NovelToon NovelToon
Raelynn, Wanita Malang Tuan Logan!

Raelynn, Wanita Malang Tuan Logan!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Kini berbagai pertanyaan muncul ketika Raelynn terbaring di atas meja operasi. Mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat … sendirian. Ya, dengan tubuhnya yang kurus, Raelynn menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi untuk dirinya sendiri.

Apakah semua kemalangan ini bermula ketika dia menerima pernikahan di atas kerta yang pria berikan? Ataukah semua ini berawal saat dia mengetahui tentang kehamilannya sekaligus penyakit mematikan yang tidak dia sadari sebelumnya? Atau semenjak malam itu … di saat keluarganya sendiri menyiksa dan menjadikannya pelayan dan bahkan menjualnya demi kepentingan bisnis mereka?

Raelynn rasa, tidak! Bahkan sebelum semua itu terjadi kemalangan mulai menjadi hari-harinya sejak saat itu. Ya … Raelynn ingat sekarang. Semenjak hari itu, dimana dia menolak perjodohan yang di atur oleh keluarga demi untuk mengejar cinta pertamanya.

Mampukah Raelynn bertahan dengan semua kemalangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 04. Kenyataan Pahit

Lainnya dengan Raelynn yang bagaikan terkena sambaran petir disiang bolong, hatinya benar-benar terasa seperti tercabik-cabik ribuan pedang begitu mendengar perkataan sang ayah yang dengan mudah memutuskan hubungan antara orang tua dan anak. Antara memilih keluarganya ataupun cintanya, Raelynn sungguh berat jika harus memilih salah satunya.

“Papah, kenapa kau harus memberiku dua pilihan yang sangat sulit. Hiks … Hiks …” Menangis, hanya itulah yang bisa Raelynn lakukan pada saat itu.

“Aku hanya ingin berjuang mendapatkan cintaku. Hiks …”

Pikirannya semakin terasa kacau, hatinya terasa sangat bimbang antara memilih mengejar cintanya atau keluarganya. Jika dia memilih Javier, maka dia harus bersiap dibuang oleh keluarganya. Dan jika dia memilih keluarganya, maka dia harus rela menikah dengan pria lain yang tak pernah ada di hatinya. Sungguh ini merupakan dilema terbesar di kehidupan Raelynn. Bahkan dibandingkan dengan dulu, disaat Javier memaksanya untuk menjauh demi menghargai perasaan kekasihnya.

Antara kebahagian dirinya sendiri atau orang tuanya, Raelynn tidak yakin untuk memilihnya. Cukup lama Raelynn menangis di ruang tamu seraya memikirkan pilihan mana yang akan diambilnya. Dengan membulatkan tekad serta menyakinkan diri sendiri, Raelynn pun mulai beranjak menuju kamarnya untuk mengemasi semua barang-barang miliknya. Ya, Raelynn memilih egois untuk kali ini dan ingin meraih kebahagiannya sendiri.

Benar, pada akhirnya Rael memilih pergi dan memutuskan hubungan orang tua dan anak pada keluarga Cameron dengan membawa harapan cintanya akan tersampaikan pada Javier. Walaupun dia tidak tahu bahwa harapannya itu akan menjadi sebuah kenyataan ataupun hanya angan-angannya saja.

Bukankah kata orang cinta butuh pengorbanan, bukan? Karena itulah Raelynn mengorbankan hubungannya dengan keluarganya untuk meraih cintanya. Dia pergi dengan mengorbankan sesuatu yang berharga dalam hidupnya, apakah dia bisa kembali dengan membawa cintanya?

Selesai mengemasi barang-barangnya, Raelynn dengan langkah yang terasa sangat berat perlahan mulai meninggalkan rumah yang menjadi saksi dirinya tumbuh dewasa, sejak kecil hingga dewasa seperti sekarang. Kepergiannya saat itu hanya diiringi dengan airmata kepedihan dan harapan yang sangat semu. Namun sekali lagi, dia menyakinkan dirinya sendiri bahwa dia bisa bersama dengan Javier lagi.

“Ayah, Ibu! Maafkan Rael untuk kali dan doa ‘kan aku agar keyakinanku ini membuahkan hasil yang terbaik!”

Raelynn menatap sendu kediaman Cameron. Dengan penuh harapan Raelynn terbang ke Kota S, dimana keluarga Javier telah menetap di sana.

...****************...

Sementara di tempat tujuannya, di kediaman orang yang dicintainya tengah terjadi keributan yang sangat besar. Dimana tidak ada angin, tidak ada hujan Javier tiba-tiba memperkenalkan pada Mama Clara seorang wanita bernama Viola Evelyn sebagai calon istrinya.

Yap, sebagai calon istrinya dan bukan lagi sebagai kekasihnya. Ditambah dengan kabar kehamilan wanita itu yang membuat Mama Clar tidak bisa berbuat apapun kecuali merestui pernikahan yang jelas sangat mendadak itu.

“Jav, apa yang harus Mama katakan kepada Rael tentang ini? Mama sudah terlanjur menemuinya dan mengatakan bahwa kali ini kau setuju dengan perjodohan ini,” gumam Mama Clara yang bingung cara menyampaikan berita ini kepada Raelynn yang baru saja memberinya kaba bahwa dia sudah memutuskan untuk datang.

“Mau bagaimana lagi, Mah? Aku tidak bisa meninggalkan Viola dalam keadaan sedang mengandung anakku … Cucu Mama sendiri, bukan?”

Javier pun bingung, dia tidak tahu bahwa Mamanya akan langsung menemui Raelynn begitu dirinya menyetujui tentang perjodohan yang terus dibicarakan Mamanya itu. Padahal di saat itu, dirinya sedang kalut karena Viola yang tiba-tiba minta putus dan menghilang begitu saja karena efek hormone kehamilan mudanya.

“Rael, pasti akan sangat kecewa saat mengetahui semua ini,” ujar Mama Clara yang dapat membayangkan betapa sakit dan kecewanya Raelynn.

“Biar nanti Javier yang bicara dengannya, jika Mama memang tidak sanggup menemuinya secara langsung.”

Javier juga merasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi. Dia hanya bisa berharap bahwa Raelynn pasti akan mengerti situasinya.

...****************...

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, Raelynn akhirnya tiba di depan kediaman Grayson. Namun, bukan sambutan hangat yang Raelyn dapatkan setibanya di sana, melainkan sebuah pemandangan yang membuat seluruh harapannya hancur seketika itu juga. Dimana Javier tengah mengucapkan sebuah ijab kabul pernikahan bersama dengan wanita lain di sisinya.

Menyadari kedatangan Raelynn, Mama Clara pun segera menghampirinya untuk meminta maaf sekaligus menjelaskan karena telah memberikan sebuah harapan besar padanya. Meski merasa takut dengan kekecewaan dan rasa sakit yang Raelynn tunjukkan nantinya, Mama Clara tetap menemuinya.

“Raelynn ...”

“Ma, apa maksud semua ini? Bukankah—”

Raelyn tak sanggup mengatakan kalimat selanjutnya, hanya air mata yang mengalir deras sebagai penjelasan terbaik bagaimana perasaannya saat itu. Coba bayangkan dia datang dengan membawa harapan besar pada pria yang dicintainya, tapi setibanya di tempat tujuan dia harus menelan pil pahit dan kenyataan bahwa pria itu memilih bersama wanita lain.

“Maafkan Mama, Raelynn! Mama juga tidak menyangka bahwa Javier memiliki seorang kekasih yang langsung dia perkenalkan kepada Mama dan meminta secepat mungkin melangsungkan pernikahan. Bahkan saat ini Viola tengah mengandung anak Javier,” jelas Mama Clara yang tanpa sadar bahwa perkataannya barusan semakin menambah luka di hati Raelynn.

“Ternyata memang sia-sia … semua yang aku lakukan dan aku bayangkan selama ini memang hanya harapanku saja.” Raelynn tersenyum getir, tapi air mata yang semakin deras membasahi wajahnya tidak mampu berbohong betapa terlukanya dia saat ini.

“Raelynn, sungguh Mama minta maaf tentang ini dan ….”

“Sah!”

Seruan itu sudah cukup bagi Raelynn untuk sadar diri untuk segera pergi dari tempat itu. Dia tidak sanggup jika haus berhadapan langsung dengan Javier dan wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya.

Dengan bibir bergetar menahan tangisnya Raelynn berkata, “Kalau begitu Rael pamit, Mah! Sampaikan ucapan selamatku untuk mereka.”

Lantas Raelynn langsung berbalik dan pergi meninggalkan acara pesta pernikahan tersebut dengan perasaan yang sangat hancur. Cintanya kini benar-benar gugur, harapannya sirna dan hubungan dia dengan keluarganya juga telah hancur. Raelynn benar-benar kehilangan arah saat itu, tapi masih saja ada orang yang berniat untuk semakin menghancurkannya tanpa dirinya tahu.

“Raelynn! Maafkan Mama, Sayang.”

Mama Clara hanya bisa menatap kepergian Raelynn dengan perasaan bersalah. Begitu juga dengan Javier yang sebenarnya mengetahui bahwa Mamanya berniat menjodohkan dirinya dengan Raelynn. Sehingga dia mempercepat pernikahannya dengan Viola yang kebetulan saat itu juga telah mengandung anaknya. Mereka hanya bisa menatap kepergian Raelynn dengan perasaan bersalah yang begitu mendalam pada wanita itu.

“Maaf, Raelynn! Sampai kapan pun aku hanya menganggapmu sebagai saudariku, tidak bisa lebih dari itu. Ditambah aku akan segera menjadi seorang ayah dari wanita yang sangat aku cintai,” gumam Javier menatap kepergian sahabat masa kecilnya itu.

Bersambung ….

1
Mbak Rin
☕☕☕meluncur
Yena
The Best
Mbak Rin
wah Suho knp kamu JD salah paham awas Bae keno semprot tuan Gavin 😁
Mbak Rin
dah Vin sabar biarkanlah tuanmu dngn pemikirannya sendiri
Mbak Rin
dah Vin ngikut rencana bosmu az drpd kena marah
Mbak Rin
ku tunggu bucinnya logan dngn rael nih
eny agustina
❤❤❤❤
Desyi Alawiyah
Lah... Suho malah salah paham deh...

Lagian Gavin ngga bilang sih, siapa anak Edwin Cameron yang dimaksud...

Masa Suho ngga tahu sih, kalo Edwin punya 2 anak perempuan 🤔
Desyi Alawiyah
Bener-bener deh si Gavin ini...🤭
Desyi Alawiyah
Aku padamu Logan... Ayo desak terus si Frans dan babi tua itu...☺
nyaks 💜
bantu jawab Suho: Bukan..tpi kakak dari wanita itu 😅😅
nyaks 💜
gavinn 😅😅😅
nyaks 💜
dan kedepannya kau akan sangat menyesali keputusanmu ini Logan...
nyaks 💜
ngegas si Abang 🤣🤣🤣
nyaks 💜
gavin d lawan 🤣🤣🤣
nyaks 💜
mulaiii,,mulai gavin 😅
nyaks 💜
bingung ya Vin 🤭🤣🤣
Dwi Rustiana
Gavin jawab dong jangan diem2 bae ntar suho salah paham kan bisa berabe urusannya. apalagi kalo sampe kedengaran keluarga dajal bisa PD gila mereka
Dwi Rustiana
wes pokoke kamu diem2 bae ya Gavin jangan bkin bosmu tambah emosi jiwa terima beres ae kamu 🤭🤭🤭
@pry😛
bukn suho... ni setan..
next kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!