Aina memutuskan untuk meminta cerai dari sang suami karena tidak sanggup untuk hidup berumah tangga dengan Darno lagi, Darno memang tidak berselingkuh namun segala sikap yang dia miliki begitu buruk serta sangat kasar sekali.
ekonomi mereka juga sangat turun sehingga membuat Aina begitu bingung untuk menghadapi ini semua, belum lagi mertua yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka, membuat Aina gelap mata dan memutuskan untuk bercerai.
namun belum sempat itu terjadi malah kejadian mengerikan terjadi pada wanita cantik itu, Aina mendadak saja sakit pada kemaluan dan mengeluarkan ulat berwarna putih yang berjumlah begitu banyak.
Apa terjadi pada Aina?
mengapa mendadak saja Aina menderita penyakit seperti itu?
ikuti terus kisah mereka di cerita Novita Jungkook.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4. Rencana jahat
Aina terkapar lemas tidak berdaya karena dia sedikit tidak percaya bahwa alasan suami tega melakukan ini kepada dirinya, walau selama ini dia juga tahu bahwa Darno memang tidak pernah memiliki rasa iba ketika dia telah memiliki kemauan, terlebih lagi dia melakukan ini dengan emosi yang begitu besar di dalam diri akibat tidak ingin berpisah dari Aina.
Namun setidaknya masih ada rasa iba di dalam hati pria itu ketika melihat sang istri kesakitan akibat tamparan dia juga, Aina sama sekali tidak tahu bahwa ini adalah awal mula kehidupan buruk yang dia akan jalani nanti, selama ini kehidupan dia memang sudah buruk dan saat ini akan bertambah lebih jauh buruk lagi.
Darno memang tidak memiliki hati nurani sehingga dia tega melakukan apa saja agar tidak terjadi perceraian di antara mereka berdua, terlebih lagi dia memang memiliki kenalan yang cukup paten sehingga bisa melakukan apa saja sesuai keinginan yang dia katakan saat bertemu sang dukun.
Saat ini Aina sama sekali tidak menyadari bahwa bahaya sedang mengintai dirinya dan juga kehidupan ini, yang ada dalam pikiran Aina saat ini adalah segera pergi dari rumah dan meninggalkan semua kenangan yang ada di rumah tersebut bersama dengan sang suami, sudah cukup selama ini dia begitu menderita dan tidak pernah mendapat pengertian.
Meski tubuh seakan remuk karena tidak berdaya setelah dihajar dengan berbagai pukulan serta Aina juga harus merasakan di gagahi dengan cara yang begitu kasar, sudah pasti tubuh ini terasa begitu remuk namun dia tetap berusaha untuk bangkit agar bisa segera pergi dari rumah yang menimbulkan duka untuk dia.
Tujuan wanita ini adalah rumah orang tua dia sendiri karena hanya di sana dia akan mendapat ketenangan, orang tua Aina juga pasti akan memahami bahwa sang anak sudah tidak sanggup untuk bertahan dalam rumah tangga tersebut sehingga mereka tidak akan pernah keberatan untuk menampung Aina kembali bersama dengan mereka.
"Hiks, Hiks kenapa aku harus mengalami nasib buruk seperti ini?" isak Aina dengan air mata berderai.
"Aku sudah sangat yakin untuk berpisah dari dia, dengan ini saja diam semakin menunjukkan bahwa tidak pernah ada rasa peduli di dalam hati." Aina berbicara sendirian.
"Seluruh baju yang kau miliki itu segera bawa keluar dan pergi dari rumah ku ini." Darno berdiri di ambang pintu kamar dan mengusir Aina.
"Ya, walau kau tidak mengusir aku maka aku akan tetap pergi dari rumah ini juga!" sahut Aina dengan harga diri yang begitu terluka.
"Kau akan sangat menyesal karena telah mengambil keputusan seperti ini." Darno terlihat menggeram marah.
Namun Aina sama sekali tidak peduli dengan hal itu karena dia memang sudah sangat muak dan tidak ada pikiran lain terhadap suami dia sendiri, padahal dharma sendiri sudah memiliki niat buruk yang sangat kejam kepada Aina ini, tapi Aina memang tidak ada kepikiran ke arah sana.
"Kau tunggu saja masa itu tiba dan pria yang kau cintai tidak akan pernah bisa menerima kau lagi." ujar Darno penuh kemenangan.
"Aku pergi dari rumah ini bukan karena pria lain, tapi karena aku memang sudah tidak sanggup bertahan dengan dirimu!" tegas Aina.
"Cuiih, tidak perlu berbohong tentang hal itu karena aku sangat yakin kau telah berselingkuh!" bentak Darno sambil meludah.
"Akan aku buktikan semua itu bahwa aku tidak pernah berselingkuh dengan orang lain, walau ekonomi kita begitu buruk dan juga perlakuan yang kau berikan sangat buruk tapi aku tidak pernah menistakan diri bersama dengan pria lain." Aina berkata dengan hati yang sangat terluka.
Dia sangat tidak menyangka bahwa sang suami telah menuduh dia seperti itu hanya karena dia meminta perceraian dalam rumah tangga mereka, bukannya sadar bahwa sang istri meminta cerai karena tidak sanggup dengan sikap buruk dirinya selama ini, tapi dharma malah memilih untuk menuduh sang istri bahwa telah melakukan perselingkuhan.
"Wanita lacur!" Darno begitu menghina dengan ucapan yang sangat pedas.
"Terserah kau akan berbicara apa saja tapi yang jelas aku akan mengurus perceraian ini dari dirimu!" sambil melangkah pergi Aina berkata.
"Hahaaaaa aku sudah tidak sabar melihat nanti bagaimana kau menderita." ujar Darno sambil tertawa kencang.
Aina sama sekali tidak peduli karena dia memang tidak tahu tentang arti ucapan Darno barusan, andai saja dia tahu maka pasti tidak akan pernah bisa mempercayai hal itu, apa mau di kata karena memang keadaan ini telah terjadi dalam rumah tangga mereka sehingga Aina semakin yakin untuk berpisah dari sang suami.
"Jadi sekarang dia sudah pergi dari rumah ini?" Katiyem bertanya kepada sang anak.
"Ya, dia akan menyesal karena telah mengambil keputusan seperti itu." Darno berkata dengan penuh percaya diri.
"Hah dari dulu aku sudah mengatakan bahwa dia adalah wanita yang tidak benar, pasti dia telah berselingkuh dengan warga sini juga." Katiyem berkata dengan sangat yakin.
Darno hanya tersenyum sekilas karena dia telah memiliki rencana tersendiri dan tidak peduli nanti bagaimana atau apa yang akan dilakukan oleh Aina, sebab Dia merasa yakin dan baik-baik saja dengan ini semua, tidak perlu dengan segala macam hal karena itu memang sudah dia rencanakan sejak pagi tadi.
"Kenapa kau terlihat santai saja seperti ini dan tidak ada rasa gelisah sama sekali?" Katiyem juga terlihat bingung.
"Ah untuk apa aku harus gelisah tentang masalah itu, sebentar lagi dia akan jauh menderita sehingga aku tidak perlu memikirkan bagaimana harus menjalani ini semua." jawab Darno sambil menghisap rokok.
Katiyem terdiam walau dia sama sekali tidak paham namun setidaknya masih ada rasa penasaran juga di dalam hati, entah bagaimana sang anak tetap terlihat anteng seperti ini padahal dari tadi pagi Darno sudah terlihat begitu runyam karena memikirkan masalah perceraian antara dia dan juga Aina yang akan terjadi beberapa saat lagi.
"Tapi kenapa aku merasa dia sangat aneh dan tidak ada raut sedih sama sekali?" Katiyem membatin di dalam hati.
"Kalau dia besok masih bisa tertawa maka itu adalah hal yang sangat luar biasa, tunggu sampai itu terjadi maka kita bisa melihat penderitaan yang akan Aina alami." Darno berkata dengan penuh percaya diri.
Darno tersenyum seolah ini semua bukan masalah besar untuk dia dan bisa mengatasi hal tersebut dengan sangat enteng, sudah pergi dari rumah dan tidak peduli lagi apa yang akan terjadi karena dia juga tidak tahu tentang bagaimana nasib ini selanjutnya, tentu yang ada di dalam pikiran dia adalah bekerja dengan baik supaya bisa menghidupi diri sendiri.
Selamat malam, jangan lupa like dan komen nya ya.
g