Karya pertama kontrak 🌻 FipitFitria 🌻.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FipitFitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Hampir Saja Tidur Di Gudang
Jam sudah menunjukkan pukul 10:20, para teman-temannya ribut mencari Aasira dan Faheel di kelasnya, sedangkan Faheel dan Aasira masih di dalam gudang.
Semuanya mencari dengan seksama ke semua penjuru kelas, sampai ke WC juga tidak ada, namun mereka tidak mencari ke gudang lama, sehingga pencarian mereka tidak membuahkan hasil, Aasira dan Faheel sampai ketiduran karena kelamaan di gudang.
Dari arah berlawanan Bu Tasya dan pak Dedi beserta teman-temannya yang mencari, belum mendapatkan jejak apapun, dengan cepat Bu Tasya bertanya pada pak Dedi yang sudah ada di depannya.
"Bagaimana pak, apakah bapak berhasil menemukan mereka??" Tanya Bu guru Tasya yang sangat khawatir dengan siswa dan siswinya, sebagai wali kelas Bu guru Tasya yang harus bertanggung jawab atas mereka.
"Tidak Bu, kami tidak melihat jejak sedikit pun, padahal tadi setelah olahraga Faheel dan Aasira berlari ke sini, karena teman wanitanya mengejar Faheel" Ucap pak Dedi lalu di sambung oleh Seira.
"Iya Bu, tadi Faheel berlari ke sini tapi gak tahu kemana lagi, kami sampai mencari kemana-mana juga tidak ada, makanya kami melapor kepada ibu, karena kami takut mereka kenapa-kenapa, [ cemberut ], eh maksudnya Faheel, kalo Aasira ya biarin aja" Ucap Seira hanya menghawatirkan Faheel saja dan tidak merasa khawatir pada Aasira padahal sama-sama temannya, lalu Bu Tasya langsung menyahut perkataan Seira.
"Astaghfirullah haladzim Seira, gak baik kayak gitu, dia juga teman kamu, ya sudah pak mari kita istirahat dulu, sebentar lagi akan masuk waktu Dzuhur, mendingan kita meminta jalannya pada Allah, agar mereka segera di temukan" Ucap Bu guru Tasya, lalu mereka semua mengangguk dan pergi dari tempat itu.
...
Faheel masih belum bangun dari tidurnya, begitupun Aasira yang sangat merasa enak dengan tidurnya yang menyereng ke meja dekat pintu itu.
Seketika tidur Faheel terbangun, tangannya merasa pegal karena menjadi bantal tidurnya, lalu Faheel bangkit dari tidurnya dan pikirannya yang belum terkumpul sehingga sedikit bingung dengan keberadaan nya.
Ketika melihat pintu dan Aasira tertidur di sana Faheel langsung ingat dengan semuanya, ia masih terkunci di gudang dan belum ada orang yang menolongnya.
"Masih belum ada orang yang menolongku di sini, kenapa mereka tidak mencari ku??"
Dreddt,,
Seketika handphone Faheel bergetar entah pemberitahuan apa sehingga Faheel ingin membukanya, lalu Faheel mengambil handphone nya yang terletak di saku celananya.
"Pemberitahuan apa ini!! [ melihat handphone nya ], Hmm, hanya berita biasa, tidak penting" Ucap Faheel mengembalikan ke beranda, ketika si jam handphone nya menampakkan diri di situ Faheel terkejut melihatnya.
"Apa!! sebentar lagi jam 12:00, bagaimana ini, kutukan itu akan kembali menyerang ku lagi, tidak!! jangan sampai Aasira melihatnya, aku harus buat dia lebih nyenyak dan buat dia terus tertidur agar tidak melihat aku berubah, Tapi bagaimana caranya" Otaknya berputar mencari cara agar Aasira tidak terbangun dan tidak melihat dirinya berubah.
Faheel makin kebingungan mencari cara, ia terus melirik handphone nya yang kini jamnya menunjukan pukul 11:58 dan sebentar lagi Faheel berubah.
"Bagaimana ini tinggal 2 menit lagi aku mempunyai waktu, ah sial kenapa aku harus di kutuk sih, ribet kan jadinya" Ucap Faheel yang terus kebingungan, namun ketika matanya berkeliaran mencari jalan akhirnya ia mempunyai pencerahan, Faheel melihat background yang terjatuh tadi oleh tikus.
"Ah,, aku tahu" Ucap Faheel segera mengambil background itu dan membuat gulungan di atas kardus itu agar Aasira pikir dirinya masih tertidur, lalu background itu di tutup dengan background berwarna biru, sehingga terlihat Faheel tidur dengan berselimut background.
"Siap, [ melihat kembali handphone nya, menunjukan pukul 12:59], tidak, aku harus segera bersembunyi" Ucap Faheel mencari tempat sembunyi, lalu ia melihat sebuah kardus besar dengan tumpukan buku di sisi pintu itu, dengan cepat Faheel berlari bersembunyi di sana.
"Semoga dia tidak melihatku di sini" Gumam Faheel yang sudah bersiap berubah, tinggal hitungan detik kutukan itu akan bereaksi di tubuhnya, Faheel sangat waspada sekali.
Hingga jam itu sudah berganti nomor dan pas sekali ketika jam itu bertukar Faheel pun berubah menjadi seekor kucing kembali.
Tringg,,✨
"Ah, syukurlah aku dengan sigap bersembunyi" Gumam Faheel merasa lega dan tenang, tiba-tiba suara bedug masjid mengagetkannya, sampai Aasira pun terbangun.
Dugg Dugg Dugg,,
"Hmm,," Gumam Aasira sambil menggeliat mengembalikan tulang-tulang itu pada posisinya, ia masih lelungu dan belum menyadari dirinya di dalam gudang, dia hanya mengedipkan matanya masih mengantuk, Faheel yang melihatnya sangat berharap Aasira bisa tertidur lelap kembali.
"Semoga saja di tertidur lelap lagi" Gumam Faheel dalam hatinya, Aasira menggaruk kepalanya dan melirik di sekitarnya, ketika ia melihat gulungan background Sira langsung terkejut.
"Ah, Astaghfirullah haladzim, ihh ngagetin aja, [ sudah terkumpul pikirannya ], aduh masih belum ada yang buka pintunya, dia tuh gak tanggung jawab tidur mulu" Ucap Aasira yakin dengan gulungn background yang di lihatnya itu Faheel.
Aasira bangkit dari duduknya itu dan melihat keluar dari jendela.
"Semoga aja ada orang lewat, biar cepat keluar dari gudang ini, udah gak kuat sama bau debunya" Ucap Aasira sambil mengibas-ngibas tangannya ke hidung, Aasira terus melirik ke semua penjuru kelas kosong itu dari dalam, tapi Aasira tidak menemukan orang di sana, hewan nyamuk pun ia tidak nampak.
"Sampai kapan aku di sini, aku ingin segera pergi, bubu bantu Sira" Pinta Aasira yang sangat ingin keluar dari gudang itu.
Dengan berjalannya waktu, pukul sudah menunjukan pukul 13:59. dimana Faheel akan segera berubah kembali dan Aasira yang terus menatap sinis background yang di maksud Faheel itu.
Karena Aasira merasa aneh sedari tadi dengan background yang di tatapnya tidak bergerak sedikitpun. "Setidaknya jika benar itu Faheel pasti akan ada hembusan nafas yang membuat background itu bergerak sedikit, tapi ini tidak ada, mencurigakan". Gumam Aasira dalam hatinya.
Aasira segera bangkit dari duduknya dan berjalan membuktikan bahwa itu benar-benar Faheel atau bukan, dengan sedikit ragu Aasira melangkahkan kakinya.
"Ah,, tidak mungkin Faheel tidak ada di sini, pasti dia benar-benar Faheel, sudahlah jangan berfikir aneh-aneh" Ucap Aasira kembali duduk di tempatnya, Faheel yang melihatnya lega, hampir saja dirinya tertangkap basah kalo itu bukan Faheel.
Dukk, Aduh,,
Suara Faheel terjedot pada meja di atas nya, Aasira yang mendengarnya terkejut dan langsung melirik sumber suara itu, karena sangat jelas sekali di telinga Aasira karena meja itu juga ada di sisinya.
Faheel dengan menahan sakitnya sambil terus mencoba diam agar Aasira tidak menghampirinya.
"Aduh,, kenapa kepala bisa kejedot sih, aduhh" Gumam Faheel masih terus memantau Aasira dari tempat persembunyiannya.
Aasira merasa aneh kenapa ada suara di bawah meja serta tumpukan buku itu bisa tertumpuk di depannya, meski sedikit takut Aasira melirik tempat itu, lalu bangkit dan mencoba lebih dekat.
Plakk,, plakk,,
Anggap saja suara dari sepatu Aasira yang masih berjalan pelan.
"Tidak, kenapa dia kemari, dia tidak boleh tahu kalo aku kucing, aduh gimana ini, aku harus segera mencari cara" Gumam Faheel melirik-lirik sekitarnya, Aasira semakin dekat dan langsung mengambil aba-aba untuk mengejutkannya.
"Oke Sira jangan takut, 1,, 2,, tigg.. Bwaa" Teriak Aasira membuat Faheel kembali terjedot pada meja itu, Aasira melihatnya terkejut.
"Tidak Aasira melihatnya" Gumam dalam hati Faheel.
"Apa!! kau sedang apa di situ??" Tanya Aasira yang membuat Faheel terbengong dengan bergumam, [ kenapa dia bisa saja, apa aku sudah berubah], Faheel tidak menyadari bahwa saat dia terjedot yang pertama itu dia sudah berubah, tapi karena dia sibuk melihat Aasira, hingga dia tidak menyadarinya.
"Ah, Alhamdulillah akhirnya aku berubah juga"
Gumam dalam hatinya Faheel, lalu Aasira langsung berkata lagi.
"Kenapa!! sudah keluar, lalu apa yang kau lakukan dengan background itu" Ucap Aasira sambil melirik background yang tergulung itu.
"Mm,, Hanya main-main saja" Sambil keluar dari persembunyiannya itu, lalu Aasira masih menagih janji yang sempat Faheel katakan tadi, bahwa dia akan segera mengeluarkannya.
"Sudah cepat, bukannya kau sudah berjanji akan mengeluarkan ku dari sini, ayo cepat" Ucap Aasira menjadi berani kembali.
Faheel yang melihatnya hanya mendelikkan matanya dan bergumam, "Masih saja ingat padahal kan tadi dia sedang tidak pokus".
"Memangnya otakku bermasalah, cepat buka pintunya, aku sudah tidak kuat di sini" Ucap Aasira kembali membuat Faheel semakin bingung.
"Sudah lah, otakku sedang tidak pokus, tunggu saja sampai ada orang yang membukanya, aku malas untuk berfikir" Ucap Faheel yang membuat Aasira kesal.
...
Skip..
Sudah hampir malam tapi semua yang mencarinya tidak bisa menemukan Faheel dan Aasira, Bu guru Tasya sudah kelelahan ia menelpon orang tua Faheel dan Aasira, karena sudah hampir malam mereka belum terlihat sama sekali.
"Pak sepertinya kita harus terus terang pada keluarganya, kita tidak bisa mencari mereka tanpa keluarganya tahu, pasti mereka akan merasa khawatir jika kita tidak memberitahunya, karena kan do'a orang tua itu insyaallah manjur dan saya juga harus tanggung jawab atas semuanya, karena sebagai wali kelas mereka saya harus bisa menjaganya, jika mereka hilang saya juga yang akan tertegur" Ucap Bu guru Tasya, lalu pak Dedi dan guru lainnya mengangguk setuju.
"Baiklah Bu, ibu bisa telpon dari handphone saya, kebetulan saya punya nomor orang tuanya, silahkan Bu" Ucap pak kepsek menyodorkan handphone nya pada Bu guru Tasya.
"Terimakasih pak" Ucap Bu guru Tasya mengambil handphone itu lalu langsung menekan nama yang sudah tertera di kontak.
dengan cepat Bu guru Tasya menekan nama Bu Rahel.
📞 ***Tutt,, Tutt,, Tutt,,
Ctekk***,, Panggilan di angkat oleh Bu Rahel.
Bu Rahel
Hallo!! Ada apa ya pak??
^^^Bu Guru Tasya^^^
Maaf Bu, ini saya Bu guru Tasya, maaf jika saya mengganggu, saya ingin mengatakan Faheel dan..
Telepon itu terhenti karena teriakan pak satpam yang memanggil Bu guru Tasya dengan berlari terburu-buru menghampiri Bu guru Tasya.
"Ada apa pak satpam!! kok terburu-buru kayak gitu"
"Neng, bapak sekarang tahu, [ sambil ngos-ngosan ], pasti mereka terkunci di gudang lama, karena pas tadi bapak ambil alat musik, pintunya sudah tertutup, karena tadi saya lupa mau apalagi, karena kegaduhan murid perempuan ibu, jadi saya langsung mengunci gudangnya kembali dan pergi ke depan lagi, tadi saya baru sadar kalo masih ada alat lagi yang harus saya bawa, semoga aja mereka ada di sana" Ucap pak satpam menjelaskan semuanya.
Karena panggilan nya belum sempat di akhiri sehingga Oni rahel mendengarkan semuanya, ia terus berteriak-teriak di panggilan itu menanyakan ada apa, apa yang sudah terjadi, tapi Bu Tasya dengan cepat mematikan layar handphonenya dan langsung mengajak semuanya menuju gudang tersebut.
"Astaghfirullah haladzim, ya udah pak, ayo kita ke sana sekarang" Ucap Bu guru Tasya sangat bersemangat mencari lagi, lalu mereka bergegas pergi menuju gudang lama itu.
Bu Rahel sangat merasa khawatir dengan anaknya ia langsung bergegas pergi menuju sekolah Faheel.
"Ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa pada Faheel, aku sangat khawatir" Ucap Oni rahel segera memesan taksi.
...
Mereka sudah di depan gudang itu, Aasira dan Faheel mendengar kegaduhan dari luar dengan segera Aasira bangkit dari duduknya dan langsung melihat ke jendela.
Tokk,, Tokk,, Tokk,,
"Bu cepat buka pintunya" Teriak Aasira dari dalam itu, lalu Bu guru Tasya terkejut, ia langsung menyuruh pak satpam segera membukanya.
"Aasira, Pak cepat buka pintunya, Aasira ada di dalam" Suruh Bu guru Tasya itu, lalu dengan cepat pak satpam membuka gembok nya itu.
Tk,, tk,, tk,, Clakk
Pintu berhasil di buka, Aasira sangat senang dan langsung memeluk Bu guru Tasya sangat erat, ia sangat ketakutan dan sangat berterima kasih kepada mereka sudah membebaskannya.
"Makasih banyak Bu, makasih banyak pak, makasih banyak semuanya, aku benar-benar sangat berterima kasih, aku sangat takut Bu, ini semua gara-gara Faheel" Ucap Aasira menunjuk Faheel, Karena Aasira sudah sangat akrab dengan Bu guru Tasya jadi dia sanagt manja kepada Bu guru Tasya.
"Ya sudah, tapi kamu gak papa kan!! Faheel gimana dengan kamu!!"
"Baik Bu, saya minta maaf sudah membuat kalian semua kebingungan mencari ku dan terima kasih sudah menolongku" Ucap datar Faheel, lalu Seira ingin nyosor aja meluk Faheel, tapi Aasira langsung menghalanginya.
"Eits, ini semua gara-gara kamu Seira, jika kamu gak kejar Faheel tadi, dia gak bakalan ajak aku lari"
"Ih, kok jadi nyalahin gue, Lo nya yang sok cantik" Ucap Seira membalikan fakta, lalu Bu guru Tasya menghentikan pegaduhan mereka.
"Sudah-sudah kalian jangan saling tuduh, yang penting Sira dan Faheel sudah di temukan, sudah ayo kita pulang" Ucap Bu guru Tasya, lalu mereka semua pergi dari tempat itu.
ketika di depan gerbang sekolah Oni rahel baru turun dari taksi dan langsung menghampiri Faheel dan memeluknya.
"Faheel, kamu tidak apa-apa!!"
"Tidak apa ma" Jawab Faheel, semua wanita yang melihatnya tersenyum bisa bertemu dengan calon mertuanya.
mksudnya paan thor
trs aku penasaran sama kakek tua yg kasih tas hitam itu yg ada isi kalung ,dia siapa??