NovelToon NovelToon
Garis Dua Buat Presdir

Garis Dua Buat Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Poligami / Duda / Tamat
Popularitas:758.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

Bijak-bijak memilih bacaan! Karena ini banyak cerita panas serta adegan yang tak terduga.

Nama aku Marsya Aulia, aku hanya anak dari keluarga yang kurang mampu. Ibu aku sedang sakit kanker paru-paru stadium akhir.

Suatu hari ibuku jatuh sakit dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengatakan jika sebaiknya ibuku harus melakukan operasi pengangkatan kanker.

Aku tidak punya biaya sama sekali, hingga aku berjumpa dengan seorang wanita yang amat sangat cantik. Ia memberi sebuah bon pembayaran rumah sakit beserta uang.

Aku yang lagi bingung dengan senang hati menerima pemberian wanita tersebut.
Namun aku pikir dia ikhlas membantu, ternyata semua ada timbal baliknya.

Inilah kisah ku..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ukuran tidak menjamin.

Part 31

______

Tuan Agung dan tuan muda Alexdian berjalan terus berlari mengejar Marsya yang masuk ke dalam rumah sakit.

“Marsya!” teriak tuan Agung dan tuan muda Alexdian secara bersamaan mengejar Marsya.

Marsya terus berjalan dengan wajah yang kesal, “Pulanglah kalian beruda. Datang ke sini hanya mengganggu ke tenangan aku buat apa.” Marsya berhenti dari jalannya menatap tajam ke arah tuan Agung dan tuan muda Alexdian.

Melihat Marsya menatap seperti itu tuan muda Alexdian dan tuan Agung berhenti dengan masing-masing wajah yang menoleh ke arah yang berbeda.

Setelah itu Marsya berjalan kembali sangat cepat dengan bibir yang manyun.

“Mereka sangat kekanak-kanakan.” Marsya berjalan terus sambil menggelengkan kepalanya menuju kamar.

Sambil berlari tuan Agung dan tuan muda Alexdian saling mendorong satu sama lain.

“Kamu kenapa mengikuti saya terus.” Ucap tuan Agung sambil mendorong tuan muda Alexdian.

Tuan muda Alexdian juga seperti itu menyikut tangan tuan Agung, “Kamu itu sudah tua, biarkan saya mengejar wanita itu. Kamu berhentilah mengejarnya, kejar wanita tua yang lain saja. Karena ia terlalu cantik dan muda buat kamu.”

Tuan Agung menarik tangan tuan muda Alexdian dan menatap matanya, “Dia itu istriku jadi berhentilah mengejarnya.”

Tuan muda Alexdian juga membalas tatapan sengit dari tuan Agung, “Saya tidak perduli. Mau dia istri tuan atau istri dari orang yang paling hebat saya juga tidak perduli. Kalau saya sudah suka, saya akan terus mengejarnya hingga dia bilang tidak. Walau pun dia sudah berkata tidak, saya juga tidak bisa menjamin saya mau berhenti mengejarnya atau tidak. Intinya kalau saya sudah suka saya akan tetap memperjuangkannya.” Tuan muda Alexdian berbalik dan melangkahkan kakinya mengejar kembali Marsya.

Dengan santainya tuan Agung ikut berlari dengan tatapan yang sengit menatap tuan muda Alexdian dan berkata. “Coba saja kalau kau bisa merebut dirinya dari diriku.”

Langkah kaki tuan Agung dan tuan muda Alexdian terhenti tepat di depan kamar rawat inap Marsya, dengan tangan dan tubuh yang gemetar mereka secara serentak membuka pintu kamarnya.

Marysa yang sedang memasukkan pakaiannya ke dalam koper tertawa sambil menatap tuan muda Alexdian dan tuan Agung dengan tubuh yang gemetar dan nafas yang terlihat lelah berdiri secara serentak di depan pintu.

“Ahaahahaha! Kalian berdua sangat konyol. Kalian pikir dengan kalian seperti ini saya mau menerima kalian.” Marsya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.

Tuan Agung dan tuan muda Alexdian melihat satu sama lain.

Kenapa Marsya seperti itu.

Aku bisa kalah dengan anak muda yang nakal ini.

Aku ini bukannya masih suaminya, tapi kenapa perkataannya menganggap aku seperti orang lain.

Batin tuan Agung yang menatap sengit tuan muda Alexdian.

Begitu juga sebaliknya dengan tuan muda Alexdian yang balik menatap sengit tuan Agung.

Kenapa pria ini masih terus bertahan untuk mendapatkan cinta Marsya.

Bukannya dia hanya mencintai mantan istrinya.

Jika dia beneran jatuh cinta kepada Marsya, aku harus memisahkan mereka.

Batin tuan muda Alexdian dengan alis yang menaik sebelah.

Marsya yang sudah selesai menyusun pakaiannya kini ia berdiri dengan tangan yang menggeret koper mendekati tuan Agung dan tuan muda Alexdian.

“Permisi tuan-tuan, apakah saya boleh lewat.” Marsya bertanya sambil melihat ke arah tuan Agung dan tuan muda Alexdian.

“Tidak.” Jawab serentak tuan Agung dan tuan muda Alxdian yang menatap Marsya yang sudah siap pergi meninggalkan rumah sakit.

Marsya memegang dadanya, “Aduh. Kalau begini saya bisa terkena serangan jantung mendadak.”

“Kamu mau ke mana.” Jawab serentak tuan Agung dan tuan muda Alexdian sambil menatap wajah Marsya.

Wajah Marsya berubah menjadi suram seketika.

Kesabaranku sudah habis di buat oleh mereka berdua.

Apa aku harus membunuh mereka di sini.

Batin Marsya dengan wajah yang merah padam dan kepala yang seperti mengeluarkan asap.

Melihat ekspresi Marsya yang seperti itu tuan Agung dan tuan muda Alexdian mengipasi wajah Marsya dengan tangan mereka.

“Marsya kepala kamu kenapa berasap.” Ucap tuan Agung sambil mengipas Marsya dengan tangannya.

“Ia. Apa karena kamu terlalu lama di rawat di rumah sakit jadi seperti ini.” Sambung tuan muda Alexdian dengan tangan yang mengipas wajah Marsya.

“Diammm.” Marsya berteriak sangat kuat berjalan melewati tuan Agung dan tuan muda Alexdian.

Melihat Marsya pergi meninggalkan mereka begitu saja, tuan Agung dan tuan muda Alexdian berlari sambil memegang tangan Marsya.

“Aku antar ya.” Ucap tuan muda Alexdian.

“Tidak. Aku ini suaminya jadi aku yang berhak mengantarnya.” Sambung tuan Agung menatap sengit tuan muda Alexdian.

Marsya hanya diam dengan wajah yang di tekuk berjalan terus masuk lift. Setelah mereka keluar dari lift, semua pengujung rumah sakit membicarakan Tuan Agung dan tuan muda Alexdian, yang masing-masing tangan mereka menggandeng tangan Marsya.

“Lihat wanita itu sungguh beruntung karena di tuntun oleh kedua pria yang tampan.” Terdengar suara berbisik para pengunjung rumah sakit.

Mendengar perkataan itu Marsya sangat kesal hingga menghentakkan kedua tangan yang di gandeng oleh tuan Agung dan tuan muda Alexdian.

“Jika kalian suka dengan kedua pria aneh ini ambil saja.” Marsya berjalan cepat keluar dari rumah sakit.

Marsya terus berjalan meninggalkan tuan Agung dan tuan muda Alexdian yang masih berdebat di ruang Lobi.

Langkah kaki Marsya terhenti di depan luar lingkungan Rumah Sakit. Ia berdiri di pinggiran jalan sambil menunggu taksi yang lewat.

Tuan Agung dan tuan muda Alexdian berlari mengejar Marsya yang kala itu terlihat sedang berdiri di pinggiran jalan.

10 menit kemudian.

“Ini semua gara-gara kamu. Kenapa kamu ikut naik taksi.” Ucap tuan Agung sambil menyikut tangan tuan muda Alexdian.

Tuan muda Alexdian menyikut kembali tuan Agung, “Yang tua harus mengalah.”

Supir taksi hanya tersenyum sambil menatap perkelahian tuan Agung dan tuan muda Alexdian dari kaca tengah di dalam mobil taksinya.

“Ehem! Apakah ini namanya cinta segitiga.” Supir taksi bertanya dengan wajah yang tersenyum manis.

Marsya, tuan Agung dan tuan muda Alexdian membentak secara serentak dengan wajah yang kecut, “Diam.” Kemudian mereka saling melipat tangan dan menaruhnya di atas dada mereka masing-masing.

Supir taksi hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, “Dulu waktu saya muda juga seperti kalian ini. Saya berebut gadis yang paling cantik di kampus saya, bukan itu saja. Kami juga bertaruh siapa yang berhasil mendapatkan gadis itu atau mengencani dia akan mendapatkan sebesar 5 jt.

Karena saya merasa diri saya paling ganteng di kampus itu dan juga punya banyak uang dulu, jadi saya ikut bertaruh.” Ucap pak supir taksi sambil melirik sesekali ke arah belakang kemudi.

“Terus.” Sahut tuan Agung dan tuan muda Alexdian.

Dengan wajah yang sedikit bangga pak supir taksi menjawab, “Ya. Tentu saja saya yang menang.”

Marsya melirik pak supir dengan wajah yang sangat kesal, “Bapak punya cermin kan.”

“Punya nona.” Jawab pak supir taksi.

Dengan wajah yang ketus Marsya memberitahu kembali, “Bercermin dulu baru bisa mengajari anak kecil seperti mereka. Nanti bapak salah liat wanita jelek di bilang cantik.”

Pak supir menggelengkan kepalanya, “Tidak nona, ini foto mantan pacar dan sekarang menjadi istri saya.” Pak supir mengeluarkan sebuah foto wanita.

Melihat foto tersebut. Marsya, tuan Agung dan tuan Alexdian memalingkan wajahnya.

Ternyata salah. Istri bapak ini lebih cantik dari aku.

Sedangkan bapak ini sudah botak , gendut, kumisnya lebat lagi.

Batin Marsya memalingkan wajahnya sambil menatap jalan.

Tuan Agung mengerutkan keningnya sambil menatap pak supir taksi.

Kenapa wanita cantik itu dulu bisa memilih bapak ini, pasti bapak ini punya rahasia yang di sembunyikan.

Sebaiknya aku bertanya langsung.

Batin tuan Agung dengan menganggukkan kepalanya.

“Ehem! Apa rahasia bapak, supaya bisa membuat gadis secantik itu jatuh cinta dan mau menikah dengan bapak.” Tanya tuan Agung dengan wajah yang menatap serius ke arah pak supir.

Dengan wajah yang tersenyum bapak itu menjawab, “Rahasianya ada di sini.” Menunjuk ke arah perut nya buncit.

Mendengar jawaban dari pak supir taksi tuan Agung dan tuan muda Alexdian saling menatap satu sama lain.

“Pak. Hotelnya yang di depan itu ya.” Marsya mengalihkan pembicaraan sambil menunjuk ke sebuah Hotel yang tidak terkesan mewah.

“Baik.” Pak supir memberhentikan kendaraannya tepat di depan sebuah Hotel biasa.

“Terimakasih ya pak.” Marsya, tuan Agung dan tuan muda Alexdian turun dari taksi.

Sebelum pak supir taksi pergi, pak supir taksi berkata. “Rahasia terbesar saya ada di balik celana, dan ingat ini ya! Ukuran tidak menjamin yang penting ke tahanan dan ke tangguhan yang perlu.” Setelah berkata itu pak supir melajukan kendaraannya meninggalkan Marsya, tuan Agung dan tuan muda Alexdian.

Bersambung...

1
Herta Siahaan
sudah suami istri masih jg pake panggilan tuan Agung ya
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
pemikiran yg silap.. 🤭🤭.. kata2 ni sy tak setuju, klau hanya dia seorg yg jdi bahan fitnah mungkin dia boleh relakn dgn berdiam diri.. tpi ada Marsha isteri kedua yg jdi bahan fitnah jg.. kejam kalau Marsha yg jdi mangsa 😅😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
wanita Naif🤔
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Agal kurang faham sikit watak Marsha.. 😅😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
suami isteri memang serasi sma2 tukang selingkuh😂😂😂yg paling penting dua2 ngak rasa jijik😂😂😂
Mama lilik Lilik
nama ibunya aneh surtek,kenapa gak di kasih nama Surti aja biar baca nya enak,agak janggal aja dengernya/Grin/
Surati
bagus
Maya Ratnasari
maafkan saya kalo agak sotoy thor, setahu saya di dunia nyata, kalo kanker paru udah stadium akhir itu udah ngga direkomendasikan untuk dioperasi, karena sudah sulit untuk dilakukan tindakan tsb. paling kemoterapi dan radioterapi.
Praised94
jeder..... 10.000 Hektare...melebihi rumah sultan andara
sari. trg: Iya, karya pertama. Jadi maklum halunya terlalu tinggi /Facepalm/
total 1 replies
Jastiah Tia
terimalah awal dr kehancuran rumahtanggamu nyonya wardani,smga kamu kuat menhadapi majligai rumahtanggamu
Yolla
cerita yg bagus dn simple
Bis Tawo
👍
Faizan Akram
kenapa yang jadi perusak rumah tangga nya taehyung
Mugitras Hima Islam
inget ibuku... sakit kanker paru paru tapi sekarang sudah tiada 😭😭
Mifta
smg marsyah lebih tegas lagi biar tidak di tindas oleh org laen
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Sekar Arum
mangil suami nxa jgn tuan dong
Nayaka
kurang sreg sama nama tokohnya
Denry_Den Den
Semangat terus
Siti Mas Ulah Ulah
dua 2nya,otakx pd g bener,g suami g istri podo ae,🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!