NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Pelarian Berdarah

​Belasan senjata spiritual memancarkan cahaya warna-warni, melesat membelah udara menuju Lin Tian. Para praktisi liar dan murid sekte rendahan itu dibutakan oleh keserakahan. Di mata mereka, pemuda berjubah putih yang bersimbah darah ini bukanlah jenius mematikan, melainkan sebuah peti harta karun raksasa yang tidak terkunci.

​"Mati kau!" teriak seorang pria berwajah codet yang menggunakan tombak bergerigi, menusuk langsung ke arah dada Lin Tian. Kultivasinya berada di Pembentukan Pondasi Tahap 2.

​Lin Tian memutar lehernya pelan, terdengar bunyi retakan tulang yang kaku.

​[Peringatan: Meridian Inang retak 40%. Penggunaan Qi melebihi 10% akan membuat Racun Darah Kaisar menyebar ke jantung.]

​"Sepuluh persen sudah cukup untuk membunuh sampah," gumam Lin Tian.

​Ia tidak menggunakan Langkah Badai Astral. Kakinya memijak kuat ke tanah, menggunakan murni kekuatan fisiknya. Saat tombak bergerigi itu hampir menembus dadanya, Lin Tian memiringkan tubuhnya sedikit. Mata tombak bergesekan dengan Tubuh Logam Kaisar-nya, memercikkan bunga api.

​Tangan kiri Lin Tian menjulur, mencengkeram gagang tombak itu sekuat tenaga, lalu menariknya ke depan dengan sentakan kasar. Pria berwajah codet itu kehilangan keseimbangan dan tertarik maju.

​Sring!

​Belati Baja Hitam di tangan kanan Lin Tian melesat ke atas, memotong rahang hingga dahi pria itu dalam satu tebasan mulus. Darah segar menyembur, mewarnai jubah putih Lin Tian menjadi merah.

​Tanpa berhenti, Lin Tian menjadikan mayat pria itu sebagai perisai daging untuk menahan dua tebasan pedang dari arah kiri, sementara kakinya menyapu keras ke arah lutut penyerang di sebelah kanan.

​KRAK!

​Terdengar suara tulang patah. Sang penyerang menjerit, namun Lin Tian segera membungkamnya dengan lemparan belati yang menancap tepat di tenggorokannya. Lin Tian lalu menerjang maju, mencabut kembali belatinya dalam satu gerakan mengalir yang brutal.

​Meski gerakannya mematikan, ini adalah pertarungan yang kotor dan menguras tenaga fisik. Tanpa dukungan Qi yang melimpah dan ekstraksi instan dari sistem, Lin Tian merasakan dadanya sesak.

​Sebuah bilah angin melesat dari titik buta dan menghantam punggungnya.

​Bugh!

​Langkah Lin Tian terhuyung ke depan. Meski zirah logam di bawah kulitnya menahan tajamnya bilah angin, dampak benturannya tetap mengguncang organ dalamnya yang sudah terluka. Ia memuntahkan seteguk darah, pandangannya mengabur sesaat.

​"Dia sudah mencapai batasnya! Serang bersamaan!" teriak salah satu praktisi.

​Sisa delapan orang yang mengepungnya bersiap melepaskan teknik terkuat mereka. Lin Tian menggertakkan giginya. Niat membunuh di matanya sangat pekat, namun logikanya tetap dingin. Jika ia memaksakan diri meledakkan sisa Niat Pedangnya sekarang, ia mungkin menang, tapi fondasinya akan hancur permanen.

​Tiba-tiba, daratan alun-alun itu terbelah dengan suara gemuruh yang seolah meruntuhkan langit.

​GEMURUH! DUAARR!

​Retakan spasial hitam selebar puluhan meter terbuka di tengah alun-alun. Gravitasi reruntuhan menjadi kacau balau. Bongkahan batu sebesar bukit mulai terangkat ke udara. Pagoda Sembilan Lapis yang menjulang tinggi di kejauhan mulai runtuh menjadi debu bercahaya.

​"Reruntuhan ini hancur! Ruangnya kolaps!" jerit para kultivator dengan panik. Keserakahan mereka seketika menguap, digantikan oleh teror murni.

​Portal-portal keluar secara acak mulai bermunculan di udara, memancarkan cahaya biru yang tidak stabil.

​"Persetan dengan harta karun! Lari!"

​Para penyerang Lin Tian langsung berbalik arah, memacu senjata terbang mereka menuju portal terdekat untuk melarikan diri dari dimensi yang hancur ini.

​Lin Tian bersandar pada lututnya, terengah-engah hebat. Ia menatap portal biru yang berputar liar di atasnya. Menggunakan sisa tenaga fisiknya, ia melompat dan membiarkan pusaran spasial itu menelannya sesaat sebelum retakan hitam menghancurkan tanah tempatnya berpijak.

​WUUUSSS!

​Distorsi ruang memuntahkan tubuh Lin Tian keluar. Ia mendarat dengan keras di atas hamparan rumput liar yang lembap, berguling beberapa kali sebelum menabrak batang pohon raksasa yang sudah lapuk.

​Udara di sekitarnya terasa segar dan normal, tidak ada tekanan gravitasi berat seperti di Reruntuhan Kuno. Ia telah kembali ke Benua Timur.

​"Hah... hah..." Lin Tian berbaring telentang, dadanya naik turun dengan cepat. Rasa sakit menusuk di setiap inci meridiannya.

​"Sistem," panggil Lin Tian pelan, suaranya parau. "Laporan kerusakan."

​[Ding!]

[Memindai kondisi fisik dan jiwa Inang...]

[Hasil: Fondasi Dantian retak ringan. Meridian terbakar 40% oleh Racun Darah Kaisar Kuno. Akar Roh Kelas Surga memasuki fase dorman (tidur sementara) untuk melindungi jantung.]

[Kultivasi Inang saat ini ditekan kuat ke tahap Pembentukan Pondasi Tahap 1. Niat Pedang Tersegel sementara.]

​Lin Tian tertawa pelan, meski tawa itu membuatnya batuk darah.

​"Kaisar sialan. Hanya seutas sisa jiwa, tapi mampu memaksaku mundur sejauh ini." Lin Tian tidak marah, ia justru merasa pikirannya menjadi sangat jernih.

​Peningkatan kekuatannya yang gila-gilaan sebulan terakhir telah membuatnya sedikit arogan. Ia mengira dengan Sistem, ia bisa menelan segalanya. Kejadian di lantai sembilan adalah tamparan keras bahwa dunia kultivasi memiliki hierarki hukum yang mutlak. Sebuah 'wadah' yang retak tidak bisa menampung samudra, sehebat apa pun alat pemompanya.

​"Untuk mencapai puncak, kecepatan bukanlah segalanya. Kepadatan dan daya tahan adalah kuncinya," gumam Lin Tian. Ia menyadari, alur kultivasinya ke depan tidak bisa lagi sekadar 'membunuh dan menelan'. Ia harus mencerna semua energi masif yang ia peroleh dari Pagoda, menstabilkan Inti Bintang-nya, dan mencari herbal penawar khusus untuk Racun Darah Kaisar secara perlahan.

​Jika ia memaksa sistem mengekstrak racun itu sekarang, meridiannya yang sudah rapuh akan hancur menjadi debu.

​Lin Tian memaksakan diri untuk duduk. Ia melihat ke sekeliling. Berdasarkan rasi bintang di langit malam, dan pepohonan hitam raksasa di sekitarnya, ia sepertinya terlempar sangat jauh dari wilayah Sekte Awan Azure, tepatnya ke Hutan Kabut Hitam, daerah perbatasan netral yang jauh dari kendali sekte.

​"Bagus," batin Lin Tian.

​Ia tidak boleh kembali ke Sekte Awan Azure saat ini. Jika Pemimpin Sekte yang berada di ranah Inti Emas melihat kondisinya yang terluka parah dan kultivasinya yang ditekan, pria licik itu pasti akan langsung menangkap dan membedahnya. Ia harus bersembunyi hingga racunnya sembuh dan kultivasinya pulih ke Pembentukan Pondasi Tahap 4, barulah ia kembali untuk memenggal kepala Pemimpin Sekte.

​Lin Tian membuka tangan kirinya. Di sana, tergenggam erat sebuah token perunggu berkarat yang ia curi dari altar sang Kaisar.

​"Sistem, periksa benda ini."

​[Menganalisis objek kuno...]

[Nama: Token Lelang Pasar Hantu (Tingkat Kuno).]

[Fungsi: Kunci masuk VIP ke Kota Bawah Tanah 'Pasar Hantu' di Provinsi Timur. Di dalam kota tersebut, tidak ada aturan sekte, hanya transaksi murni dan hukum rimba.]

[Catatan: Kota tersebut dijaga oleh Formasi Inti Emas Puncak. Tempat yang ideal untuk mencari material langka (seperti 'Teratai Es Penawar Darah') untuk menyembuhkan luka Inang secara anonim.]

​Mata Lin Tian berkilat. Pasar Hantu. Tempat berkumpulnya para buronan, iblis, pedagang gelap, dan kultivator yang tidak terikat sekte. Sempurna.

​Ia mengganti jubah putih Sekte Awan Azure-nya yang bersimbah darah dengan sebuah jubah hitam polos berlapis kain kasar yang menutupi hingga ke kepalanya. Ia memakai topeng kayu sederhana untuk menutupi separuh wajahnya. Pedang belatinya ia sembunyikan di balik lengan jubah.

​Lin Tian kini bukanlah jenius arogan dari Sekte Awan Azure yang menantang langit. Ia adalah seorang kultivator pengembara yang terluka, seekor serigala penyendiri yang masuk ke dalam bayang-bayang untuk memulihkan taringnya.

​"Mari kita lihat, seberapa dalam air di Pasar Hantu ini," bisik Lin Tian, melangkah perlahan namun pasti menembus kabut Hutan Hitam.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!