NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: DI BALIK NAMA LEIF DAN DARAH YANG TERTUMPA

​Malam itu, hujan turun dengan deras, membasuh kaca-kaca jendela apartemen mewah milik Ergino yang menghadap ke arah pelabuhan. Di dalam ruangan yang didominasi warna gelap dan aroma kayu cendana yang menenangkan, Nerina duduk di sofa kulit dengan secangkir teh yang kepulannya mulai menipis. Ia mengenakan kemeja putih milik Ergino yang kebesaran—sebuah kenyamanan sederhana setelah hari yang panjang menghancurkan topeng Elysia di depan publik.

​Ergino berdiri di dekat balkon kaca, menatap butiran air yang merayap turun. Ia tidak mengenakan jas. Hanya kemeja hitam yang lengannya digulung, memperlihatkan tato samar di pergelangan tangannya yang berbentuk akar mawar yang melilit sebilah pedang.

​"Gino," panggil Nerina lirih. "Kamu bilang hari ini kamu akan memberikan semua jawaban. Kamu bilang kamu berhutang nyawa padaku di masa lalu. Tapi di ingatanku... aku hanyalah gadis panti asuhan yang tidak punya apa-apa."

​Ergino berbalik. Cahaya lampu kota yang temaram dari luar memberikan siluet yang tajam pada wajahnya. Ia melangkah mendekat dan duduk di lantai, tepat di depan lutut Nerina—sebuah posisi yang menunjukkan pengabdian total meski ia adalah penguasa bisnis internasional.

​"Ingatanmu tidak salah, Nerina. Tapi ingatanmu hanyalah satu sisi dari koin yang retak," ucap Ergino, suaranya berat dan penuh dengan luka yang terpendam. "Kamu ingat panti asuhan itu? Kamu ingat anak laki-laki yang selalu bersembunyi di balik gudang karena takut dipukuli oleh pengurus panti?"

​Nerina mengangguk pelan. "Anak laki-laki yang pendiam itu... aku selalu memberinya jatah makan siangku."

​"Anak itu bukan hanya pendiam, Nerina. Dia adalah 'sampah' yang dibuang oleh sindikat perdagangan manusia karena dianggap terlalu lemah untuk dilatih," Ergino meraih tangan Nerina, menggenggamnya dengan lembut. "Suatu malam, pengurus panti yang mabuk ingin menjualku kembali ke pasar gelap. Kamu... kamu yang saat itu baru berusia sepuluh tahun, tidak sengaja mendengarnya. Kamu menyembunyikanku di dalam lemari pakaianmu selama tiga hari, memberikan air dan sisa rotimu, sampai akhirnya pengurus itu ditangkap karena kasus lain."

​Mata Nerina membelalak. Fragmen ingatan itu muncul kembali. Lemari kayu yang bau apek, suara isak tangis anak laki-laki, dan keberanian kecil yang ia miliki saat itu. "Aku... aku hampir lupa tentang itu."

​"Tapi aku tidak pernah lupa," desis Ergino. "Itulah pertama kalinya aku merasakan bahwa hidupku berharga. Kamu memberiku nyawa saat semua orang ingin membuangku. Namun, takdir memisahkan kita saat Tuan Elyas Lynn datang menjemputmu. Kamu dibawa ke istana perak, dan aku... aku kembali ke jalanan yang berdarah."

​Ergino menarik napas panjang, tatapannya menerawang jauh melampaui dinding apartemen.

​"Aku bergabung dengan kelompok tentara bayaran di Eropa Timur. Aku mengganti namaku menjadi Leif. Aku membunuh, aku merampas, dan aku membangun kekuasaan hanya dengan satu tujuan: untuk kembali dan menjemputmu. Aku ingin berdiri di depan gerbang mansion Lynn dan memintamu pergi bersamaku."

​"Tapi kenapa di kehidupan sebelumnya kamu tidak muncul?" tanya Nerina, suaranya bergetar.

​"Aku muncul, Nerina. Tapi aku terlambat," Ergino memejamkan matanya, dan setetes air mata jatuh di atas punggung tangan Nerina. "Di kehidupan yang dulu, aku datang ke kota ini tepat di hari pemakamanmu. Aku melihat peti matimu diturunkan ke tanah yang dingin tanpa ada satu pun bunga mawar di atasnya. Hanya ada kegelapan dan tawa Andrew yang merayakan warisannya."

​Nerina tertegun. Ia merasakan sesak yang luar biasa di dadanya.

​"Aku gila karena kehilanganmu," lanjut Ergino. "Aku menggunakan seluruh kekayaan Leif Group untuk mendanai eksperimen terlarang dan mencari artefak yang bisa memutar waktu. Aku menghabiskan sepuluh tahun dalam keputusasaan sampai akhirnya aku menemukan cara untuk kembali ke titik di mana kamu masih hidup. Titik di mana kamu baru saja bangun dari kematianmu yang kedua."

​"Jadi... kamu benar-benar melintasi waktu?" bisik Nerina, nyaris tak percaya.

​"Aku mengorbankan segalanya untuk berada di sini, Nerina. Itulah sebabnya aku tahu setiap langkah Andrew. Itulah sebabnya aku tahu racun apa yang disiapkan Elysia. Karena aku sudah melihat akhir dari drama ini sebelumnya, dan aku bersumpah kali ini skenarionya harus berubah."

​Ergino berdiri, lalu membungkuk dan mengecup kening Nerina dengan sangat lama. "Aku bukan sekadar pelayanmu, Nerina. Aku adalah pelindung yang dikirim oleh penyesalanku sendiri dari masa depan. Aku adalah pedang yang akan memastikan mawar hitamku tidak akan pernah layu lagi."

​Keesokan Harinya - Markas Rahasia Viper

​Di tengah haru birunya pengakuan Ergino, bayangan Andrew Fidelis belum sepenuhnya hilang. Di sebuah bangunan terbengkalai di pinggiran kota, Andrew duduk dengan wajah yang babak belur, dikelilingi oleh sisa-sisa anak buah Viper yang masih setia karena uang.

​"Leif Capital... jadi si pelayan itu adalah pemiliknya?" Andrew meludah ke lantai, darah merah kental keluar dari mulutnya. "Dia menghancurkan hidupku. Dia menghancurkan hubunganku dengan Ayah!"

​"Tuan, kita harus pergi sekarang. Polisi sudah mengeluarkan surat penangkapan atas nama Anda," ujar salah satu anak buahnya.

​"Pergi? Aku tidak akan pergi sebelum aku melihat wanita jalang itu mati di tanganku!" Andrew meraih sebuah remot kecil di atas meja. "Elysia memang bodoh, tapi dia memberiku satu informasi berharga sebelum dia ditangkap semalam. Dia menaruh alat pelacak dan bahan peledak kecil di dalam SUV hitam yang selalu mereka gunakan."

​Andrew tersenyum gila. "Nerina sangat mencintai mobil itu karena dia merasa aman di dalamnya. Mari kita lihat apakah keamanannya bisa menahan api ledakan."

​Lobi Lynn Tower - 10.00 WIB

​Nerina keluar dari lift dengan langkah mantap. Ia merasa jauh lebih kuat hari ini setelah mengetahui bahwa ada seseorang yang begitu mencintainya hingga rela melawan hukum alam. Ergino berjalan di belakangnya, namun kali ini ia tidak lagi mengenakan rompi pelayan. Ia mengenakan setelan jas desainer yang sangat mewah, menunjukkan identitasnya sebagai pemilik Leif Capital secara terbuka.

​"Gino, hari ini kita ada rapat dengan dewan direksi untuk meresmikan akuisisi saham," ucap Nerina.

​"Tentu, Nona. Tapi sebelum itu, mari kita pastikan kendaraan kita siap," sahut Ergino.

​Saat mereka mendekati pintu keluar, sebuah perasaan tidak enak tiba-tiba menghinggapi Ergino. Ia menghentikan langkah Nerina dengan satu tangan di bahunya.

​"Tunggu," bisik Ergino.

​"Ada apa?"

​Ergino tidak menjawab. Matanya menyapu lobi, lalu tertuju pada SUV hitam yang terparkir tepat di depan pintu masuk. Ia melihat seorang kurir yang tampak terburu-buru meninggalkan area parkir. Dengan cepat, Ergino mengeluarkan ponselnya dan mengaktifkan detektor frekuensi radio.

​Bip... bip... bip-bip-bip!

​"Mundur!" teriak Ergino.

​Ia menyambar pinggang Nerina dan membawanya berguling ke belakang pilar beton besar tepat saat—

​BOOOM!

​Ledakan keras mengguncang lobi gedung. SUV hitam itu meledak, menciptakan bola api raksasa yang menghancurkan kaca-kaca lobi. Serpihan logam beterbangan, teriakan orang-orang mulai membahana di tengah asap hitam yang pekat.

​Nerina terengah-engah dalam dekapan Ergino. Telinganya berdenging, jantungnya berdegup seolah ingin melompat keluar. Di tengah kekacauan itu, ia merasakan pelukan Ergino semakin erat.

​"Anda terluka?" suara Ergino terdengar sangat dingin, sebuah nada yang menandakan bahwa monster di dalam dirinya baru saja terbangun.

​"Aku... aku tidak apa-apa," bisik Nerina.

​Ergino berdiri, debu konstruksi menempel di jas mahalnya. Ia menatap ke arah kerumunan di luar, di mana ia melihat sebuah mobil sedan melaju kencang meninggalkan lokasi. Di dalam mobil itu, ia bisa melihat wajah Andrew yang sedang tertawa liar.

​Ergino mengambil ponselnya, menekan satu tombol komunikasi satelit.

​"Delta One," suara Ergino rendah, seperti malaikat maut. "Batalkan instruksi untuk menyerahkan Andrew ke polisi. Aku berubah pikiran. Bawa dia ke ruang bawah tanah Leif Capital. Hidup atau mati, aku tidak peduli. Tapi pastikan dia merasakan setiap detik penderitaan yang pernah dia berikan pada Nerina."

​Nerina berdiri dengan bantuan Ergino. Ia menatap puing-puing mobilnya yang terbakar.

​"Gino... Andrew sudah keterlaluan," ucap Nerina, matanya kini memancarkan amarah yang dingin.

​"Dia baru saja memesan tiket menuju neraka, Nerina," sahut Ergino sambil membersihkan debu dari wajah Nerina dengan sapu tangannya. "Dan aku sendiri yang akan memastikan keretanya tidak akan pernah terlambat sampai di sana."

​Malam itu, perburuan terakhir dimulai. Sang pelayan telah menanggalkan seluruh kedoknya, dan dunia akan segera tahu kenapa Leif Capital dikenal sebagai pemegang kendali takdir di dunia bawah.

1
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
wow/Scare/
Ariska Kamisa: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
aditya rian
mulai babak drak romance
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rahasia terbaru👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
gino tidak mati dulunya? apakah time traveler?
Ariska Kamisa: ikuti terus ya🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
ergino keren amat
Ariska Kamisa: terimakasih🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
cettaass
aditya rian
wow tentara bayaran
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
sepertinya ergino terobsesi 🤭
Ariska Kamisa: yes👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ini mulai babak baru , misteri ibu kandung nerina.
Ariska Kamisa: betul
total 1 replies
aditya rian
gob**k elysia 🤣
aditya rian
ibu kandung nya hidup???
aditya rian
dibutakan oleh rasa bersalah karena telah terpisah lama ini orang tuanya jadi anak salah geh kaya ga mau salah🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rame👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
siapa gino sebenarnya, begitu kuat kah sehingga di takuti
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!