NovelToon NovelToon
Suami Tampanku.

Suami Tampanku.

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: selvi serman

"Menikahlah segera jika ingin menepis dugaan mama kamu, bang!."perkataan sang ayah memenuhi benak dan pikiran Faras. namun, bagaimana ia bisa menikah jika sampai dengan saat ini ia tidak punya kekasih, lebih tepatnya hingga usianya dua puluh enam tahun Faras sama sekali belum pernah menjalin hubungan asmara dengan wanita manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pikiran Negatif Mama.

Seminggu berlalu, Inara sudah mulai membiasakan diri sebagai Sekretaris Faras tanpa banyak lagi memikirkan apa yang pernah terjadi di antara mereka di masa lalu. Bukan hanya itu saja, Inara bahkan sesekali menerima ajakan Davin untuk makan siang bersama agar Faras tidak berpikir jika ia masih mengharapkannya.

Di sebuah resto yang letaknya tak begitu jauh dari perusahaan, di sinilah Davin dan Inara berada setelah beberapa saat yang lalu secara tidak sengaja disaksikan oleh Faras menjemput Inara di meja kerjanya.

"Apa Faras memperlakukanmu dengan baik?." mengingat seperti apa penolakan Faras pada gadis cantik dihadapan saat ini di saat remaja, maka pertanyaan Davin terdengar wajar.

"Tentu saja. selama hampir dua Minggu terakhir menjadi sekretaris beliau, tuan Faras bersikap professional. Tuan Faras juga tidak sekalipun menyinggung masa lalu." rasanya tak ada gunanya ia menyembunyikan tentang tindakan memalukan yang pernah dilakukan dihadapan Faras di masa lalu, karena Davin adalah sahabat baik Faras pastinya pria itu tahu tentang hal itu.

"Syukurlah kalau begitu."

Sebenarnya Davin ingin sekali menanyakan bagaimana perasaan Inara saat ini pada Faras, apakah wanita itu masih mencintai sahabatnya itu, atau justru sebaliknya. namun, Davin enggan melakukannya, karena tidak ingin Inara justru tersinggung dengan pertanyaannya.

Percakapan mereka berakhir kala pelayan menyajikan pesanan di meja.

"Ayo di makan!." Davin mempersilahkan Inara menyantap makanannya.

"Terima kasih."

"Untuk apa?."

"Terima kasih untuk makan siang kemarin dan juga hari ini." ungkap Inara tulus.

"Tidak perlu berterima kasih Inara, aku hanya melakukan sesuatu yang diinginkan oleh hatiku." jawaban Davin terdengar gamang di telinga Inara. Di satu sisi Inara merasa bersalah karena secara tidak langsung ia telah memberi harapan pada pria sebaik Davin, namun Di sisi lain ia juga tak bisa menerima cinta Davin di saat hatinya masih dimiliki oleh pria lain.

Di saat Inara dan Davin tengah menikmati makan siang bersama, Faras justru terlihat uring-uringan di ruangannya. Entah apa yang tengah dipikirkan oleh pria datar itu, yang jelas dari gerak-geriknya menunjukkan hal demikian. Terlebih ketika ia melihat postingan terbaru di akun sosial media milik Davin, di mana sahabatnya itu baru saja mengunggah sebuah Foto bersama seseorang di sebuah restoran

Tepat pukul dua siang Inara kembali ke meja kerjanya dan tentunya wanita cantik itu kembali dengan diantarkan oleh Davin. dari balik dinding kaca, Faras dapat menyaksikan dengan jelas interaksi antara sahabatnya itu bersama sekretarisnya, di mana Inara nampak membalas senyuman Davin.

Faras segera mengalihkan pandangannya ke layar laptopnya saat menyadari pergerakan Davin hendak berjalan ke arah ruangannya.

"Selamat siang, pak bos." sapa Davin yang baru saja memasuki ruangan Faras.

"Mau apa kau ke sini?."

Mendengar Faras menggunakan bahasa santai, Davin pun turut menggunakan bahasa santai, layaknya seorang sahabat. Dengan santainya Davin melenggang lalu mendaratkan bobotnya di kursi depan meja kerja Faras.

"Boleh aku bertanya sesuatu padamu?." kini raut wajah Davin berubah serius hingga mampu menciptakan kerutan halus di dahi Faras. "Tapi aku ingin kau menjawabnya dengan jujur!." sambung Davin.

"Memangnya apa yang ingin kau tanyakan?." tanya Faras dengan raut wajah datarnya.

"Bagaimana perasaanmu pada Inara?? Apa kau yakin, tidak memiliki ketertarikan sedikitpun padanya?." tanya Davin tanpa mengalihkan pandangannya dari Faras.

"Apa maksudmu bertanya seperti itu?." Faras balik Bertanya, tanpa berniat menjawab pertanyaan Davin.

"Ayolah Sarfaras Wisatara...kita sudah lama bersahabat, bukan?? Dan entah mengapa, aku tidak yakin jika kau tidak memiliki perasaan apapun pada Inara. Jika kau jujur, mengakui perasaanmu pada Inara maka aku akan mengalah."

Faras menaikan satu alisnya mendengar dugaan Davin tentang dirinya. "Aku sedang sibuk, sebaiknya sekarang kau kembali ke ruang kerjamu!."

Jika sudah begini, Davin tak berani lagi memaksa Faras, hingga pada akhirnya ia pun pamit meninggalkan ruangan Faras.

Setelah kepergian Davin, Faras kembali mengarahkan pandangannya pada sekretarisnya yang kini sedang sibuk di meja kerjanya. Entah apa yang kini tengah dipikirkan oleh Faras, yang jelas cukup lama pria itu menatap ke arah Inara.

*

Malam harinya, di kediaman papa Rasya.

Mama Thalia sedang dilanda kegundahan. Bagaimana tidak, hingga usia sang putra genap dua puluh lima tahun namun Faras belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun. Jangankan menjalin sebuah hubungan, bahkan dekat dengan seorang gadis pun putranya belum pernah. Itulah yang memicu kegundahan di hati mama Thalia.

"Jujur, mama takut pah, takut Abang_." mama Thalia tak sanggup menuntaskan kalimatnya. Membayangkan putranya tidak memiliki ketertarikan pada lawan jenisnya membuat wanita yang masih terlihat cantik diusianya yang tak lagi muda tersebut jadi overthinking.

"Ya ampun...mama ngomong apa sih. Papa yakin Abang tidak seperti dugaan mama. Mungkin Abang hanya belum menemukan wanita yang cocok saja."

Sebagai sesama pria, papa Rasya yakin jika apa yang kini menjadi ketakutan sang istri tidaklah benar. Namun begitu, ia juga merasa sedikit kesulitan meyakinkan sang istri jika Faras masih juga belum berniat menjalin hubungan dengan lawan jenisnya sementara usianya sudah genap dua puluh lima tahun.

Gelapnya malam telah berganti dengan terangnya cahaya mentari. Faras yang baru saja tiba di ruang kerjanya dikejutkan dengan kedatangan sang ayah yang tidak memberitahukan tentang kedatangannya terlebih dahulu.

"Papah..."

"Papah ganggu nggak???." tanya papa Rasya, takutnya kedatangannya pagi itu justru mengganggu kesibukan putranya.

"Sama sekali tidak, pah." sahut Faras yang masih bertanya-tanya dengan maksud dan tujuan dari kedatangan sang ayah.

Papa Rasya mendaratkan bobotnya di kursi depan meja kerja Faras.

Pria paruh baya tersebut nampak menghela napas berat lalu kemudian berkata. "Jujur, papa percaya bahwa Abang tidak seperti apa yang mama pikirkan. papa juga percaya jika sampai detik ini alasan abang belum sekalipun menjalin hubungan asmara dengan wanita manapun, karena Abang masih ingin fokus pada pekerjaan. tapi, papa juga merasa sedikit kesulitan meyakinkan mama jika Abang masih terus bersikap seperti ini."

Mendengar semua pernyataan sang ayah kedua alis mata Faras bertaut dalam.

"Apa maksudnya, pah??? Abang tidak mengerti?." tanya Faras yang belum sepenuhnya paham dengan maksud dari perkataan ayahnya.

"Begini bang, mama berpikir......" papa Faras pun menceritakan semuanya. Tentang pemikiran negatif yang kini menyelimuti perasaan sang istri. Di mana mama Thalia berpikir jika sang putra menyimpang dari kodrat sebagai lelaki sejati.

"Astagfirullah.... bisa-bisanya mama berpikir seperti itu." Faras langsung menepuk jidat, tak habis pikir dengan pikiran negatif yang menyelimuti hati sang mama terhadap dirinya.

"Menikahlah segera, jika ingin menepis dugaan mama kamu, bang!!."

"Menikah?." Faras tidak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya mendengar saran dari ayahnya tersebut. Bukannya tak mau menikah namun Faras bingung harus menikah dengan siapa sementara kekasih saja ia belum punya.

Seakan bisa membaca isi kepala putranya, papa Rasya menolehkan pandangan ke arah seseorang yang tak lain adalah mantan sekretarisnya, Inara.

1
Violet
Yg ga waras bkn Yumi tp Gilang! Andaikata Faras dekatin Yumi yg ada endingnya mlh makin tebal cintanya & menggila obsesinya ke Faras! Org waras aja bisa makin dlm cintanya ke seseorg lah apalg ini yg divonis jiwanya terganggu bisa2 Faras yg dimatiin biar ga ada yg bisa munyain Faras!
Marina Tarigan
kok gilsng kekeh kali menjebloskan cleaning servis sih vilang memang sih kurang hati2 ksrena tempatnya bekerja dihuni orang gila berapa wanita yg mau sakiti gilang margin inara vleanig servis semoga dgn egois mu itu kamu akan menerima balasan seperti yumi otu
Marina Tarigan
lebih baik mati karena dari segala sisi yumi hanya menyusahkan orang2 disekitarnya kesembuhan bahi yumi tdk bisa lagi akibat terlampau banyak situadi yg menggrogoti ulahnua dan akibat perilakunya juga kelewat batas dan semua yg dia sakiti mendpt kebahagiaan semuanys
Marina Tarigan
rupanya ada wanita menghalakan degala cara utk mencspai cita2nua ada korban tap berbalik padanya lebih parah
Marina Tarigan
sebaiknya hamil yumi itu digugurkan kalau hamil dibiarkan bisa berbahaya bagi anak dan yumi karena hilanya ngamuk2 terus
Marina Tarigan
apa boleh buat tak usah disesali mungkin darah anak kembar syah setelah berubah jadi drakula yg membawa malapetaka bagi mereka berdua mudah2an gilang darah daging ayah berubah karen ketulusan hati margin dan ibunya kalau yumi mati di rmh sakit jiwa akhirny karena dia menginginkan sesuatu yg bukan haknya dan sdh menghancurkan orang baik2
Marina Tarigan
wah awalnya kita kira Margin itu jelek gigi tonggos pendek wajah kusam tdk menarik mknya gilang sangat benci padanya rupanya cantik lemah lembut pintar jadinya perbuatan biadap gilang membawa berkah luar biasa bagi margin dan Arga bahagia dan langgeng rmh tgganya kedepan
Marina Tarigan
kalian sepadan Arga Margin orang yg disakiti manusia biadap akan bahagia kedepannya
Marina Tarigan
nantinya pasti ayahnya Arga akan beri tahi Arga kelakuan Mirna di luaran sana sebgi pelavur kls tinggi ug serong ber ganti2 pria masjk hotel pria baik pasangamnya wanita baik2
Marina Tarigan
kehidupanmu dgn Margin nantinys kamu mdpt cinta sejst Arga katena Margin adalaj wanita baik2
Marina Tarigan
salah orang deh gilang mengorban kan 2 orang ke jurang malapetaka kasiham marhin
Marina Tarigan
tapi ada juga anehnya kok Faras dan keluarganya ada dirmh tdk mencari istrinya apa ada yg melapor inara sdh terlepas dari sekapan yumi
Marina Tarigan
sebentar lagi riwayatmu tammat yumi sm keluargamu juga akan kena kau terlibat penipuan pencurian di rmh Bsyu penculikan dan penyiksaan terhadap orang yg sangat berharga dimata Fatas dan keluarganya
Marina Tarigan
walaupun kamu sekap inara yummy Faras akan membunuhmu kalau kau dekati faras sebentar lagi tammat riwatmu
Marina Tarigan
mknya sangat sayang kpd saudara sangat patut tspi kalau teerlaammpau sayang akibatnya dibodohi sampai harga diri dipertaruhkan
Marina Tarigan
manusi nya ada yg gila ada yg sangat bodoh ada yg gatal lengkaplah
Marina Tarigan
si bayu ini dr beneran atau dr abal2 kok sampai segiyu jauh mau membantu kegilaan yumi
Marina Tarigan
lagi dr monyet mengikuti wanita psikopat d
Marina Tarigan
gilang laki2 aneh tdk waras masa suami orang disuruh dekat sama yumi wanita gatal itu kalsu adikmu itu cinta mati sm Pres Bill Clinton kamu juga bujuk presiden itu dan istrinya Hillary utk meluk2 cium2 humi orsng gila itu gilang kamu kebangetan membela yumi itu lebih baik kamu nikahi adikmu itu jgn ganggu rmh tgga orang yg gila itu justru kamu faras kamu hina serendah itu buang saja adikmu itu ke jurang sana selesai
Marina Tarigan
ada juga otaknya sdh keluar dari raganya ya masa mau menyuruh seorang ceo perusahaabesar mengjibur orang gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!