Kisah ini bermula sejak 10 ribu tahun di masa lalu, dimana seluruh ras di dunia hidup berdampingan dan membentuk sebuah Traktat Perdamaian.
Tapi, karena kecerobohan Raja Iblis dalam Traktat Perdamaian, ras iblis malah menjadi ras budak yang sangat hina dan memiliki kasta terendah di dunia.
Padahal dulunya, ras iblis merupakan salah satu ras terkuat yang bisa bersaing dengan ras malaikat, manusia, demigod bahkan god sekalipun.
Melihat hal itu, Dewa Iblis di Dimensi Lain memberkahi seseorang yang direinkarnasikan olehnya, dengan sistem bernama CRAZY DEMON SYSTEM.
Orang yang terpilih itu adalah Eric Basset, seorang manusia yang bereinkarnasi dari bumi yang damai dan mendapat tugas berat memulihkan ras ini.
Dia akan menghadapi siksaan sebagai budak selama 15 tahun sebelum sistem aktif sepenuhnya. Apakah dia dapat menahan siksaan sebagai budak dan bagaimana pembalasannya nanti? Menarik bukan? Selamat membaca!
Author.
Faisal Fanani.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faisal Fanani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 004 - Lahir Sebagai Ras Budak.
“Anak kalian berdua memiliki kepekaan tinggi terhadap sihir apapun, berbagai elemen dan banyak hal unik yang aku bisa rasakan dengan mana tadi,” ucap Nenek Eric.
“Ibu, apakah hal ini baik atau buruk? Bukankah jika sampai ini ketahuan oleh Nyonya Mathilde dan tuan kita dari Ras Orc, bukankah akan bahaya?” tanya Ayah Eric.
“Benar Ibu, kamu pasti punya cara untuk menyelamatkan cucumu bukan? Kami berdua tidak mau anak ini merasakan hal yang lebih mengerikan dari menjadi budak,” sedih Ibu Eric.
Nenek itu langsung memberikan sebuah gelang yang memiliki ciri khas penyimpanan yang mana besar. “Gelang ini akan menahan seluruh mana dalam tubuhnya sebelum upacara kedewasaannya nanti.”
“Terima kasih Ibu, dengan begini tidak akan ada yang menyadari keistimewaan anak kita. Sekali lagi terima kasih.” Ayah Eric begitu senang dan terus mencium pipi anaknya yang menangis itu.
***
Eric sekarang memiliki nama Eric Basset, dia lahir di keluarga budak iblis, dimana merupakan kasta terendah yang ada di dunia ini. Dan nama keluarganya adalah Basset.
Sayangnya ini bukanlah nama keluarga yang terhormat layaknya para bangsawan, namun malah menjadi saksi bahwa mereka benar-benar keluarga tidak berharga.
Dan mereka berada di bawah pengaruh Ras Orc yang menguasai bagian timur Hutan Besar Binatang Buas. Dan kegunaan marga basset ini adalah sebagai umpan buruan.
Di padang rumput, habitat asli para gajah raksasa.
“Cepat! Tarik seluruh gajah yang ada di sana kemari! Kami akan segera membuat mereka mati dengan satu tebasan!” teriak Kapten Orc angkuh pada Ayah & Ibu Eric.
“Maafkan atas kelancangan kami Tuan, tapi bisakah istri saya tidak ikut dalam perburuan ini? Dia masih menyusui anak saya yang baru berusia beberapa bulan,” pinta Ayah Eric.
*BRAAAK!
“Jangan kebanyakan alasan, pada akhirnya anakmu juga akan menjadi umpan di suatu hari nanti! Biarkan dia tahu tugasnya sejak dini seperti ini!”
Kapten Orc itu memukul kepala Ayah Eric hingga berdarah, lalu dengan entengnya dia lebih menekankan lagi untuk tidak membantah dan menyuruh mereka melakukan tugasnya.
Eric kecil yang masih bayi dan berada di gendongan ibunya itu bisa melihat bagaimana perlakukan beberapa Ras Orc yang begitu kasar pada keluarga kecilnya.
Memori Eric kecil bisa merekam semua peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Dan ketika dia melihat kedua orang tuanya menjadi umpan bagi para orc hatinya begitu sakit.
Permasalahannya adalah Para Orc seharusnya menyerang Beberapa Gajah Raksasa yang berhasil ditarik oleh umpan itu, namun sering kali panah, senjata dan benda tajam lainnya meleset dan mengenai orang tuanya.
“Jangan manja! Cepat tarik mereka semua, target kalian hari ini adalah menarik 20 Gajah Raksasa!” teriak Kapten Orc tanpa memedulikan luka lebar di tubuh kedua orang itu.
***
10 tahun berlalu, kini Eric sudah mulai beranjak besar. Dia juga sering menemani ayah, ibu dan neneknya menjadi umpan ketika Kapten Orc melakukan perburuan bulanan.
Eric sendiri sudah memperlihatkan kelincahannya dengan berlarian di antara para babi hutan yang menjadi buruan. Bahkan Kapten Orc dan bawahannya sedikit memuji skillnya.
*WUSH!
*WUSH!
“Kemarilah Babi Hutan! Jika memang kamu memiliki kecepatan, seharusnya kamu dengan mudah menangkapku bukan?” Eric memberikan provokasi sambil berlari kencang.
Dia memanfaatkan Babi Hutan yang tidak bisa menoleh ke samping dengan gerakannya itu, alhasil dalam waktu singkat dia berhasil menarik puluhan dari mereka secara langsung.
“Kapten Orc aku sudah membawanya, mereka di belakangku! Silakan lakukan seperti biasanya!” Eric berlarian menuju ke arah Kapten Orc dan bawahannya.
“Seperti biasanya, kamu lebih berguna daripada kedua orang tuamu yang sedang sakit-sakitan itu. Kamu akan kuberi hadiah nanti, setelah aku menyelesaikan ini semua! Semuanya mari kita seraaaaaaaang!”