NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Kontrak

Terjebak Pernikahan Kontrak

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahkontrak / Duda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:27.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Clarissa icha

Harap bijak memilih bacaan.
riview bintang ⭐ - ⭐⭐⭐ = langsung BLOK.!


Barra D. Bagaskara, laki-laki berusia 31 tahun itu terpaksa menikah lagi untuk kedua kalinya.
Karena ingin mempertahankan istri pertamanya yang tidak bisa memliki seorang anak, Barra membuat kontrak pernikahan dengan Yuna.
Barra menjadikan Yuna sebagai istri kedua untuk mengandung darah dagingnya.

Akibat kecerobohan Yuna yang tidak membaca keseluruhan poin perjanjian itu, Yuna tidak tau bahwa tujuan Barra menikahinya hanya untuk mendapatkan anak, setelah itu akan menceraikannya dan membawa pergi anak mereka.

Namun karena hadirnya baby twins di dalam rahim Yuna, Barra terjebak dengan permainannya sendiri. Dia mengurungkan niatnya untuk menceraikan Yuna. Tapi disisi lain Yuna yang telah mengetahui niat jahat Barra, bersikeras untuk bercerai setelah melahirkan dan masing-masing akan membawa 1 anak untuk dirawat.

Mampukah Barra menyakinkan Yuna untuk tetap berada di sampingnya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Yuna menuntun Mama Rena turun dari ranjangnya. Sembari memegang botol infus, Yuna memegangi tubuh kurus Mama Rena yang ingin pergi ke toilet.

Mama Rena kesulitan berjalan sendiri hingga harus dibantu setiap kali ingin ke toilet.

Handoko bukan hanya menghancurkan mental Mama Rena, tapi juga menghancurkan raganya.

Badan yang tadinya berisi, kini hanya tersisa kulit dan tulangnya saja.

4 tahun terakhir mencoba bertahan bersama Handoko, nyatanya hanya membuat batin tertekan.

Bagaimana mungkin Yuna tidak membenci Papa kandungnya saat ini, setelah apa yang diperbuat padanya dan sang Mama.

Laki-laki yang seharusnya melindungi, justru menjadi laki-laki yang paling menyakiti.

Selesai mengantar ke toilet dan kembali membawa Mama Rena ke ranjangnya, Yuna pamit untuk keluar ruangan lagi.

Dia harus bicara empat mata dengan Barra. Banyak hal yang ingin dia tanyakan pada laki-laki

misterius itu.

Begitu keluar ruangan, Yuna hanya bisa melongo melihat kursi yang tadi diduduki dia bersama Barra, kini tidak berpenghuni.

"Kemana dia.?"

Yuna mengedarkan pandangan kesetiap sudut rumah sakit.

"Bisa-bisanya pergi gitu aja." Keluhnya.

Sambil menghela nafas, Yuna duduk di kursi tadi.

Segela pertanyaan yang sejak tadi muncul dibenaknya, hanya berputar-putar dikepala.

Yuna sadar kalau pernikahan yang akan mereka lakukan hanya sebuah pernikahan di atas kertas, sekalipun banyak poin yang menguntungkan dirinya.

Tapi Yuna juga ingin tau lebih jauh tentang Barra dan ingin tau kenapa Barra bisa tau segalanya tentang kehidupannya.

"Masih mau nanyanya.?" Suara maskulin itu membuyarkan lamuman Yuna.

Sekalipun dalam keadaan melamun, Yuna tau persis siapa pemilik suara itu.

Hanya beberapa menit berbicara dengan Barra tadi siang, tapi dengan mudahnya Yuna bisa menghapalnya.

Wajah Yuna mendongak. Tubuh Barra yang menjulang tinggi dihadapan Yuna, membuatnya kesulitan untuk menatap wajah Barra.

"Darimana.? Aku pikir kamu pulang." Ucap Yuna sembari celingukan. Bisa-bisanya Yuna berfikir akan menemukan jawabannya sendiri setelah menatap kesana kemari. Padahal dia sendiri tidak tau dari mana arah datangnya Barra.

"Ngobrol sama temen." Jawab Barra setelah duduk disamping Yuna.

Jawaban Barra malah membuat Yuna semakin penasaran. Yuna kembali celingukan, mencari sosok yang disebut oleh Barra sebagai temannya.

Yuna langsung berfikir kalau seseorang itu yang sudah membocorkan kehidupan pribadinya pada Barra. Tapi Yuna langsung menepis prasangka itu setelah sadar kalau dirumah sakit ini tidak ada satupun yang dia kenal dan mengenalnya. Kecuali dokter dan perawat yang setiap hari memeriksa kondisi Mama Rena.

Rasanya tidak mungkin jika dokter dan perawat membeberkan kehidupan pribadi pasien dirumah sakit ini.

'

"Cari siapa.? Temenku sudah pulang." Tegur Barra.

Dia seolah tau apa yang ada di pikiran Yuna.

Seketika Yuna tersenyum kikuk.

"Kamu sukses membuat Mama ku menyetujui pernikahan kita."

"Mama percaya semua yang kamu ceritakan."

"Aku cuma ingin tanya, darimana kamu tau kehidupan kami.? Dan siapa kamu sebenarnya.?"

Yuna begitu serius mengajukan pertanyaan pada Barra. Manik matanya tidak beralih sedikutpun dari wajah Barra.

Yuna penasaran setengah mati dengan sosok Barra. Laki-laki yang tiba-tiba datang secara misterius dan mengatasi semua permasalahan berat yang sedang di hadapai oleh Yuna.

Bisa dibilang, Barra adalah penyelamat hidupnya.

"Kamu nggak perlu tau karna bukan hal penting. Jalankan saja perjanjian kita."

"Kehidupan pribadiku bukan urusan kamu."

"Pernikahan ini hanya untuk saling memberikan manfaat, jadi hanya sebatas pada poin yang tertera di surat perjanjian. Jangan melebar pada urusan pribadi."

Penjelasan Barra berhasil membuat Yuna bungkam.

Sebelum sampai pada poin 1 sampai 5 di surat perjanjian, Barra memang menuliskan kalimat yang menegaskan jika Yuna tidak berhak tau siapa Barra dan latar belakang Barra.

Di dalam bungkamnya Yuna, dia sedang perpikir tentang keuntungan apa yang diperoleh untuk Barra.

Poin ke tiga yang masih terngiang di kepala Yuna hanya berisikan tentang Barra yang hanya akan menyentuh Yuna selama 3 bulan pernikahan.

Ya, Barra hanya meminta haknya selama 3 bulan dihitung sejak awal menikah. Setelah itu, tidak akan menyentuhnya lagi.

Keuntungan yang diperoleh Barra tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh Yuna. Tapi masih ada 2 poin lagi yang belum sempat Yuna baca.

"Tunggu, aku belum sempat baca poin ke empat dan lima."

"Bisa berikan kertas itu lagi padaku.? Aku ingin membacanya."

Yuna menyodorkan tangannya pada Barra.

"Kamu belum membaca dua poin terakhir.?" Tanya Barra memastikan. Dia sedikit terkejut saat Yuna mengatakan hal itu. Karna Barra pikir Yuna sudah membaca seluruhnya, itu sebabnya Yuna membubuhkan tanda tangan disana sebagai tanda persetujuan bersama.

"Iya belum sempat, keburu Mama memanggilku."

Tangan Yuna masih menjulur. Dia sangat percaya diri kalau Barra akan memberikan kertas itu padanya.

"Percuma saja dibaca karna kamu sudah tanda tangan." Barra beranjak dari duduknya.

"Jam 7 pagi MUA akan datang ke ruangan kamu. Wali harus sudah siap."

"Jadwal operasi jam 10, setelah acara pernikahan selesai."

Barra pergi begitu saja. Dia terlihat menghindar dari Yuna yang menginginkan surat perjanjian itu.

Keteledoran Yuna jadi keuntungan besar bagi Barra karna tidak ada drama penolakan.

Seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

"Tunggu.!!"

Teriakan Yuna tak berarti. Barra terus berlalu sampai hilang dari pandangan.

Yuna hanya bisa pasrah menjalani apa yang telah dia sepakati sendiri tanpa unsur pemaksaan.

Entah dua poin apa lagi yang tertulis pada selembar kertas bermaterai itu.

...*****...

Mata Yuna masih sayu dengan lingkar hitam dibawah mata. Tadi malam dia tidak bisa tidur nyenyak karna memikirkan pernikahannya dengan Barra.

Disaat sebagian besar orang akan merasa bahagia menjelang hari pernikahan, Yuna justru dirundung kegundahan dan diselimuti rasa penasaran yang tak berujung.

Meskipun keputusan yang dia ambil telah menyelamatkan hidupnya dan sang Mama, tapi pernikah mendadak ini penuh dengan rahasia.

Yuna tidak tau asal usul Barra, dan tidak tau tujuan Barra menikahinya.

Sekarang Yuna malah berfikir jika dirinya dijadikan istri kedua oleh Barra.

Entah kenapa baru sekarang dugaan itu muncul disaat Yuna tidak memiliki waktu lagi untuk menyakan hal itu pada Barra.

"Anak Mama cantik sekali." Pujian itu membuyarkan lamumanan Yuna yang masih dalam proses make up.

Yuna menatap Mama Rena dan mengulas senyum.

Tatapan haru dan kebahagiaan terpancar jelas dari sorot mata Mama Rena.

Yuna bisa melihat harapan Mama Rena yang begitu besar pada pernikahannya dengan Barra.

Mama Rena terlanjur mengagumi sifat Barra. Menganggap Barra laki-laki yang baik dan tepat untuk putrinya.

Yuna hanya bisa menangis dalam hati. Disaat sang Mama sedang berjuang melawan sakit, dia justru melakukan pernikahan kontrak didepan sang Mama.

"Kamu sedih.?" Tanya Mama Rena.

Instingnya sebagai ibu tidak pernah salah. Sekalipun bibir Yuna tersenyum, Mama Rena bisa tau jika Yuna memendam kesedihan.

"Barra laki-laki yang baik nak, seharusnya kamu bahagia." Ujarnya lagi.

Yuna menggelengkan Kepalanya.

"Bukan karna itu Mah. Yuna sedih karna harus menikah dengan kondisi Mama seperti ini dan Papa yang entah dimana."

"Yuna butuh dia sebagai Wali, tapi menghilang tanpa jejak." Sahut Yuna bohong.

Dia tidak mungkin memberitahukan kebenarannya.

"Jangan pikirkan itu, yang penting pernikahan kamu lancar. Mama pasti akan mendoakan yang terbaik untuk pernikahan kamu."

"Mama yakin Barra bisa membahagiakan kamu."

"Jadilah istri yang berbakti pada suami, semoga rumah tangga kamu dikaruniai kebahagiaan dan anak-anak yang sholeh dan soleha."

"Aamiin,,,"

Yuna langsung menoleh. Menatap Barra yang baru saja mengaminkan do'a Mama Rena.

Entah sejak kapan Barra masuk keruangan itu.

1
Isuhoya Sir
👍
Ruwi Yah
sangat rumit sesuai dengan judulnya
Ruwi Yah
nyesek banget diposisi yuna
Ruwi Yah
cerita poligami yg nggk bikin naik tensi
Rini wit
bacanya aja nyesek
WHATEA SALA
Di bab2 sebelumnya kepikiran dengan sikap yuna,klu yuna akan pergi dengan membawa bayi kembar nya jauh dari bara,ternyata yuna lebih nyaman dengan keadaan sekarang sebagai madu nya cindy🤣🤣🤣🤣 dasarr....sok2an marah dan kecewa karna di tipu sama bara tau nya menikmati jadi yang kedua dan merasa bahagia dengan membeli baju dinas malam.
WHATEA SALA
Mama rena bilang,dia yang paling tau bagaimana yuna tapi hamil sampai 13 minggu gak tau😁
WHATEA SALA
Yuna dan Cindy sama bodoh,mereka di jadikan toilet sama bara.maaf..
WHATEA SALA
Mulaii....mama rena menujukan kebaikan nya,gak tau apa yang terjadi pada yuna agar mama rena bisa di oprasi,apa lagi klu handoko datang,oasti bilang"biar jahat dia tetap papa mu"
WHATEA SALA
Biyuuhh...nyalahin takdir,karna perbuatan bejatnya...hiduplah dengan langgeng bersama cindy tanpa anak di samping kalian dan yuna hidup bahagia bersama anak anak nya,sekalipun di dunia ini hanya tinggal bara yang ada,berharap banget yuna lebih baik sendiri😁😁😁
WHATEA SALA
Bara jadi handoko 2
WHATEA SALA
Maksud barra dari awal sudah jelek sama yuna,tapi nanti ny tidak akan sesuai harapan barra,yuna tidak akan membiarkan semua itu meski harus pisah sama bara
WHATEA SALA
Bagaimana pun rumah tangga yuna dan bara,itu semua demi kamu bu rena,biar bisa oprasi dan sembuh,entar klu dah sembuh trs handoko datang jangan di terima ya..meskipun tadi nya bucin akut sampai rela di sakiti.
WHATEA SALA
Klu hidup Yuna dan mama rena sudah bahagia,pastilah handoko datang dengan segala cerita kesedihannya dan minta di urusi karna merasa berjasa sudah membesarkan yuna dan saat nya untung balas budi,dan dengan senang hati mama rena menerima nya kembali.(pasti begitu lah saking bucin nya rena sama handoko,trs mama rena bilang ke yuna"biar bagaimana pun dia papa mu).
WHATEA SALA
Harusnya jangan tanda tangan dulu....urusin ibu lalu bertemu lagi dengan bara,dan pikir bara sudah selesai karna sudah tanda tangan
WHATEA SALA
Betul Yuna..bila perlu menghilang seperti bbapakmu,ingattt jangan jadi bodoh,biarin rentenir itu yang cari bappakkmu😩😩
Lulu Hilya
aku sih lebih ngdukung keputusan yuna.mending cerai.ngeselin banget sih tu si bara tamak gak mau pilih salah satu.pengen nya poligami.ogah banget poligami .geram jadinya
Suzanne Shine Cha
seharusnya kau buat wanita kuat juga Thorr klo ditampar tampar balik klo gak salah kcuali org tua kandungnya sendiri 😎😎😎💪💪💪
Ibell Karra
plis siapa yg naroh bawang di sini 😭😭😭😭😭😭
Marufah Rufah
😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!