NovelToon NovelToon
Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman

Status: sedang berlangsung
Genre:Kaya Raya / Time Travel / Chicklit
Popularitas:494.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aozyrin

Hidup dalam sebuah kepura-puraan membuat dirinya begitu sangat tersiksa, biasanya orang-orang yang memiliki keluarga lengkap justru bisa membuat hidup sang anak menjadi bahagia.

Tapi berbeda dengan dirinya, ia memiliki kedua orang tua yang lengkap sama seperti anak lainnya, tapi yang membuatnya berbeda adalah, ia hanya mendapatkan cinta kasih dari sang ibu, sedangkan sang ayah justru sangat membenci dirinya.

Hidup ibu dan anak itu sangatlah sulit, dan setelah kepergian ibunya sang ayah bahkan terus-menerus menyiksa serta mengurung nya sampai ajal menjemput.

Disisa kehidupan nya, ia berdoa agar bisa melihat sang ibu kembali.

Kini mata yang tertutup rapat itu mulai terbuka dengan perlahan, terlihat sebuah ruangan yang sangat luas, mata indah itu perlahan-lahan mulai menyusuri ruangan, dan tatapan nya terhenti di sebuah kalender yang bergantung di dinding.

"Tahun 1998?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berubah

Wanita itu pun terkejut, ia bahkan melotot kan matanya dengan lebar, "Lepaskan tanganku!" teriak wanita itu dengan mencoba menahan sakit.

Valia yang mendengar perkataan itu bahkan mulai menggenggam tangan wanita itu dengan sangat kuat.

Arrgghh

Wanita itu tampak sudah tidak kuat menahan sakit di tangan nya, ia terus berteriak agar Valia mau mendengarkan perkataannya, "Lepaskan!" teriak wanita itu dengan cairan bening yang mulai mengalir di pipinya.

Valia tetap tidak melepaskan tangan wanita itu, ia bahkan semakin mengencangkan cengkeraman nya di lengan wanita itu.

Ssshh

Wanita itu bahkan mulai mengerutkan dahinya sambil menahan sakit, "berani sekali anak miskin sepertimu melakukan ini padaku!," teriak wanita itu sambil mencoba melepaskan tangan Valia dengan satu tangannya.

Valia pun mulai menatap wanita itu dengan tajam "Apa sekarang aku terlihat sedang tidak berani melawan mu?." tanya Valia dengan wajah datar.

Wanita itu beserta dengan kelompoknya semakin tidak percaya dengan perubahan Valia, mereka bahkan terpaku ketika melihat Valia tengah memberontak.

Valia berdiri dari kursinya serta langsung menendang perut wanita itu, dan ia juga dengan cepat melepaskan tangan wanita itu.

Brukkk

Wanita itu jatuh hingga menimbulkan bunyi yang begitu keras. Orang-orang yang ada di kelas bahkan mulai menyingkir karena ketakutan.

Sedangkan kelompok wanita itu tampak terkejut, mereka pun langsung berlari kearah wanita itu, "Jian!" teriak kelompok wanita itu.

Valia kembali duduk dan terlihat tidak memperdulikan sekitarnya, lalu ia pun memutar bola matanya dengan malas dan kembali menatap keluar jendela.

Dalam kelompok itu terdapat tiga orang, yaitu Jian, Rila dan Asra. Mereka di ketuai oleh Jian. dan sekarang Jian terjatuh sehingga membuat Rila dan Asra terkejut, keduanya langsung membantu Jian untuk berdiri.

Setelah keduanya membantu Jian, Rila pun mulai menoleh kearah Valia, ia melihat Valia tampak tidak menghormati mereka. "Kau!." teriak Rila lalu melangkah dan mendekati Valia.

Rila melihat bolpoin yang terletak di atas meja teman nya, ia pun langsung meraih bolpoin itu dan hendak menusukkannya ke wajah Valia.

Tapi siapa sangka, Valia telah melihat dari pantulan jendela itu, lalu ia pun langsung menangkap tangan Rila dan menoleh kearahnya.

Valia mengambil bolpoin itu dari tangannya, lalu ia juga melihat kearah bolpoin itu "Bukankah kau sangat suka dengan bolpoin ini?," ucap Valia sambil menyeret Rila dan menempelkan tangannya di dinding.

Rila terkejut melihat Valia menempelkan tangannya di dinding, ia seakan memiliki firasat buruk tentang hal itu, "Lepaskan" teriak Rila sambil memukul Valia dengan satu tangan yang lain.

Valia tampak sangat kesal melihat wajah Rila, "Kau tidak perlu memberiku bolpoin ini, jadi aku mengembalikan nya padamu" ucap Valia sambil menusuk Bolpoin itu dengan kuat di atas tangan Rila.

Arrgghh

Valia seperti tidak mengangkat jeritan itu, ia pun semakin menekan bolpoin itu dengan benjolan yang terlihat jelas di lehernya.

Rila benar-benar terkejut, ia bahkan mulai menangis dan terus menangis, sedangkan orang yang ada di dalam kelas justru tidak bisa berkutik.

Perubahan Valia yang seperti monster membuat siapapun di kelasnya terkejut, mereka bahkan tidak menyangka bahwa Valia bisa melawan Jian.

Di kampus itu tidak ada yang berani melawan Jian, karena Jian memiliki orang yang sangat kuat di belakangnya, sehingga para mahasiswa lainnya tidak bisa berkutik ketika mereka melihat Valia di rundung dengan kelompok Jian.

#Flashback On

Awalnya, setelah lulus sekolah, Valia mulai mendaftar di universitas Yerpolian collage, lalu ia berpikir untuk masuk sebagai orang dari kalangan biasa.

Tapi setelah masuk kedalam kelas, Valia tidak sengaja menabrak Jian, dan ia pun tidak lupa untuk meminta maaf pada Jian, tapi Jian justru tidak mau memaafkannya.

"Kau!, apa kau dari kalangan bawah?" tanya Jian sambil menunjukkan jarinya pada Valia.

Valia yang memiliki sifat pemalu dan penakut langsung menundukkan dan mengangguk, sedangkan Jian merasa dirinya tidak di hormati oleh Valia.

"Apa kau tidak punya mulut?, atau kau tidak bisa berbicara?" tanya Jian dengan menaikkan nada bicaranya.

Valia terkejut dan ia tetap menunduk dan menggelengkan sebagai jawaban dari pertanyaan Jian.

Jian yang melihat itu justru terlihat semakin kesal "Benar-benar menyebalkan" ucap Jian sambil mengeram marah.

Sejak saat itu, Valia terus mendapat ancaman serta kekerasan fisik dari Jian dan kelompoknya, namun Valia tetap diam dan tidak memberitahukan pada siapapun.

#Flashback Off

Ditengah kesibukannya, tiba-tiba saja ingatkan itu terlintas di pikiran Silyena, ia justru merasa tidak tega pada dirinya "apa kau bodoh?, kenapa kau tidak memberitahu mereka!" batin nya sambil menekan bolpoin itu.

"Sakit!"

"Lepaskan!" teriak Rila.

Valia mengernyitkan dahinya "Kau mengatakan sakit?, apa saat itu kau tidak tau bahwa aku juga sedang kesakitan?" ucap Valia sambil menekan bolpoin itu sampai menembus kulit Rila.

"Lepaskan aku!, ini menyakitkan!," ucap Rila sambil menangis tersedu-sedu.

Cairan merah mulai mengalir dengan deras, terlihat dinding yang di sekitar tangan Rila sekejap saja juga berubah warna.

"Valia!, apa yang kau lakukan!" teriak seorang dosen yang baru saja memasuki ruangan, ia justru dikejutkan dengan tangan yang sudah menempel di dinding.

Dosen itu pun berlari dan melepaskan tangan Rila dari Valia, bahkan dosen tersebut mendorong Valia dengan sangat kuat.

Kini Rila mulai terjatuh dan terduduk di lantai sambil menangis, sedangkan sang dosen mulai mengeluarkan ponselnya dan memanggil dokter yang berjaga di ruang kesehatan.

Silyena yang memiliki ilmu bela diri, justru tidak terjatuh karena ia juga langsung memegang jendela yang tengah terbuka.

Setelah selesai melakukan panggilan seluler, kini dosen itu mulai menoleh kearah Valia "Aku akan melaporkan mu pada pimpinan" ucap dosen itu sambil menatap Valia dengan tajam.

Silyena melihat wajah sang dosen dengan intens, perlahan-lahan ia mengingat bahwa dosen yang ada di depannya adalah pendukung dari kelompok Jian.

Bahkan dosen itu juga lah yang membantu Jian untuk menutupi masalah yang menimpa Valia.

Wajah Silyena kini terlihat sangat kesal, ia pun langsung menghampiri sang dosen lalu berjongkok dan ia pun memajukan wajahnya.

"Lakukan saja, aku ingin lihat dosen yang tidak kompeten seperti mu akan bertahan sampai berapa lama di kampus ini" ucap Valia sambil berdiri dan meninggalkan ruang kelas.

Sang dosen bahkan tampak terkejut mendengar perkataan Valia, ia tidak menyangka bahwa Valia kini menyerangnya dengan kata-kata yang mematikan.

"Kenapa aku merasa dia telah banyak berubah?" batin sang dosen sambil melihat punggung Valia yang tengah berjalan keluar.

Sedangkan Jian, semakin tidak menyukai Valia, ia bahkan terus mengeram marah "aku berjanji akan membuatmu menderita di ruang lingkup kampus!, tidak ... aku akan membuatmu menderita dimanapun kau berada!," batin Jian yang sambil memegang tangannya yang terasa sangat sakit.

Bersambung ...

1
Ratu Laut
kak mana lanjutnya 😔😔😔😔😔
Ayang ayang Channel
kerennnnnnnn
Ayang ayang Channel
kak thor mana lanjutannya,,ceritanya seruuuuu
Ratu Laut
kak thorrr lanjuttttt
Frando Wijaya
up lg Thor 😃.... next Thor 😃
Frando Wijaya
btw next Thor 😃
Frando Wijaya
spa mereka??
btw Thor...dh 2 bln lebih gk up....skrg Bru up....kmna aja lo Thor???
R@3f@d lov3😘
hampir lupa kak aq sama ceritanya 😔
R@3f@d lov3😘: semangat selalu kak 🤗
total 2 replies
R@3f@d lov3😘
lnjuut kak,, semngat
Frando Wijaya
akhirny up jg lo Thor 😃.....
btw next Thor 😃...jgn kelamaan up Thor 😃
idaman
adu duh thor, kemana aja sich....

hehe kayak aku juga sering up aja hehe

aku juga sama thor dah lebih sebulan gak up karena kesibukan yg benar2 suwibuk hahaha

lanjuy thor tetep semangat up ya
Dianra Malakut
lanjut Thor, jangan lama2 up nya
Frando Wijaya
akhirny up jg lo Thor....kmna aja lo Thor?
btw next Thor 😃
#AleX
lanjut dong thor
wonder mom
hilang ato hiatus, thor? udh 2 bulan lho
#AleX
lanjutnya mana?
yuniar wulandari
lanjut thor....!
idaman
Zyrin kemana nihhhhh
yuniar wulandari
kapan up lagi thor...
idaman
seru seru... ayo lanjut lagiiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!