NovelToon NovelToon
Ta'Aruf Gus Atau CEO?

Ta'Aruf Gus Atau CEO?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama
Popularitas:108.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hanifah Putri

Assalamualaikum...
Hanifah atau bisa dikenal dengan Budee ini memiliki watak yang tegas,pemarah serta memiliki Jiwa Keibuan. Hanifah selalu menjadi tempat mengadu oleh teman temannya karena dia juga dianggap Ibu.

Mengapa demikian?
Karena tidak ada yang berani kepada Hanifah,karena salah sedikit saja Hanifah pasti akan marah dan menceramahi.

Di suatu hari ada seorang cowok yang berusaha mengambil hatinya Hanifah, Karena Hanifah menunjukkan sikap keibuannya saat bersama anak kecil.

Disuatu saat Hanifah disukai oleh Gusnya sendiri yang bernama Gus Hafidz dan disisi lain Hanifah dipaksa CEO yang dingin untuk menjadi istrinya.

Siapakah yang akan di pilih oleh Hanifah? Akankah ia bersama ustadz nya sendiri atau CEO yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanifah Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pingsan

Aku keluar dari dapur guru untuk melihat siapakah tamu penting itu. Aku keluar untuk memastikan orang penting itu. Apakah orang yang aku kenal atau bukan. Aku keluar dari dapur tersebut dan ya sudah dugaan ku bahwa itu Si *******.

Aku keluar dengan menatapnya sangat tajam dengan melipat kedua tangan ku di dada. Tapi tiba-tiba mataku tertuju pada 1 orang yang sangat aku kenal tapi aku takut salah. Aku terus menerus memandangnya dengan fokus dan alhasil aku mengenalnya dia itu senior entah beberapa tahun diatas ku. Namanya itu Rizky siapa aku lupa nama kepanjangannya. Ya memang aku dulu sangat dekat dengan dia sebagai adik dan kakak saja.

Saat aku fokus dengan ucapan MC untuk memberikan arahan tiba-tiba ada iringan Sholawatan yang tak jauh suaranya dari belakang ku. Saat aku menengok kebelakang, Jederrr....

Aku sangat kaget melihat kedatangan Mas Hendra,Gus Hafidz dan Gus Rama beserta si kembar yang tampan juga cantik. Aku masih diam tak bergeming dan tatapan ku masih melihat mereka. Aku bingung dengan semua ini dan membuat kepalaku sedikit pusing.

Aku menyandarkan tubuhku di dinding sambil memijat pelipis ku yang sangat pusing ini. Kelakuan ku ini juga tak luput dari pandangan mereka semua yang mengenal ku. Aku kaget saat Fatih keluar dari dapur dan memegang pundak ku.

"Han kamu sakit ta?" tanya Fatih dengan penuh kecemasan.

Aku hanya menggelengkan kepalaku tapi masih dalam posisi memejamkan mata. Entah apa yang membuat ku seperti ini. Tiba-tiba aku mendengar suara sepatu yang mengahampiri ku dengan Fatih.

"Hanifah kamu kenapa?" tanya Pak Rully dengan penasaran.

Aku berusaha untuk membuka mataku yang sangat berat dan juga buram ini. Aku ingin menjawab perkataan Pak Rully tiba-tiba aku pingsan. Mataku belum sepenuhnya menutup aku melihat ada bayangan Gus Hafidz yang menghampiri ku. dan saat itu aku tak mengetahui apa apa yang terjadi.

_____________

Entah selama berapa menit aku tidak sadarkan diri. Saat aku bangun aku sudah di dalam UKS dan juga aku merasa bahwa hijab ku sangat longgar sekali. Aku berusaha untuk bangun sambil memegangi kepalaku yang amat pusing ini.

Ahhh...

Fatih yang mendengar suara ku itu langsung masuk kedalam UKS yang sudah diberi sekat menggunakan gorden. Terlihat wajah Fatih sangat cemas melihat keadaan ku seperti ini.

"Ada yang sakit" Tanya Fatih dengan sabar

Aku hanya menggelengkan kepalaku dan tersenyum kepadanya walaupun yang kurasakan kepala ku sangat pusing.

Tiba-tiba Pak Rully masuk kedalam kamar yang aku tempati sontak aku langsung merapikan hijab ku dengan membalikkan badan ku.

"Hanifah gimana keadaannya?" Tanya Pak Rully.

"Alhamdulillah sudah baikan pak" ucap ku berusaha tersenyum walaupun kepalaku terasa berdenyut denyut pusing.

"Ini bapak bawain bubur. Kamu kecapekan dan belum terisi sama sekali perutmu. Kamu tadi hanya makan kue Moho dan itu sekitar jam 4 atau setengah 5 an. Sedangkan sekarang sudah 09.25 WIB". Ucapnya samabil memberikan bubur kepada ku.

"Hehehe maaf pak. Saya lupa kalau belum makan" ucapku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal.

Aku makan disuapi oleh Fatih karena tubuhku sangat lemas sekali. Ya efek gara-gara belum sarapan dan tidak terisi sama sekali perut ku ini. Setelah makan aku disuruh untuk istirahat kembali dengan ditemani sahabat terbaikku.

"Fatih maaf ya merepotkan sampeyan. Padahal kita ada acara malah aku menghancurkan acara ini" ucapku sambil menutup mataku.

"Ndak papa Han. Aku temani kamu hingga tertidur ya" ucapnya sambil mengelus-elus kepalaku.

"Abah gimana??? Nggak marah?" Tanyaku penasaran.

"Alhamdulillah Abah Ndak marah. Kan tadi kamu berangkat dari rumah pagi sekali kan dan belum sarapan jadi Abah memahami kamu" ucapnya.

Aku hanya menganggukkan kepala. Tiba-tiba mataku berat dan pusing aku memutuskan untuk tidur kembali.

"Fatih aku tidur dulu ya... Tiba-tiba kepalaku pusing" ucapku.

Belum sempat aku untuk memejamkan mataku tiba-tiba aku mendengar teriakkan anak kecil.

"Tanteee" ucap mereka bertiga.

Aku mendengar suara itu langsung berusaha untuk bangun dari ranjang itu dibantu dengan Fatih.

"Loh ada di kembar.." ucapku setengah sadar.

"Sini-sini duduk sama Tante disini" ucapku sambil melambaikan tanganku.

Fatih membantu si kembar untuk naik ke atas ranjang ku dengan hati-hati.

"Tante sakit?" tanya Hamida sambil meletakkan tangannya di dahi ku.

"Enggak sayang... Tante cuman kecapekan" ucapku sambil mencium pipi Hamida.

"Ih Tante...kok Hamida saja yang dicium" Ucap Hakim.

Aku dan Fatih terkekeh mendengar ucapan mereka. Aku langsung menarik si kembar untuk duduk dipangkuan. Dengan susah payah aku mengumpulkan tenaga ku tapi apalah daya aku masih lemas. Fatih yang melihatku seperti itu langsung sigap membantuku.

"Terimakasih Fatih" ucapku sambil tersenyum

Fatih hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tulus kepadaku.

Sekarang si kembar berada di pangkuanku. Mereka bertiga aku peluk dan aku hujani kecupan di wajah nya. Itu pun tak luput dari pandangan orang-orang penting tadi dan juga disitu ada Abah serta Oak Rully.

Aku lepaskan mereka bertiga dan langsung berpindah duduk disamping ku. Mungkin mereka paham kalau aku masih lemas.

"Dek gimana udah enakan?" Tanya Mas Hendra.

"Alhamdulillah mas sudah enakan. Alhamdulillah ada Fatih yang selalu disamping ku." Aku memegang tangan Fatih dan mengelusnya.

"Oh iya makasih ya Gus Hafidz tadi udah dibantuin gendong. Padahal aku berisi loh kok kuat🤭?" tanyaku sambil sedikit tertawa.

Gus Hafidz mendengarkan ucapan ku hanya diam saja aku tak mengerti apa yang ia sembunyikan dari wajahnya yang sedikit dingin dan datar. Aku merasa diabaikan langsung berbicara pada Pak Rully.

"Pak Rully makasih ya atas semua hari ini. Mulai pagi sebelum subuh hingga siang ini" Ucapku sambil tersenyum tulus padanya.

"Sama-sama Hanifah. Nanti pulang kamu bareng Bapak lagi" ucapnya.

"Insyaallah Pak" ucapku.

Kepala ku tiba-tiba sedikit pusing lagi aku berusaha untuk membuka mataku dan memijat pelipis ku sebentar. Dan Alhamdulillah sedikit demi sedikit pusingnya berkurang.

"Acara nya sudah selesai Bah?" Tanyaku penasaran.

"Sekarang waktunya penutupan karena habis ini akan melaksanakan sholat Jum'at" balas Abah.

Abah dan Pak Rully meninggalkan UKS. Tiba-tiba mataku tertuju pada Mas Rizky ingin aku menyapanya tapi aku malu karena masa lalu ku. Tapi itu adalah masa lalu hingga aku memutuskan untuk menyapanya.

" Mas Rizky.. Mas Ngapain ada disini?" tanyaku penasaran.

Semula orang-orang menatapku langsung berubah tatapan nya menuju ke Mas Rizky.

"Eh gapapa Han.. Ya biasa lah pingin ketemu aja. Kan udah lama nggak ketemu" ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Aku hanya menganggukkan kepalaku kemudian Gus Rama menghampiri ku.

"Mbak Hanifah ga papa? Mana yang sakit? Sini biar aku sembuhkan" ucapnya seperti kereta api tidak ada jedanya.

"Alhamdulillah Gus sudah tidak apa-apa... Emang Gus nya bisa menyembuhkan? Emang Gus nya dokter?" ucapku sambil terkekeh kepada nya.

"Iya saya dokter" ucapnya

"Dokter apa? Pasti dokter abal-abal ini" ucapku sambil tertawa.

Semua orang tertawa mendengar ucapan ku itu. Kemudian Gus Rama membisikkan sesuatu di telingaku.

"Dokter membuat mu jatuh cinta pada Gus Hafidz" sontak aku langsung melotot karena ucapan nya. Kaget sekaligus bingung dengan ucapannya.

Aku kemudian tertawa sedikit garing

"Wah Gusnya pandai bercanda ya" ucapku.

Semua orang bingung dan menatapku serta Gus Rama dengan penuh pertanyaan. Aku hanya tersenyum kepada mereka semua.

Terlihat Agam dan Gus Hafidz wajahnya sudah ditekuk melihat kedekatan ku dengan Gus Rama... Padahal tidak ada apa apa ini.

Suasana hening kemudian Semua berpamitan untuk pergi ke masjid melaksanakan sholat Jum'at berjamaah. Karena Gus Hafidz yang akan mengisi ceramah juga.

Tinggal Aku,Fatih dan juga Hamida. Tadi Mas Hendra menitipkan Hamida kepadaku untuk diajak tidur siang terlebih dahulu setelah itu baru Sholat Dzuhur. Aku tidur dengan Hamida di ranjang yang ku tempati sedangkan Fatih di ranjang satunya untuk merebahkan tubuhnya.

Aku tertidur sangat pulas bersama Hamida yang ada di dekapan ku.

Aku kaget karena ada seseorang yang masuk kedalam UKS dan dia sekarang berada di depanku...

Siapakah dia??? Apa hubungannya dengan Hanifah???

Penasaran??? Tunggu next Episode nya ya 😘

Jangan Lupa Like,Comment,Vote dan ikuti ya..

🍁🍁🍁🍁🍁

 

1
readers sejati 🤗
Thor sejauh q baca ni cerita bagus nyambung alurnya konflik ringan, sekedar saran y Thor klo bisa jangan kebanyakan POV nya 🙏😁
Nur Fitriana
njirr ekspetasi nya tinggi bgtt😭😭
Amalia Sinta
kan aku jadi sedih😪
Amalia Sinta
kalau bisa
jangan ada yang terluka ya thor
Amalia Sinta
semoga novel ini banyak ilmu yang akan saya dan pembaca lainnya bisa ambil.
aamiin
Amalia Sinta
prolognya saja sudah bagus
hemm
Siti Khotimah
ok
Aguz KeVed
kak ditunggu lnjutanya
snty ajh
kakk lanjut doong plisss🙏🙏😭
Olan
sambil baca sambil promo nih kak DEVIL MY HUSBAND jangan lupa mampir ya😊
Rosyidach
jangn lama ya up x
Hanifah sani
Akhir nya up juga
Hanifah sani
Jangan lma dong thoor up nyaa
Hanifah Charissa: Hehehe maaf ya... Author lagi bantu² ortu jualan jadi nggak bisa terlalu sering Up🙏🏼🙏🏼🙏🏼
total 1 replies
Septi Zoelvana
assalamu'alaikum thor..
oiya thor, mau tanya dong,, author nya dari daerah mana yah? kalau ana dari kediri thor,, mungkin dekat?
Hanifah Charissa: waalaikumsalam...
Dari Malang kak
total 1 replies
Rosyidach
lanjut thor
Hanifah Charissa: Siap ditunggu yak
total 1 replies
DevanoR
visual nya dong thooorr
Hanifah Charissa: Insyaallah yaa. Diusahakan
total 1 replies
Hanifah sani
Lanjut thoorrr,, jangan kama thor up nya,,,
Hanifah Charissa: Insyaallah jika tidak ada hambatan ya...
total 1 replies
Alya_Kalyarha
semangat nulisnya kk, udah aku like ya
kalau sempat mampir baliklah ke karyaku "sahabat atau cinta" dan "berani baca" tinggalkan like dan komen ya makasih

Hanifah Charissa: Insyaallah kak
total 1 replies
Yunidar Elva
lanjut
Hanifah Charissa: Siap ditunggu ya
total 1 replies
Olan
sambil baca sambil promosi DEVIL MY HUSBAND dan TERUNTUK CALON IMAM nih dibaca jika berkesempatan ya 😊
Hanifah Charissa: Insyaallah kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!