NovelToon NovelToon
Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

“[Ikan Langka! Hadiah 100 Emas!]”

Beni hanyalah nelayan miskin yang hidup penuh penderitaan. Ia dikhianati istrinya, dijebak hingga terlilit hutang, dan hampir kehilangan harapan hidup.

Namun saat berlayar di tengah badai, ia malah tersesat ke lautan misterius yang dipenuhi bahaya. Di sanalah sebuah sistem aneh tiba-tiba muncul di hadapannya.

Dengan bantuan sistem pengumpul emas, bisakah Ye Fan mengubah nasibnya dan menjadi orang terkaya di lautan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Sistem iwak!

Beni melayangkan pukulan mentah dengan seluruh kekuatannya, merobohkan orang pertama yang menghqlanginya. Namun, amarah saja tidak cukup untuk memenangkan pertarungan melawan belasan orang. Bagaimanapun juga, Beni hanyalah satu orang nelayan yang sedang kelelahan.

​BUGG! PLAKK! DUAKK!

​"Hajar dia! Jangan beri ampun pada berandalan ini!"

​"Dasar pecundang hina! Beraninya kau melawan warga desa!"

​Pukulan demi pukulan kayu, tendangan, dan hantaman cangkul mendarat di tubuh Beni. Ia mencoba membalas, namun ia segera terjatuh ke atas pasir pantai karena kalah jumlah. Warga desa terus mengeroyoknya dengan brutal tanpa ampas belas kasihan sedikit pun.

​Setelah beberapa menit yang menyiksa, para warga desa akhirnya berhenti setelah melihat Beni sudah tidak berdaya dan bersimbah darah di atas pasir.

​"Sudah, tinggalkan saja dia di sini. Biar dia mati membusuk atau dimakan hiu," ucap salah satu pemuda sambil meludah ke arah tubuh Beni yang terbujur kaku. Mereka kemudian pergi beramai-ramai, meninggalkan Beni sendirian di tepi pantai.

​Matahari telah sepenuhnya tenggelam, digantikan oleh malam yang pekat tanpa bintang. Beni terengah-engah, setiap tarikan napasnya terasa seperti tusukan pisau di dadanya. Wajahnya bonyok, matanya bengkak, dan seluruh tubuhnya terasa mati rasa.

​"Akan... ku... balas... semuanya..." bisik Beni di antara sisa kesadarannya.

​Dalam keputusasaan dan kehancuran total ini, sebuah pikiran gelap melintasi benaknya. Sambil menyeret tubuhnya yang terluka parah, ia berjalan tertatih-tatih menuju perahu kecilnya yang masih tertambat di dermaga sunyi.

Malam itu, Beni memutuskan untuk pergi melaut sendirian. Ia tidak peduli lagi dengan keselamatan dirinya. Di kepalanya, lebih baik mati ditelan kemarahan laut daripada terus hidup dihina sebagai sampah di daratan.

​"Hidupku ini sudah tidak ada gunanya lagi. Jika laut ingin mengambil nyawaku, maka ambillah sekarang juga!" teriak Beni ke arah langit malam yang hitam pekat.

​Seolah menjawab tantangannya, alam bergolak dahsyat.

Langit berubah menjadi sehitam jelaga.

Ombak raksasa mulai bergulung-gulung setinggi rumah, menghantam perahu kecil Beni hingga terombang-ambing mengerikan.

Angin badai bertiup kencang, terasa sangat dingin dan menyemburkan hawa mistis yang mencekam.

​Perahu kayu Beni terseret jauh ke tengah samudera oleh badai besar yang tidak wajar. Kompas di perahunya tiba-tiba berputar liar sebelum akhirnya pecah, membuat arah dan tujuan sepenuhnya hilang. Air lqut di sekelilingnya mendadak berubah menjadi aneh, berwarna keperakan dan diselimuti oleh kabut tebal yang sangat pekat, menghalangi pandangan mata.

​"Ya ampun... kenapa hari ini jalanku sial banget," gumam Beni pasrah, memejamkan matanya saat sebuah ombak raksasa bersiap menenggelamkan perahunya ke dasar samudra terdalam.

​Namun, tepat sebelum kesadarannya hilang ditelan dinginnya air laut, sebuah getaran aneh bergema di dalam jiwanya. Waktu seakan melambat, dan semua suara badai mendadak hening.

​Sebuah suara mekanis yang dingin, monoton, namun bergema dengan keagungan yang mutlak tiba-tiba berdentang di dalam kepala Beni.

​[Ding! Mendeteksi fluktuasi emosi ekstrem dan tekad bertahan hidup dari entitas bernyawa...]

​[Kondisi terpenuhi. Memulai sinkronisasi jiwa...]

​[10%... 50%... 100%...]

​[Sistem Pengumpul Emas berhasil diaktifkan dan mengikat Tuan Rumah secara permanen!]

​Beni melotot dengan sisa kekuatan yang ia miliki. Matanya yang bengkak membelalak sempurna di tengah kegelapan badai. Rasa terkejut yang luar biasa membuatnya melupakan rasa sakit di sekujur tubuhnya untuk sejenak.

​"Apa... Apa ini? Suara siapa itu?!" Beni berteriak panik, menatap sekeliling kabut keperakan yang kosong. "Apakah... apakah aku sudah gila sebelum mati?"

1
Jerry K-el
up-nya harus konsisten biar pembaca tambah dan yg sdh baca gak kabur 😅
Manusia Biasa
utamakan mancing
Manusia Biasa
dimas udah punya wife ternyata 🗿
Manusia Biasa
/Scream/
Manusia Biasa
konsepnya menarik bosku. punya potensi naik rangking fiksi pria ini lanjutkan
Manusia Biasa
nice jangan mau balikan. cuma jadi lingkaran setan nanti
Manusia Biasa
mampus
Manusia Biasa
bro memilih rute membuat restoran 🤣
Manusia Biasa
jenius
Manusia Biasa
ada manusia setengah ikan kagak nanti? lawan mc grade s gitu🗿
Manusia Biasa
ada fantasi battle juga kah
Maul: Dikit-dikit
total 1 replies
Manusia Biasa
jir kirain emas batangan asli🗿
Manusia Biasa
gaz solo vs squad
Manusia Biasa
hindari cewek modelan gini aminn🙏
Manusia Biasa
sad ending😭 mana banyak yang demen genre ginian🗿
Manusia Biasa
wih novel sistem pecah telur gacor😘
Agen One
🤣
Agen One
ada apa nih di kejer
Agen One
🤕
Agen One
🤣🤣jadi seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!