Ini karya pertamaku...
Ada seorang gadis bernama Alsaqueen Azkira Argawijaya mempunyai sifat baik, ramah, murah senyum, manja, dan jail kesemua orang tapi itu DULU. Sekarang namanya Alqueena Azkiya Argawijaya sifatnya sekarang kejam, dingin, datar, dan dia gak akan segan-segan membunuh orang yang telah bermain-main dengan dia mau itu cewek, cowok, tua, muda, anak-anak, maupun bayi. Tapi sifat itu tidak berlaku dengan paman, tante, abang angkat, dan juga sepupu gue.
Dia berubah karena ibunya meninggal dibunuh oleh seorang wanita berumur yang hampir sama dengan ibunya dibantu juga oleh anak perempuannya.
.
.
.
Kalau gak nyambung maaf baru belajar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni rahayu devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Camping
Hari senin pun tiba, mereka semua sudah berkumpul disekolah dengan tas mereka maaing-masing tapi lebih tepatnya koper mereka, ntah apa yang dibawa mereka semua padahal hanya 1 minggu.
Al dkk hanya membawa tas ransel yang isinya cemilan dan beberapa pasang baju, mereka membawa tas ransel begitu karena disana mereka sudah mempunyai banyak baju yang memang disediakan disana.
Rizky dkk dan Naila dkk membawa koper mereka masing-masing 1 koper, sedangkan Sifa dkk mereka membawa masing-masing 2 koper sekaligus ntah apa saja isinya yang pasti isinya tidak ada yang berguna.
Mereka memasuki bus yang sudah ditentukan oleh panitia. Al dkk, Rizky dkk dan Naila dkk 1 bus bersama dengan para orang tua mereka masing-masing, Satria juga ada didalam bus tersebut.
Mereka duduk dibangku yang sudah ada nama mereka masing-masing, Al duduk dengan Rizky, Chandra dan Kevin, Dion dan Naila, Putra dan Rosa, Fatur dan Risa.
Al duduk didekat jendela dia terus saja melihat kearah luar jendela smabil mendengarkan musik.
Bus pun akhirnya bergerak maju menuju pelabuhan, diperjalanan hening tak ada yang berbicara hanya terdengar suara mesin.
Setelah sampai dipelabuhan mereka langsung masuk kedalam kapal yang sudah disediakan. Setelah sampai dipulau mereka langsung keluar dari kapal dan berkumpul untuk diberitahu dimana mereka tidur.
Setelah ditentukan mereka menuju kevilla mereka masing-masing, Rizky dkk 1 villa, Naila dkk 1 villa dan Sifa dkk 1 villa. Rizky dkk dan Naila dkk bingung kenapa Al dkk tidak diberitahu tempat mereka ada dimana dan sama siapa.
Pada saat mereka menuju villa, Al dkk memisahkan diri, Al dkk pergi kevilla mereka masing-masing yang ada didepan villa mereka semua yang jaraknya kurang lebih 10 meter dari sana.
"Itu mereka mau kemana?" tanya Rosa.
"Gak tau" jawab Putra.
"Kevilla" jawab Fatur melihat mereka masuk kevilla masing-masing.
"Kok mereka pisah ya gak sama kayak kita?" tanya Risa.
"Iya yah kok bisa" jawab Risa.
"Udah mending kita masuk kevilla" ucap Rizky.
Mereka semua masuk kevilla mereka masing-masing. Al dkk berkumpul didalam villa Al, mereka masuk melalui pintu rahasia yang ada didalam villa mereka masing-masing, Satria juga ada disana sekarang mereka sedang bermain ps.
"Nanti malam jadi gak?" tanya Kevin.
"Jadi" jawab Al.
"Pasti nanti malam rame" ucap Satria.
"Ya pastilah gak sabar gue nanti malam" ucap Kevin.
"Hari ini ada kegiatan gak?" tanya Chandra.
"Gak, besok baru ada" jawab Satria.
Malam pun tiba mereka semua sedang berkumpul didepan api unggun sambil memakan jagung bakar mereka masing-masing.
"Siapa disini mau nyanyi?" tanya ketua osis. Tak ada yang menjawab mereka semua hanya diam sambil melihat satu sama lain.
"AL"teriak Sifa membuat mereka semua melihat Sifa, Al dkk hanya duduk santai mereka sudah tau apa yang akan terjadi.
"Apaan sih lo nunjuk Al segala, lo aja yang nyanyi" ucap Naila geram dengan tingkah laku Sifa.
"Kenapa gue, gue gak bisa nyanyi makanya gue nunjuk Al" ucap Sifa.
"Iya lo gak bisa apa-apa, yang lo bisa hanya bikin malu orang aja dan mencari kesalahan orang lain" ucap Naila menyindir membuat Sifa kesal.
"Emang lo udah pernah dengar Al nyanyi?" tanya Rosa.
"Gak makanya gue mau dengerin sekarang" jawab Sifa sinis.
Siswa/siswi dan para orang tua hanya menyimak saja.
"Al apakah kamu mau nyanyi?" tanya ketua osis tersebut.
"Hmmm" jawab Al lalu mengambil 2 gitar dan memberikan salah satu gitar kapada Chandra dan yang satunya lagi digunakan oleh Al. Al lalu membisikkan judul lagu kepada Chandra dan mendapat anggukan darinya.
-Jika tulisannya tebal maka yang menyanyikannya adalah Al(contoh).
Jika tulisannya miring maka yang menyanyikannya adalah Chandra(contoh).
Jika tulisannya tebal dan miring maka mereka bernyanyi bersamaan(Contoh).
Melukis Senja - Budi Doremi
Suara petikan gitar pun terdengar dengan merdu membuat mereka semua terdiam tak ada yang bersuara disana hanya ada suara angin, suara ombak.
Aku mengerti
Perjalanan hidup yang kini kau lalui
Ku berharap
Meski berat, kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang
Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelahmu
Izinkan kulukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawa
Biar kulukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
'Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Aku di sini
Walau letih, coba lagi, jangan berhenti
Ku berharap
Meski berat, kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang
Menaklukkan hari-harimu yang tak indah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelahmu
Izinkan kulukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawa
Biar kulukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
'Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia, haa-haa
Haa-haa
Izinkan kulukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawa
Biar kulukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
'Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
'Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Suara tepuk tangan pun terdengar, mereka semua sangat terhibur dengan suara Al dan Chandra yang sangat merdu ditambah lagi suara gitar membuat suara mereka makin merdu.
"Wow cool girl dan cool boy keren"
"Ice princess dan ice prince suaranya merdu banget"
"Bagus banget suaranya"
"The cool beauty keren"
"Makin suka deh sama kalian"
"I love you"
Ucap siswa/siswi disana.
"Bagus banget suara lo berdua" puji Fatur.
"Haduh yang mau bikin malu Al kan gak jadi gara-gara suaranya ternyata bagus" ucap Naila menyindir Sifa.
"Kasian deh" ucap Putra.
"Awas aja lo semua" ucap Sifa geram.
"Sudah-sudah lebih baik kita masuk kevilla karena hari sudah makin larut, besok kalian akan disibukan dengan kegiatan kalian" ucap Satria tegas.
Siswa/siswi masuk kedalam villa mereka masing-masing, disana tersisa Al dkk, Satria, Rizky dkk, Naila dkk dan para orang tua mereka kecuali keluarga Argawijaya.
"Suara kalian merdu banget" puji Nyonya Zahra.
"Makasih bun" jawab Al dan Chandra kompak.
"Kagak nyangka gue ice princess sama ice prince bisa nyanyi merdu banget" ucap Putra.
"Sumpah enak banget tu suara masuk ketelinga" ucap Rosa.
"Suara kaliankan bagus nih mending kalian ikut master chef aja" ucap Fatur ngelantur.
"Heh dimana-mana kalau suara bagus ikut olimpiade matematika" ucap Risa ikut ngelantur.
"Kalian berdua anak siapa sebenarnya?" tanya Nyonya Selvi heran dengan kelakuan mereka berdua.
"Anak Bunda Selvi sama Ayah Fikri lah" ucap Fatur.
"Anak mama Rika sama papa Yuda lah" ucap Risa.
"Masa anak gue begini?" tanya Nyonya Selvi, Nyonya Rika, Tuan Fikri, dan Tuan Yuda bercanda.
"Lo pada bikinnya gimana kok bisa kayak gitu?" tanya Tuan Adi Wijaya.
"Eh ya begitu lah" ucap Tuan Fikri.
"Mending kita tidur aja udah malam" ucap Nyonya Selvi lalu menarik Tuan Fikri pergi dari sana karena malu.
"Malu tu orang" ucap Tuan Bima Alexsandra.
"Udah ayo tidur" ucap Nyonya Reva Alexsandra menarik Tuan Bima.
"Ayo udah malem nanti makin ngelantur lagi ngomongnya" ucap Nyonya Laila Wijaya menarik Tuan Adi.
"Ayo masuk villa" ajak Nyonya Rika menarik Tuan Yuda.
"Ada-ada aja mereka itu, yaudah kalau gitu Ayah sama Bunda masuk kevilla dulu ya" ucap Tuan Rian lalu pergi kevilla bersama Nyonya Zahra.
Sekarang tersisa Al dkk, Satria, Rizky dkk, dan Naila dkk.
"Mending kita masuk kevilla juga" ucap Rosa.
"Iya bener kata Rosa besok kegiatan kalian banyak jadi mending kalian istirahat" ucap Satria.
Mereka semua masuk kevilla masing-masing termasuk Al dkk.
1 jam kemudian tiba-tiba ada suara jeritan dari villa Sifa dkk membuat semua orang terbangun dan keluar dari villa termasuk Al dkk.
"Pergi!" teriak Sifa. Semua siswa/siswi pergi menuju villa Sifa dkk, setelah sampai mereka melihat semuanya dari luar, Tuan Doni dan Ana masuk kedalam villa.
"Sifa lo kenapa?" tanya Salma.
"Itu pergi" ucap Sifa sambil menunjuk pojokan yang tidak ada apa-apa.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Ana lembut memeluk Sifa, Sifa pun menangis didalam pelukan Ana.
"Tadi ada hantu disana" ucap Sifa menunjuk pojokan.
"Bener kata Sifa ada hantu disana?" tanya Tuan Doni kepada Salma, Rere, dan Nisa.
"Kita dari tadi disini gak ada apa-apa" jawab Rere.
"Sifa bilang ada hantu disana tapi pas kita liat kearah itu gak ada apa-apa" jawab Nisa.
"Mending kamu istirahat lagi ya mungkin kecapean" ucap Ana.
"Mending kalian juga masuk kevilla masing-masing, istirahat" ucap Satria tegas.
Semua siswa/siswi pergi kevilla mereka masing-masing termasuk ortu Rizky dkk dan Naila dkk. Ana dan Tuan Doni menenangkan Sifa terlebih dahulu setelah tenang mereka pergi dari sana menuju villa mereka.
Al dkk tersenyum smrik didalam villa Al mereka semua sangat senang melihat wajah ketakutannya Sifa
"Mukanya udah jelek, eh makin dijelekin ya tambah jeleklah" ucap Kevin.
"Bener kata lo" ucap Chandra.
"Obatnya berarti manjur dong" ucap Kevin senang.
"Ya iyalah buatan siapa dulu" ucap Al bangga.
"Alqueena" jawab Chandra dan Kevin kompak.
***Bersambung***
kalau disimpan keknya rada ganjal