NovelToon NovelToon
Menikahi Ipar

Menikahi Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Duda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: harsupi fakihudin

Disarankan untuk membaca novel sebelumnya "Jodoh Sang Dokter Duda" karena disana ada silsilah seluruh keluarga ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Siangnya waktu istirahat, Hanan sudah masuk keruangannya

Hanan membuka kamar tersebut, terlihat Alana sudah duduk, dengan rambut dikuncir namun acak acakan

"Rapihkan" Hanan menunjuk rambutnya sendiri "Sana kekamar mandi. Habis itu makan siang"

Alana berjalan melewati Hanan yang berdiri menjulang

"Masih pusing?"

"Sedikit" Jawabnya, lalu tak terlihat karena Alana sudah masuk kekamar kecil

Hanan duduk dikursinya dengan makan siang mereka yang sudah disiapkan oleh Hanan

Makanan ini ia pesankan dari restoran yang dikelola oleh Sifa mamanya

Alana berdiri menempel pada meja kerja Hanan "Duduk. Makanlah"

Alana belum duduk, ia meraba raba saku pada seragam putihnya

"Cari apa?"

"Hape"

"Buat apa?"

"Poto" Jawab Alana asal

"Makan dulu" Hanan akan merebutnya dari tangan Alana. Namun Alana menjauhkan ponselnya kedadanya

Hanan menyerah dengan kelakuan adik iparnya

Kembali Alana memencet ponselnya untuk memanggil video kepada mamanya

Krutuk krutuk krutuk

Suara panggilan berbunyi demikian, mungkin karena sinyalnya jelek

"Kakak pinjam hapenya" Tangan Alana menjulur meminta ponselnya milik Hanan

"Buat apaan" Hanan sudah mengeluarkan ponselnya

"Buat telpon pacarku" Jawab Alana asal

Hanan langsung menjauhkan ponselnya, dan ingin memasukkan kesaku jasnya yang ada disandaran kursinya

"Sini in hapenya, pinjem"

"Makan dulu"

"Ih nggak mau"

Tiba tiba ponsel milik Alana berbunyi. Alana membacanya siapa gerangan yang menelepon dirinya

"Asik mama" Alana kegirangan dan langsung menggeser ikon bergambar video

"Hallo...." Suara mama Anti dari sebrang sana bersama Imran yang sudah memerah matanya karena habis menangis

"Uh bocah tampan apa kabar sayang.. Kok gitu wajahnya. Habis nangis ya?" Alana menerima video call sambil berdiri, dan masih nempel pada meja kerja Hanan yang kokoh

Hanan berdiri dibelakang Alana

Hanan tersenyum menyapa Imran dengan mengangkat tangannya sambil senyum senyum namun tidak bersuara

Imran tertawa khas bayi

"Errrrrrgggtttt"

"Hei, putra bunda berkokok..." Alana menyebut dirinya bunda spontan.

Seneng kali ya, punya anak tidak mengejan tau tau ada dan tampan lagi. Itulah pemikiran Alana saat itu

Hanan menoel pundak Alana "Kapan kamu mengejan hah?"

Alana menoleh kebelakang, agar melihat orang yang menoel "Kenapa, kakak tiba tiba tanya begituan. Buat apa mengejan. Hamil kagak, mengejan" Alana sibuk lagi

Kembali Alana menyapa Imran "Gantengnya bunda, lagi apa? Nangis nggak ma tadi ?" Menyapa Imran, sekaligus tanya pada mamanya

Mama Anti senyum senyum, dibelakang Alana ada Hanan yang berdiri tersenyum menyapa dengannya

"Tadi nangis, mungkin nyariin kamu" Jelas Anti

Rasanya adem, hati mamanya Alana. Ternyata tidak disangka, putrinya magang didampingi calon suaminya. Mantaplah hati orang tua seperti Anti

Masalah saling cinta terakhiran. Yang penting mereka disatukan dulu. Kalau nggak cinta cinta ya kebangetan

Setelah Anti berhayal, iapun bertanya "Alana, kalian sudah makan ?"

"Belum / Sudah" Diucap bersamaan, antara Alana dan Hanan

Anti tersenyum kembali "Baiklah, makanlah dulu"

"Tapi aku masih kangen Imran ma" Alana terus menggoda Imran, tapi mamanya menutup sambungannya sepihak

Tut

"Yah.." Alana melemah kecewa

"Sudah, nanti pulangnya kan ketemu. Dasar egois"

"Maksud kakak, tadi ngomong apa?" Alana sedikit mendengar sedikit tidak. Jadi samar samar

"Makan. Aku lapar"

"Oh" Setelah fikirannya mencerna dengan baik "Ah, nggak mungkin kakak bilang makan"

"Lalu"

"Kakak bilang aku egois kan, kan kan. Bilang aja..." Alana langsung merebut makanan yang akan dibukakan oleh Hanan "Sini, aku bisa buka sendiri"

Hanan diam saja. Dia tidak habis pikir, perempuan brutal dan susah berdamai dengannya, kenapa harus menjadi pengganti Aina

Alana makan dengan lahap, netranya sambil melirik Hanan tak suka karena Hanan bilang kalau Alana egois

-

Sore hari waktunya Alana pulang.

Hanan sudah melihat dari jauh, Alana sudah siap mau pulang, karena Alana sudah terlihat menggendong tas ransel yang isinya Hanan tidak tau

Alana melintas. Hanan tau Alana buru buru ingin segera pulang. Hanan masuk kelorong yang pas kebetulan, Hanan habis selesai memeriksa dipolynya

Alana terkejut, ketika tiba tiba tangan kekar menariknya masuk kelorong

"Kakak.. Ngapain kakak menarikku"

Hanan tidak menjawab "Kamu mau pulang?"

"Iya. Tapi lepasin tanganku dulu"

Hanan melepasnya "Ah iya. Naik apa?"

"Mobil"

"Sendiri?"

"Tidak, aku dijemput"

"Kalau begitu tunggu. Ntar aku antar"

"Ih nggak mau"

"Alana, jangan keras kepala"

"Apa kakak bilang, aku keras kepala. Kalau aku keras kepala. Kakak keras apa?!" Alana berlari keluar dari rumah sakit

-

Alana menunggu agak lama. Sopir yang menjemputnya, katanya sibuk menjemput papanya

"Aneh. Kenapa papa tidak memakai sopirnya sendiri"

Anti tadi sengaja berbohong, kalau sopir yang mengantar Alana sibuk. Padahal dirumah sedang bersenda gurau dengan PRT lainnya

Hanan tiba tiba muncul seperti Jailangkung "Belum dijemput?" Hanan duduk disamping Alana

Alana terjingkat "Belum" Alana berdiri, ia tak mau dicurigai teman lainnya kalau mereka kakak beradik. Lebih tepatnya saudara ipar

Alana membelokkan badannya, tapi masih membelakangi Hanan yang masih duduk "Kakak, aku minta duit, buat ongkos. Nanti aku ganti.. " Alana kembali membelakangi Hanan, dan menghadap kedepan

Perkataan Alana langsung dipotong oleh Hanan "Sudah, duduk dulu"

"Nggak mau"

"Kenapa?"

"Aku tidak mau orang lain pada curiga"

"Tambah curiga lagi kalau aku ngasih kamu terlihat oleh orang lain" Hanan menarik tas Alana dari belakang. Akhirnya Alana terduduk

Hanan membuka resleting tas Alana. Ia menaruh uang beberapa lembar ditengah tengah bukunya, lalu menutupnya kembali "Ayo aku antar"

Alana mendongak mau protes "Protesnya sama mama, jangan sama aku"

Ya, Anti menyuruh Hanan untuk mengantar Alana pulang, sewaktu Hanan tadi siang bertugas dipolynya. Sekalian menjenguk putranya. Bukankah alasan Anti itu sangat cocok sama impian orangtua

-

Beberapa hari kemudian

Malam ini adalah malam terakhir Alana menyandang status perawan. Karena besok, mereka akan segera dinikahkan

Meskipun merasa sedih karena kematian Aina, tapi keluarga Anto merasa beruntung, mendapatkan kembali, untuk berbesan dengan dokter Ilham

Undangan pernikahan Alana dan Hanan, yang mengurus semuanya adalah keluarga Alana, yaitu Anti

Alana menangis setelah tau dia akan segera menikah dengan Hanan.

"Mama... Kenapa harus sisangar itu yang menikah denganku hwawa"

"Hus, matamu sudah buras, katarak. Kata siapa Hanan sangar. Bagus dan tampan gitu dibilang sangar. Matamu piknik kemana ??!!!"

"Kalau begitu, mama saja yang menikah dengan dokter Hanan. Aku ogah hwawwa" Alana menangis dengan keras

"Hus, punya mulut dijaga. Haram hukumnya, seorang mertua menikahi bekas menantu. Kalau kamu tidak mau menikah dengan ayahnya Imran, kamu nggak usah adopsi Imran. Belagu"

"Aku masih kecil mah, kenapa harus menikah dengan orang tua hwawa"

Anti mendekat "Apa kamu bilang, tua?? besok, setelah nikahan usai, mama panggilkan dokter mata. Sekalian tukang optiknya. Biar kamu dibuatkan kacamata tebal"

"Cakepan Budi, muda, nggak tua hwawaw"

"Mana bapak budi, mana ibu budi. Ngelamar enggak. Cokap cakep. Lap air matamu!! Jangan berani minggat kamu, awas"

Brakk

Ceklak

Anti mengunci pintu kamar Alana

Alana menangis sejadi jadinya

Brak brak brak

"Kenapa harus berakhir begini. Mamaaa, bukain pintuuuuuuuu uhuhuh"

BERSAMBUNG....

1
ika krisdianti
alur ceritanya bagus, tidak vulgar saat ada adegan dewasa.
cerita dan penokohannya bagus2, ceritanya penuh dengan ilmu baru, terutama ttg kesehatan
ika krisdianti
nangis kejer
ika krisdianti
/Sob/mewek lagi, padahal sudah beberapa kali membaca sampai tamat, dan diulang kembali, tapi tetap mewek saja /Sob//Sob/
ika krisdianti
di bab ini mulai deh, kisah sedihnya /Sob/bikin mewek
Safa Almira
bagus
indah
Luar biasa
Suratmi Michele
Biasa
Suratmi Michele
😂😂mamanya lucu.... mana bapak Budi mana ibu Budi...?😂😂😂
Elizabeth Zulfa
gak jdi Ena-ena nya
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍
Saekhul Game
Aku sukka ceritamu thorrrrrrrr
Saekhul Game
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/
Saekhul Game
hhhhhh
Saekhul Game
part ini bikin ngakak
Saekhul Game
Nggak tauuuuuuuu hhhhhhhh
Saekhul Game
😂😂😂😂😂😂😂 apanya yg dijembreng thorrrrr
Saekhul Game
😁😁😁😁 pasiennya jujur. Tp jwbn Hanan okelah sdkt kesal
Saekhul Game
😆😆😆😆😆😆😆😆😆
ika krisdianti
tambah ilmu,
saya suka saya suka saya suka
ika krisdianti
lucu dan seru jika keluarga besar kumpul, papi anand gercep dan mantul, bi Lis sudah hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!