NovelToon NovelToon
My Possessive Billionaire

My Possessive Billionaire

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Percintaan Konglomerat / Pernikahan Kilat / Pengganti / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Menjadi pengantin tanpa mempelai, Syakil Agha Mahendra menelan pil pahit di hari pernikahannya. Sakit, malu dan bingung menjadi satu kala calon istrinya menghilang tanpa kata beberapa saat sebelum akad.

Sejak hari itu, Syakil memandang dunia begitu berbeda. Tidak ada kehangatan dalam dirinya, yang ada hanya kerja, kerja dan kerja. Sibuk meniti karir dan mengepakkan sayap di dunia bisnis hingga dirinya berhasil menjadi miliarder ternama di usia muda.

Tanpa terduga, takdir justru mempertemukannya dengan seorang gadis yang begitu mirip dengan kekasihnya. Pertemuan yang merupakan awal muculnya obsesi Syakil untuk mendapatkan kembali wanita itu.

"Lepaskan!! Aku bukan wanita yang kamu maksud!!" - Amara Nairy

"Sampai mati kau adalah milikku, jangan coba-coba pergi jika ingin hidupmu baik-baik saja." - Syakil Agha Mahendra.

-----
Follow ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 - Sendiri

Hari masih begitu pagi, udara bahkan terasa dingin. Seharusnya masih dihabiskan dengan bergumul di selimut, tapi tidak untuk Amara. Bukan tidak berniat mmengucapkan terima kasih, akan tetapi pekerjaan menuntutnya harus datang pagi-pagi begini. Belum lagi dia harus pulang lebih dulu untuk mengganti pakaiannya, tidak mungkin bekerja dengan dress di atas lutut itu. Bisa jadi gunjingan teman-temannya tentu saja.

Hampir terlambat, menjadi karyawan di salah satu minimarket membuatnya harus terbiasa bangun pagi-pagi sekali. persiapan yang harus dilakukan tidaklah sedikit, memastikan tempat itu bersih dan tertata juga merupakan tanggung jawabnya.

"Belum makan, Ra?"

"Nanti aja, hampir selesai ini."

Perihal sarapannya pun kadang dia sampai lupa. Khawatir kehilangan pekerjaan membuat Amara bekerja lebih giat bahkan kerap dianggap cari perhatian menurut rekan kerjanya. Padahal, hal itu murni dia lakukan karena memang bos mereka kerap melakukan pembersihan karyawan tanpa aba-aba.

"Kamu kalau begini menyulitkan diri sendiri namanya, anak-anak lain belum masuk ... santai aja, Ra," tutur Mario, salah satu rekan kerjanya yang masih tidak habis pikir kenapa Amara segit ini.

"Selagi kita bisa kenapa harus tunggu yang lain, kan yang begini juga bagian pekerjaan sama-sama," jawabnya tanpa sedikitpun perasaan marah.

"Gajinya kecil juga, Ra ... kenapa kamu nggak cari kerjaan lain? Kamu cantik, manfaatkan kecantikannya. Jadi Sekretaris pribadi kek, model kek atau apa gitu." Mario memang menyayangkan fisik Amara, di antara rekan kerjanya Amara adalah yang paling bening di matanya.

"Nggak apa-apa kecil, daripada enggak kerja."

Bertahan dengan gaji yang memang cukup kecil, namun dia berusaha sangat keras agar tetap bertahan di posisinya. Alasan Amara sederhana, jelas saja karena dia tidak mau menjadi wanita pemuas seperti yang kini Eva lakoni.

Amara tidak lagi peduli tentang pandangan orang padanya. Hendak dipandang cari perhatian, penjilat atau semacamnya dia tidak begitu peduli. Yang ada di otaknya kini hanya kerja, kerja dan kerja.

Meski raganya di sini, pikiran Amara masih tertuju pada pria yang semalam menjadi teman tidurnya. Ya, hanya tidur dan pria itu berjanji tidak akan mengusiknya, dalam hal ini termasuk menyentuh Amara.

"Dasar pembohong," gumam Amara sembari mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Beberapa jam lalu, saat matahari belum beranjak diufuk timur, Amara susah payah melepaskan diri dari pelukan Syakil. Tidak menyentuh apanya, di awal malam memang mereka berjauhan. Akan tetapi ketika membuka mata, Syakil bahkan sudah tidak berjarak lagi dengannya.

Sejak kapan Syakil memeluknya dia juga tidak sadar, mungkin keduanya sama-sama lelah hingga hal semacam itu tidak terasa. Wajah Syakil yang masih terlelap kini terbayang di kepala Amara, berlarian kesana kemari bahkan setiap pria yang dia temui Amara terbayangkan pria itu.

"Fokus Amara!! Dia cuma pria cabull yang suka curi-curi kesempatan."

-

.

.

.

Jika Amara sekesal itu lantaran membayangkan wajah Syakil, berbeda halnya dengan pria itu sendiri. Saat ini, dengan amarah yang tiba-tiba bersatu, Syakil pulang sembari melaju dengan kecepatan normal.

Setelah sempat dibuat bingung lantaran ketika membuka mata Amara tak lagi berada dalam pelukannya. Aneh sekali, padahal dia sudah sengaja melakukan itu dengan harapan ketika Amara melepaskan diri Syakil akan menyadarinya. Namun yang terjadi sama saja, Syakil kembali ditinggal seorang diri persis seorang pria bayaran yang selesai dengan tugasnya.

"Amara Nairy ... tanggal lahir kalian sama, hanya beda tahun saja, kebetulan sekali."

Yash, Syakil memegang identitas paling penting dalam hidup Amara. Pria itu menarik sudut bibir sembari memandangi wajah lucu Amara. Syakil tidak sebodoh yang dikira, hal semacam ini sudah dia duga.

Dia sedikit jahat, untuk pertama kalinya Syakil mencuri dan menggeledah dompet wanita demi mendapatkan identitasnya. Dengan cara itu, meskipun Syakil tidak berusaha mencarinya bisa dipastikan Amara sendiri yang mencarinya.

Drrrt Drrt Drrt

Baru setengah perjalanan, ponselnya kini bergetar. Syakil menepi lebih dulu demi membuat posisinya aman, ya meski kemampuannya mengemudi begitu mumpuni tetap saja pesan Kanaya yang satu ini harus dia tekuni.

"Mama?"

Matilah dia, Kanaya menghubunginya kembali dan tentu saja isinya ceramah. Syakil lupa pamit tadi malam, yang Kanaya ketahui putra bungsunya ikut reuni, mana tahu dia reuni yang bagaimana Syakil hadiri.

"Ha-halo, Ma."

Bagus!! Kamu kemana saja? Dari semalam nggak bisa dihubungi!! Ini lagi udah pagi belum juga pulang ... tidur dimana kamu?!!

Telinga Syakil rasanya sakit sekali, sang mama tengah mengeluarkan ultimatumnya secara langsung pada Syakil. Pria itu jelas saja ciut lantarn ini kali pertama Kanaya membentaknya begini.

"Maaf, Ma ... a-aku tidur di apartemen Pedro."

Yaya, kamu pikir Mama ini oon apa gimana? Sebelum Mama telpon kamu, Mama sudah telpon teman-teman kamu!! Jawaban mereka sama, nggak tau kamu dimana karena main pergi gitu aja ... sekarang jawab, kamu tidur dimana?

Hendak menjawab hotel, namun dia kembali mengingat jika Kanaya trauma sekali dengan kalimat itu. Pasca Mikhail yang suka sekali menghabiskan waktu di hotel, pikiran Kanaya mmebuat hidup Syakil terkekang.

Ketakutan jika Syakil juga akan sama seperti Mikhail terus saja menghantuinya, meski usia Syakil sudah begitu dewasa tetap saja masalah tidur dimana, sama siapa dan kirim bukti adalah hal wajib karena begitulah cara Kanaya memastikan jika putra bungsunya tidak mewarisi sikap Ibra dan Mikhail.

Hotel kan?

Kelamaan menjawab membuat sang mama geram hingga Syakil panik sendiri. Pria itu tidak mungkin berbohong jika sudah begini. Belum lagi, suara Mikhail terdengar jadi provokator di sana, sudah dia duga manusia itu belum pulang dari kediaman orang tuanya.

"Iya, tapi Syakil sendirian ... semalam mau pulang hujan, jalannya licin rada macet juga."

Pulang!! Sekarang

Pulang, Kil ... keningnya udah dikecup belum? Jangan ditinggal sendirian, wanita kalau marah susah dibujuknya.

Suara siapa itu? Sudah pasti suara kakaknya, seenak dengkul berkata dan asal ceplos. Berani sekali membuat posisi Syakil kian terpojok. Kecup apanya kecup, yang ada dia ditinggal sendirian di tempat tidur.

Mikhail diam!!

Sayang pulang ya, Mama tunggu

Kericuhan di seberang sana mulai terdengar, Mikhail sama sekali tidak berubah. Selain jago bohong dan suka ingkar janji, Mikhail juga pintar sekali jadi kompor. Bukannya menenangkan Kanaya dan meyakinkan jika Syakil tidak akan berbuat macam-macam, malah sebaliknya.

"Iya, Ma ... aku pulang, jangan khawatir."

Memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, toh dia memang tidak merusak anak gadis orang seperti yang Kanaya khawatirkan. Jadi Syakil memang tidak menyembunyikan hal penting saat ini.

"Kil titip susu beruang sama madu, jangan lupa telur ayam kampung ... belum pulang kan?"

"Ogah!! Beli sendiri!!"

Mendengarnya saja Syakil sudah geli, kenapa juga Mikhail merepotkannya dengan cara yang begini. Tanpa malunya dia meminta hal itu pada Syakil, lagipula masih pagi.

"Tolonglah, hari ini aku nggak bisa keluar ... Zia arisan jadi aku jagain anak-anak."

"Bawa sekalian anak-anakmu, perkara telor aja nyusahin!!" Berani sekali Mikhail memerintahnya ini dan itu, biasanya dia yang memerintahkan Kendrick untuk melakukan segala hal kini Mikhail memintanya melakukan hal semacam itu, harga dirinya sebagai miliarder seakan tidak ada di mata Mikhail.

"Sesekali, berbaktilah kepada Kakakmu ini ... terima kasih, Syakil."

Tuut

Syakil menghela napas kasar kala Mikhail memutuskan sambungan teleponnya sepihak. Kurang ajar sekali memang, untung saja hanya satu saudara yang dia miliki.

Tbc

1
SNN 💠
bagus.. 💫
🌺 Tati 🐙
karyamu tuh paling bisa mengocok perut😂😂
🌺 Tati 🐙
syakil ingat kamu di suruh pulang sama mamahmu,jangan keluyuran😅
🌺 Tati 🐙
keturunanya udah aku baca,biangnya baru sekarang aku baca🤭
Desy Puspita: Makasih banyak kak
total 1 replies
Gintania nia
selalu bagus sampai titik terakhir
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Menantu Presiden" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35)? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
apajalah
👍👍🍂🍂🍃🍃🍁🍁👍
apajalah
😊🍂🍃🍁🍂🍃🍁😊👍👍👍
apajalah
👍🍁🍁🍃🍂🍁🍃🍂🍂😊
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Waahh beneran Tamat, Ceritanya TOP Markotop pokoknya.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
lagi tegang²nya nunggu Amara mau lahiran malah ambyyaaarr sama kelakuan Mikhail.. ampuunn, ga hilang² kocaknya Khail.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
dasar Syakil air masuk kamar malah ngawur... saking stresnya ngadepin bumil ya yang moodnya gampang berubah².🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kocak Syakil asisten merangkap jadi ipar dari mantan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
somplakkk Syakil pengen di bejek sama Zia kalau dia denger.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
ya ampuunnn ternyata Wanita yang ikut Mikhail Kendrick toohh.... di kirain wanita beneran ... biar apa siihh pake nyamar segala.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
aduuhh Amara nasibnya nanti gimana baru juga bahagia malah ada badai lagi..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mungkin Ibra mikirnyabAmara bekas wanita malam kah.... jangan² Eva berulah ngomong ke Ibra yang aneh² tentang Amara karna jatah uangnya berkurang.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mending lepaskan saja Ganeta lah Syakil, mau di apain juga terserah orang sama ortunya sendiri.... mending cukup fokus dengan rumah tangga mu dari pada yar kamu yang nyesel kalau ada apa² dengan Amara.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
.ikhail bukannya ngademin biar Syakil tenang malah tambah ngacawin... sebagai kakak harusnya bisa lihat situasi dan kondisi laahh... 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
balas Ra peluk siapa kekk... peluk Mikhail juga ga apa² buat bikin Syakil cemburu tapi ijin dulu sama Zia.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bagus Syakil kamu sudah ambil tindakan tepat dengan membawa Amarabdenganmu ke RS bertemu Ganeta tapi jangan sampe kamu lupakan Amara saat kamu bertemu dwngan masa lalu mu meskipun Ganeta ingin kembali padamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!