Sebelum membaca Novel ini . alangkah Baiknya Membaca Novel Menjadi Kaya . Karena Cerita ini berawal dari Novel tersebut.
Zan liang adalah anak dari Axel Brian dan istri ketiganya Mei sia.
Zan liang marah pada Ayahnya saat ibunya meninggal, dia meninggalkan statusnya selama tiga tahun setelah kehilang Ibunya.
Sementara itu Brian mengira jika Mei sia dan Zan liang meinggal, hingga dia jatuh sakit.
Tapi Siapa yang menyangka saat Brian mulai tinggal di jakarta untuk mengobati penyakitnya, Zan liang malah muncul.
Apakah Zan liang akan kembali ?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Riska
Zan liang sedang duduk di kursi taman Universitas hanya di temani dengan sebotol air mineral dan Roti , dia tidak nongkrong di kantin seperti teman yang lainnya karena untuk menghemat uang.
Alicia tiba - tiba duduk di sampingnya , dia mengulurkan satu kaleng kopi pada Zan liang " Buat kamu " Ucap Alicia lembut.
Zan liang menoleh ke arah samping , karena dia tidak pernah menolak pemberian orang lain , jadi dia menerima pemberian Alici dengan senang hati " Terima kasih "
Alicia mengangguk sambil tersenyum " Sama - sama "
Alsan kenapa Zan liang tidak mengenal adik - adiknya , karena dia tidak pernah mau jika di suruh Video call sama mereka.
Dan Kenapa adik - adiknya mengenal wajah Zan liang Karena Mei sia selalu menunjukan foto terbaru dari Zan liang.
Zan liang bukanlah orang cepat akrab dengan orang lain , jadi dia tidak akan memulai pembicaraan dengan siapapun jika lawan bicaranya tidak memulai lebih dahulu.
" Apa aku boleh meminta nomor ponsel kamu ?" Alicia membuka pembicaraan lagi setelah hening beberapa saat.
Zan liang menoleh Sambil mengerutkan keningnya " untuk apa ?"
Alicia tersenyum " Menghubungimu lah , masa buat ngasih makan bebek ,ya gak mungkin dong "
Alicia mencoba untuk bercanda, tapi ekspresi Zanliang masih datar ,dia tidak tersenyum apa lagi tertawa.
Alicia yang melihat hal itu jadi semakin merasa bersalah " apa kakak Zan sudah tidak tersenyum lagi selama ini?, kenapa wajahnya tanpa ekspresi seperti ini ?" Alicia membatin.
" Ini !" Zan liang menunjukan nomor ponselnya.
Alicia yang tertegun kaget " eh..apa ?"
" Ini , katanya kamu mau nomorku tadi " jawab Zan liang singkat.
Alicia tersenyum manis, karena dia berhasil mendapatkan nomor Zan liang , tapi senyuman Alicia berubah menjadi muram saat melihat ponsel yang di miliki Zan liang.
Ponsel tersebut keluaran lama , Layarnya juga terlihat retak dengan adanya garis seperti rambut yang berjumlah tiga garis.
Alicia menatap Zan liang miris , dia anak orang paling kaya di Indonesia ,tapi ponsel saja masih seperti itu. Perbedaan dia dengan Zan liang sangat kentara sekali dari segi pemakaian barang.
Alicia mengeluarkan Iphone 13 , dia mencatat nomor Zan liang di ponselnya .
Saat Zan liang melihat Iphone 13 milik Alicia dia berkata " Kenapa orang sepertimu kuliah di sini ?, bukankah masih banyak Universitas Elite di Indonesia ?" Eatan bertanya sambil menggigit rotinya.
Alicia panik , dia pikir jika Zan liang sudah mengetahui identitasnya , padahal dia menyuruh Dosen dan Rektor untuk tidak menyebut marganya " Maksud kamu ?" Tanya Alicia pura - pura bodoh.
" Tuh.. ponsel kamu saja mahal , mahasiswa di sini jarang yang punya ponsel seperti kamu , dan mereka yang punya ponsel seperti kamu semuanya orang kaya " Zan liang menjelaskan dengan santai.
Alicia melihat ponselnya , dia menghela napas " Apa tidak boleh orang kaya kuliah di tempat ini ?, tentu bolehkan ?"
Zan liang masih memakan Rotinya " Aku tidak bilang orang kaya tidak boleh kuliah di sini , aku cuma heran saja , karena biasanya orang kaya lebih memilih pamer identitasnya satu sama lain "
Alicia mengerutkan keningnya " apa kamu memandang setiap anak orang kaya seperti itu ?"
" Tidak juga , tuh ..dia anak orang kaya juga ,tapi tidak seperti yang lainnya " Zan liang menunjuk Riska yang berjalan menghampirinya.
Alicia menatap Wanita yang sedang menghampiri mereka " apakah dia pacar kakak ?" Alicia bertanya dalam hati.
Riska menghampiri mereka dengan menenteng sesuatu di tangannya " Raizan , makan siang bersamaku mau gak ?" ucap Riska lembut.
" Terimakasih Ris , tapi aku lagi makan nih " Zan liang menunjukan Roti yang tinggal beberapa gigitan lagi.
Riska menggembungkan pipinya " itukan cuma Roti , mana kenyang , mau yah ?" ucap Riska memelas.
Zan liang menghela napas " sama Nona Alicia saja , dia sepertinya belum makan siang "
Riska menoleh ke arah Alicia , karena dari awal dia hanya fokus dengan Zan liang , jadi Riska mengabaikan Alicia.
Riska menatap Alicia dengan sorot mata menyelidik , dia curiga jika Alicia juga menyukai Zan liang " Sepertinya aku baru pertama melihatmu " tanya Riska pada Alicia.
Alicia tersenyum " Ah.. kebetulan aku baru pindah kemari , Alicia " Alicia mengulurkan tangannya.
Riska yang notabenya orang yang ramah , dia menyambut uluran tangan Alicia dan memperkenalkan diri juga.
Walaupun Riska khawatir jika Alicia menyukai Zan liang , tapi dia juga sadar jika Zan liang butuh pendamping juga, Karena hubungan dia dan Zan liang tidak di restui ayahnya.
Zan liang yang melihat Riska dan Alicia cepat akrab , dia memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.
" Kamu mau keman Zan ?" tanya Riska yang melihat Zan liang pergi.
" Aku ada satu mata kuliah lagi " Zan liang melangkahkan kakinya pergi.
Riska menghela napas " Aku rasa otak dia hanya berisi materi kuliah semua " ucap Riska lirih.
Alicia yang menedengar itu bertanya " Maksud kamu apa Ris ?"
Riska menoleh ke arah Alicia " Raizan selalu memikirkan pendidikannya , asal kamu tahu saja dia mahasiswa terbaik di Universitas ini " Riska berkata dengan semangat.
Alicia tidak terkejut , karena anak - anak ayahnya semua cenderung pintar karena menurunkan gen Brian yang notabenya orang yang sangat pandai.
" oh..bagus dong " Alicia memuji Zan liang.
Riska menggeleng " tapi dia tidak memiliki waktu untuk bersantai seperti kita , di Universitas dia sibuk dengan kuliahnya , sedangkan saat pulang dia harus bersiap - siap untuk bekerja , dia beristirahat hampir tengah malam setiap hari " sorot mata Riska terlihat sendu.
Alicia terkejut karena dia tidak di beritahu secara rinci tentang Zan liang oleh Ayahnya , dia hanya di beritahu jika Zan liang bekerja paruh waktu saja. Alicia tidak pernah berpikir jika kakaknya akan bekerja sampai larut malam setiap hari.
" Kamu serius , apa tidak ada yang mau membantu keuangannya ?" tanya Alicia penasaran.
" Aku sempat menawarkan bantuan , tapi dia menolaknya jika di beri uang , dia hanya mau jika di beri makanan saja , itu juga kalau dia moodnya baik " Riska menjelaskan dengan penuh rasa khawatir.
Alicia yang melihat ekspresi wajah Riska ,dia tahu jika Riska menyukai Zan liang, karena Riska tahu banyak tentang Zan liang.
Alicia tersenyum " Apa kamu pacar Raizan ?" ucap Alicia tanpa basa - basi.
Riska menggeleng " bukan , kami hanya berteman " Riska diam sebentar.
dia kemudian menatap Alicia dan menggenggam tangannya " Alicia , jika kamu menyukai Raizan ,tolong perhatikan dia yah , dia butuh orang yang benar - benar tulus padanya " Walaupun Riska baru bertemu dengan Alicia, entah kenapa dia sudah percaya padanya.
Alicia tersenyum " Sepertinya kamu salah paham denganku , Seharusnya aku yang berkata begitu padamu, bukankah kamu menyukai Raizan ?"
Riska menggeleng " aku tidak bisa , karena selesai kuliah aku akan menikah dengan orang pilihan ayahku " ucap Riska sedih.
Alicia terkejut , karena dia mengira kakaknya memiliki hubungan dengan Riska , tapi siapa yang menyangka jiki Riska sudah di jodohkan.
Padahal di mata Alicia , Zan liang dan Riska saling mencintai , walaupun Zan liang terlihat cuek , tapi sorot matanya ketika melihat Riska , ada semburat kekaguman yang Zan liang sembunyikan.
Alicia berpikir untuk melibatkan ayahnya untuk menemui ayah Riska , dia ingin agar Riska bersama kakaknya , karena Alicia yakin jika Riska orang yang tepat untuk kakaknya.
.
.
.
.
.
.
lanjuuut