NovelToon NovelToon
Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:777.6k
Nilai: 5
Nama Author: Riana Kristina

21+
Awal dari story Bukan Salah Cinta

Pernikahan adalah sebuah ikatan suci dari dua orang yang saling mencintai. Namun, apa yang terjadi jika pernikahan dilandasi oleh dendam???

"Kita buat kesepakatan secara gentle. Jika setelah dua hari ini Diana tetap memilih Anda, saya akan merelakan dia untuk Anda. Tapi jika setelah dua hari, Diana memilih saya maka Anda yang harus merelakan Diana untuk saya, termasuk membebaskan Diana dari segala perjanjian yang Anda buat untuk menjerat dia."

Di tengah badai melanda rumah tangga Diana, Bayu, sang mantan kekasih datang kembali membawa cinta yang tidak pernah Diana dapatkan dari suaminya.

Siapakah yang akan dipilih Diana?
Suami yang menikahinya karena dendam atau Bayu, pria yang dia cintai dan mencintai Diana?



Cari tahu jawabannya yuk,
Diantara Dua Hati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 04

"Jangan muncul di hadapanku lagi Nona, kalau tidak sekretarisku akan membuatmu menyesal."

Happy reading

💕💕💕💕💕

Sehari sebelumnya ....

"Diana!"

Diana menoleh ke arah suara, tak jauh dari tempatnya seorang gadis tinggi semampai dengan rambut bergelombang alami tengah melambaikan tangan ke arahnya.

"Sini!"

Segera Diana menghampiri gadis yang memanggilnya itu. "Hai Siska, udah lama?"

"Gak, baru aja sampek." Siska mengunyah permen karet di mulutnya, memainkannya dengan sesekali membuat balon.

"Acara seminarnya jam berapa, sih?"

"Kemarin Pak Petrus bilang, 'kan, jam sepuluh." Melirik jam tangannya, "kurang tiga puluh menit lagi. Ke kantin dulu yuk, laper gue tadi gak sempat sarapan." Siska mengelus perutnya.

"Ayo, gue juga mau ngopi, ngantuk." Diana memicingkan mata yang memang terlihat lelah.

Siska menarik tangan Diana menuju kantin. Sesampainya dia langsung memesan semangkok mie untuk dirinya dan kopi untuk Diana. "Kayaknya loe kecapean deh, liat tuh muka kusut amat kayak baju belom disetrika," ledek Siska saat mereka sudah mendapat tempat duduk.

"Iya, nih Sis, gue capek banget kemarin jam satu pagi baru pulang dari tempat kerja tante gue." Diana menghela napas berat.

"Loh, kok bisa? Bukannya jam kerja loe cuma sampe jam sepuluh, ya?" Siska menopang dagu dengan tangan kirinya. Memperhatikan wajah kuyu Diana.

"Hem, kemarin tamu tante gue ada yang mabuk berat, terus ngamuk-ngamuk gak jelas."

"Masak sih, terus?" tanya Siska antusias.

"Dia menjatuhkan semua barang-barang sambil teriak-teriak manggil nama istrinya."

"Istrinya? Emang kenapa istrinya?" Siska semakin ingin tahu.

"Tau ah, loe kepo banget sih." Diana melengos, menopang dagu dengan kedua tangannya.

"Ih, loe ditanyain gitu banget, gue cuma pengen tau aja kenapa dengan istrinya sampe dia ngamuk-ngamuk gitu." Siska memonyongkan bibirnya.

Obrolan mereka terhenti saat pesanan sudah datang. Siska meraih mangkok mie dan mulai menyuapkan ke mulutnya. "Loe beneran gak pesen makanan, Di?"

"Gak, gue udah sarapan tadi." Menyeruput kopinya.

"Loe harus banyak makan Di, karena apa? Karena ngomongin orang itu perlu tenaga, hehe." Siska terkekeh dengan omongannya sendiri.

"Cih, loe aja kale gue mah, enggak."

Mereka tertawa bersama. "Loe beneran gak mau cerita ke gue soal istri bapak itu?" Siska masih penasaran.

"Idih, beneran kepo nih orang," tunjuk Diana ke arah Siska.

Siska hanya tergelak mendengar ucapan Diana. Sebenarnya Diana bukannya tidak tahu, tetapi dia malas membahasnya.

Diana meneguk kopi, tetapi pikirannya menerawang, mengingat kejadian semalam yang tidak sengaja sudah menggiring ingatan Diana pada sang mama yang pergi meninggalkannya tiga belas tahun lalu.

"Woi!" Siska menepuk pundak Diana membuyarkan gadis itu dari lamunan.

"Loe pernah dengar mitos gak?"

"Mitos apaan, sih?" sewot Diana.

"Bengong, bisa bikin ayam tetangga pada mati." Siska tertawa puas.

"Gak lucu!" Diana melengos, berpura-pura kesal.

"Hehe, lagian loe pagi-pagi udah bengong aja."

"Udah, gue mau ke aula tinggal lima menit lagi, nih." Diana mengambil tas dan kopinya yang kemudian disusul Siska.

Sepanjang jalan menuju aula mereka asik mengobrol sampai tidak menyadari kalau dari arah yang berlawanan empat orang pria terlihat serius membahas sesuatu. Mereka tak lain adalah Reyhan dengan kedua teman bisnisnya, Doni dan Rizki serta Jonathan, sekretaris Reyhan.

Terlalu asik bercanda, Siska tanpa sengaja mendorong Diana saat posisi Reyhan tepat berada di depan Diana. Reyhan dan Diana bertabrakan. Kopi yang dibawa Diana tumpah, mengotori jas mahal yang dikenakan Reyhan.

Siska kaget begitu juga dengan Diana. Mata Diana membelalak menatap jas Reyhan yang sudah kotor akibat ketumpahan kopi miliknya.

Dengan cepat Diana mengambil tisu dari dalam tasnya. "Maaf Pak, saya benar-benar tidak sengaja." Mengelap tumpahan kopi di atas jas Reyhan.

"Singkirkan tanganmu!" perintah Reyhan dengan nada dingin dan raut wajah datar.

Diana mengangkat wajahnya menatap Reyhan, tetapi pandangan Reyhan masih lurus ke arah lain, tanpa menoleh Diana sedikit pun.

"Lain kali berhati-hatilah Nona," omel Jonathan yang kini menghampiri Reyhan. "Maaf Tuan, biar saya ambilkan baju ganti dulu di mobil. Bagaimana kalau Pak Doni dan Pak Rizki yang menemani Tuan lebih dulu ke ruangan rektor?"

"Tidak usah Jo, aku ingin kembali ke kantor. Kalian saja yang handle di sini."

Jonathan mengangguk. "Baik Tuan, biar saya antar Anda ke mobil."

Mereka sudah akan berbalik menuju area parkir, tetapi Diana mencegahnya. "Maaf Tuan, tadi saya benar-benar tidak sengaja. Apa Tuan bisa melepas jasnya? Saya akan bertanggung jawab dengan mencucikan jas Anda," ucap Diana dengan rasa bersalah. Apalagi salah satu dari keempat pria itu sempat menyebut rektor, sudah tentu mereka bukanlah orang sembarangan.

Bagaimana kalau mereka sampai mengadu pada rektor? Wah, bisa gawat aku.

"Hentikan! Aku tidak butuh tanggung jawabmu." Bentakan Reyhan membuat nyali Diana seketika menciut. Mulut yang tadinya terbuka, bersiap untuk bicara harus kembali terkatup rapat.

"Jangan muncul di hadapanku lagi Nona, kalau tidak sekretarisku akan membuatmu menyesal." Lagi-lagi Reyhan mengancam tanpa menoleh Diana sedikit pun. Dia segera berbalik menuju mobil dan diikuti Jonathan.

Siska mendekati Diana yang masih menatap punggung Reyhan yang semakin menjauh. Dia menyenggol lengan Diana seakan bertanya 'siapa mereka?' Namun, Diana hanya mengedikkan bahu.

❤️❤️❤️❤️❤️

1
Shifa Burhan
novel murahan dan menjijikan
Shifa Burhan
pemikiran murahan wanita lebih rendah daripada pelacur adalah ketika dia membuat novel dan di novelnya itu mereka begitu spesial kan pria lain alian pebinor
Shifa Burhan
kemunafikan wanita
*pelakot kau laknat habis2an tapi pebinor kau puja kaya wanita murahan

*pemikiran murahan mu
*pebinor bayu begitu kau spesial kan bahkan jelas dia mau merebut istri orang saja kau benarkan (menjijikan kau)
*ini kelakuan menjijikan bayu yang kau bela
*mau merebut istri orang
*memprovokasi suami orang
*menghasut istri orang
*selalu mengajak istri orang pergi hingga salah faham
*selalu membuat salah faham
*merusak rumah tangga orang
*membawa istri orang
*sok baik pada istri orang


aku doakan thor semoga ada wanita lain yang sifat kayak bayu mendekati suamimu
Shifa Burhan
kelakuan menjijikan dia yang dibenarkan author (munafik)
*tinggal suami dan pergi dengan pria lain
*berhubungan dengan pria lain
*wanita gampangan yang mudah Terima ajakan pria lain
*seorang istri tapi bingung memilih suami atau pria lain, lebih menjijikan dari pada pelacur
*fakta dia lebih murahan daripada pelacur
*fakta kau tanya lelaki mana pun pasti 100% tidak akan ada yang mau punya istri kayak diana

*saat kau terus membela kelakuan menjijikan diana sama saja kau terus membela kelakuan mu sendiri
Shifa Burhan
kemunafikan dan pikiran menjijikan wanita di bawa kedalam novel
*pelakor kau laknat tapi pebinor kau puja, pemikiran wanita murahan
*kesalahan suami kau laknat tapi kesalahan istri kau bela dan kau benarkan, munafik
*karakter suami kau buat bodoh, punya kayak pelacur menjijikan masih saya dipertahankan
mezee
thor sulap suwami aku jadi kaya reyhan...
VirZha
lama gak bukak manga,

hay2 aq dah nyampe sini Lo kak lady🤭🤭
semoga kagak ada 2digit😜
Riana Kristina: Welcome kak🤓
Tp udh pensiun di sini😂
total 1 replies
Capit
marathon sampe episode 20, gak terasa bet karena sangking seru ceritanya thor hihihi
Ely Laras
alur ceritanyaa bagus,cerita sangat menarik tidak membosankan😍
Imel Milda
good
Intan Trisna84
hastaga ibu Diana ini 🤦‍♀️
Intan Trisna84
kok mau di ajak2 sama cowok lain, DIANA
Intan Trisna84
ada ada waeer halangan na
Mimi Ilham
duh priben iki thor kok gagal maninggg 😇😇😇
Samsia Chia Bahir
keyeeeeennnn
my name
hadeh dasar ceroboh
my name
ini diana yg bodoh apa terlalu baik sih, ngapain juga mesti ketemuan sama laura apa ngak nyadar kalau itu bahaya 😤
my name
penyakit apa lagi itu 🤔
my name
hayoo jawab apa kalian 😁😁😁
my name
diana keguguran thor, authornya kejam banget 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!