NovelToon NovelToon
My Beautiful Witch

My Beautiful Witch

Status: tamat
Genre:Fantasi / Supernatural / Chicklit / Tamat
Popularitas:112.9k
Nilai: 5
Nama Author: nath_e

Elijah Wood bertahun tahun menyembunyikan identitas aslinya sebagai penyihir dengan menjadi seorang Bakers pemilik The Magic Cakes.

Pengkhianatan kekasihnya Felix mengantarkan Elijah Wood pada Black Alliance, klan penyihir yang memburunya sejak kecil. Belum lagi Kutukan dewa Apollo semakin memperumit keadaannya.

Dia dihadapkan oleh situasi rumit menyelamatkan keluarganya dari ancaman Black Alliance, mematahkan kutukan Apollo dan menyelamatkan cintanya sendiri.

Akankah Elijah Wood bisa mengatasi semua permasalahan yang menghadang ataukah harus mengakui kalah dan harus tunduk pada takdir leluhurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencuri Hatimu

Aku masih tidak percaya dengan kedatangannya, bagaimana dia tahu aku ada disini. Bukan dia yang aku tunggu.

" Ainsley of Leinster..."

" Selamat pagi semuanya.." sapa Ainsley

Wajah tampannya tampak sempurna, rambut panjangnya bahkan telah berubah pendek dan tertata rapi setelan jas hitam dan sebuah anting kecil menghiasi telinga kanannya membuat dirinya tampak sangat berbeda.

Laura dan Manuela bahkan sampai tidak mengedipkan matanya terbius ketampanan Ainsley.

" Selamat datang tuan...tapi kami belum membuka toko...apa ada yang anda inginkan?" tanya Manuela dengan sopan

Ainsley tersenyum dan mengalihkan pandangannya padaku,

" Aku hanya ingin bertemu dengan my love...Mikhaela..."

Whaaaaat....my love.. ???

Aku membulatkan mataku menatapnya tak percaya jika aku mendengar ucapannya tadi.

Sejak kapan aku menjadi my love...untuknya...

Dia mendekatiku, Laura mengambil piring makan ku dan segera menyingkir memberikan ruang pada Ainsley. Aku menghapus jejak air mata di pipiku, aku tidak ingin terlihat lemah di matanya.

" Apa kabar mu my love ?" sapanya dengan memberikan senyuman termanisnya pada ku

" Baik...terimakasih sudah menanyakannya...bagaimana kau bisa kemari tuan Ainsley ?"

" How...I'm just follow my heart that lead it to you." jawaban yang mengandung rayuan dari Ainsley

Aku tersenyum dengan sedikit terpaksa, haruskah aku menanggapi kegilaaannya pada ku.

" Aaah....aku mengerti...tapi toko ku belum buka, apa kau ingin sarapan disini bersamaku ?" tanyaku sekedar berbasa basi

Sebenarnya aku tidak ingin mengajaknya sarapan bersama tapi aku merasa tidak enak hati saja jika harus mengusir seorang tamu di pagi hari.

" I would love to...may I ?"

Aku tersenyum dan berpaling pada Manuela yang masih berdiri di depan kami dengan matanya yang terus menatap Ainsley,

" Manuela....bisa kau siapkan sarapan untuk tuan Ainsley ?" tanyaku yang membuatnya tersadar

Great...Manuela tersihir dengan ketampanan Ainsley..

" Aah....iya...tentu saja...apa anda suka sandwich isi daging dan keju tuan ?" tanya Manuela pada Ainsley

" Ya...aku menyukainya...maaf bisa kau tambahkan beberapa potong apel...saya suka apel." pinta Ainsley sambil mengerlingkan matanya pada Manuela

Oh My Lord...he flirthing..

" Kau menggoda pegawai ku, Ainsley ?"

" Benarkah...lalu...siapa yang harus ku goda...kau ?" tanyanya sambil menatapku

Aku menertawakan pertanyaan konyolnya, jujur aku tidak menyukai suasana seperti ini. Aku takut Arion akan salah paham lagi seperti saat kami berada di Kastil Leaveu.

" Me...why ?"

" You're my love..." jawabnya enteng

" Please...stop it... Ainsley kau tahu itu tidak mungkin terjadi." jawabku tegas

" Bagaimana jika aku mewujudkannya dan menjadi kenyataan ?"

Ainsley bersungguh sungguh dengan ucapannya dan aku hanya bisa menatapnya dengan penuh takjub. Sang Penyihir Salem tengah menggodaku...lagi..

" Come on Ainsley...apa maksud tujuanmu sebenarnya datang menemui ku...apa karena aliansi kita ?" tanyaku sambil meminum orange juice ku yang sedari tadi belum tersentuh

" Bisa dikatakan begitu...aku hanya ingin memastikan tentang dirimu saja."

" Memastikan diriku untuk apa...kau membuatku bingung Ainsley ?"

" Memastikan bahwa dirimu tidak bersama Arion lagi.."

" Uhuk...uhuk..." jawaban itu membuatku tersedak.

Ainsley dengan sigap mengambil tisu dan menyeka mulutku dari lelehan orange juice.

Ya Tuhan...hatiku mengapa berdesir dengan sentuhannya...

Aku menatap Ainsley yang dengan lembut masih membersihkan tumpahan juice di tanganku. Dia memang sangat tampan sebanding dengan my savior, andai dia ada disini bersamaku.

" Kenapa kau menatapku, aku cukup tampan bukan dibandingkan dengannya ?" tanyanya seraya merapikan rambutku yang sedikit berantakan

Aku tidak menjawab pertanyaan nya karena dia akan semakin menjadi dan mengajukan pertanyaan lain yang mungkin membuatku terpojok.

" Dimana pria aneh itu...aku tidak melihatnya dari tadi...aaah...dia pergi meninggalkanmu bukan...sudah kuduga ?"

" Arion akan menemui ku saat malam tiba...dia sedikit sibuk."

" Kau tidak bisa menipuku Mikhaela...dia menjauhi mu...aku tahu itu."

Aku malas menanggapi perkataan Ainsley, dia semakin menyebalkan. Manuela akhirnya datang dengan membawa makanan sesuai permintaan Ainsley.

She saved me..

" Silakan tuan...dan selamat makan.." kata Manuela sambil meletakkan piring di depan Ainsley.

" Terimakasih nona...maaf sudah merepotkan mu."

Manuela tersenyum dan meninggalkan kami berdua. Ainsley memakan sandwich di depannya dengan lahap, aku berpura pura tidak melihatnya dan menatap ke arah luar jendela.

" Apa kau sibuk malam ini ?" tanya Ainsley

" Tidak... kenapa kau menanyakannya ?"

" Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat."

" Entahlah...mungkin aku bisa beristirahat dari latihan sejenak." jawabku

" Kau membutuhkan ruang untuk dirimu sejenak sayang."

Aku sedikit memberikan senyuman padanya. Mungkin dia benar, setiap hari berlatih membuatku sedikit stres belum lagi sikap Arion yang berubah padaku.

" Bagaimana ?" tanya Ainsley lagi memastikan jawaban dariku

" Baiklah...aku ikut denganmu." jawabku

Aku tidak peduli lagi dengan latihan dan Arion. Sedikit bersenang senang mungkin bisa membawaku pada perasaan yang lebih baik. Lagi pula sepertinya Arion tidak peduli lagi akan hal itu.

" Aku akan menjemputmu jam 6 sore nanti." kata Ainsley

" Terserah padamu saja." jawabku sekenanya

Ainsley menatapku sejenak dan tersenyum.

" Lihatlah dirimu....aku benar kan tentang dia." gumamnya yang terdengar olehku

" Baiklah....terimakasih atas sarapannya...aku pergi dulu."

Ainsley mendekatkan tubuhnya padaku dan berbisik di telingaku,

" Aku tidak suka melihatmu menangisinya...percayalah padaku my love.."

Kami saling bertatapan dalam jarak yang lumayan dekat. Mata biru Ainsley benar-benar indah. Dia menarik daguku sedikit dan memberiku ciuman di bibir.

Aku terkejut, meski hanya beberapa detik saja tapi cukup membuatku merasakan sensasi yang luar biasa. Dia seolah menghipnotis ku dengan ciumannya.

Aku mendorong tubuhnya menjauh,

" Ainsley... please...jangan lakukan ini lagi.." pintaku yang disambut tawa kecil darinya

" Kau meminta sesuatu yang tidak mungkin aku lakukan my love.."

Aku memalingkan wajahku darinya menghindari tatapan mata birunya.

" Sampai jumpa pukul enam sore nanti sayang."

Ainsley berlalu meninggalkanku dengan menghilang begitu saja memakai kekuatannya.

Aku masih termenung mengingat perkataan Ainsley.

Benarkah Arion meninggalkanku. Tapi kenapa. Berjuta pertanyaan seolah menari di kepalaku, andai aku bisa menanyakannya pada Arion langsung.

Pintu Magic Cakes berdecit, seorang pria dengan membawa buket bunga mawar putih masuk.

" Paket untuk nona Elijah...dan si pengirim menitipkan hadiah kecil untukmu." kata pria pengantar paket itu padaku

" Hadiah ?? "

Aku menerima kotak kecil dengan pita warna emas diatasnya. Perlahan aku membuka kotak itu. Sebuah cincin bermata biru kehijauan yang cantik. Aku mendapati kartu yang terselip di bagian luar kotak,

Untuk mu yang selalu menjadi ratu dalam hatiku.

Maafkan aku yang membuatmu bersedih.

I love you with all my life....

with love, Arion

1
Riezki Arifinsyah
Luar biasa
Riezki Arifinsyah
keren Thor serasa nonton Harry Potter
pelukis_senja: makasih ka🤗
total 1 replies
ya sudahlah .. sebenarnya aku agak bingung karena alur novel bergerak keluar dari tema awal yang dibangun.

jadi siapa pemegang tongkat Merlin selanjutnya ?
Astaroth mati tapi iblis lain masih banyak. keputusan yang gegabah, Mikhaela
apakah sosok Astaroth ini mirip dengan iblis Baphomet ?
kelemahan Strigoi seingatku ada di hatinya.
berarti di sini Mikhaela masuk dalam fase sulit membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
bukankah mereka memang bermusuhan ? 🤔
Kenneth was die ?
are you crying ?
ada kemungkinan Arion akan berubah menjadi manusia biasa.
kenapa Mikhaela tidak menggunakan strategi ini dari awal ?
he bites me
nah kalau ternyata tinggal tulang belulangnya saja bagaimana ?
setahu aku solomonari itu adalah lulusan terbaik dari scolomance dan juga menjual jiwanya pada Iblis.
jadi ingat adegan ketika Gandalf ditarik oleh cambuk apinya Balrog di Bridge of Khazad Dum
he needs you
bukankah tadi Mikhaela mengatakan akan menarik Fellix agar terpisah dari Mammon. kenapa sekarang malah jadi ga tau bagaimana caranya ?
pelukis_senja: 😅🤭🙏iya yaa...sy mpe lupa, harap maklum yaa🤭fantasi pertama yg kacau balau ini
total 3 replies
takutnya saat Mikhaela pingsan, proses penyempurnaannya disusupi oleh iblis.
kalau ngajak nikahnya mendadak begitu, sudah pasti ceweknya bakalan syok. Hahaha.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!