NovelToon NovelToon
Guru Cantik Pujaan Hati

Guru Cantik Pujaan Hati

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Melda

Artika adalah seorang guru magang di sebuah TK. Artika merupakan seorang mahasiswi di Universitas XXX Jurusan PGTK.
Saat ini Artika sedang melaksanakan magang di TK tesebut, selama 3 bulan. Artika sangat suka kepada anak-anak, makanya dia lebih memilih menjadi guru TK.

Afkar adalah seorang CEO Muda yang tampan, kaya raya dan banyak di gilai para wanita di kotanya.

Banyak yang mengira jika Afkar adalah seorang duda anak 1, karena Afkar sering terlihat bersama Aydan bocah 5 Tahun yang memiliki wajah yang sangat tampan dan mirip dengan wajah Afkar.

Siapakah Aydan...???
Bagaimana pertemuan antara Artika dan Afkar...??


Mohon Kritik dan Sarannya dari para pembaca sekalian.
Terima kasih sudah mau membaca karya saya. Di sini saya hanya menyalurkan hobi saya saja. Semoga para pembaca suka dengan cerita yang saya buat.
Jangan lupa Vote, Like, Komen dan Share yaa....


Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Afkar dan Artika sudah sampai di pantai, yang pengunjungnya lumayan sepi karena hari ini bukan hari libur.

Artika tertidur karena kelelahan menangis, Afkar sengaja membiarkan Artika, mungkin dengan menangis itu akan mengurangi beban pikiran Artika.

"Sayang, kita sudah sampai. Ayo dong kamu bangun" ucap Afkar seraya menggoyangkan tubuh Artika.

"Eemm.... kita di mana mas?" ucap Artika dengan suara khas orang bangun tidur.

"Kita sudah sampai di tempat kencan kita sayang. Ayo kita turun" ajak Afkar pada Artika.

"Bentar mas, aku malu" ucap Artika sambil menunduk, Artika merasa penampilannya sangat kacau karena habis menangis hingga ketiduran tadi.

"Kamu malu kenapa sayang, kamu malu ya kencan sama aku, karena umur kita jauh berbeda" tanya Afkar pada Artika.

"Bukan mas, bukan begitu. Aku malu karena penampilan aku yang kacau, pasti aku jelek kan sekarang karena habis nangis tadi" ucap Artika dengan cemberut.

"Sayang di mata aku kamu itu tetap sempurna, walaupun kamu habis menangis sekalipun. Aku itu tidak pernah melihat seseorang dari penampilannya, tapi dari hatinya" ucap Afkar dengan lembut.

"Ayo sayang, kita turun. Kamu pasti senang melihat tempat kencan kita" ajak Afkar pada Artika seraya tersenyum dengan manis.

Afkar turun dari mobilnya, kemudian membukakan pintu mobil untuk Artika, setelah Artika keluar Afkar segera menggandeng tangan Artika.

Mereka berdua berjalan beriringan, seraya bergandengan tangan dengan mesra. Artika merasa sangat senang karena Afkar mengajak dirinya ke pantai.

"Mas, tempatnya sangat indah, terima kasih telah mengajak aku ke sini" ucap Artika seraya melihat pantai yang ada di hadapannya.

"Iya sayang sama-sama, mas senang kalau kamu menyukainya. Kamu harus ingat baik-baik, ini adalah tempat kencan pertama kita, ayo kita duduk di atas batu itu sambil melihat ombak" ajak Afkar pada Artika.

Artika pun mengangguk setuju akan ide Afkar. Afkar naik duluan ke atas batu, kemudian dia membantu Artika untuk naik ke atas batu tersebut, mereka berdua duduk di atas batu seraya menikmati deburan ombak.

Afkar menyandarkan kepala Artika di pundaknya, dan dia juga melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Artika.

"Sayang, ada yang ingin mas jelaskan kepada kamu" ucap Afkar dengan serius.

"Iya mas, ada apa?"tanya Artika.

"Sayang, kamu harus percaya sama mas, jangan dengarkan ucapan Anggun saudara tirimu yang mengatakan kalau mas akan bertunangan dengannya" jelas Afkar.

"Kamu tahukan kalau identitas mas sangat rahasia, hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui identitas mas" sambung Afkar lagi.

"Iya mas, Artika tahu Mas menutupi identitas mas, tapi mengapa Anggun bisa berbicara seperti itu. Apakah mas benar-benar memiliki hubungan dengannya"tanya Artika penuh curiga.

"Sayang, dengarkan mas. Selama ini mas tidak pernah dekat dengan wanita manapun, kecuali mama dan almarhum ibunya Aydan" jelas Afkar.

"Kamu tahu, kenapa mas menutupi identitas mas" tanya Afkar pada Artika. Dengan cepat Artika menggelengkan kepalanya.

"Banyak wanita di luaran sana yang mengejar mas, karena harta dan kedudukan yang mas punya, mereka tidak benar-benar tulus mencintai mas" jelas Afkar pada Artika.

"Dan untuk Anggun, mas benar-benar tidak mengenalnya, apalagi memiliki hubungannya dengannya, bertemu saja baru tadi" sambung Afkar.

"Mas gak lagi bohongin aku kan, mas benar-benar tidak memiliki hubungan dengannya kan?" cerca Artika pada Afkar.

"Iya sayang, mas gak bohongin kamu, dan kamu satu-satunya wanita yang mas cintai. Kamu tenang saja mas akan membuktikan ucapan mas" jawab Afkar dengan tenang.

"Baiklah, aku percaya sama mas" ucap Artika seraya tersenyum ke arah Afkar.

Afkar yang melihat Artika tersenyum, dengan cepat Afkar meraih tengkuk Artika dan langsung mencium bibir mungil Artika.

Afkar mencium dan ******* bibir Artika dengan sangat lembut, seolah-olah mengungkapkan perasaannya pada Artika.

Artika juga membalas ciuama dan lumayan dari Afkar, seolah-olah Artika mengerti akan perasaan yang Afkar sampaikan melalui ciuman.

Afkar menyudahi ciumannya, dan membersihkan bibir Artika dengan ibu jarinya.

"Terima kasih, I Love You sayang" ucap Afkar seraya mencium kening Artika

"I love you too, mas" ucap Artika membalas ucapan Afkar.

"Mas, aku ingin bercerita tentang keluargaku padamu" ucap Artika menatap wajah Afkar dengan sendu.

"Sayang, jika kamu belum siap untuk bercerita, maka kamu tidak perlu bercerita, ingat mas selalu mempercayaimu" ucap Afkar dengan lembut.

"Aku sudah siap bercerita tentang keluargaku padamu mas. Aku takut kamu akan salah paham jika kamu mendengar dari orang lain, lebih baik aku yang akan bercerita langsung kepadamu" ucap Artika.

Artika menceritakan semuanya kepada Afkar, tentang kematian mamanya dan papanya yang menikah lagi.

Tentang perlakuan ibu tiri dan saudara tirinya. Hingga Artika di usir dari rumah karena di fitnah oleh ibu tirinya dan Anggun.

Artika menceritakan tentang Anggun yang selaku iri kepada dirinya, karena banyak anak laki-laki di sekolahnya yang menyukai Artika dan Artika juga lebih pintar daripada Anggun.

Artika juga menceritakan tentang Zidan saudara tirinya yang memperlakukannya dengan baik.

Afkar menjadi pendengar setia, ternyata apa yang di sampaikan oleh Artika sama dengan hasil penyelidikan yang di peroleh orang kepercayaan keluarganya.

Afkar bangga akan kejujuran Artika pada dirinya. Tidak sedikitpun Artika membohongi dirinya.

"Sayang, kamu sekarang tidak sendirian, aku akan selalu ada untukmu" ucap Afkar dengan tulus.

"Terima kasih mas, tapi jika mas tidak bisa menerima keadaanku mas bisa meninggalkanku. Masih banyak wanita yang lebih baik di luar sana" ucap Artika pada Afkar.

"Kamu ngomong apaan sih sayang. Mas tidak akan pernah meninggalkan kamu, mas tidak peduli dengan masalalu kamu, bagi mas kamu adalah masa depan mas" ucap Afkar.

"Tapi mas, keadaan keluargaku berbeda dengan keluargamu, aku ini hanya wanita biasa. Aku tidak mempunyai kelebihan apapun mas" ucap Artika dengan nada frustasinya.

"Mas tidak pernah menilai itu semua sayang. Mas tidak akan pernah meninggalkan kamu, apapun yang terjadi" ucap Afkar dengan tegas.

"Bagaiman jika keluarg mas tidak merestui hubungan kita mas" tanya Artika.

"Keluarga mas tidak seperti itu sayang, mereka pasti merestui hubungan kita, apa lagi kamu sudah mengenal bunda" ucap Afkar meyakinkan Artika.

"Terima kasih mas, sudah mau menerimaku dengan keadaanku yang seperti ini" ucap Artika dengan tulus.

"Sama-sama sayang. Apakah kamu senang ke pantai" tanya Afkar dengan lembut pada Artika.

"Iya mas, aku sangat senang, pantai begitu menenangkan hati" ucap Artika seraya tersenyum sumringah.

"Andaikan mas bisa menjadi pantai, pasti setiap kali kamu melihat mas, kamu akan selalu merasa tenang" ucap Afkar seraya menggoda Artika.

"Mas tidak perlu menjadi pantai mas, untuk menenangkan hatiku, cukup dengan mas selalu menyayangiku dan tidak meninggalkan aku, itu sudah lebih dari cukup" ucap Artika pada Afkar seraya tersenyum dengan sangat manis.

"Mas janji sayang, mas akan selalu menyayangi kamu, dan tidak akan pernah meninggalkan kamu" ucap Afkar dengan sungguh-sungguh.

"Aku akan memegang janji yang mas ucapkan" ujar Artika.

Mereka berdua berbincang-bincang di tepi pantai seraya menyaksikan sunset yang begitu indah.

Terima kasih telah membaca karya saya

Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan

Mohon kritik dan sarannya

Jangan lupa Vote,like,komen dan share yaa

1
Srimuliana
karakter artikah terlalu lemah,taunya nangis
Srimuliana
awal ceritanya bagus
elly fitriyatun
lanjut kak
Ima Kristina
lah kok udah tamat sich Thor....kurang greget happy ending nya ... trus gimana kisah Xavier dan Lia juga Ryan juga Raissa dan zheer...trus gmn keluarga Artika kan belum dapat karma
Ima Kristina
Xavier modus tuh bilang saja ingin bertemu Lia dan mengutarakan cintanya
Ima Kristina
co cweet banget sich
Nurwana
kirain Afkar mau mengungkapkan perasaannya, eee ternyata hanya mengajak pergi kepesta.
Ima Kristina
syukurlah kebusukan lara terungkap
Ima Kristina
hayo semangat Afkar kamu harus segera pertemukan Artika sebelum ditikung sama Ryan
Ima Kristina
semuga Artika tetap berjodoh dengan Afkar
Ima Kristina
semuga kelicikan lara segera terungkap
Ima Kristina
emang enak dicuekin sama Afkar....semuga segera terungkap kelicikan lara
Morna Simanungkalit
thor lanjutin ceritanya bagaimana nanti kisah Anggun dan ibu tirinya yang jahat.
Ima Kristina
waduh ulet keket muncul
Ima Kristina
astaga ...kok ya ada orangtua model papa hari ....
Ima Kristina
Bagus Afkar tidak mudah terbuai dengan rayuan wanita lain kerennn
Ima Kristina
senengnya setelah sah langsung masuk rumah baru
Ima Kristina
orang kalau jahat selalu berpikiran negatif terus
Morna Simanungkalit
semoga hati Afkar tidak tergoyahkan...hati Afkar tetap milik Artika.
Morna Simanungkalit
mana tahu Lia suruhan dari Anggun dan ibunya Diandra ...tetaplah hati - hati kamu Afkar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!