"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.
"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.
Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGAKUAN
Bisa hibur dia gak, Ni?
Pesan masuk dari Jaka disertai foto Gesta yang akhir-akhir ini kebanyakan melamun dan diam saja. Malam di mana Dion mengungkap sebuah fakta, membuat Gesta pasang badan akan mamanya. Beliau seorang psikolog, tapi ketika mendengar fakta dan diakui oleh sang suami, rasanya ada yang menusuk hati beliau secara bertubi-tubi, bahkan mama Gesta sudah tak mau mengurus sang suami, kebutuhan sang suami diserahkan pada perawat. Sang mama hanya duduk melamun, sembari mengusap air mata berkali-kali, ke klinik psikolog beliau saja sudah tak ada daya. Gesta sampai mendekati beliau dan mengusap air mata dengan pelan.
"Meski psikolog, mama tetap gak bisa mengobati overthinking mama ya, selama ini mama ke mana saja sampai tak bisa mengendus pengkhianatan papa kamu," ujar beliau tersenyum simpul, dengan air mata masih menetes.
"Ma, mama gak salah. Perempuan yang menjadi istri sah tidak akan ada kekurangan dibandingkan perempuan simpanan, Ma. Mama elegan, mama baik, dan tidak setara dengan dia. Karma mereka berjalan, sampai wanita itu gila!" Gesta berusaha membesarkan hati sang mama, agar tidak down.
Hati seseorang belum tentu siap menerima pengkhianatan, meski tidak terjadi di depan matanya. Tapi tetap saja 26 tahun berumah tangga, terselip kesalahan fatal sampai ada anak. Itu yang membuat mama Gesta seperti hah yakin nih aku pernah diselingkuhi? Hah yakin nih aku pernah berbagai hati dan tubuh dengan wanita lain? Gak rela saja, dia yang mengabdi sepenuhnya pada suami, ternyata sang suami bisa menduakannya.
Entah berapa tahun hubungan terlarang itu terjadi, yang jelas papa Gesta menyimpannya dengan rapi. Bahkan saat beliau stroke begini, beliau tak bisa cerita yang sebenarnya, cuma ya buat apa. Sudah terlanjur, mau diperbaiki juga buat apa. Yang jelas kekecewaan mama sudah terlampau dalam, mungkin juga tak memaafkan.
"Mama butuh ke psikolog, Ges!" pada akhirnya itu yang dipilih sang mama, demi kewarasan mentalnya. Ia tak mau berlarut-larut. Mungkin bagi semua orang, sudah tua, 26 tahun, terima saja pengkhianatannya, toh itu dulu, sekarang enggak kan, jadi dimaafkan saja. Namun bagi mama tidak semudah itu, beliau ingin cinta suci yang setara, kalau dia setia maka harus mendapatkan pasangan yang setia juga. Tak perlu menormalisasikan perbuatan yang salah lalu memaafkan.
"Gesta antar?" tawar Gesta, namun sang mama menggeleng.
"Urus perusahaan yang menjadi hak kamu, jadikan perusahaan lebih baik daripada saat dipegang papa kamu, hingga uang yang dihasilkan halal. Hidup dengan sumber yang halal akan baik untuk seluruh tubuh kita, Ges!" nasehat mama sembari menepuk pundak sang putra.
Sejak itu, wajah Gesta sudah tak pernah senyum. Berangkat kerja rasanya berat, karena beban moral yang pernah dilakukan papa dan Omnya. Dia yang tak salah justru diminta memperbaikinya. Gak adil.
Dia kenapa sih, Pak Jaka? Kok kelihatan tekanan batin begitu? Niar tak mau serta merta mengiyakan permintaan Pak Jaka. Apalagi ini di area kantor, tak mau ada rumor sebagai next Wilona.
Masalah keluarga. Om Pak Gesta masih kekeh agar Wilo kembali ke perusahaan.
Niar menghela nafas pelan, memang kalau berurusan dengan keluarga itu, susah. Ada ikatan darah, dan kalau bertindak kasar, bisa memutus persaudaraan kandung. Pasti menjadi Gesta juga mumet sekarang.
Mau cerita? Niar tak tega, saat istirahat makan siang ia sempat mengirim pesan pada Gesta.
Enggak. Malu gue punya keluarga gak beres begini. Bisa bikin lo ilfeel. Balas Gesta, ya dia punya pemikiran bahwa laki-laki di keluarganya tak setia, sedangkan Niar sudah punya pengalaman bersama Gesta, di mana pria itu tak bisa tegas antara sahabat dan kekasih. Khawatir saja, Niar punya pemikiran suatu saat Gesta pun akan melakukan hal yang sama seperti papa dan Om.
Oke kalau gak mau cerita, beginilah Niar, dia tidak akan mau memaksa siapa pun. Sejak dulu, dia disounding oleh sang ibu kalau gak diajak main pulang, kalau gak dikasih tahu jangan tanya, kalau gak dihargai pergi, itulah yang melekat dalam diri Niar. Lagian hidup sudah ribet, ngapain memikirkan sikap orang lain yang menolak suatu ajakan dari kita.
"Ni, buka tktk lo. Wilo live!" ujar Meta gupuh, ia diberi tahu oleh anak marketing, katanya Wilo live.
Hai, siang-siang begini enaknya ngapain ya? Apalagi pengangguran. Nasib banget jadi gue yah, berasa nyungsep sendiri, gak enaknya jadi pelakor tuh gini. Disalahkan sama semua orang, tapi mereka lupa ada laki-laki yang menuntut bertemu untuk mendesah dan berkeringat. Izin, gak bermaksud bangga, tapi itu fakta.
Ya sudahlah ya, soal Bang Anton dan keluarganya selamat bertengkar. Lo udah gue kasih enak malah gak tahu terimakasih, dan buat anak cewek Bang Anton, bapak lo yang gragas sama gue, tapi gue dan karir gue yang hancur. Ingat ya wahai semua orang, perselingkuhan itu terjadi karena dua orang laki dan perempuan. Bukan gue doang, catet.
Sebenarnya paling asyik tuh menjadi simpanan orang kaya sih, setidaknya transferannya lancar.
Wilo menjeda curhatannya sembari tersenyum muak, dan menyempatkan merokok. Kayak mama gue, jadi simpanan bos perusahaan yang sekarang dipegang oleh Bapak Gesta terhormat, selamat siang Bapak Gesta, semoga mulai nanti malam bisa tidur nyenyak karena skandal keluarga Anda mau saya bongkar.
Saya sudah jatuh miskin bayar pinalti sekaligus pemutusan kontrak dari berbagai brand. Entah itu ATMku sisa 100k kali. Tapi gak pa-pa, habis ini mungkin ada yang mau kasih aku uang cuma-cuma terhitung balas budi, siapa lagi kalau bukan Om Dion. Ah Om Pak Gesta itu terbaik deh, pernah melakukan kesalahan tapi masih mau bertanggung jawab atas kesalahan itu sama saya. Give applause deh buat Om Dion.
Berbeda dengan bapak Pak Gesta. Main enak sama ibu saya, punya anak lagi, mentang-mentang anaknya gak sehat sampai meninggal, ibu saya ditinggal cuma dikasih uang yang gak seberapa. Jahat gak sih. Emang orang kaya begitu semua ya. Habis manis sepah dibuang.
Tapi aku sadar sih, mungkin ini semua karma bagi kami wanita pelakor. Cuma kami bahagia saja, sebentar lagi keluarga kalian juga bakal dicap sebagai keluarga pengkhianat. See u, jangan nangis ya.
Meta dan Niar lemas seketika, mengikuti live Wilona. Mereka tak bisa berkomentar apa-apa, bahkan Wilona saja tak menanggapi komentar buruk yang ditinggalkan oleh para pengikutnya. Meta dan Niar malah lebih fokus pada pengakuan Niar tentang skandal papa Gesta.
"Padahal beliau family man banget, bersama Ibu begitu serasi. Ya Allah Ni, gimana perasaan mama Pak Gesta?" bahkan Meta mengenang keharmonisan suami istri itu tak rela sampai hancur dan diungkap pengkhianatan seperti ini. Tentu Meta sebagai karyawan saja tak terima apalagi Gesta.
"Gue mau ke Gesta!" ucap Niar ingin tahu kondisi sang mantan, jelas terpukul.
sama2 terbuka...
jadi nya enak...bisa nyari solusi bareng..
tapi niar harus kenal dulu siapa zaldy..
Biarin aja Gesta emg demennya ma cwe bekasan yg udh berbuntut.. Biar nyaho tuh gesta dapetin cewe sekenan 🤣
Btw ga pantes thor tu cwe dikasi nama angel, hrsnya devil aja 🤭
i
cowo kaya gini nih...sat set...
ngajakin nikah...bukan pacaran...apalagi balikan...