Sir Leonardo, Komandan Militer Inggris, memburu pemberontak yang membunuh orang tuanya. Setelah berhasil menemukan si pemberontak dan membunuhnya beserta istri tapi menyisakan putri mereka. Balas dendam Leo tidak berhenti hanya dengan kematian pembunuh kedua oran tuanya, namun menjadikan putri si pemberontak sebagai pelampiasan amarah, nafsu, gairah dan perasaan lainnya. Apa yang terjadi dengan putri si pemberontak kemudian? Apakah dia akan bertahan atau menyerang balik seorang Leonardo?
Cerita lainnya :
1. Putri Jenderal bersama Mafia (Haile & Antonio)
2. Putri Duke bersama Bos Wine (Katy & Terios)
3. Cinta saudara Tiri (Eliza & Zane)
Mana cerita pemaksaan cinta yang paling kalian sukai? Jangan lupa dukung author yaaaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MIMPI BURUK BARU
Sebelum masuk rumah, ada pria yang berdiri di depan pintu belakang.
"Selamat atas kemenangan dari pemberontak Skotland, Sir" ucapnya menyapa pemilik rumah.
"Namun saya mendapatkan info dari Zane, bahwa punggung anda tertembak 3 peluru. Mari saya bantu obati" lanjutnya.
Leo hanya tersenyum tipis dan mengangguk lalu masuk kedalam rumah melalui pintu belakang diikuti oleh pria yang terlihat seperti orang kepercayaan Leo.
Setelah masuk kamar, Leo melepas semua atribut militernya.
Ia buka rompi, lalu pakaian dinasnya hingga menampakkan tubuh kekar tanpa busana dengan darah dimana mana.
Apalagi punggung Leo, terlihat jelas 3 peluru bersarang disana.
"Kali ini punggung anda menjadi sasaran pemberontak, Sir. Meskipun anda tidak merasakan apa apa, tapi darah anda yang keluar sangat banyak" ucap pria itu ketika melihat punggung sang majikan.
"Hmm..segera ambil pelurunya Luca. Aku tidak perlu mendengarkan omelanmu" tegur Leo.
"Baik, Sir. Maafkan saya yang banyak omong ini. Saya hanya dokter yang berusaha memberikan peringatan untuk anda agar lebih menjaga tubuh" sahut pria yang bernama Luca itu.
"Aku tau kondisiku. Selama aku tidak pingsan karena kehabisan darah maka aku tidak apa apa" ujar Leo.
Luca pun mengangguk tanpa ingin berdebat lagi.
Ia pun mulai mengeluarkan alat alat medisnya, mengambil peluru satu demi satu dari punggung Leo.
Klontang.
Klontang.
Klontang.
3 peluru sudah dikeluarkan. Selama proses ini, Leo tidak dibius ataupun diberikan obat pereda sakit.
Luca hanya menyuruh Leo meminum obat pencegah pendarahan yang menghentikan darah untuk keluar alias membekukan darah dari dalam.
Luka bekas tembakan dijahit dan diberikan obat oles disana.
Setelah hampir 1 jam tindakan penanganan dokter, akhirnya Leo bisa memakai baju bersih setelah lukanya diperban.
"Anda sebaiknya beristirahat selama 1 minggu agar jahitannya mengering. Jangan beraktivitas berat ataupun sampai terkena tembakan lagi, Sir. Saya berbicara seperti ini karena saya tidak ingin anda koma seperti beberapa bulan lalu karena kehabisan darah" ujar Luca.
"Ya aku mengerti" sahut Leo.
Luca pun membereskan alat alat medisnya sebelum keluar kamar pemilik rumah.
Saat sang dokter pribadi hendak keluar, Leo pun menghentikan langkah kakinya.
"Oh ya, Luc. Kamu pasti tau aku membawa wanita anak pemberontak Skotland ke pondok belakang. Aku ingin setelah hari ini terang, tolong siapkan perlengkapan wanita seperti baju lalu apalagi itu, bisa kamu siapkan bersama Eliza. Ajak Eliza berbelanja denganmu" ujarnya.
"Anda yakin ingin mengurungnya disini, Sir? Dia anak pembunuh orang tua anda dan bagaimana jika Nona Katy tau anda membawa wanita lain?" protes Luca.
"Ck, sejak kapan kamu meragukan keputusanku. Aku punya cara balas dendam sendiri dengan mereka. Kamu hanya mengikuti setiap perintahku, mengerti. Dan soal Katy, dia belum menjadi nyonya rumah ini, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal yang tidak penting" balas Leo.
"Mengerti, Sir. Maafkan saya terlalu ikut campur" sahut Luca dengan raut wajah tidak senang namun ia berusaha redam.
"Oh ya, sampaikan kepada penghuni rumah ini bahwa ada wanita di pondok belakang. Mereka harus mengawasinya. Beri tau Bibi Ester dan Pak Albert juga, Eliza juga pasti harus tau karena dia yang akan membantu Agatha untuk beradaptasi tinggal disini" perintah Leo lagi.
"Baik, Sir" sahut sang dokter pribadi.
Setelah itu Luca benar benar pergi dari kamar Leo.
"Jika Nona Katy tau bahwa tunangannya membawa pulang wanita lain, bisa bisa terjadi perang dirumah ini" batinnya.
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi dan Leo belum juga tidur.
Saat baru saja memejamkan mata, lagi lagi ia mimpi buruk yang hampir setiap hari ia lalui.
Namun mimpi tidur kali ini berbeda. Bukan lagi tentang pembunuhan orang tuanya, peperangan, ataupun serangan para pemberontak, namun tentang wanita yang baru ia temui beberapa jam lalu dan wanita wanita yang tidak ia kenali.
Mimpi buruknya kali ini tentang wanita bukan tentang perkelahian atau kekerasan.
...-Mimpi Leo-...
Pria ini sedang berada di ruang makan. Sudah banyak makanan tersaji.
Beberapa wanita yang tidak ia kenali datang untuk duduk di meja makan bersamanya.
"SIAPA KALIAN? KENAPA KALIAN BISA DUDUK DISINI BERSAMAKU, HAH?" teriaknya.
Ada 5 wanita asing yang duduk di depan meja makan yang sama dengan Leo.
"Sir, kami adalah wanita pemuas ranjang anda. Bagaimana bisa anda lupa?" sahut salah satu wanita.
BRAK!!!
Leo mengebrak meja makannya lalu berdiri.
"KELUAR KALIAN!!!" teriaknya.
Tapi kelima wanita itu tidak bergeming malah tersenyum genit dan menggoda kepada Leo yang sedang murka.
"LUCAAAA!!! ZANE!! BETRAND!!! KELUAR KALIAN! USIR MEREKA!!" teriak Leo lagi mencari para asistennya tapi tidak kunjung keluar.
"Percuma saja Sir Leo berteriak, di rumah ini hanya ada para wanita pemuas anda saja. Dan kita ada kejutan untuk anda" ucap wanita yang lain.
Kelima wanita itu pun berdiri dan menunjukkan perut mereka yang besar.
Kedua mata Leo melotot tajam.
"I..ini..apa apaan ini? Ke..kenapa perut kalian membesar semua?" gugupnya.
"Loh, ya ini hasil kami memuaskan ranjang anda, Sir"
"Benar, ini adalah hasil benih anda yang dengan bebasnya masuk ketubuh kita"
"Anda akan langsung memiliki 5 anak dari wanita seperti kami"
Ucap para wanita asing bagi Leo yang saling menyaut.
Leo menggelengkan kepala cepat.
"Apa apaan ini?" gumam Leo masih bingung dengan apa yang ia lihat. Baru kali ini ia memimpikan sesuatu hal yang berbau wanita selain ibunya.
Dan DOOR!!! DOOR!! DOOOR!! DOOR!! DOOR!!
5 tembakan langsung menuju perut kelima wanita itu masing masing. Darah mereka mengotori meja makan serta makanannya.
Leo mendelik kaget saat melihat siapa yang menembak kelima wanita itu.
"Ka..kamu..." lirihnya tak percaya.
"Kamu tidak akan memiliki anak dari wanita manapun, penjahat! Kamu telah membunuh orang tuaku serta keluargaku" ujar wanita yang memegang pistol itu.
"Ba..bagaimana kamu bisa disini?" lirih Leo terkejut.
"Untuk membalas dendam kepadamu. Membunuh calon anak anakmu adalah pembalasan terbaik" sahut wanita itu berani dan tetap menodongkan senjatanya kearah Leo.
"Ternyata kamu adalah wanita kejam, bagaimana kamu membunuh calon nyawa baru yang tidak bersalah? Agatha, seharusnya aku membunuhmu saat kita bertemu" balas Leo.
"Hahahahaha itu kesalahanmu. Kenapa kamu membiarkanku hidup dan menyimpanku dirumahmu?" serang wanita itu yang ternyata Agatha, anak si pemberontak Skotland.
Door!!
Agatha menembak Leo dan tepat di dada sebelah kiri pria itu.
"AAAAAKH!!!" rintih Leo.
"Hahaha kamu sudah tidak mati rasa. Tubuhmu sudah merespon rasa sakit, Tuan Leo yang terhormat" ejek Agatha.
"Ka..kamu..." lirih Leo dengan rasa sakitnya.
Agatha berjalan mendekat, semakin dekat hingga berdiri didepan Leo.
Tapi kali ini bukan pistol yang dipegang Agatha, tapi bayi dengan balutan selimut berlumuran darah.
"Dan ini adalah bayi kita yang menjadi puncak pembalasanku. Aku memberikanmu mayat bayi ini untuk menemanimu pergi ke langit menyusul orang tuamu dan orang tuaku" ucap Agatha.
Leo tak bisa berkutik lagi. Ia duduk di kursi meja makannya sambil memegang dada kirinya yang tertembak.
"Ka..kamu...kamu..." gumamnya dengan kesadaran yang semakin hilang.
"Jangan harap aku akan membiarkan mu bahagia. Jika kamu membuatku hamil, aku pastikan, aku tidak akan sudi mengandung anak dari pembunuh keluargaku. Camkan itu" ancam Agatha.
Kedua mata Leo langsung tertutup dan tak sadarkan diri di kursinya.
...-Mimpi Leo selesai-...
Langsung saja pria itu terbangun dari alam mimpinya yang buruk itu.
"Huftt...hufttt..huffft..." nafas pendek dan cepat Leo hembuskan saat kedua matanya terbuka di dunia nyata dan berada di kamarnya.
Halaman luar sudah terlihat terang.
"Apa ini...mimpi apaaa barusan?" gumamnya.
Leo mengatur nafas. Baru kali ini ia memimpikan sesuatu diluar pekerjaannya.
cerita nya seru👍