Menikah dengan orang yang dicintai adalah kebahagiaan yang luar biasa. tapi apakah kebahagiaan itu akan bertahan lama jika seorang malaikat kecil tidak ada di tengah keluarga kecil itu?
Ella yang tidak bisa hamil dipaksa harus menerima pernikahan kedua sang suami.
Karena kekejaman sang suami membuat Ella tidak tahan dan meninggalkan surat gugatan cerai serta pergi meninggalkan rumah dengan luka dihati dan luka di tubuhnya.
"Ada syarat agar bisa sepenuhnya sembuh dari luka, yaitu kamu tidak boleh memaksakan diri untuk menghapus lukamu, kamu harus menerima luka itu, tiap luka akan menjadi peta untuk kehidupanmu, jadi alih-alih untuk menyembuhkan luka itu, bagaimana kamu mencoba untuk menerimanya saja?" ujar seorang pria pada Ella
Bagaimana lika-liku perjalanan pernikahan serta kehidupan seperti apa yang akan dilalui Ella?.
****
Instagram : @Latyvolia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sangat Cocok Bila Bersama Denganmu
Reiner menatap Ella dengan raut wajah yang tidak biasa "Lalu, apa yang kamu lakukan?" tanya Reiner hati-hati
"Pergi, dan meninggalkan surat cerai" jawab Ella dengan cepat tanpa adanya beban
Reiner tampak terkejut, ia pun tersenyum tipis "Apa dia menandatangani surat itu?" tanya Reiner lagi
"Aku tidak tau" ucap Ella sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan
Reiner semakin penasaran dengan kehidupan Ella, bagaimana bisa seorang wanita bisa memikul beban yang sangat berat itu "Bagaimana dengan kehidupanmu kedepannya?" tanya Reiner
Ella menghentikan langkahnya "Tidak tau, aku mungkin tidak akan menikah lagi atau bahkan tidak akan jatuh cinta lagi" ucap Ella tanpa pikir panjang sambil melihat keatas
Reiner juga ikut menghentikan langkahnya, senyuman diwajahnya kini langsung menghilang, ia menampilkan raut wajah yang sangat suram
Ella merasa sedikit aneh, ia tidak mendengar adanya jawaban yang keluar dari mulut Reiner, ia pun mulai memutar lehernya untuk melihat kesamping "Untuk apa kamu bertanya tentang masa laluku?, apa kamu merasa kasihan padaku?" tanya Ella yang mulai menyadari ekspresi aneh pada wajah Reiner
"Tidak, aku hanya bertanya saja, apa itu salah?" tanya Reiner lngsung mengubah ekspresinya menjadi datar
"Dia mirip seseorang, tapi aku lupa siapa orang itu" batin Ella sambil menatap Reiner dengan intens
Reiner merasa ada yang menatapnya begitu lama, ia melihat kearah Ella hingga kedua mata mereka bertemu "Apa ada benda asing di wajahku?" tanya Reiner sambil meraba wajahnya
"Ah ... Tidak, aku hanya merasa aneh karena kamu bertanya tentang masa laluku" ucap Ella sambil mengalihkan pandangannya kesembarang arah
"Aku hanya bertanya saja" ucap Reiner dengan memalingkan wajahnya menatap lurus kedepan
"Kau kesini karena berobat bukan?"
"Benar" ucap Ella sambil mengangguk
"Ada syarat agar bisa sepenuhnya sembuh dari luka yaitu kamu tidak boleh memaksakan diri untuk menghapus lukamu, kamu harus menerima luka itu, tiap luka akan menjadi peta untuk kehidupanmu , jadi alih-alih untuk menyembuhkan luka itu, bagaimana kamu mencoba untuk menerimanya saja?" ucap Reiner dengan memotivasi Ella
Ella hanya diam dan mendengarkan semua nasihat Reiner, ia membenarkan semua ucapan itu akan tetapi jika hanya berkata-kata itu memang sangtlah mudah
"Aku tidak tau bisa melewati ini atau tidak, tapi bagiku tidak mudah untuk menerima semua itu begitu saja" ucap Ella sambil menghela nafas panjang
Reiner menghela nafas pelan "Baiklah, sekarang aku akan membantumu untuk melewati itu semua" ucap Reiner sambil tersenyum sambil melihat kearah Ella
Ella terkejut mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut Reiner "Apa aku tidak salah dengar?, kita baru kenal beberapa hari, dan dia ingin membantuku?" batin Ella sambil melihat kearah Reiner, hingga kedua mata mereka bertemu dan dan Ella langsung memutuskan kontak mata itu
"Aku baru menyadari dia sangat tampan" pikir Ella sambil menunduk malu
Ella tersadar dengan apa yang barusan dia pikirkan "Sadar El, jangan mengulangi kesalahan yang sama" batin Ella sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan
Ella melanjutkan langkahnya, sedangkan Reiner tersenyum tipis "Aku berharap dia mau menerima masa lalunya dan memulai kehidupan baru" gumam Reiner sambil melangkah mendekati Ella
Xyla seperti mendengar suara langkah kaki yang mendekat, ia menoleh kebelakang dan mendapati Ella sedang mengejar keduanya
Xyla memutar tubuhnya dan diikuti oleh Kenzie, setelah Ella berada didepan keduanya, Xyla langsung melayangkan sebuah pertanyaan "El, apa kalian sudah selesai mengobrol?" tanya Xyla dengan sedikit menggoda Ella
"Em ... Su-sudah" ucap Ella sedikit gugup
"Lihatlah Ken, sahabatmu ini seperti sedang gugup" ucap Xyla sambil menyenggol bahu Kenzie yang berada disampingnya
"Jangan menggoda El terus" ucap Kenzie sambil menatap kearah Xyla
"Aku hanya bertanya saja, tidak perlu mengeluarkan kedua bola matamu itu" ucap Xyla dengan memutar bola matanya dengan malas
"Bukankah tempat seperti ini sangat cocok dengan Ella?" tanya Reiner yang baru saja tiba
"Sangat cocok bila bersama denganmu" ucap Xyla sambil tertawa
"Xyla!" ucap Kenzie dengan geram, ia sudah cukup kesal karena tadi Xyla menariknya untuk meninggalkan Reiner dan Ella berdua, sekarang Xyla malah menjawab dengan sebuah tawa yang menggelegar
"Jangan seperti itu Xyla, Reiner tidak akan nyaman dengan candaanmu" ucap Ella sambil menghentikan Xyla untuk menjawab dengan ucapan aneh
Bersambung ...
☠️⃝🖌️M⃤
Hai Author...salam kenal dari Hello Bella
klo ngantuk,tidur dulu ya😂💪