NovelToon NovelToon
Apocalyps Girl

Apocalyps Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Zombie / Ruang Ajaib
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arju na

Sinopsis

Selama delapan tahun bertahan hidup di dunia yang telah hancur akibat kiamat zombie, Lily Mahendra berjuang menghadapi kelaparan, monster, dan pengkhianatan. Namun, pada saat ia hampir mencapai harapan terakhirnya, sahabat yang paling ia percayai justru mendorongnya ke tengah gelombang zombie yang mengamuk.

Saat kematian tampak tak terhindarkan, Lily membuka mata dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat satu minggu sebelum kiamat melanda.

Kali ini, ia tidak sendirian. Sebuah Sistem Bertahan Hidup misterius dan Ruang Dimensi yang penuh sumber daya hadir untuk membantunya. Dengan pengetahuan tentang masa depan dan kesempatan kedua yang tak ternilai, Lily bertekad mengubah takdirnya, membalas pengkhianatan yang pernah ia alami, serta melindungi orang-orang yang benar-benar layak dipercaya.

Akankah Lily mampu bertahan dan membangun kehidupan yang lebih baik di tengah kehancuran dunia? Atau akankah takdir kembali menyeretnya menuju akhir yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arju na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER -4 PERTEMUAN TAK TERDUGA

"Itu kan Evan, cowok cupu di sekolahku..."

Lily mengernyit bingung. Cowok yang selama ini terkenal pendiam dan selalu menjadi bahan ejekan di sekolah ternyata saat ini sedang bertarung layaknya dewa kematian di tengah medan pertempuran.

Saat melihat Evan hampir diserang dari belakang, Lily langsung keluar dari persembunyiannya.

Dengan lompatan ringan, ia turun ke medan tempur sambil menggenggam katana panjang di tangannya.

"Aku tak menyangka manusia cupu di kelasku ternyata adalah dewa kematian."

Lily melirik Evan dengan nada menyindir.

"Lily? Bagaimana kau bisa ada di sini?"

Evan tampak terkejut. Namun ekspresi itu hanya muncul sesaat sebelum kembali berubah datar.

"Nanti saja kagetnya. Kita bereskan mereka dulu."

Tatapan Lily berubah dingin saat melihat musuh-musuh yang mengepung Evan.

Tanpa menunggu jawaban, ia langsung menerjang ke depan.

Evan pun ikut bergerak.

Lily tidak menunjukkan belas kasihan sedikit pun. Bagaimanapun juga, ia pernah hidup selama delapan tahun di dunia pasca-apokaliptik. Membunuh musuh bukanlah hal yang sulit baginya.

Kurang dari lima menit kemudian, seluruh musuh telah tumbang.

Evan hanya bisa melongo melihat cara bertarung Lily yang begitu brutal dan efisien.

"Hei, sampai kapan kau mau bengong?"

Lily berdiri di depan Evan sambil menyeka darah yang menempel di pipinya.

"Ah... tidak apa-apa. Kau terluka?"

Evan bertanya dengan nada pelan.

Lily hanya menggeleng.

"Bagaimana dengan mayat mereka?"

"Anak buahku akan mengurusnya. Mereka mungkin sebentar lagi datang."

Evan menjawab dengan nada lembut.

"Kalau begitu aku pulang dulu. Jaga dirimu baik-baik."

Lily melambaikan tangan sebelum berbalik pergi.

Namun tanpa disadarinya, senyum tipis muncul di wajah Evan.

"Mine..."

Suara pelan penuh obsesi keluar dari bibirnya.

━━━━━━━━━━━━━━━

Saat ini Lily sudah berada di apartemennya.

Setelah meminta izin kepada kedua orang tuanya melalui telepon untuk menginap beberapa hari, ia langsung merebahkan tubuh di kasur.

"Hmm... Sistem, bagaimana status misi tadi?"

(*DING!!!*)

(*Selamat, Tuan Rumah telah menyelesaikan misi dengan sempurna*)

(*Tekan YA/TIDAK untuk mengonfirmasi hadiah*)

Tanpa ragu, Lily menekan tombol YA.

(*DING!!!!!*)

(*Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Mini Market Pribadi dengan persediaan makanan instan dan perlengkapan sehari-hari*)

(*Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Gudang Senjata Panas dan Senjata Dingin*)

*(Selamat, Elemen Api berhasil dibangkitkan*)

Lily hampir melompat kegirangan.

Hadiah yang ia dapatkan benar-benar luar biasa.

Namun kegembiraannya tidak berlangsung lama.

Ia teringat bahwa kiamat zombie akan terjadi empat hari lagi.

"Aku harus menimbun makanan sebanyak mungkin. Waktuku sangat sedikit."

Lily segera membuka ponselnya.

Ia mulai memesan berbagai makanan melalui aplikasi online.

Tiga puluh porsi seafood saus Padang.

Tiga puluh porsi nasi uduk.

Tiga puluh porsi nasi goreng.

Tiga puluh porsi ikan bakar.

Tiga puluh porsi nasi Padang.

Dan masih banyak lagi.

Saat sedang sibuk memesan makanan, suara sistem kembali terdengar.

(*DING!!!*)

(*Karena Tuan Rumah telah mengisi persediaan dalam jumlah besar, Sistem memberikan hadiah khusus.*)

(*Kemampuan Duplikasi x100 berhasil diperoleh.*)

(*Setiap barang yang dimasukkan ke Ruang Sistem akan bertambah menjadi seratus kali lipat.*)

Lily membeku selama beberapa detik.

Kemudian...

"AAAAAAAHHHHH!"

Ia berguling-guling di atas kasur sambil tertawa bahagia.

"Sistem! Aku sayang kamu!"

Bagaimana ia bisa tidak senang?

Satu botol air akan menjadi seratus botol.

Satu porsi makanan akan menjadi seratus porsi.

Kemampuan ini benar-benar curang.

Setelah menerima seluruh pesanannya dan memasukkannya ke ruang sistem, Lily akhirnya tertidur dengan perasaan puas.

━━━━━━━━━━━━━━━

Keesokan paginya.

"Astaga... tidurku nyenyak banget."

Lily meregangkan tubuhnya sebelum berjalan menuju kamar mandi.

Setelah selesai mandi, ia mengenakan seragam sekolah dan merias wajahnya sedikit.

"Perfect."

Melihat dirinya di cermin, Lily mengangguk puas.

Tak lama kemudian, ia memesan taksi dan berangkat ke sekolah.

━━━━━━━━━━━━━━━

Di sekolah.

Saat berjalan di koridor, seseorang tiba-tiba memanggilnya.

"Lily!"

Lily menoleh.

Ternyata Cici.

"Pagi Lily kamu masih dandan seperti itu? Aku sudah bilang kan, Devano tidak suka cewek nakal."

Lily langsung memutar bola matanya.

Dalam hati ia mengeluh.

Serius deh. Pagi yang cerah malah dirusak orang ini.

"Cici, dengarkan baik-baik."

Lily menatapnya datar.

"Aku sudah tidak menyukai Devano ataupun siapa pun itu. Jadi berhentilah mengomentari penampilanku, oke?"

Wajah Cici langsung berubah.

Meski terlihat menunduk dan sedih, Lily tahu gadis itu sedang marah.

Namun ia tidak peduli.

Tanpa menunggu jawaban, Lily langsung berjalan menuju kelas.

━━━━━━━━━━━━━━━

Begitu memasuki ruangan, orang pertama yang dilihat Lily adalah Evan.

Menurutnya, penampilan Evan saat ini sangat berbeda dibanding malam kemarin.

Rambutnya berponi menutupi jidat.

Kacamata bulat besar menutupi sebagian wajahnya.

Kepalanya selalu tertunduk.

Benar-benar terlihat seperti siswa kutu buku yang lemah.

Lily berjalan menuju bangkunya yang berada tepat di belakang Evan.

"Bagaimana keadaanmu? Ada yang terluka setelah malam itu?"

Evan bertanya pelan tanpa menoleh.

"Aku baik-baik saja. Tenang saja."

Saat Evan hendak mengatakan sesuatu lagi, siswa lain mulai berdatangan.

Ia pun langsung kembali memainkan peran siswa cupunya.

Tak lama kemudian guru masuk dan pelajaran dimulai.

━━━━━━━━━━━━━━━

KRINGGG!

Bel istirahat berbunyi.

Suasana kelas langsung ramai.

Lily berdiri lalu menghampiri meja Evan.

"Ayo ke kantin bareng."

Saat Evan hendak menolak, Lily langsung menarik tangannya.

━━━━━━━━━━━━━━━

Di kantin.

Mereka memilih meja pojok yang cukup sepi.

Lily memesan makanan untuk dirinya dan Evan.

Saat mereka sedang makan, sebuah suara lembut terdengar.

"Hai, Kak Lily. Boleh aku gabung?"

Lily menoleh.

Seorang gadis cantik dengan senyum manis berdiri di sana.

Aurora.

Atau yang biasa dipanggil Rora.

"Oh, Aurora. Tentu saja. Duduklah."

Aurora segera duduk.

"Aku baru pertama kali melihat Kak Evan punya teman. Biasanya Kak Evan selalu sendirian."

Lily langsung bingung.

"Kamu kenal Evan?"

Aurora tertawa kecil.

"Lebih dari kenal."

Ia menunjuk Evan.

"Karena Kak Evan adalah kakak kandungku."

Lily langsung mengangguk mengerti.

Pantas saja wajah mereka sedikit mirip.

Mereka pun melanjutkan makan sampai bel masuk berbunyi.

"Aku duluan ya, Kak Lily. Kak Evan. Bye!"

Aurora melambaikan tangan sebelum pergi.

"Ayo kembali ke kelas."

Lily kembali menarik tangan Evan.

Evan hanya mengikuti tanpa protes.

━━━━━━━━━━━━━━━

Sepulang sekolah.

Lily kini sudah berada di mansion miliknya.

Ia langsung masuk ke kamar dan menjatuhkan diri ke atas kasur.

Karena bosan, ia akhirnya bertanya pada sistem.

"Sistem, sebenarnya apa fungsi utamamu?"

(*DING!!!!*)

(*Fungsi Sistem adalah memberikan misi kepada Tuan Rumah.*)

(*Misi dapat berupa misi utama, misi sampingan, maupun misi rahasia.*)

(*Sistem juga memiliki Poin Sistem yang dapat digunakan untuk membeli berbagai barang di Toko Sistem.*)

Namun saat ini Tuan Rumah belum memiliki poin karena kiamat belum dimulai.

Selain itu, Tuan Rumah juga memiliki Jendela Status.

Untuk membukanya cukup ucapkan kata "Status".

Lily langsung tertarik.

"Status."

Seketika sebuah panel transparan muncul di hadapannya.

════════ STATUS TUAN RUMAH ════════

Nama : Lily Mahendra

Ras : Manusia

Umur : 19 Tahun

Visual : 89 (Hampir Sempurna)

Kekuatan : 79 (Sangat Baik)

Kelincahan : 88 (Hampir Sempurna)

━━━━━━━━━━━━━━━

KEMAMPUAN

Elemen:

• Air (Terbangkitkan)

• Api (Terbangkitkan)

• Tanah (Terkunci)

• Tumbuhan (Terkunci)

• Cahaya (Terkunci)

• Kegelapan (Terkunci)

• Halilintar (Terkunci)

━━━━━━━━━━━━━━━

KEMAMPUAN BAWAAN SISTEM

• Ruang Penyimpanan Tanpa Batas

• Kekuatan Metal

━━━━━━━━━━━━━━━

SENJATA

• Tidak Ada

━━━━━━━━━━━━━━━

MUTAN / HEWAN KONTRAK

• Tidak Ada

═══════════════════════

Lily melihat status tersebut tanpa ekspresi berlebihan.

Bagaimanapun juga, saat kiamat tiba nanti akan ada banyak manusia yang membangkitkan elemen dan kemampuan khusus.

Yang terpenting sekarang adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Dengan pikiran itu, Lily mematikan panel status.

Rasa kantuk mulai menyerangnya.

Tak lama kemudian, ia tertidur pulas sambil menunggu datangnya hari yang akan mengubah dunia selamanya.

1
Eva Akmal
smg sehat slalu n semangat
Cristina Billi
lanjut thor /Determined//Determined//Determined//Determined/
Eva Akmal
smg ibunya lekas sembuh n kita semua sehat aamiin..🤲🏻
Eva Akmal
seru
Cristina Billi
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Anonim
selalu ditunggu up nya.... semangat/Determined/
Wapik
baca dulu ya🤭
bulan sabit: semoga suka ya maaf jelek masih pemula soalnya maklum masih anak kelas 1 SMA
total 1 replies
Cristina Billi
semangat thor/Angry//Angry//Determined//Determined//Determined/
Dania
semangat tor'di tunggu up nya
Dania
I hope your mother gets well soon
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali untuk ibu nya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
bulan sabit: besok atau gak Jum'at ya kak soalnya aku lagi ujian maklum masih sekolah 🤭🤣
total 1 replies
Arju Na
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!