Akankah kehidupan pernikahan secara poligami bisa membawa kita ke sakinah mawadah warohmah, atau justru menjerumuskan kita ke dalam ketidakrelaan hati?
Jangan lupa follow aku yah,makasih.
Ig;Aininabila23
Akun wattpad;23ainifaizah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Lima tahun berlalu
"Ayo bunda, kejar Vina!" ujar seorang anak kecil berumur sekitaran empat tahun. Dia sedang bermain lari-lari dengan sang bunda.
"Aduh Vina, bunda udah nggak kuat, kita duduk dulu yah," ujar sang bunda dan Vina pun tertawa melihat bundanya.
"Huh bunda payah," ujar Vina hendak melangkah ke arah bundanya, tetapi kakinya tersanjung dan dia akhirnya terjatuh.
"Ya ampun Vina!!" ujar bunda vina berlari ke arah anaknya yang lututnya terluka.
"Sakit bunda," ujar Vina dan darah dari lututnya terus saja mengalir.
Bundanya pun mengambil betadine dan plaster, lalu mengobati dengan teliti luka Vina.
"Vina kok kamu masih cemberut sih nak?, kan lukanya udah bunda obatin"ujar bunda Vina.
"Bunda kapan ayahnya Vina datang?, Vina rindu ayah," ujar Vina yang membuat bundanya menegang.
Bundanya sendiri pun tidak tau kemana, dan bagaimana keadaan ayah Vina semenjak lima tahun yang lalu
"Ayah kan lagi kerja nak. Nanti ayah pasti datang, dan menemui princes Vina," ujar bunda Vina.
"Tapi kok ayah lama banget kerjanya?" ujar Vina
"Ayah kan kerjanya untuk Vina dan bunda, jadi Vina harus sabar," ujar bunda Vina.
Sedangkan di tempat lain.
"Mama nggak mau tau, kamu harus menikah lagi," ujar seorang wanita paruh baya kepada anak laki-lakinya.
"Ma cukup ma!!, sampai kapanpun Kevin nggak akan menikah lagi," ujar laki-laki itu yang ternyata adalah Kevin.
"Alisha nggak bisa kasih kamu keturunan, setelah dia keguguran saat itu Vin, terus kamu mau Habisin sisa waktu kamu tanpa punya anak," ujar mama Kevin.
"Cukup ma!, kevin capek setiap saat mama cuman bahas anak, anak dan anak," ujar Kevin, lalu meninggalkan mamanya di ruang keluarga itu.
Kevin naik ke dalam kamarnya, dan memandang foto Halwa dihpnya. Kevin memang banyak menyimpan foto Halwa, wanita yang amat sangat ia cintai.
Ingatannya kembali pada lima tahun yang lalu.
Flashback on.
Saat ini Kevin sudah sampai di depan rumah kontrakan Halwa, sebab dia ingin meminta penjelasan dari Halwa, tapi sejak tadi Kevin disitu, dan dia pun sudah mengetuk pintu, tapi tak ada orang yang membukanya.
"Maaf, Mas cari siapa?" ujar tetangga dekat rumah kontrakan Halwa.
"Halwanya ada?" tanya Kevin.
"Owh mba Halwa, udah pergi sejak tadi mas," ujar tetangga itu.
"Kerumah orang tuanya yah?" tanya Kevin lagi.
"Bukan mas, tapi mba Halwa mau ke Inggris untuk berobat," ujar tetangga itu.
"berobat?, memangnya Halwa sakit apa Bu?" tanya kevin.
"Mba Halwa terkena kanker rahim mas," ujar tetangga itu yang membuat Kevin membisu ditempatnya.
Kevin syok dengan apa yang barusan ia dengar, dia pun dengan secepat kilat menyusul Halwa di bandara.
Saat sampai di bandara ternyata pesawat ke Inggris sudah berangkat sejak lima menit yang lalu.
Kevin terdiam, dia tidak tau harus berbuat apa.
Disaat dia sedang kebingungan, Kevin tanpa sengaja bertemu dengan Farel dan seorang Dokter dibandara itu.
"Buat apa kamu kesini?" ujar Farel sinis.
"Saya mau minta penjelasan kamu. Apakah kamu selingkuh dengan istri saya?" ujar Kevin.
"Istri yang mana yah, Alisha?" tanya Farel.
"Halwa," ujar Kevin.
"Kedua orang tua Halwa sudah mengurus surat cerai kalian, dan ini suratnya, Halwa juga Sudah tanda tangan. Kalau kamu fikir, saya dan Halwa selingkuh, kamu salah besar, sebab cinta Halwa untuk kamu itu begitu besar, tapi sayang karena kamu cuman menyia-nyiakannya saja," ujar Farel memberikan sebuah surat dari pengadilan.
"Nggak, saya tidak mau berpisah dengan Halwa." ujar Kevin syok.
Ya Allah apa yang telah ku lakukan pada Halwa, batin Kevin.
"penyesalan memang selalu datang di akhir, jadi selamat merasakan penyesalanmu itu." ujar Farel, lalu pergi bersama Dokter di sebelahnya, yang tak lain adalah Dokter Reina.
Mereka memang mengantar Halwa ke bandara, sedangkan Halwa pergi ke Inggris bersama kedua orang tuanya.
flashback off.
"Maafkan aku Halwa. Maafkan lelaki brengsek ini," ujar Kevin, lalu mencium foto Halwa yang berada di hpnya.
"Hy Mas, aku pulang," ujar Alisha membawa beberapa belanjaan.
"Kamu belanja lagi?, kemarin kan kamu udah belanja Sha," ujar Kevin.
"Terus kenapa?, aku itu mau belanja setiap hari untuk menghilangkan rasa sedihku karena nggak bisa punya keturunan," ujar Alisha.
"Tapi sha," ujar Kevin, tapi di potong oleh Alisha.
"Kamu itu pelit banget sih mas sama istri sendiri," ujar Alisha.
"Yasudah, terserah kamu." ujar Kevin pasrah.
**jangan lupa vote dan komen yah
salam manis author**