kata Tianyfa.

"Tidak mau!" sahut Ken.

"Roti?" tawar Tianyfa.

"Nggak mau!" jawab Ken ketus, bibirnya manyun.

"Terus, kamu mau apa?" tanya Tianyfa lagi.

"Aku tidak mau apa apa, bawel!" seru Ken kesal.

Tianyfa mengulum senyumnya, di ikuti Galaksi dan Gerhana yang sedari tadi memperhatikan tingkah konyol ayahnya.

"Mungkin ayah lagi datang bulan, bu." Celetuk Galaksi di akhiri tertawa kecil.

"What??" mata Ken melebar menatap Galaksi.

"Mungkin Ken butuh obat." Timpal Ningrum dari arah pintu.

"Hei, kalian bekerjasama membuly ku." Rutuk Ken.

"Tidak!" jawab Ningrum lalu duduk di kursi.

"Awas ya kalian, aku balas." Ken duduk di kursi, di ikuti Tianyfa. Sebenarnya Ken tidak benar benar kesal pada istrinya. Ia merasakan suasana rumah dan kedua putranya sangat berbeda sejak kedatangan Tianyfa. Lebih hangat, canda tawa terlontat indah di meja makan.

Sementara di lain hati. Ada Elmira yang benar benar telah gelap mata. Bukannya mengakui kesalahannya yang sudah meninggalkan Ken dan kedua putranya, malah memikirkan cara bagaiman memisahkan Ken dan Tianyfa. Bagaimana caranya supaya kedua putranya membenci istri kedua mantan suaminya.

"Aku harus meminta tolong mama, supaya niatku berlancar dengan baik." Gumam Elmira, duduk di kursi menatap kosong ke halaman rumahnya.

"Tapi aku tidak mau mengotorinya dengan tanganku, aku bisa meminjam tangan orang lain." Ucapnya pelan. Lalu berdiri, melipat kedua tangannya di dada.

"Tianyfa, berani sekali kau ambil posisi yang seharusnya masih menjadi milikku."

Elmira senyum senyum sendiri, otaknya di penuhi dengan rencana. Di mulai dari rencana A, hingga rencana B.

"Aku tidak akan menyerah, wanita itu harus aku singkirkan!"

1
Gattan
seru thor
Kurnit Rahayu
jngan2 tianyfa ank konglomerat ge
Bundanya Naz
maaf..nggantung nih ceritanya thor?🙏🏼.. semoga msh ada extra part ya
langit biru
wah karya barunya menantang.cerita cinta oleng sejenis🙈
langit biru: pedang x pedang😅
total 2 replies
langit biru
huhuhuhu...dah end nih....????rasanya gabisa pisah ma tyanifa dan ken...juga si gerhana galaksi😭😭😭
lope lope bwat mereka semua....peluk onlen bwat othornya...Makasiiih untuk ceritanya.
jgn lupa kasih extra part ya😘😘😘😘
Risfa
peluk jauhh dariku tian 😍
siyah
hilang ke mna thourrrr
Shavina Abista
Thor kenapa beberapa cerita GK di lanjutkan,dan jarang up untuk yg on going
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
lanjut
🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ​᭄
Aku mmpir nih ka..

Salam dri " Reinkarnasi untuk Balas dendam "
🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ
semangat
Ayu Erdhiyan
lsnjut
Ayu Erdhiyan
lanjutlah
Beast Writer
tianyfa
Beast Writer
pembunuhan karena mencintai?
akifa
ayo up, up, up...
🔵🍁섹시퍼머넌트𒈒⃟ʟʙᴄ
sampe lupa napas ung bacana
Hhhhh
lanjut makk,mngatt
Aryna Harefa Aryna
yah satu episode doang thour
Suci Aliana Putri
hadeh....
EDZARD RAFFASYA
ya Allah Thor sekian lama baru up skrg....lanjut Thor...semangat ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!