Zahra Syariah zalza Bila adalah seorang anak broken home, ia anak yg di besarkan oleh ibunya sebatang kara, akibat orang tuanya yang berpisah di usia dimn anak lain masih mendapatkan peran kedua orang tua nya, Zahra harus mencari peran itu dari orang² terdekat nya, namun sifat Zahra yang selalu susah di atur dan selalu membuat masalah bagi ibunya di tambah ibu nya juga yg sudh tua, ibunya pun harus menikah kan Zahra dengan seorang duda yang bernama Ansar zuliyan kerna menurut nya Ansar akan mampu mendidik Zahra di dalam proses menuju dewasa.....
di bacaa ya teman teman biar tau Gimn kelanjutan kisahnya Zahra dan Ansar.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bini pond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
memulai hidup baru??
Maria dan Zahra telah sampai di rumah tua milik orang tua Maria
Mereka memutuskan hidup disana dan memulai hidup baru nya
"makan raa"ucap Maria yg melihat Zahra hanya mengaduk aduk makanya itu
"iya Bu ,ibu sudh makan kh Bu"
// mengusap helaian rambut Zahra " ibu sudh makan nak, Zahra makan ya banyak ya nak ibu mau bantu kakek dulu nanam sawit di kebun belakang"
ucap Maria lalu meninggalkan Zahra di meja makan sendirian hanya dengan piring milik Zahra
//menghela nafas lelah"andai aja ibu sama ayah tidak berpisah, pasti aku tidak akan makan sendiri di meja makan ini…"gumamnya memandang sedih ke makanan miliknya
saat Zahra Tengah melamun sebuah usapan tangan menyadarkan Zahra dengan lamunannya
"jangan sedih sayang ada nenek di sini, nenek temannya Zahra makan di sini ya"ucap nenek Zahra lalu duduk di sampingnya
"nenek tidak ikut kakek menanam sawit di kebun belakang"tanya Zahra
"enggak dong kalau nenek pergi nanti siapa yang temenin cucu nenek ini"mengusap anak rambut Zahra secara lembut
"nenek memang yang terbaik"ucapnya dengan antusias
"makanlah yang banyak habis itu nenek akan mengajakmu ke pasar bersama ibu Susi"
ibu Susi adalah art yang bekerja di rumah orang tua Maria, bukan karena orang tua Maria yang sudah sangat tua art itu dikerjakan namun karena Maria yang memang tidak ingin orang tuanya kelelahan hanya untuk mengerjakan pekerjaan rumah makanya Maria mengerjakan art tersebut di rumah orang tuanya
"baik Nek"Zahra menghabiskan makanan tersebut hingga tak tersisa
sedangkan di sisi lain...
Ansar yang berjalan menuju ke kampung halaman kakeknya begitu merasa sangat frustasi karena ia hanya tahu nama kampung kakeknya itu bukan alamat lengkap rumah kakeknya berada, karena dia sendiri jarang mengunjungi kakeknya itu yang tinggal di perkampungan
hingga Ansar sendiri berjalan dan melihat spanduk yang menuliskan"pasar pagi"
memutuskan memasuki pasar itu untuk mencari serapan dan mengisi perutnya, hingga ia menemukan seorang ibu yang berjualan di pinggir jalan dan menjual nasi bungkus, iya pun memutuskan membeli nasi bungkus itu dan duduk di atas motornya untuk menghabiskan makanan itu...
sedangkan di kediaman Ansar
suasana pagi yang begitu mengejutkan saat Bu Erni seorang art di kediaman Ansar yang biasanya membangunkan Ansar ketika pagi hari begitu terkejut saat membuka kamar tuannya itu sudah kosong dan terkejut saat melihat lemari baju tuannya yang terbuka dalam keadaan terhambur pakaiannya
//berlari menuruni tangga"Tuan, nyonya tuan Ansar tidak ada di kamar nya tuan dan lemari pakaiannya sedikit berkurang dan terhambur"ucapnya menggebu-gebu
"APA"ayah Ansar sangat terkejut mendengar kabar bahwa putranya itu tidak ada di kamarnya
"mas anak kita ke mana"ucap ibu Ansar yang terlihat khawatir
"sepertinya tuan Ansar kabur Tuan nyonya"ucapnya sedikit menundukkan kepala
"anak-anak itu benar-benar kurang ajar"Amel Aya Ansar sambil memijat pelipisnya
"bagaimana ini mas siapa yang akan bertanggung jawab dengan perempuan itu"
"aku nggak tahu dek mudahan saja Dimas mau menggantikan adik nya yang sialan itu"
ayah ansar berharap bahwa Dimas putra pertamanya itu mau menggantikan Ansar untuk menikahi perempuan hamil itu
"ansar anakmu juga mas sekarang dia di mana"ucapnya dengan menarik-narik lengan sang suami
"aku pasti mencari keadaan anak kita sayang"memeluk erat tubuh sang istri
****
Ansar yang baru saja selesai makan di pinggir jalan pun langsung memutuskan bertanya kepada seseorang yang berjualan di sekitar situ tentang alamat rumah kakeknya
"mohon maaf pak mau bertanya rumah kakek darmani di mana ya pak"ucapnya sopan
"ee apa yang kamu maksud pak darmani yang biasa maut di sekitaran sawit mas"
//terkejut mendengar ucap bapak itu setahunya kakeknya yang sudah tua itu sudah tidak bekerja apa-apa
"saya juga nggak tahu pak ini fotonya nih"ucap Anshar menyerahkan ponsel dan memperlihatkan gambar yang berisi pria tua dengan foto keluarganya
"iya mas itu pak darmani yang biasa buat sawit sekitar sini, rumahnya tuh mas tinggal lurus keluar dari pasar nih belok kanan lurus lagi sedikit habis tuh masuk dalam gang itu maju sekitar 2 meter itu tuh rumahnya"
"Oke pak, terima kasih banyak pak"
"ya sama-sama"
setelah mendapatkan alamat itu Ansar pun berjalan dengan alamat yang bapak itu berikan kepadanya hingga tak lama kemudian Ansar nyampai di dekat rumah kayu yg terlihat mewah dari luar
"apa ini rumah kakek"gumannya tanpa berpikir panjang Ansar pun mengetok pintu itu
Tok, tok,tok
"iya sebentar"Ansar terkejut saat seorang wanita yang cukup muda membukakan pintu untuk nya
"emm apa kakek darmani ada mba"
"silakan masuk mas, bapak sedang beristirahat di ruang tamu"ucapnya membawa Ansar masuk ke dalam rumah itu
"apa kau terkejut boy" ucap pria yg sedang bersantai di balik sofa panjang ia adalah darmani kakek Ansar
"kakek " ucap Ansar mendekat ke arah nya
"kamu bisa pergi Lis" menyuruh Lisa pergi meninggalkan Ansar dan kakek nya berdua di ruang tamu
"baik tuan"ucap nya lalu pergi ke belakang
"jelaskan ada apa kamu mau berkunjung ke sini an"
Ansar yg di panggil an serasa merindukan panggil itu dari sang ibu
sebuah usapan tangan menyadarkan lamunan Ansar
"emm ayah ingin menikahi Ansar dengan perempuan yang sudah hamil kek" ucap Nya lesu
"APA"kakek Ansar terkejut mendengar perkataan cucunya itu
"apa perempuan itu mengandung anak mu an"
mendengar ucapan kakeknya itu Ansar pun langsung menggeleng kepala nya
"tidak kek, bahkan Ansar sendiri tidak kenal dengan perempuan itu"
"hah~ ayahmu benar' gila an"
"itulah mengapa Ansar datang kesini kakek , Ansar kabur dari rumah"
"Ansar mau buka bisnis sendiri di sini kek"
"tak masalah nak kakek akan membantu mu"