Diana, seorang gadis bisa yang di anggap seorang Wanita malam oleh seorang pria. Gadis yang bahkan belum lama ini ia kenal. Pria bernama Andra Atmaja Wiguna berfikir jika Diana adalah wanita malam yang bahkan tidak memikirkan perasaan orang tuanya.
Tetapi saat Andra tau yang sebenarnya, pria itu malah menyatakan perasaannya dan melamar Diana untuk menjadi istrinya.
Apa yang akan terjadi?
Apakah Seorang CEO dari perusahaan terkenal bisa setia dan mencintai Diana sepenuh hati. Atau ada sesuatu yang membuatnya ingin menikahi Diana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Astaga! Dia lagi
Setelah Diana selesai membersikan ruangan VIP. Diana pun langsung kembali ke dapur untuk membantu rekannya yang lain. Diana mendekati Fandi, bertanya pada pria itu makanan yang aman diantar.
"Fan ini untuk meja nomer 2 ya?" tanya Diana kepada Fandi sambil menunjuk makanan yang ada di depan Fandi.
"Iya Di,tolong di antar ya." kata Fandi
"Ok Fan, siap laksanakan." kata Diana penuh semangat
Diana mengambil makanan itu lalu segera membawa ke meja pemesan. Saat Diana menuju meja 2 untuk mengantar pesanan nya,
tanpa sengaja pandangan Diana bertemu dengan sosok seorang pria yang kemarin membentak nya di mall.Diana ingin menghindar tapi sudah tidak ada jalan lain. dan sialnya, Pria itu juga memperhatikan Diana dari Tempat nya berdiri.
"Ternyata dia bekerja disini." gumam Rafa
Diana mencoba menahan diri,meskipun dia sangat kesal. Tapi karena membawa makanan pelanggan, Diana harus menjaga kewarasannya." Kenapa aku harus ngeliat orang itu disini sih." ucap Diana dalam. hati.
Diana sampai di meja nomor 2. dengan sopan dan hati-hati ia meletakkan makannya diatas meja. "Silahkan di nikmati, tuan dan Nona." ucap Diana saat selesai menyajikan hidangannya.
"Terimakasih mbak. " balas pelanggan itu.
Diana berbalik ke tempatnya. berharap pria itu sudah tidak ada di tempatnya. Saat Diana hendak masuk ke dalam dapur, menejer nya tiba-tiba memanggilnya.
"Diana, sini kamu!" panggil Rosa.
"Ih sial banget sih. Kenapa harus aku yang di panggil." ujar Diana menahan kesal.
Diana berbalik, sambil mencoba memperlihatkan senyum terbaik nya, meski hatinya sebenarnya sangat dongkol. ia tetap memenuhi panggilan atasannya.
"Iya pak Andi, ada yang bisa saya bantu?" tanya Diana dengan sopan.
"Begini Diana, dia ini Tuan Rafa. Tamu VIP kita.Tolong kamu antarkan Tuan Rafa dan pak divo ke ruangan VIP yang sudah di persiapkan." Perintah pak Andi
Dianan mengangkat satu alisnya." Oh, Nama orang ini Rafa." batin Diana
"Diana, apa kamu mendengar saya? " tanyak Pak Andi saat melihat Diana melamun
"Eh, iya pak, saya dengar."
"Mari pak Rafa, pak Divo.ikuti saya." ucap Diana cepat sambil mengarahkan kedua orang itu ke ruangan yang sudah di persiapkan.
Rafa dan Divo mengikuti Diana dari belakang. Rafa hanya diam, tidak ingin berkomentar karena gadis di depannya itu pun tidak banyak tingkah. Mungkin karena saat ini ia sedang bekerja. Jadi sikapnya jadi baik.
"Ini ruangan anda pak, silakan masuk." ujar diana saat mereka sampai di depan sebuah ruangan.
Rafa hanya mengangguk. sementara Divo tersenyum melihat keramahan Diana.
"Terimakasih Nona." ujarnya
"Sama-sama Pak, kalo begitu saya permisi." ujar Diana lalu hendak beranjak dari ruangan itu
Tetapi Rafa menghentikan langkah Diana.
"Tunggu dulu."ucap Rafa
"Saya lupa, siapa nama kamu ?" tanya Rafa
"Nama saya?' tanya Diana sambil menunjuk dirinya sendiri
"Tentu saja kamu, memang siapa lagi." jawa Rafa dengan wajah datar.
"Oh. Nama saya Diana."
"Oh, Diana. Maaf bokong kamu masih terasa sakit?" tanya Rafa tanpa merasa malu menanyakan hal itu.
Semetara Diana, gadis itu mengerutkan alis mendengar pertanyaan Rafa." Maaf pak, maksud ada?" tanya Diana
"Tidak, saya hanya ingin memastikan. Jika masih terasa sakit saya mengusulkan kamu untuk memeriksa kan nya ke dokter, siapa tau aja ada cedera tulang ekor." ucap Rafa dengan senyum meledek.
"Oh, itu. Terimakasih atas usul dan juga perhatian anda pak, tapi sayangnya saya sudah tidak apa-apa. Jadi jangan terlalu khawatir." ujar Diana dengan nada sewot.
"benarkah? tapi kenapa jalan kamu pincang seperti itu?"
"Ohoo, anda perhatian sekali. tapi ini bukan urusan anda. Jadi saya permisi."ucap Diana.
Saat ini Diana sangat kesal. ingin sekali rasanya Diana menginjak kepala pria itu. Mentang-mentang kaya, ehhh malah songong.
Diana berbalik badan, tapi sebelum kembali melangkah, Rafa menahan tangan Diana dengan tangan besarnya.Diana yang melihat hal itu langsung menghempas tangan Rafa dari lengannya.
"Maaf pak, jika anda memiliki masalah dengan saya tolong tau tempat. Saya ini sedang bekerja, jadi tolong jaga sopan santun anda." ujar Diana dengan nada kesal.
Diana menatap mata Rafa tanpa rasa takut, ia benar-benar kesal dengan tingkah pria di depannya itu. kenapa pria itu selalu saja berada di dekatnya.
Diana menghentakan kakinya sambil berlalu meninggalkan tempat.
Setelah Diana pergi, Divo mulai menjadi detektif dadakan.
"Siapa? lo kenal? sejak kapan ya, kok gue gak tahu? " tanya Divo kepo.
"Gak usah kepo. " Jawab Rafa.
"Cihh, songong lo. Lagian lo apa-apa an sih nanya kayak gitu ke dia. Marah kan dia tuh." ujar Divo saat Diana sudah menjauh dari pandangan mereka.
"Udah lah, gak usah bahas itu. Mending kita masuk." ajak Rafa.
_
Sementara itu Diana yang baru saja tiba di dapur masih menggerutu.
"Ih kesel deh gue. Cowok itu apa-apaan sih, gue kan jadi malu." ujar Diana
Chef bernama AlAlex Yang sedang memasak bingung dengan tingkah Diana pun bertanya."Di, kamu sehat? kenapa bicara sendiri?" tanya Alex.
"Eh kak Alex,sehat kok kak.aku lagu belajar ekting." jawab Diana asal
"masam. kakak lihat kamu ngedumel sendiri?"
"gak apa-apa kok kak, cuma aku ngerasa belakangan ini tu kok aku ngerasa kena sial terus ya." ujar Diana lesu.
"Mungkin itu perasaan kamu saja Di. Udah ah, mending kamu kembali kerja. Ntar kalo Rosa sampe liat kamu lenggang- lenggang kayak gini, tau kan apa yang terjadi." ujar Alex
Diana tersenyum."Iya sih. kalau gitu aku ke depan ya kak." pamit Diana
Diana kembali ke pekerjaannya sebelum ketua sihir di Cafe itu murka. Diana tidak ingin mengambil resiko di pecat hanya karena pria gak jelas itu.
_
Sementara itu Pertemuan Rafa dengan klien hari ini berjalan dengan baik, Rafa mendapat kontrak kerja sama yang slama ini ia incar.
"Terimakasih pak Rafa, semoga kerja sama kita berjalan dengan baik." ucap rekan bisnis baru Rafa sambil mengancungkan tangan nya ke arah Rafa.
Rafa membalas uluran tangan rekan bisnis nya."Sama sama pak,saya harap pun begitu." balas Rafa
"Kalau begitu kami permisi dulu pak Rafa, pak Divo."
Rafa dan Divo mengangguk. Setalah Klien mereka pergi, Divo kembali bertanya pada Rafa tentang masalah Diana.
"Raf, lo gak mau ngasi tau gue soal cewek tadi?"tanya Divo. tidak biasanya dia menjadi pria kepo.
"Lo penasaran banget coy?"
"Iya, Banget."
"Gue gak kenal. "jawab Andra.
"Terus kenapa lo nanya gitu kalo gk kenal! ".ucap Divo sewot
Rafa hanya tersenyum misterius membuat Divo ingin menghela kepala Rafa saat ini juga. Tapi sayang nya Divo masih ingin bekerja dengan sahabatnya itu.
"Malah ketawa. jawab woy." ujar Divo kesal.
" Mau tau aja sih loh, Kepo."
"Yeh, malah ngeledek."
"Sudah, lebih baik kita kembali ke prusahaan. Gak usah jadi mak rempong yang suka ngegosip. Gak cocok, jauh dari lo yang biasanya." ujar Rafa
Divo mendengus kesal karena ucapan sahabatnya itu. Dengan langkah kesal Divo mengikuti langkah Rafa menuju mobil mereka.
____
Hari ini Diana kembali pulang malam karena tamu VIP yang bernama Rafa itu. Diana harus membersihkan sisa makan mereka dan ruangan itu hingga kinclong. karena sejak awal itu adalah tanggung jawab Diana.
Hanya saja Diana bersyukur karena hari ini semua berjalan dengan lancar. Meski Diana merasa sedikit kesal karna pertemuan nya dengan pria yang bernama Rafa itu. yang terpenting Diana tidak di berikan maslah.
"Mbak Rosa, temen temen semua saya balik duluan ya." kata Diana Cepat
"Oke Di, hati2 di jalan." kata teman teman kerjanya kompak
Diana pun langsung berjalan keluar dari cafe tersebut. Baru saja Diana sampai di depan Cafe, tiba-tiba Alex memanggilnya
"Di tunggu." panggil alex sambil mengejar Diana
"Iya kak, ada apa?" Tanya Diana
"Biar kakak antar pulang ya." Ucap alex
"Eh, tidak usah kak. Ngerepotin, lagian kan kak alex tau rumah ku tidak jauh dari sini." ujar Diana sengaja menolak
"Ayo lah Di, Sekali ini saja. Lagi pula ini udah malem banget, gak baik kamu jalan sendiri." ujar Alex
Diana menghela nafas, ia sudah kehabisan alasan untuk menolak setiap ajakan dari Alex.
"Baiklah kak." ujar Diana akhirnya mengalah.
Diana naik ke atas motor milik Alex, tidak jauh dari mereka ada sepasang mata yang memperhatikan keduanya dengan perasaan cemburu. Mata itu terlihat seperti mata Elang yang mengincar mangsanya.
"Awas saja kau Diana."
.
.
Lanjut thor