NovelToon NovelToon
CINTA SALAH TEMPAT

CINTA SALAH TEMPAT

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:369.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: slwarulla

Sequel Dia Mamiku... Lebih baik baca dulu 'dia Mamiku' baru baca ini.

Bagaimana jika kamu salah menempatkan cintamu sendiri?Maksudnya kamu mencintai salah satu adikmu, walaupun bukan adik kandung sih.

Dan semua ini dirasakan oleh seorang Reyka. Laki-laki yang tidak pernah merasakan jatuh cinta tetapi malah menaruh perasaan pada perempuan yang sudah dikenal sebagai adiknya itu....

Bagaimana kisah mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

"kakak nyerah?"

Gebrakan pintu disusul pertanyaan 'aneh' yang dilontarkan Sean membuat Reyka menatap heran. "ada apa?"

Kata 'nyerah' yang tersemat diucapan Sean membuat Reyka memicing kesal. Seolah kata nyerah itu mengartikan sebagai pengakhiran hidup. Pokoknya kata 'nyerah' dibenak Reyka banyak mengandung konotasi buruk membuat ia menatap tajam.

Memangnya ia sedepresi itu?

"kakak mau tinggalin Sean disini sendiri?! Sean nggak suka punya kakak putus asa begini. Dimana Reyka yang tegar? Dimana Reyka yang kuat? Kenapa kakak mudah sekali menyerah dan meninggalkan semua?" pekik Sean dengan suara parau

Sean memang buas. Paling nakal diantara anak Seno lainnya. Tetapi tetap saja Sean tahu batasan, tahu attitude. Ia masih mengingat semua ajaran yang Sania ajarkan. Memang banyak yang berkata kalau Sean seburuk itu, tapi tanpa mereka tahu seperti ada rantai tak kasat mata dileher Sean. Rantai yang terjulur hanya untuk Reyka.

Maksudnya, Sena lebih menghormati Reyka dibanding Seno. Karena Sean masih mengingat bagaimana perjuangan kakak-nya saat dulu mereka hidup tanpa ada Seno. Banyak hal yang membuat Sean kagum. Hingga menimbulkan rasa hormat pada Reyka ketimbang papih-nya sendiri.

"kamu kenapa sih nggak jelas banget"

Sean menepis semua lipatan pakaian yang baru saja Reyka lipat, "kakak nyerah dengan keadaan? Kalau gitu nggak papa. Tapi jangan pernah ada fikiran untuk tinggalin Sean"

Kerutan dikening Reyka kian terlihat walau sedetik kemudian Reyka langsung tertawa. Ia memukul-mukul kasur dan berguling-guling nggak jelas. Sungguh Sean sendiri malu lihat kakak yang menjadi panutan-nya seperti itu.

Atau dia ada salah ngomong? Ugh.... Sean jadi malu.

"siapa yang mau ninggalin kamu? Lagian respon kamu heboh banget sih"

Loh.... Sean mengerjap berulang kali. Jadi, dia salah menerka? "terus kakak ngapain lipet baju gitu?" tanya Sean. Melihat kakak-nya mengurus rumah tangga itu hal yang sangat langka. Ya... Kecuali dalam hal memasak. Tapi selain itu Reyka sangat lemah dalam mengurus kerjaan rumah. Lagian semua orang memiliki kelebihan sendiri kan? Reyka pintar diotak tapi lemah di hal lain.

"mau rapihin baju aja sekalian ngeluarin baju yang udah nggak kepake" jawab Rehan dengan jujur, "kamu anggap kakak mau kabur atau nggak pergi dari rumah ini?"

Sean mengangguk.

"sungguh?" heran Reyka. Reyka tahu Sean sangat sayang kepadanya. Tapi jarang sekali Reyka tahu kalau Sean sengaja menunjukkan kasih sayang nya secara terbuka.

Sean mengangguk lagi, "lagian siapa nggak ada yang salah paham saat ngelihat kakak lipet baju gini ditengah-tengah keterpurukkan kakak"

Reyka terdiam ditengah-tengah merapihkan baju yang tadi dihempaskan begitu saja oleh Sean. Laknat memang! "maksud kamu?" hanya pertanyaan itu yang sanggup Reyka ungkap. Selanjutnya ia memilih kembali melipat baju untuk menetralisir rasa sesak didalam hatinya.

"aku tahu kakak lagi sedih karena ucapan Sena." ungkap Sean hati-hati

Melihat raut Reyka yang berubah membuat Sean kembali membungkam mulutnya. Terlalu takut untuk melanjutkan kalimat. Diam-diam Sean hanya bisa merutuki Sena yang membuat Reyka menjadi seperti ini.

"ucapan yang mana dulu nih?"

"semuanya! Yang Sena memilih untuk melanjuti hubungannya kejenjang lebih serius, seperti lamaran. Dan omongan sena tentang kakak. Kakak jangan masukin hati omongan Sena ya. Kakak tahu sendiri kan kalau Sena--

"kalau Sena suka sembarang omong" potong Reyka, "ya kakak paham. Lagian kakak juga nggak papa ko, nggak kesel sama sekali"

"kakak nggak mau perjuangin cinta kakak?" tanya Sean lagi setelah sekian lama terdiam

"ada hal yang harus kakak tanyakan dulu ke Sena. Jawabannya yang akan memutuskan langkah kakak selanjutnya," Ucap Reyka tanpa sadar. Tak berapa lama ia membelalakkan mata nya, "kamu sudah tahu? Sejak kapan?"

Reyka kembali termenung. Ia masih mengingat Sean yang mengucapkan kalimat aneh kala itu. Reyka juga sudah berfikir kalau Sean tahu hal ini, perasaan nya pada Sena. Tapi Reyka nggak menyangka Sean akan mempertanyakan hal ini ia kira Sean akan cuek dan perlahan ngelupain nya.

"sejak divilla kala itu. Siapa yang nggak heran lihat kakak sebegitu khawatirnya dengan Sena. Tapi, untung saja semuanya nggak pernah sadar akan hal ini." Sean mengingat-ingat kala itu

"ya sudah... Kalau sudah tahu kamu mau bilang apa?"

"Sean nggak mau kakak nyerah gitu saja---

"dengan melawan papih?" potong Reyka. Reyka menarik nafas dalam-dalam. Ia rasa oksigen di dunia semakin berkurang, lihat saja Reyka selalu merasa sesak dari hari ke hari.

"nggak begitu," jawab Sean

"terus harus gimana lagi? Kakak nggak berani ngomong langsung ke Sena. Takut respon Sena malah ngejauhin kakak. Daripada dijauhin lebih baik kayak begini. Melihat dia bahagia dengan laki-laki lain," ucap Reyka dengan lancar. Walau dalam hati ia sudah sakit bukan main.

"nggak bisa begitu!" ucap Sean kecewa.

Bagi Reyka, Sean sudah seperti pawang cinta nya. Ia akan seberusaha mungkin demi client nya.

"bisa Sean..." jawab Reyka penuh penekanan, "urusan Sena biar kakak yang urus. Kakak nggak mau lihat kamu ikut campur lagi. Biar kakak yang urus sisanya dan kamu nggak boleh protes gimanapun hasilnya. Mau kakak berakhir sama Sena dan berakhir patah hati, kakak nggak mau dengar protesan dari kamu"

Dengan enggan Sean mengangguk. Memang bukan tanah-ya mencampuri urusan kakaknya. Tapi kan tetap saja Sean nggak suka melihat Reyka sedih. Sementara Sean sangat ingat saat mamihnya menitipkan Reyka dan ia tetap harus menganggapnya sebagai kakak kandung walau nggak sedarah.

"dan untuk... Ucapan Sena satu lagi," cicit Sean

Reyka menarik nafasnya. Ia menumpuk baju yang sudah dilipat sambil dibawa kearah lemari

"mau gimana lagi, memang kenyataan nya seperti itu" jawab Reyka dengan senyuman

"nggak ada yang ngomong gitu. Kakak tetap kakak Sean, selamanya" rengek Sean hingga Reyka menatap geli

Reyka menutup pintu lemari dengan kencang lalu menghampiri Sean yang sedang berbaring. Ia menarik begitu saja tubuh Sean dan mendorongnya kedepan pintu. "keluar kamu! Kakak nggak mau lagi denger celotehan kamu" usir Reyka

"dasar tidak berperikakak-an!" bentak Sean lalu mengaduh sambil mengusap hidunyanya yang hampir terkena pintu, "dasar nggak tahu terima kasih" pekik Sean lalu tersenyum. Setidaknya Reyka tidak seperti orang yang frustasi. Reyka masih bisa diajak bercanda seperti tadi saja Sean sangat bersyukur.

Dibalik pintu kamar, Sean mengadah keatas. "ya Allah.... Hamba hanya ingin kakak hamba agar hidup bahagia. Kakak hamba sudah banyak berkorban demi hamba. Jadi, hamba hanya pintu bahagiakan ka Reyka" Pintanya penuh harap

1
kavena ayunda
hahhaa uda jdi bekass ya si sena sombong makan itu karma sok sih😂😂
diana
sangat bagus ceritanya
Mella Soplantila Tentua Mella
lanjuy
Nur Cahayani
aish,,, ide author ini emang bener2 dah' 🤣🤣🤣🤣🤣
Nur Cahayani
rwla gk rwla reyka ama sena' protes ama author juga gk suai harapan' toh Tuhn nya author🤣🤣🤣🤣

semngat thor💪💪💪💪😘
Nur Cahayani
matre bilang matre' huh dsar laki2 buaya😒🤛🤛🤣🤣🤣🤣
Nur Lizza
semangat terus thor
Nur Lizza
lanjut thor
kasih salmah jodoh thor
Nur Lizza
lanjut thor
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
lanjut thor
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
selamat ya
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
semangt thor
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
lnjt
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
btul itu reyka
Nur Lizza
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!