NovelToon NovelToon
Salah

Salah

Status: tamat
Genre:Teen / Badboy / Tamat
Popularitas:201.5k
Nilai: 5
Nama Author: Atmosfera

Kea membenci Sandi, karena Sandi sudah membuat masa kecilnya suram, begitupun Sandi yang membenci Kea karena Kea lemah dan selalu menjadi prioritas semua orang.

Sandi tak suka orang lemah seperti Kea, selain lemah Kea juga tampak menyedihkan dengan kekurangannya yang tak bisa mendengar. Dan ntah bagaimana rasa kebencian saat anak-anak dulu terbawa hingga mereka dewasa, Sandi senang mengganggu Kea. Tapi Kea yang sekarang adalah Kea yang kuat, egois dan juga mempunyai banyak akal busuk untuk membalas dendamnya.

lalu apa jadinya, jika dua orang yang saling membenci, egois dan penuh dendam itu terjerat oleh ikatan pernikahan yang bahkan mereka lakukan hanya untuk bisa saling menyakiti satu sama lain?


***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atmosfera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S-1 Masukan

"Maaf mas, kenapa tadi teriak, dan juga, ini mas uda dari tadi kok gak keluar juga mobilnya?" Kata Seorang ntah siapa, mungkin penjaga parkir gadungan. Ntahlah Sandi tak peduli dia siapa.pikirannya sedang kacau sekarang.

Tapi Sandi mengangguk kan kepalanya, lalu bergumam maaf dan mulai mengeluarkan mobilnya, untuk melanjutkan perjalanan.

"Kita kedokter nanti" Desis Sandi yang diabaikan Kea sepenuhnya.

***

"Kea" Desis Sandi ketika lagi-lagi Kea mengabaikannya.

Ini sudah tiga hari berlalu semenjak mereka pulang dari Bandung, dan Sandi masih tak henti-hentinya merayu Kea untuk kedokter. Laki-laki itu tak bisa tidur tenang dengan banyak kemungkinan buruk dikepalanya ketika Kea benar-benar tak berniat meminum pil pencegah kehamilan yang ia berikan maupun resep dokter yang diam-diam ia konsultasikan.

"Kea, lo harus dengerin gue sekali ini aja, kita kedokter ya."

"Awas" Desis Kea saat Sandi menghalangi langkahnya yang akan turun tangga.

"Nggak, sebelum lo ikut gue kedokter." Tegas Sandi.

Kea menggelengkan kepalanya, "Ini uda tiga hari San, gak ada guna juga tau nggak" Tekan Kea.

Sandi berdecak, "Yaudah, yang penting kita kedokter ya Ke, kita-

"Dan Biarin lo makin semena-mena sama gue?" Tanya Kea datar.

Sandi diam, laki-laki menatap mata Kea lurus. "Maksud lo?"

Kea tersenyum, "Lo sadarkan nggak sih San sama kelakuan lo tiga hari terakhir?" Tanya Kea gamang, "Lo kayak orang kesetanan, lo bener-bener ketakutan bahkan untuk suatu hal yang belum pasti. " Kata Kea lagi.

"Lo tau apa artinya?" Kea maju selangkah, mendekti Sandi. "Artinya lo bener-bener bajingan San. Lo nggak mau mempertanggung jawabkan apa yang lo lakuin. Lo Bajingan!" Desis Kea dengan mata memerah.

Sandi menggeleng, "Kea, bukan gitu, gue tetep bakal tanggung jawab tapi-

"Kalau lo tanggung jawab? So what?" Tanya Kea mengerjapkan matanya kala matanya terasa buram.

"Kea.. Lo harus tau apa dampak dari masalah ini, kalau-

"Kalau lo tau dampaknya buruk? Kenapa lo masih lakuin? Kenapa lo masih paksa gue?" Kata Kea gamang,

"Gue tau San, gue tau, Masalah ini bakal berdampak buruk kalau gue bener-bener hamil. Tapi kalau gue bener-bener ikut lo buat cegah kehamilan dan lain sebagainya. Apa lo bisa jamin dan janji untuk gak bakal ulangi hal yang sama?" Kata Kea pelan.

Sandi terdiam.

"Apa lo bisa janji sama gue, nggak kan? Apa lo bisa janji buat gak ninggali gue yang uda lo hancurin ini? Gak kan? Malah gak menutup kemungkinan justru gue yang lo jadiin pelampiasan nantinya. " Kea mengusap air mata dipipinya. "Lo bakal makin gencar nyakitin gue, berbuat semau lo karena lo ngerasa bebas dan gak memiliki kerugian apapun."

"Jadi bisa nggak lo gak usah memperbudak gue? Dan bisa, lo pikirin dampak berkelanjutan apa yang lo lakuin sama gue?" Kata Kea mendorong Sandi pelan.

Perempuan itu lalu menuruni anak tangga dengan mata yang masih basah. Meninggalkan Sandi yang terdiam kaku.

***

"Kamu kenapa Ke?" Tanya Kai begitu mendapati putri kesayangannya itu duduk didepannya dengan mata merah.

Kelli yang awalnya sibuk menyiapkan nasi goreng untuk sarapan itu pun menghentikan kegiatannya. Ia Menatap putri semata wayangnya dengan raut kekhawatiran yang begitu kentara.

"Sayang?" Panggil Kelli mengusap kepala Kea. Begitupun Kai yang langsung mendekati anak dan istrinya.

Kea yang mendapat perlakuan kedua orang tuanya pun kian terisak, perempuan itu tak lagi berusaha menahannya. Ia menangis sejadi-jadinya dipelukan mamanya diiringi usapan lembut papanya.

"Kea-

"Hiks, ma, pa, hiks Kea gak mau ngomong hiks apa-apa" Kata Kea memotong kembali kalimat tanya papanya. Ia hanya ingin menangis. Kea hanya ingin mencurahkan tangisnya. Kea hanya ingin dukungan. Ia tak bisa lagi menahannya.

Sandi yang melihat keluarga kecil itu saling menenangkan pun kian membisu. Ia menggenggam kuat pagar tangga, Sandi merasa begitu bersalah. Apa yang dikatakan Kea memang benar, Jika ia tau dampaknya seharusnya ia berpikir sebelum melakukannya. Seharusnya ia tak menyakiti Kea begitu dalam waktu itu.

Tapi, bukankah ia juga benar. Kehadiran anak akan membuat mereka kian sulit disaat posisi, kondisi dan perasaan mereka masih seperti ini.

Sandi mengusap wajahnya. Ia tak pernah merasa sestres ini sebelumnya. Ia tak mungkin lagi memaksa Kea, bukan kah ia begitu egois saat masih saja memaksa Kea?

Tak lagi ada yang bisa Sandi lakukan selain berharap. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya setelah sekian lama. Sandi berharap banyak untuk setiap doanya.

***

"Kea?" Panggil Kelli pelan ketika ia melihat Kea yang melamun ditaman belakang.

Kea menoleh, perempuan berkaca mata itu tersenyum menatap mamanya. "Ma?" Panggilnya.

"Boleh mama gabung kan?" Tanya Kelli lembut.

Kea mengangguk, Ia menggeser duduknya, memberi gestur untuk mamanya agar duduk disebelahnya.

"Kea kenapa? Kok banyak ngelamun?" Tanya Kelli lembut,

Kea melirik mamanya,

"Kea gak mau cerita ada masalah apa sama mama hm?" Tanya Kelli lagi, perempuan berdarah tionghoa itu mengusap rambut Kea pelan, memberinya kenyamanan luar biasa pada Kea yang memang butuh sandaran.

"Ma?" Panggil Kea pelan sambil berusaha menahan tangisnya sendiri.

"Ya, sayang, "

"Apa menurut mama aku salah kalau aku hiks- aku mau kasih Sandi pelajaran untuk mempertanggung jawabkan apa yang dia lakuin?" Kata Kea sesenggukan.

Kelli diam saja, ia tetap membelai rambut Kea tanpa niatan menyela. Ia ingin mendengarkan permasalahan Kea dengan tenang tanpa terlarut emosi.

"A-aku hiks, aku capek ma.. Sandi itu bajingan hiks, Sandi jahat, dia jahat ma .. Dia nyalahin Kea untuk semua yang terjadi sama kami, dia jahat hiks, " Tangis Kea semakin tak terbendung.

"Kea cuma mau dia tau apa akibat kelakuan dia, Kea gak mau diatur hiks-atur ma" Tangis Kea semakin menjadi dipundak Kelli.

Kelli diam saja, ibu satu anak itu membiarkan Kea meredakan tangisnya dulu, dan begitu tangisan Kea mulai terkontrol, barulah Kelli mengeluarkan suaranya.

"Emang apa yang Sandi lakuin dan apa yang berusaha Kea kasih tau ke Sandi hm?"

Kea bangkit dari posisinya, ia menatap mamanya dengan mata basah. "S-sandi, i-itu" Kea tampak ragu mengatakannya.

Dan Kelli dengan sabar meyakinkannya. "Jangan takut sayang, mama gak bakal ngehakimi Kea kok"

Kea menatap mamanya, "Sandi paksa Kea buat cegah hiks, cegah kehamilan" Bisik Kea berbisik diujung kalimatnya.

Kelli terdiam kaku, matanya membulat.

"Kehamilan?"

Kea mengangguk, "Kea gak mau, Kea gak mau Sandi atur Kea gitu ma, Kea mau Sandi tau akibat perbuatannya."

"Dan Kea ambil resiko kalau mungkin saja Kea Hamil? Sayang.. Masalah ini itu-

"Ma.. Kea gak suka Sandi berbuat sesukanya."

"Kea, tapi Kea juga harus tau apa akibatnya. Kea tau, hamil diusia muda itu gak segampang yang kayak kamu pikir, mama pernah ada diposisi Kea. Mama pernah hancur diusia Kea, Mama pernah ngalaminnya, Sayang. Dan kamu tau, Akibat dari kebodohan mama adalah buat Kea ada diposisi ini" Kata Kelli dengan mata penuh penyesalan.

"Mama yang buat Kea ngalamin hal ini, mama yang buat Kea gak bisa denger dari kecil, mama juga yang buat Kea gak bisa lihat dengan jelas, mama hiks, mama jahat sayang, dan mama gak mau Kea ulangi hal yang sama keanak Kea nanti hanya karena Kea benci Sandi, hanya karena Kea-

"Mama hiks" Kea merangkul mamanya, "Mama kenapa ngomong gitu hiks, Kea sayang mama"

Kea tersedu, kedua perempuan beda usia itu menangis bersama, menangisi takdir mereka yang kelam.

"Jadi.. Kea mau kan pikirin semuanya lagi denganjernih?"

Kea terdiam dalam tangisnya, ia hanya memeluk mamanya, menerima masukan itu dengan hati yang ketakutan.

Apa kah jalan yang ia ambil salah?

***

Menurut kalian mana yang bener?

Kea atau Sandi.

Keduanya ada sisi baik dan buruknya sendiri kan?

1
Nivia Olive
Pertama sekali baca tulisan Author di novel ini. Awalnya sebel dengan jalan ceritanya. tapi karena penasaran, lanjut baca sampai selesai. Saya emang lebih suka baca yang sudah tamat dibanding on going, jadi novel ini kelar bacanya dalam 3 hari.
Awalnya bingung knapa ga minta pindah rumah ato sekolah kl hubungan Sandi n Kea mengganggu mental Kea n mereka saling terluka. Kog bisa2nya ortu Kea tidak seprotektif Sandi mengurus Aiko, membiarkan semuanya terjadi di depan mata tetapi akhirnya mengerti di penjelasan Author terakhir cerita ini. Author berhasil memainkan perasaan saia. Terima kasih untuk pembelajaran hidup di cerita ini 🙏
Nivia Olive
Venesia n Maldives
Nadzila Adriani
mau baca tapi gakuat bangettt😭😭😭😭
ayu aprilia
Luar biasa
fitri _srg
woyy thorr sorry gue mau ngomong kasar cok,, huwaaaa sedih banget anyingg,, mau nangis bacanya tapi gue lagi di rumah sakittt
Kaiso
cerita papa keidran apa judulnya thor
Muhammad Ardi
akuu london, korea, kanada kak hihihi
xoxxucherry
ihh kak tanggung jawab dong😭ak nangis sesegukan inj
city
ngeriny hubunganny 🤧ngalahin berita yg lagi viral lebeh parah kdrt nya
Eci Tri
thanks Thor udah buat aku nagis" sampai orang rumah khawatir semua
Atmosfera: Wkwkwk, Jadi aku harus jawab "Sama-sama"
Atau "Maaf" Nih karena buat kamu nangis dan keluarga khawatir?
total 1 replies
Eci Tri
😭😭😭😭😭😭
Er Mafa
sakit bgt bacanya thor
Er Mafa
aaaahhh Thor nyesek bgt
Anna Rahmawati
terimakasih kak author, ini genre novel yg saya cari2 selama ini. menggambarkan konflik batin dan pola pikir yang ekstrem tp bisa jadi memang ada di dunia nyata sehingga memperluas wawasan. meskipun banyak kata-kata kasar, tp memang diperlukan untuk memberikan gambaran yg utuh. setuju banget tidak ada orang yg bener-bener jahat dan bener-bener baik, dan disitulah menariknya sisi kemanusiaan yg bisa dieksplorasi oleh penulis. semangat terus dan jangan lelah berkarya kak😊👍👍👍
Atmosfera: Yeayy terimah kasih, semoga ada sisi baik yang bisa kamu teima untuk menambah wawasan. dan mari kita perbaiki sisi yang berlawanan. sekali lagi, terima kasih sudah membaca
total 1 replies
Anna Rahmawati
wah aku penyuka novel yg ga terlalu panjang kak. 70an chapter cukup lah😊😊👍
whayou allchaidart
aq udah baca yg ego Nadira kk.ceritanya bagus
Ilo La
ck, gw kira bakal cerei.
Ilo La
salah kea si tlol, alay bgt beramtem smpai g makan, tlol bgt sm aj dia g syg anak nya g mikirin keadanya yg lgi hamil tlol si. egois bgt nyalahin sandi pdhl awal ny berantem jg gegara dia.
Ilo La: setidaknya pikirin anak ny lh anj klo emg sandi slh krn g mau dengerin penjelasan kea tpi tetap aja seharus nya kea tuh lebih mikirin anaknya jgn tlol samapai g makan dn minum setidaknya walau mereka berantem mereka gk bakal kehilangan anak ny
total 1 replies
Muhammad Ardi
terimakaishhhh kak buatt ceritanyaaaaaaa sanyang bangettttt sama kak authornyaaa tentunya sama tokoh2 ceritanya jugaa akam selali melekat di aku 😭😭😭❤💕
miss lie
trhorr ini crta sngt sedih thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!