NovelToon NovelToon
AIR MATA MARISA

AIR MATA MARISA

Status: tamat
Genre:CEO / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Angst / Tamat
Popularitas:173.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jayapn

Marisa gadis muda, pinta dan cantik, yang merupakan anak pembantu di rumah mewah milik keluarga Wijaya.

Kedamaian dan ketenangan di dalam rumah mewah milik keluarga Wijaya ini sudah lenyap bersamaan meninggal nya Putra Wijaya, ayah dari sang Tuan muda Fahar.

Tuan muda Fahar Wijaya, yang terkenal Kejam, Angkuh dan sombong, di sela-sela Ibunda nya Marisa pergi belanja bulanan
keperluan dapur rumah mewah itu. tuan muda Fahar Wijaya memperkosa Marisa hingga hamil.

Karena hamil, Marisa terpaksa di nikahi oleh sang tuan muda Fahar.

Mampukah Marisa bertahan yang notabene nya anak pembantu di rumah mewah dimana kedamaian keluarga sudah lenyap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jayapn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama Meninggal Dunia.

Kondisi mama malah semakin parah, dan akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit. penanganan lumayan sigap dan langsung ditempatkan di ruangan VIP.

Setelah tiga jam lebih berada di rumah sakit, mama akhirnya bangun setelah reaksi dari obat tidur.

"babu yang naik tahta, enak banget ya dapat fasilitas terbaik.

Saya tahu sekarang, kamu sengaja menawarkan diri mu untuk di perkosa oleh Fahar kan?

Dasar perempuan murahan, gila harta, otak jongkok."

Ucap nyonya Rina, mami dari mas Fahar. raut wajah mama terlihat begitu sedih karena ucapan dari nyonya bermulut sadis ini.

Wanita bermulut sadis itu datang hanya mengatakan demikian yang melukai hati ini, lalu pergi setelah meludah di lantai ruang rawat inap ini.

"mama yang sabar ya, cepatlah mama sembuh. Marisa sendirian ma."

Mama hanya mengedipkan kedua matanya, dan air mata berlinang di pipinya.

Kini mas Fahar sudah tiba di tempat ini, wajahnya juga terlihat kesal saat melihat mama terbaring lemah di kasur itu.

"ibu ngapain sih pake sakit segala? ngerepotin tau."

Ujar sang tuan muda Fahar Wijaya, yang sudah aku panggil dengan sebutan mas.

"mama juga ngak mau sakit mas, jangan seperti itu mas."

"kamu diam dan tidak perlu komentar, sekarang ayok kita pulang."

"ngak bisa mas, Marisa harus menjaga mama disini."

"ngak perlu, ada dokter dan perawat yang akan menjaga ibu.

Tugas mu sebagai istri adalah melayaniku di rumah, kamu paham?"

"saya mohon mas, ijinkan Marisa untuk menjaga mama disini."

Sang tuan muda Fahar Wijaya yang sudah menjadi suamiku, menyeret ku dari ruangan ini.

karena beliau harus dilayani sebagai suami, dan ini membuat semakin sakit hati. mama akan tinggal sendirian disini dalam keadaan lemas.

Dari sorot matanya terlihat kesedihan yang mendalam, ketika melihat ku di seret paksa oleh mas Fahar.

Karena kemacetan jalanan, kami tiba di rumah mewah ini sudah pukul 7 malam, mas Fahar langsung meminta ku untuk mandi.

Dengan mengenakan handuk dari kamar, mas Fahar langsung membuka handuk yang membalut tubuh Ku.

Sang tuan muda Fahar Wijaya, ingin memuaskan hasrat urusan bawahnya. aku hanya bisa pasrah menerima semua ini, hanya tubuh ini yang berada bersama mas Fahar. sementara pikiran ini berada di rumah sakit dengan segala kekwatiran terhadap mama.

plak....

Wajahku di tampar oleh mas Fahar, dan terlihat raut wajahnya yang kesal.

"dasar istri yang tidak berguna, seorang pe***ur bisa memberikan kepuasan untukku setelah mendapatkan uang ku.

Kamu itu Istriku, seharusnya kamu menyerahkan semua untuk Ku, bukan hanya untuk mama mu saja."

Aku tidak tahu apakah mas Fahar sudah puas menyalurkan arus bawah nya, tapi beliau sudah menyudahi permainan Nya.

"baik, mulai hari ini. mas tidak akan menyentuh lagi sampai anak itu lahir. bulan depan kita pergi USG lagi.

Untuk mengetahui apakah anak itu laki-laki atau perempuan, biar jelas status di rumah ini."

Mas Fahar kembali mengenakan pakaian nya, lalu pergi dari kamar ini dengan raut wajahnya yang penuh amarah.**

Sudah jam 11 malam, mas Fahar belum juga pulang ke rumah. sementara pikiran ini masih tetap bersama mama di rumah sakit.

drrrt.... drrrt..... Drrrt.... drrrt.....drrrt.... drrrt.....

HandphoneKu berbunyi dan itu nomor kontak baru, setelah aku jawab dan ternyata itu dari pihak rumah sakit.

Mereka memberitahukan kalau kondisi mama semakin drop dan mengharuskan ke rumah sakit untuk melihat mama.

Diantar oleh supir pribadi dari mas Fahar, aku berangkat ke rumah sakit tanpa seijin dari mas Fahar.

Sesampai di ruang rawat inap, terlihat mama sudah semakin melemah.

"mama....."

Hanya air mata yang mengalir di pipiku ini, rasanya sangat perih melihat kondisi mama yang terbaring lemah di ranjang ini.

ngikkkkk........ngikkkkk.....

Layar monitor di samping ranjang berbunyi aneh dan wajah mama semakin pucat, bel yang berada diatas ranjang berulangkali aku tekan untuk meminta bantuan.

Dokter dan dua perawat perempuan datang tergesa-gesa, terlihat garis di layar semakin lurus.

'satu.... dua ..... tiga.....'

Alat seperti setrikaan di tempelkan di dada mama dan terlihat tubuh lemah menggeliat ketika alat di tempat dan di tarik.

Lalu dokter memompa dadanya mama dengan kedua tangan Nya, tapi layar itu tidak menunjukkan perubahan apapun.

Pada akhirnya tampilan layar berubah menjadi lurus dan bunyinya begitu menyayat hati.

Air mata ku bercucuran, tapi dokter masih memeriksa keadaan mama. mulai dari tangan kiri dan kanan lalu lehernya.

Kemudian mencek jantung mama dengan stetoskop, berulangkali dokter melakukan nya dan pada akhirnya berhenti.

'pada hari ini, hari Rabu pukul dua belas lewat tiga puluh satu menit waktu Indonesia bagian barat. tepat malam hari, Pasien bernama Asih Triyana, meninggal dunia.

demikian lah vonis ini untuk di pergunakan seperlunya."

"mama......"

Di tengah derasnya cucuran air mataku, kedua perawat itu melepaskan semua peralatan medis yang tertempel di tubuh mama.

"kenapa mama meninggalkan Marisa sendirian ma, bangun ma. ayok bangun ma, jangan tinggalkan Marisa sendirian."

Entah apa yang terjadi, rasanya seperti gempa dan semakin buram. kedua perawat itu kini terlihat seperti punya kembaran.**

Perlahan mata ini bisa terbuka dan aku melihat wajah kesal dari mas Fahar, wajah kesal itu melihatku.

"mama...

mama dimana mas? mama... mama.... mama...."

"hei tenang, ibu masih di ruang jenazah. jam delapan nanti jenazah ibu langsung diantar ke pemakaman."

Tanpa memperdulikan mas Fahar, aku mencoba untuk bangkit dan langsung turun dari ranjang.

Berjalan dengan perlahan keluar ruangan ini, lalu menuju ke arah bagian Ness station. mas Fahar mengikuti dari belakang.

"mbak, mama ku dimana?"

Perawat yang berdiri didepan ku ini hanya menoleh ke arah mas Fahar yang berada dibelakang Ku.

"jenazah sekarang berada di kamar mayat Bu, nanti setelah jam delapan pagi. ambulan akan membawa jenazah langsung ke pemakaman."

Lutut ini lemas dan aku berusaha melangkah untuk mencari tempat duduk, setelah duduk dan aku hanya bisa menangis dan menangis.

Mama ku yang malang, rumah untuk menampung sementara waktu tidak punya. dari kamar jenazah langsung menuju pemakaman.

Tidak berapa lama mas Fahar menuntun Ku berjalan menuju pintu keluar dimana ambulan akan membawa jenazah mama ke pemakaman.

Mas Fahar menarik tangan Ku untuk naik ke mobil mewahnya, tapi tangan aku hempaskan karena masih ingin melihat mama di ambulan.

Sepanjang perjalanan menuju pemakaman, aku hanya menangis meratapi nasibku yang malang.

Mama sudah seperti jenazah yang terserang penyakit menular sehingga harus langsung di makamkan.

Begitu sadis dan mirisnya hidupku ini, yang tinggal sebatang kara di dunia ini yang fana ini.

1
Aris Bos
menarik tapi pendek pratnya
Akun Goggle
karya yg bagus,,,tapi maaf banget ya thor typo nya di kurangin
Eri Erisyah
dr awal dah lumayan bagus ceritanya, ku kesini"agak aneh ceritanya
Eri Erisyah
ga jelas
Sri Wahyuni
mungkin d fahar mngidap suatu pnykit mka y udah ngmong ug aneh2 deolah itu wasiat trakhir
Sri Wahyuni
udah bnyk dosa pke bunuh diri lagi ya murtad
kavena ayunda
kok aneh ya trs vidio berhubungan itu gmana hadeh
kavena ayunda
males.liat lelaki menjijikan
kavena ayunda
tunggu kehancuranmu laki dajjal
Winda Puspa Anggraeni
😭😭😭😭
Ani Safitri
semangat Thor...lanjut...buat fajar hancur
Kasih
makin penasaran dengan kelanjutannya.

lanjut thor
Ani Safitri
laki dajal
kavena ayunda
fahar bangkrut bentar lagi marisa.dpet pasangan kaya nyesel nangiss darahh lu brengsekk
Kasma Aisya
saya berharap fahar bangkrut
Kasma Aisya
laki2 macam fahar tidak pantas untuk Marisa.
kavena ayunda
laki bejattt
Yeni Azhar
tanjut thot
Kasma Aisya
ninggalin aja laki2 macam itu
Kasma Aisya
ternyata fahar tidak belajar dari pengalaman, nanti kehilangan dua kali baru tahu rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!