NovelToon NovelToon
His Royal Vow

His Royal Vow

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Perjodohan / Penyesalan Keluarga
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan megah di Katedral St. George menandai bersatunya Edmund Alistair Blackwood, calon Raja Inggris sekaligus perwira militer, dengan Baxeena Valerio Desmon, wanita independen asal Los Angeles. Bagi publik, ini aliansi sempurna. Namun bagi Baxeena, ini adalah neraka.

Pria yang dipaksa ia nikahi demi menyelamatkan ibunya adalah mantan kekasih masa high school yang paling ia benci. Satu dekade lalu, hubungan mereka hancur akibat tragedi one-night stand Edmund yang berujung kehamilan.

Kini, Baxeena tak hanya terjebak dengan pria yang menghancurkan hatinya, tetapi juga harus menjadi ibu tiri bagi putri Edmund yang berusia 13 tahun—anak hasil pengkhianatan masa lalu yang amat membencinya.

Di tengah dinginnya tembok istana modern, tugas militer Edmund yang kerap memanggilnya ke garis depan memaksa Baxeena menghadapi konspirasi kerajaan dan penolakan sang anak tiri seorang diri. Sebuah reuni emosional yang berbahaya antara luka masa lalu, dendam, dan takdir yang belum usai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

##04

Keheningan merayap begitu cepat di sepanjang meja makan kerajaan yang membeku, menyerap sisa-sisa kehangatan aroma kopi dan roti panggang yang membumbung ke udara.

Pertanyaan lancang yang terlontar dari bibir mungil gadis remaja itu menggantung di antara pilar-pilar granit katedral, membiaskan getaran permusuhan yang begitu nyata.

Ratu Lizzeebeeth meletakkan cangkir porselennya perlahan ke atas piring kecil. Denting halus bahan keramik itu menjadi pembatas sebelum suara keanggungan sang penguasa bergema, tenang namun memancarkan wibawa tak terbantahkan.

"Philippa Violet Blackwood," sebut sang Ratu penuh penekanan, menatap cucu tunggalnya dengan sorot mata yang teduh namun tegas. "Jaga tutur katamu di meja makan. Ini adalah Baxeena Valerio Desmon, istri sah dari ayahmu. Mulai hari ini, dia adalah ibumu yang baru, wanita yang akan mendampingi keluarga ini dan memimpin Istana bersama Ayahmu."

Gadis berusia tiga belas tahun yang dipanggil Violet itu mengepalkan jemarinya di bawah meja. Sorot matanya yang legam—Begitu mirip dengan manik mata Alistair—berkilat menahan badai emosi yang bergejolak di dalam dada remajanya. Ia memalingkan wajah dari sang Ratu, menatap lurus pada ayahnya dengan pandangan menuntut pertolongan yang terluka.

"Aku sudah punya Ibu Katherine—ibu yang melahirkanku!" seru Violet dengan suara bergetar, menahan lelehan air mata kepahitan yang mengancam pelupuk matanya. "Aku tidak ingin ibu baru lagi, Ayah! Tidak akan pernah!"

Suasana di ruangan itu kian Mencekam. Zephyr dan Austin Jaxon menahan napas, merasa cemas akan retaknya perjamuan pagi yang seharusnya menjadi simbol kebahagiaan dua keluarga besar.

Namun, di saat semua orang menduga Baxeena akan merasa tersinggung atau membalas serangan dingin anak tirinya, wanita dari Los Angeles itu justru bertindak di luar dugaan.

Baxeena tidak tampak terluka. Ia juga bukan tipe wanita yang akan berdiam diri dan berpura-pura menjadi korban yang menyedihkan saat ditolak secara terang-terangan.

Dengan gerakan yang amat tenang dan elegan, Baxeena menegakkan punggungnya. Jemari lentiknya merapikan serbet di pangkuannya sebelum ia memiringkan kepala sedikit, menatap Violet secara langsung. Tak ada dendam atau amarah di wajah cantiknya; yang terpancar hanyalah kelembutan yang matang, dipadu dengan keteguhan sikap wanita dewasa yang tak mudah digoyahkan oleh gertakan anak remaja.

"Jadi... bagaimana kalau kau memanggilku Mommy saja?"

Suara Baxeena mengalun halus, mengalir bagai simfoni malam yang menenangkan di tengah badai. Nada suaranya begitu dalam, penuh dengan kepahaman atas luka yang sedang dipeluk oleh jiwa muda di hadapannya.

Violet tertegun, pandangan tajamnya sedikit goyah mendengar respons yang sama sekali tak ia duga.

"Ibumu adalah Ibu Katherine," lanjut Baxeena lembut, mengukir senyum tipis yang amat tulus di bibirnya. "Posisi dan namanya di dalam hatimu tidak akan pernah bisa digantikan oleh siapa pun di dunia ini, dan aku tidak akan pernah berniat untuk merebutnya darimu. Jadi, aku bukan ibumu yang baru. Aku Mommy-mu—Mommy Baxeena. Bagaimana?"

Kalimat sederhana itu terngiang di udara, meretas dinding ketegangan yang dibangun Violet sejak semalam.

Pertanyaan "Bagaimana?" yang ditutup dengan nada bertanya yang lembut itu seolah memberi ruang bagi Violet untuk bernapas, memperlakukannya bukan sebagai anak kecil yang harus tunduk pada perintah istana, melainkan sebagai seorang manusia yang perasaannya dihargai.

Violet membisu. Bibir mungilnya terkatup rapat, bingung harus membalas apa pada wanita yang baru saja melumpuhkan pertahanannya tanpa perlu mengangkat senjata.

Di sudut meja lain, Zephyr Desmon menghela napas lega yang amat panjang. Ibu kandung Baxeena itu menyunggingkan senyuman haru, menyenggol pelan lengan suaminya, Austin Jaxon, yang turut mengangguk bangga.

Di dalam hati Zephyr, terbit sebuah harapan yang membumbung tinggi. Ia tak menyangka putri sulungnya yang selama ini bersikap dingin dan menutup diri pasca-trauma masa lalu, justru memiliki jiwa yang begitu lapang untuk merangkul seorang anak tiri yang asing. Zephyr berdoa dalam hati, berharap kelembutan Baxeena kelak mampu mencairkan es di hati Violet, hingga hubungan mereka membaik dan menjadi keluarga yang utuh.

Sejujurnya, di meja makan yang megah itu, tak ada satu orang pun yang mengetahui rahasia kelam di masa lalu.

Tak ada yang tahu bahwa di balik senyum lembut Baxeena dan tatapan datar Alistair, pernah ada ikatan cinta manis selama tiga tahun yang hancur berkeping-keping oleh pengkhianatan dan air mata belasan tahun lalu.

Dan orang yang paling membeku dalam kebahagiaan di ruangan itu adalah Alistair sendiri.

Pangeran Kerajaan Inggris itu tak henti-hentinya memandangi wajah istrinya.

Manik matanya berpendar hangat, memantulkan sinar keharuan yang mendalam. Alistair mengenal Baxeena luar dan dalam. Tiga tahun menjalin kasih di masa muda sudah lebih dari cukup untuk membuat Alistair paham betul betapa mulianya hati wanita yang dicintainya itu.

Baxeena yang ia kenal memang tegas dan tak mudah ditindas, namun di balik benteng pertahanannya yang kokoh, ia adalah sosok yang penuh kasih sayang dan empati.

Melihat Baxeena memperlakukan Violet dengan begitu bijaksana tanpa sedikit pun melimpahkan rasa benci masa lalu pada anak yang tak berdosa, membuat jiwa Alistair yang merana seketika dipenuhi rasa syukur. Beban rasa bersalah yang mengimpit dadanya selama belasan tahun terasa sedikit terangkat.

Terima kasih, Baxeena...batin Alistair dalam kepasrahan jiwanya yang amat dalam. Kau tidak pernah berubah. Hati indahmu masih sama seperti saat kau memelukku di bawah naungan pohon oak sekolah dulu.

Alistair menaruh harapan besar di dalam dadanya yang paling dalam. Ia berharap, seiring berjalannya waktu di dalam dinding-dinding istana yang kaku ini, Violet dapat belajar menghormati dan mencintai Baxeena, sebagaimana Alistair yang tak pernah berhenti mencintai pujaannya itu.

***

Pintu kamar bernuansa dusty rose dan emas itu tertutup rapat dengan dentum keras saat Violet melangkah masuk.

Gadis berusia tiga belas tahun itu menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur berkanopi yang megah. Ia menatap langit-langit kamar yang dihiasi lukisan pemandangan Eropa klasik, namun pikirannya sepenuhnya berkecamuk dalam kegelapan.

Dada Violet kempas-kempis, menahan kepedihan yang menyengat jemari dan sudut matanya. Di dalam benaknya, bayangan cangkir-cangkir teh di ruang makan utama dan senyum lembut wanita bernama Baxeena itu berputar bagai rekaman bayangan hitam yang mengintimidasi.

Violet tidak suka. Ia sangat, sangat membenci posisi itu.

Posisi yang tadi diduduki oleh Baxeena—sebagai wanita yang duduk di samping ayahnya, disambut hangat oleh sang Ratu, dan dipandang dengan tatapan yang belum pernah Violet lihat sebelumnya dari manik mata ayahnya sendiri—harusnya menjadi milik satu orang saja: ibu kandungnya, Katherine.

Ingatan Violet melayang kembali ke kejadian semalam. Di dalam kegelapan kamarnya, tak lama setelah ia membuang kunci kamar rias Baxeena, ponselnya bergetar.

Ponsel itu menampilkan nama sang ibu. Violet mengingat jelas bagaimana suara Katherine bergetar hebat di balik sambungan telepon antarbenua, diiringi isakan tangis yang begitu menyayat hati.

"Violet, sayangku..." bisik Katherine semalam dengan napas yang serak dan sarat penderitaan. "Ibumu ini sangat mencintai ayahmu... Sejak dulu, detik ini, hingga kapan pun, hanya Ayahmu–Alistair satu-satunya pria di dalam hidup Ibu. Ibu bertahan dalam kesendirian ini hanya demi berharap suatu hari nanti keluarga kecil kita bisa utuh kembali..."

Tangisan ibunya semalam adalah sembilu yang menghujam dada muda Violet.

Selama bertahun-tahun tumbuh besar di lingkungan kerajaan yang kaku, harapan terbesar Violet hanyalah satu: melihat ayah dan ibunya bersatu kembali di dalam Istana Buckingham. Ia selalu membayangkan hari di mana ibunya akan berjalan menyusuri koridor istana sebagai Ratu yang sesungguhnya, memeluknya setiap malam, dan melengkapi kepingan puzzle hidupnya yang patah.

Namun, kehadiran wanita asal Los Angeles itu telah meremukkan seluruh impian indahnya menjadi debu tak berharga. Baxeena Valerio Desmon telah menghancurkan segalanya hanya dalam satu malam pernikahan aliansi yang megah.

Violet mengepalkan jemarinya kuat-kuat pada sprei sutra. "Aku tidak akan membiarkanmu," bisik Violet pada kamar yang hampa, suaranya sarat akan ikrar permusuhan. "Aku tidak akan pernah membiarkan Mommy Baxeena hidup nyaman dan tenang di dalam kerajaan ini."

Violet teringat kembali pada nada suara Baxeena yang begitu halus dan menenangkan di meja makan tadi. Cara wanita itu menawarkan panggilan 'Mommy Baxeena' dengan tatapan mata yang seolah penuh kelembutan dan kepahaman.

Lihat bagaimana dia berbicara lembut tadi, batin Violet dengan tawa sinis yang mengutuk dalam hati. Apa benar dia selembut itu? Tidak! Itu semua hanya sandiwara! Dia sedang berdrama di depan Ayah dan Nenek agar semua orang menganggapnya bagai malaikat!

Doktrin dan peringatan dari sang ibu kandung kembali bergema di dalam kepala Violet bagai mantra yang membakar amarahnya:

"Ingat kata-kata Ibu, Violet," suara Katherine kembali terngiang dalam ingatan malam-malam lalunya.

"Semua ibu tiri di dunia ini jahat. Mereka tidak pernah datang dengan ketulusan. Mereka datang hanya untuk merebut ayahmu, merebut takhta, merebut posisi yang seharusnya milik Ibu! Dan saat wanita itu nanti melahirkan anak dari ayahmu, kau akan disingkirkan. Kau akan dilupakan dan diterlantarkan di istana..."

Kata 'diterlantarkan' membakar seluruh ketakutan terbesar dalam jiwa remaja Violet. Bagi Violet, Baxeena bukan sekadar orang asing yang memegang status baru, melainkan ancaman nyata yang akan mencuri seluruh kasih sayang ayahnya dan mengubur keberadaan ibu kandungnya selamanya.

Violet menatap pantulan dirinya di cermin besar di sudut kamar. Wajahnya yang memerah dan mata hazel-nya yang basah memancarkan tekad yang membara.

Gadis kecil itu sama sekali belum menyadari rahasia kelam di masa lalu—bahwa wanita yang amat dibencinya itu adalah cinta sejati pertama ayahnya yang terenggut oleh takdir Empat belas tahun yang lalu.

Yang Violet tahu saat ini hanyalah satu hal: perang dingin di dalam istana baru saja dimulai, dan ia akan melakukan apa saja untuk mengusir Baxeena kembali ke Los Angeles.

1
Asriani Rini
Demoga biolet bisa membedakan mama yg tulus dan mana yg jahat
Rosdianah 🌷: benar kaa
total 1 replies
nayla tsaqif
Tp ttp aja,, kamu punya ank dr jalang itu pak ali,, jadinya jijik liat kamu bekas jalang,, harusnya baxee janda dulu biar bekas orang jg,, biar impas😩
Rosdianah 🌷: nah iya lagi, harusnya dibikin janda dulu ya🤣🤣🤭
total 1 replies
Adiba Azahra
Haloooo kak izin mengikuti dan nyimak yaaa dari awal hahaha 🙏😁👍 semangat terus pokok nya 😍👍
Rosdianah 🌷: okay ka🫶
total 3 replies
Mia Camelia
ehmm rencana apa sih yg di bikin violet dan katrine 🤔🤔🤔
Mia Camelia
violet baru nonggol udah pingin jitak aja🤣🤣🤣🤣
ayolah baxenna tundukkan si bocil tantrum itu🤭🤭🤭
nayla tsaqif
AJ besanan ama mantan nih,,, 😌
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!