NovelToon NovelToon
Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"

Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA KEBOHONGAN ZAYN

Jeduarrrr...

Dunia ini seakan runtuh seketika karena serangan bom yang belum siap Bram terima.

" A.. Apa? Kamu sudah punya suami?" Tanya Bram tidak percaya. Kemarin memang Velin bilang membenci pria bernama Zayn karena telah menyakitinya, namun Bram tidak menyangka jika pria itu suaminya mengingat Velin yang masih sangat muda.

Velin menganggukkan kepala. " Ya aku sudah menikah." Sahut Velin. Ia mulai menatap Bram dengan wajah sedihnya. " Apa kau tahu bagaimana rasanya di sakiti oleh seseorang yang paling kita sayang?" Tanya Velin menatap Bram.

" Ya aku tahu." Sahut Bram. menganggukkan kepala.

" Rasanya sangat sakit bukan? Bahkan lebih sakit dari kematian." Ucap Velin dengan mata berkaca kaca. Ia sengaja mencari empati dari Bram.

" Dulu suamiku mengejar aku selama lima tahun. Aku yang awalnya ingin mengejar karir, akhirnya tunduk padanya. Aku menerimanya sebagai suamiku. Dan aku merelakan masa mudaku dengan menjadi ibu rumah tangga selama tiga tahun ini." Velin menatap Bram yang sedang menyimak kisahnya.

" Sampai beberapa waktu lalu, aku mengetahui pengkhianatannya. Dia telah mengkhianati cinta kami dengan cinta pertamanya hiksss... " Velin pura pura menangis agar Bram semakin berempati padanya.

" Rasanya sakit kak... Sakit banget bahkan rasanya aku ingin mati saja." Imbuh Velin memukul dadanya sendiri membuat dramanya semakin sempurna.

Tiba tiba Bram menggenggam tangannya lalu menarik kepala Velin dalam pelukannya.

" Hiks... " Isak Velin membenamkan wajahnya ke perut Bram.

" Aku turut bersedih, kamu yang sabar ya." Ucap Bram mengelus kepala Velin.

" Aku harus bagaimana kak? Hiks.. Aku takut untuk mengambil keputusan." Ujar Velin.

" Kalau begitu, tinggalkan suami kamu dan menikah lah denganku."

Mata Velin melotot sempurna mendengar ucapan Bram. Namun di balik hatinya tentu saja ia merasa sangat senang. Umpannya telah masuk perangkap dengan begitu cepat.

" Kenapa aku harus menikah denganmu?" Velin mendongak menatap wajah tampan Bram. Bram terlihat lebih tampan dari suaminya, mungkin karena usia Bram jauh lebih muda di banding Zayn.

" Karena aku tidak akan pernah menyakitimu." Sahut Bram menangkup wajah Velin. Entah mengapa pertemuan pertama mereka begitu berkesan di hati Bram.

" Atas dasar apa kamu bilang tidak akan menyakitiku? Aku rasa semua pria sama saja. Sama sama brengsek." Ucap Velin mengusap air matanya.

Bram menghirup udara dalam dalam lalu menghembuskannya dengan pelan. Matanya masih tertuju pada wajah cantik Velin.

" Jujur, aku menyukaimu."

Deg...

Velin langsung berdiri, ia terkejut dengan ucapan Bram.

" Alasanmu begitu konyol. Kita baru bertemu kemarin dan sekarang kamu bilang menyukaiku? Dulu suamiku juga bilang begitu tapi kenyataanya setelah tiga tahun menikah, dia lebih memilih cinta pertamanya." Ujar Velin.

" Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa secepat itu menyukaimu. Melihatmu pertama kali membuat keinginan dalam hatiku untuk bertemu lagi. Dan hari ini, aku begitu senang melihatmu ada di sini. Apakah aku salah kalau aku menyukaimu secepat ini?" Ungkap Bram menatap Velin.

" Menikah bukan hanya karena rasa suka. Banyak pertimbangan di dalamnya. Jika kamu menikahiku karena suka, maka suatu saat nanti jika rasa suka itu hilang, kau juga akan melakukan hal yang sama dengan apa yang suamiku lakukan saat ini." Ucap Velin menatap Bram. " Yaitu menjalin hubungan dengan wanita lain." Ucap Velin penuh penekanan.

" Jangan samakan aku dengan suamimu. Suamimu tidak punya pendirian makanya dia bisa selingkuh. Jika saja dia puas dengan apa yang dia miliki, dia tidak akan melirik wanita lain." Sahut Bram. Ia menggenggam tangan Velin, " Aku, puas denganmu. Aku akan selalu mencintaimu, menjagamu dan aku hanya ingin melihatmu sampai aku tidak bisa melihat wanita lain lagi." Sahut Bram.

" Heh." Velin terkekeh. " Suamiku juga mengatakan hal yang sama sebelumnya. Tapi kenyataannya dia mendua di belakangku. Aku tidak akan percaya lagi pada kata kata yang keluar dari mulut laki laki." Ucap Velin.

" Apa kau tidak berniat untuk menceraikan suamimu?" Selidik Bram.

" Tentu saja aku akan menceraikannya. Tapi aku tidak berniat untuk menikah lagi." Sahut Velin kembali duduk di kursinya.

" Menikahlah denganku! Anggap saja sebagai rasa tanggung jawabmu atas ciuman pertamaku. Urusan kemarin aku belum buat perhitungan."

Mata Velin membulat sempurna melihat tekad kuat dari sang umpan.

" Kalau begini terus, aku tidak perlu kerja keras untuk mendapatkan perhatiannya. Ah pesona cewek cantik memang luar biasa." Batin Velin.

" Bagaimana?" Tanya Bram.

Velin pura pura berpikir, " Akan aku pikirkan nanti. Aku harus melihat usahamu lebih dulu." Sahut Velin.

" Akan aku tunjukkan ketulusanku padamu. Jika semua itu terbukti maka kau harus menceraikan suami brengsekmu itu." Ucap Bram.

" Apa kau yakin mau menikahi janda sepertiku?" Selidik Velin.

" Aku yakin." Sahut Bram menganggukkan kepala.

" Bagaimana jika setelah kita menikah nanti, kamu bertemu dengan cinta pertamamu? Apa kamu tidak berniat balikan seperti yang di lakukan suamiku?" Tanya Velin. Ia sengaja ingin menanam kebencian di dalam hati Bram tentang cinta masa lalu.

" Ckk sungguh murahan sekali, seperti tidak ada yang lain saja." Cibir Bram. Ia menatap Velin, " Aku tidak akan melakukan itu." Imbuh Bram.

" Kalau menurutmu, apakah cuma suamiku yang pantas di sebut murahan? Lalu bagaimana dengan wanita itu sendiri?" Velin ingin tahu penilaian Bram terhadap selingkuhan suaminya.

" Keduanya sama sama murahan. Dan aku paling benci dengan wanita seperti itu. Karena ibuku pernah berasa di posisi yang sama denganmu."

Deg..

Velin cukup terkejut dengan ucapan Bram.

" Be.. Benarkah?" Tanya Velin.

" Iya."

" Memangnya apa yang pernah ibumu alami?" Selidik Velin.

" Ayahku berkhianat dari ibuku. Dia menikahi wanita lain di belakang ibuku. Saat mereka pergi bulan madu, ayahku mengalami kecelakaan dan tewas di tempat bersama istri barunya itu."

Velin menggelengkan kepala, tanpa ia mencari tahu ia sudah mendapatkan informasi sepenting ini.

" Lalu, apa sekarang ibumu sudah menikah lagi?" Pancing Velin.

" Belum, tapi sekarang mamaku sedang menjalin hubungan dengan teman lamanya."

Velin mengepalkan erat tangannya karena teman lamanya itu suaminya.

" Teman lamanya? Berarti mereka seumuran donk. Apa teman lamanya belum menikah?"

Deg...

Kali ini Bram terlihat terkejut, ia menatap Velin.

" Aku tidak tahu." Sahut Bram.

" Apa kamu tidak menyelidikinya?" Tanya Velin.

" Aku tidak berpikir sampai ke sana." Sahut Bram.

Velin tersenyum smirk. " Bagaimana kalau dia sudah menikah?"

" Tapi sepertinya dia belum menikah karena selama ini dia menunggu mama kembali. Katanya dia hanya bisa mencintai mama. Dia tidak bisa mencintai wanita lain."

Cessss....

Ucapan Bram begitu menyayat hati Velin. Benarkah sang suami mengatakan hal seperti itu? Jika benar, lalu kenapa Zayn menikahinya? Velin merasa di tipu mentah mentah. Ia mengepalkan erat tangannya. Dadanya terasa sesak, ingin sekali ia menangis saat itu juga.

" Dan satu lagi, kalau dia punya istri, tidak mungkin setiap malam dia menemani mamaku di rumah kan?Sudah pasti istrinya nyariin dia. Lagian dia terlihat begitu menyayangi mama. Melihat ketulusannya, itu lah sebabnya aku merestui hubungan mereka." Lanjut Bram.

Lengkap sudah penderitaan Velin saat ini. Suami yang sering ijin dinas ke luar kota, suami yang sering ijin lembur rupanya sedang menemani sang pujaan hatinya. Lalu Velin di anggap apa selama ini oleh Zayn? Ingin sekali Velin meneteskan air mata, namun ia harus bisa mengendalikan diri sebaik mungkin. Ia tidak boleh rapuh, ia harus bangkit demi membalas perbuatan mereka semua.

" Suamiku juga sering tidak pulang." Ujar Velin menatap Bram. " Dengan alasan lembur lah, dinas ke luar kota lah, tapi pada kenyataannya dia sedang menemani wanita selingkuhannya. Mungkin itu juga yang di lakukan oleh kekasih ibumu pada istrinya." Ucap Velin menahan emosi di dadanya.

" Aku rasa om Zayn bukan orang seperti itu." Gumam Bram.

" Hmm baiklah kalau kamu begitu mempercayainya. Memangnya sudah berapa lama ibumu menjalin hubungan dengan kekasihnya?" Selidik Velin.

" Satu tahun."

Jeduarrrrr....

Bagaikan di sambar petir di siang bolong, tubuh Velin terasa kaku.

" Sa.. Satu tahun? Sudah satu tahun mas Zayn mengkhianatiku? Kenapa aku tidak tahu sama sekali? Mas Zayn, kau begitu rapat menutup perselingkuhanmu itu."

" Salon spa itu om Zayn yang membangun dan memberikan kepada mama sebagai bukti ketulusannya."

Deg...

Sesak sudah nafas Velin kali ini, rasanya tercekat di dalam tenggorokan.

" Sebegitu besarnya cintamu untuknya mas sampai sampai kamu memberikan salon itu kepada cinta pertamamu. Sedangkan aku yang jadi istrimu, tidak pernah kau berikan apa apa. Bahkan mau ambil spesialist saja tidak boleh." Ujar Velin dalam hati.

" Vel, kenapa kamu melamun? Maaf ya kamu jadi dengar cerita keluargaku. Padahal kita baru mau pdkt." Bram melambaikan tangannya di depan wajah Velin.

" Ah tidak apa apa. Aku hanya merasa terharu dengan kisah ibumu dan cinta pertamanya itu. Ibumu sangat beruntung bisa di cintai sebesar itu sama pasangannya. Berbanding terbalik denganku." Sahut Velin sedih.

" Jangan bersedih! Kamu juga bisa bahagia seperti mamaku. Kalian sama sama di lukai oleh suami kalian, tapi bedanya mamaku mau melanjutkan hidupnya. Itu sebabnya dia menemukan cinta sejatinya." Ujar Bram.

" Dan aku, aku akan menjadi cinta sejatimu." Imbuh Bram menggenggam tangan Velin.

Velin menatap Bram, " Apa aku bisa menemukan seseorang yang tidak akan pernah menyakitiku? Apa aku bisa menemukan seseorang yang mau memberiku segalanya? Menjadikan aku prioritas utamanya?" Tanya Velin.

" Bisa. Dan orang itu adalah aku." Sahut Bram.

" Kalau begitu buktikan padaku. Aku ingin jadi prioritas utamamu. Kalau kau bisa membuktikan itu, aku janji akan menerimamu sebagai suamiku." Ucap Velin.

" Aku janji padamu." Sahut Bram.

Velin tersenyum sinis, " Kau merebut suamiku, maka aku akan merebut putramu. Suatu saat nanti akan aku buat dia begitu membencimu Siska."

TBC....

1
Siti Khalimah
brarti zain suka velin sejak umur 13 thor?
VANESHA ANDRIANI: makasih dah mampir kakak
total 2 replies
Mba Yun
dobel update thor
VANESHA ANDRIANI: satu satu aja ya.. author lagi g fit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!