Sebagai seorang istri yang sangat mencintai suaminya Gabriel. Nandini rela hidup menderita batin dengan segala sikap buruk yang di lakukan keluarga sang suami padanya.
Sebuah skenario fitnah di lakukan oleh ibu Gabriel untuk bisa memisahkan anaknya dari menantu yang sangat ia benci.
Apakah Gabriel dan Nandini bisa melewati ujian cinta mereka?
Bagaimana kelanjutan rumah tangga Gabriel dan Nandini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Drama menantu dan mertua
"El, bagaimana urusan kantor?" Tanya Rohana, pada sang anak kesayangannya Gabriel.
"Semua baik Ma. Semua lancar."
"Bagus, kamu adalah pengganti Papa. Jadilah pemimpin yang baik di perusahaan ya sayang. Jika bisa, perusahaan kita harus lebih berkembang dan maju lagi. Ingat pesan Papa sebelum meninggal. Kamu harus bisa mengharumkan nama perusahaan dan juga keluarga kita pada kalangan kerabat dan saoudara kita. Agar kita di pandang hebat." ucap Rohana, sambil melirik dengan sinis ke arah Nandini.
"Iya Ma," jawab Gabriel singkat.
Sedangkan Nandini sendiri yang duduk di samping sang suami. Sudah paham dan terbiasa mendengar sindiran halus berbau ejekan yang di alamatkan sang Mama mertua pada dirinya.
Berpura-pura tidak menyimak pembicaraan antara sang suami dan mama mertua. Andini fokus pada malam malamnya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sesuai makan malam, Andini masuk duluan ke kamarnya.
Sedangkan Gabriel masih mengobrol dengan keluarganya.
Tatapan Gabriel terlihat cemas saat ia memasuki kamar dan mendapati sang istri duduk termenung bersandar pada headboard tempat tidur.
Sambil menghela nafas panjang dan mencoba untuk tersenyum. Gabriel ikut bergabung dengan sang Istri.
"Ada apa lagi sayang. Kok wajahmu cemberut begitu." ujar Gabriel, bertutur kata lembut pada Nandini.
"Biasalah Mas. tadi aku berdebat dengan mama di dapur." cerita Nandini pada pada sang suami Gabriel.
Gabriel kemudian meraih pundak sang istri dan membawa sang istri dalam rangkulannya.
"Ada masalah apa lagi sayang."
Nandini yang kini berada di dekapan sang suami kemudian bersikap manja dengan memeluk tubuh Gabriel. Kemudian ia bercerita.
"Masa iya sih Mas, aku di suruh Mama untuk melakukan tugas-tugas ku sebagai seorang istri. Aku tau maksud Mama. Tapi kan kita punya art. Yang sudah di tugas kan untuk mengurus semuanya. Bukannya apa ya. Keluarga kita kan kelurga berada. Art ada empat orang yang semua sudah punya tugas masing-masing. Masa ia kata Mama aku suruh cuci baju sendiri dan masak sendiri untuk keperluan ku. Katanya aku tidak ngapa ngapain di rumah ini. Mas kan tau aku masih bekerja. Berangkat pagi pulang malam. Iya aku tau aku memang berasal dari keluarga susah. Intinya maksud Mama, tidak berhak mendapatkan pelayanan dari art di rumah ini."
"Masa sih Mama bersikap seperti itu sama kamu sayang." timpal Gabriel.
"Mulai sekarang art di rumah ini tidak boleh mengurusi keperluanku. Seperti mencuci bajuku, membersihkan kamar dan makan makanan yang ada di meja. Jika memang seperti itu, ok. Aku akan cuci baju ku sendiri dan memasak. Di kira aku tidak bisa melakukan pekerjaan itu." ujar Nandini kesal.
Sedangkan Gabriel yang sejak tadi menjadi pendengar setia. Sengaja tidak menyela curhatan sang istri.
El lakukan itu agar hati istri nya lega.
"Mana mungkin aku membiarkan diri mu melakukan tugas-tugas art. Aku yang mengaji mereka semua. Aku tidak akan mengizinkan mu melakukan itu. Kamu istri ku. Kamu juga ratu di rumah ini." ucap Gabriel, kemudian ia melabuhkan satu kecupan manis ke kening Nandini.
"Nggak apa apa Mas El. Aku orang susah. Sudah biasa melakukan tugas-tugas macam itu. Aku pasti bisa atur."
"Tidak. Mas tidak akan izinkan. Tidak boleh." jawab Gabriel tegas.
"Aku akan jelaskan sama Mama. Tidak seharusnya kamu melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah ini. Kita sudah punya empat art di rumah ini yang semuanya sudah memiliki tugas masing-masing. Termasuk mengurusi soal baju-baju semua anggota keluarga di rumah ini. Tidak ada alasan bagi Mama untuk menyuruhmu untuk melakukan tugas-tugas pekerjaan seperti itu."
"Mas kan tahu sendiri, Mama kan tidak suka sama aku Mas."
"Meski begitu, aku tidak setuju dengan cara Mama memperlakukan mu seperti itu sayang."
"Ya mau gimana lagi Mas. Selama kita mencampur dengan keluarga mu. Aku akan tetap tidak di terima."
"Kamu sabar ya sayang. Walau bagaimana, mereka keluarga ku. Papa sudah meninggal, hanya tinggal Mama yang aku miliki. Kamu tidak usah ikutin apa kata Mama. Nanti aku yang akan bicara sama Mama."
"Nggak usah lah Mas. Tidak perlu ngadu sama Mama. Nanti Mama pikir aku yang sudah ngadu sama Mas. Pasti nanti Mama pikir aku adu domba kalian. Sudahlah, aku capek, aku mau tidur." pungkas Nandini, kemudian dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur membelakangi Gabriel.
sudah tau mamamu membenci istrimu kok dengan mudahnya kamu terhasut akal bulusnya 😂
sudah melakukan kdrt kasar tidak menyesal malah pergi begitu saja 😏
jadi kesel sendiri 😤
tapi kalau sampai kdrt mendingan pergi jauh mungkin buat apa dipertahankan disisi suami sedangkan tidak ada yang perlu dipertimbangkan yang dipertahankan selama ini tega menyakiti perasaan dan fisikmu 🤕
kamu tau tidak dini menahan rasa sakit nya berbulan ² karena kamu EL dia bertahan diperlakukan semena² Sama mami dan sekarang kamu ikut²an Jangan harap kamu bisa mudah dimaafkan oleh nandini
siap² saja kamu ditinggalkan 🤣
hantubsaja kalah jahat dengan wanita tua renta ini
kok bisa² punya rencana rendah begitu 😂😂
padahal dapat mantu sabar ,baik, pintar ,mandiri kok disia²kan sih mau cari mantu seperti Clarissa yang tidak bisa apa² iya kalau keluarga nya kaya terus kalau ngak mana mau kamu tampung mantu tidak bisa apa² hayooo 🤣🤣🤣
bener² EL egois padahal rafael tidak sengaja dan tidak menyentuh secara langsung buat kamu marah
yang harus kamu marahin itu mama mu bukan dia 😏😅
padahal kamu punya anak gadis apa tidak mikir seadanya karma mu balik ke anakmu sendiri ...
apa dia tidak melihat secintrong apa Gabriel sama nandini kok semepet²nya punya niatan jahat sama dini sih gedek banget aku tuh 😤
mau dapat uang banyak ya sampai suka² mengurusi rumah tangga majikan sendiri 😏
kalau kamu sampai kecewa in dia bener² laki² lemah
dan untuk kau Rafael dimana² kalau dini ada kamu pasti muncul pasti kamu awasi dini terus ya selalu ada Seperti hantu saja 😂