NovelToon NovelToon
Petaka Di Rumah Tua

Petaka Di Rumah Tua

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Rumahhantu / Misteri / Kutukan / Fantasi Timur
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Elmi Sapitri

Aku di suruh pindah ke rumah nenek. Tapi bukannya ke rumah nenek aku malah masuk ke rumah pembawa petaka ini. Entah aku akan selamat atau tidak, setiap hari aku di hantui hal-hal yang mengerikan. Sungguh jika aku selamat dari sini, tempat ini akan menjadi pengalaman yang takkan terlupakan oleh ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elmi Sapitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

teman baru 2

sudah jam satu siang, tapi panas masih belum terasa di sini. Tidak ada bedanya hawa dingin dimalam hari maupun siang hari. Padahal langit terlihat sangat cerah. Anehnya kabut juga belum menghilang dan masih dengan setia mengelilingi rumah. Angin meniup dengan kencang, hingga membuat pintu jendela bergoyang-goyang dengan kuat. Takut nanti kacanya pecah aku tutup pintu jendela dan tertegun di depan meja rias.

Hari ini cukup melelahkan, hal-hal yang aneh terus datang mengusikku. Bahkan sekarang aku mendengar suara tawa anak-anak. Ingin rasanya aku menyuruh yang tertawa itu diam. Hah andai saja bisa di suruh diam!. Lambat laun suara itu semakin kecil dan akhirnya menghilang. Ku kira setelah ini aku bisa beristirahat untuk tertidur. Tapi harapan ku tinggal sekedar harapan. Seseorang memanggilku, itu suara perempuan.

"Saaa.... Risaa.., Kahh...lung.... mer...paaaaatii," tanpa aba-aba aku langsung menutup kedua telingaku dengan telapak tanganku, tapi tetap saja suara itu masih terdengar. Membuatku semakin frustasi. Suara itu terus mengulang kata-katanya seperti kaset rusak. Aku mulai tak tahan. Entah keberanian dari mana, aku menjawab panggilan itu.

"Sii...aapa? Apa yang kau... mau... dariku??" Suara ku bergetar, kenapa rumah ini sangat menakutkan? "Kemari sa...., kah...lung... mer..pati...hihihi," ya ampun, hantunya pakai acara ketawa lagi.

"BRAKKK...," pintu kamar ku terbuka seperti di dorong dengan kuat. padahal sudah aku kunci, tapi tidak ada orang di sana. "Kemari.... saaa.. Bawaa... Kah....lung," suara itu mengucapkan kata kalung.... Iya dia bilang kalung.

"kalung? kalung ap....," aku terdiam, bukankah dari tadi dia terus bilang kalung merpati? Apa kalung yang dia maksu....d?.

Ku rogoh saku celana dan mengambil kalung itu. Kalung yang berliontin burung dengan permata merah sebagai permatanya itu mengeluarkan cahaya kemerahan. "Apa? Apa ini?, Ini kalung siapa sebenarnya sih?".

"Sa... ke...maa...ri... bawa... itu...," suara itu kembali menyuruhku kepadanya. Tapi kemana? aku bahkan tak tau dia dimana.

Tiba-tiba tubuhku terangkat ke udara.

"BRAAKK...," dan terhempas kuat ke lantai.

"Auu...," kepalaku benar-benar sakit, sekejap pandangan ku menjadi kabur, dengan tenaga yang ada aku berusaha untuk berdiri, tapi belum sempat aku duduk dengan sempurna kaki ku di seret keluar dari kamar.

Saat melewati pintu kamar nenek, aku ingin berteriak memanggilnya. Namun sia-sia suara ku tak keluar sedikit pun. Ketika tepat sudah berada di halaman depan, sesuatu yang menyeretku entah apa itu berhenti. Aku tergeletak tepat di tengah halaman dengan baju yang sudah kotor dengan tanah.

Aku merangkak mencoba berlari menuju pintu. Namu SIAL!... sepertinya keberuntungan tidak berpihak kepadaku. Untuk yang kedua kalinya aku melayang ke udara dan kembali di hempaskan lagi. SAKIT!! Tulang-tulangku terasa remuk. Tapi aku bahkan tak bisa menjerit ke sakitan. Seluruh suaraku seakan-akan menghilang, sekarang sudah persis seperti orang bisu.

"Jangan coba kabur Sa," tiba-tiba hantu yang ku lihat tadi muncul tepat di depanku. Mungkin hanya berjarak 5 cm. Perut ku terasa sangat mual menatap wajah tanpa satu mata,mulut yang sobek dan berlumuran darah. Itu benar-benar mengocok isi perutku. Menyeramkan dan menjijikkan.

Sialnya kali ini dia tersenyum. Itu membuat sobekan dimulutnya semakin terlihat jelas. Apa dia tidak mengerti bahwa aku sangat tidak nyaman dengan wajahnya itu? Apa aku boleh muntah di depannya? "Jika kau mencoba kabur, aku akan menjatuhkanmu lagi dari udara dan akan ku pastikan tulang punggung mu patah Risa.... hahaha," dia tertawa benar-benar tak berperasaan.

Dan aku hanya menutup mata. Tak sanggup melihat mulut yang sobek itu tertawa. "Apa yang kau inginkan?" Ups... aku bisa bicara. Pas saat kayak gini baru bisa bicara, kenapa gak dari tadi coba, kan aku bisa teriak manggil nenek. Dewi Fortuna sedang tak berpihak kepadaku saat ini. Malangnya aku.

"Bantu aku... Risa," wajahnya mendekat. Sehingga hidungku dapat menangkap bau amis darah itu dengan sangat jelas. "Aa...apa ... yang bi..bi...sa aku bantu," sepertinya aku akan mengompol di celana. Seperti orang gagap, aku tak bisa bicara dengan jelas. Rasa takut sudah merasuk ke dalam darahku.

"Jaga kalung yang aku berikan, jangan sampai nenek tua jahat itu melihatnya," dia menunjuk persis kedalam rumah nenek. "Maksudmu nenekku? Dia jahat? Bukankah kau yang jahat?" Ya,aku tak terima dia mengatai nenek ku jahat, dan sekarang aku berani menentang pernyataan hantu mulut sobek ini. Entah apa yang akan dia lakukan padaku nanti. Satu bola mata hantu itu membulat, dia sepertinya marah padaku.

"nanti kau akan tau siapa orang yang kau panggil nenek itu. Sekarang, simpan kalung itu dengan baik. Selama kalung itu bersama mu kau bisa melihat kebenaran yang sebenarnya. Hanya dengan mengusap liontin kalung itu 2 kali maka kebenaran akan terlihat Risa," dia tersenyum, dan aku bergidik ngeri.

Aku tak berani lagi menjawab, takut nanti salah jawab, bisa-bisa aku di lempar dan di jatuhkan lagi seperti bola basket. Jadi aku hanya mengangguk menyetujui perkataannya.

"sekarang masuklah nanti malam kita bertemu lagi Risa," dia menghilang dan dengan sigap aku berlari menuju kamar. Sebenarnya mau kemana juga aku lari dia pasti bisa menemuiku. Walau matanya satu tapi itu bukan penghalang baginga mencariku. Di tambah lagi dia pasti sudah menjadikan ku target balas dendamnya. Lalu apa hubungannya dengan nenek? Mengapa dia bilang nenek jahat? HAH, sepertinya aku tak bisa menceritakan kepada nenek bahwa aku telah bertemu dengan hantu itu lagi.

"Sa... tadi nenek dengar pintu depan terbuka,apa kamu keluar?" Nenek masuk ke kamarku bahkan tanpa mengetuk terlebih dahulu. Nenek benar-benar banyak berubah.

"Iya nek tadi keluar sebentar," jawabku sekenanya.

"ngapa keluar?" Aduh ni nenek kepo banget.

"Anu nek... tadi aku ketemu sama.... itu... teman baru.... iyaa... teman baru," kali ini aku mengatakn hantu itu teman baru ku. Aish... sebenarnya tak sudi, tapi mau bagaimana lagi?

"Oh... lalu kenapa baju mu kotor?" Ya ampun kali ini dia seperti reporter saja, banyak tanyanya.

"Tadi Risa jatuh nek,tergelincir," bodoh amatlah, sekali ini saja bohong sama orang tua gak apa-apakan?

Mendengar jawabanku nenek hanya mengangguk mengerti dan keluar dari kamarku. Tanpa menutup pintu kembali. MENYEBALKAN. Melihat tingkah nenek yang sepertu itu aku pun perlahan mulai curiga, apakah yang di katakan hantu itu benar? Bahwa nenek ku jahat? Tapi kenapa nenek jadi jahat? Ada apa ini sebenarnya? Kepalaku sakit memikirkan hal- hal aneh seperti ini. Tanpaku sadari air mata sudah mengalir membasahi pipiku. Aku takut, bagaimana keadaanku ke depannya? Apa aku bisa pulang dengan selamat?. Tuhan, aku merindukan keluargaku.

1
Aishnina(✿ ♥‿♥)
risa masih gadis masa di panggil nyonya si
ngaco si dimas
Suhartatik
lanjut tor tambah seru
Mamanya Ari April Azahra
rasa GK rela Kelvin meninggal
Mamanya Ari April Azahra
mulai tdi mlm baca novel ini dri jam 8 smpe jam 1dini hari. ya meskipun terjeda dengan hal2 lain. dn mulai lgi di pagi hari mulai jam 9pagi dn masih lanjut baca. dan terus penasaran
Yuliet Mamih Sefiazka
lanjutan nya mana..
Murni Banty
lanjut dong
Murni Banty
alurx terasa nyata kaya lagi nonton
Agus Sugiarto: alurx
total 1 replies
Murni Banty
orang tuanya mana ko ga tolongin anaknya ... seharusnya orang tuanya ngejar sampai ke kamar ko mala hilang
Murni Banty
seharusx nenek intan turut membantu....
FiaNasa
cermin sosok ayah yg tak bertanggung jawab banget..
Ayunk
ini sudah ? nyesel baca dr awal. ternyata gak selesai. othor othor... !

mo marah tp ya salah aku juga gak liat ujung dulu mlah buang waktu baca dr awal 😁🤭
Ls.*(
Hidda
Indah Nia Khadijah
Setelah sekian purnama terlewatkan akhirny si othor ttep diam membisu membuat para pembaca merasa bingung dan sedih di karnakan othorny tidak prnh lgi up. Apakah sdh sampai disni aj thor jln ceritany...
Ayunk: nih udah 2023... lom ada up lagi. bandit emang ya... ngegantung readers
total 1 replies
Zeety Zola
hahhh kpn nih up nya😞
Zeety Zola
ohh ternyata punya kepribadian ganda... smoga tdk jahat
Zeety Zola
kenapa kevin hrs bw tongkat sapu runcing itu coba,,,kalo akirnya mengenai dr nya sendiri
Zeety Zola
namanya ahmad atau bima kak? ternyata pria itu kalau g ahmad ya kevin deh🤔
Zeety Zola
wah keluarga yg mengerikan😱
Zeety Zola
wahh seru nih risa dpt teman baru yg lebih pintar dan membantunya
Zeety Zola
sepertinya neal baik kok cman agak judes aja...tuh hantu pohon berhubungan g sm kasus nathan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!